Epilepsi

advertisement

Apakah pernah mendengar atau melihat orang yang terkena epilepsi? Epilepsi biasanya ditunjukkan dengan kejang-kejang yang berlangsung dalam waktu cepat dan keluarnya busa dari mulut. Hingga sekarang epilepsi masih menjadi penyakit yang menakutkan karena ada beberapa penderita yang meninggal karena kecelakaan saat serangan kejang.

epilepsiAda berbagai jenis epilepsi yang dikenal dalam dunia medis. Epilepsi sebenarnya menjadi penyakit yang bisa diobati dengan pengobatan rutin dan untuk mengurangi resiko yang lebih berat.

Apa itu Epilepsi?

Epilepsi adalah sebuah penyakit yang menyerang sistem neurologis atau syaraf pada otak yang biasanya ditunjukkan dengan serangan kejang. Serangan kejang pada penderita epilepsi biasanya terjadi secara berulang dan dalam waktu yang tidak bisa ditentukan. Bahkan penderita bisa terlihat sangat biasa saja kemudian jatuh dan kejang begitu saja. Kondisi epilepsi biasanya ditemukan sejak masih anak-anak. Kejang yang disebabkan karena epilepsi bersumber dari otak.

Jenis-jenis

Epilepsi dikenal dengan berbagai macam jenis yang berbeda tergantung jenis kejang dan kondisi medis yang dihadapi oleh penderita. Setiap jenis epilepsi akan memiliki tingkat pengobatan dan pengawasan yang berbeda. Ukuran untuk menentukan diagnosis memakai beberapa tingkat epilepsi. Berikut ini dasar untuk menentukan jenis epilepsi.

  • Idiopatik – pemeriksaan belum menemukan penyebab dari munculnya epilepsi.
  • Kriptogenik – penyebab epilepsy sudah ditemukan tapi belum bisa di uraikan secara detail.
  • Gejala – penyebab munculnya epilepsi sudah dianalisa.
  • Umum – kejang yang menjadi penyebab epilepsi terjadi pada semua bagian otak.
  • Fokal (parsial) – kejang yang menyebabkan epilepsi hanya terjadi pada satu lokasi di otak.

Berikut ini beberapa jenis epilepsI sesuai dengan beberapa titik pengukuran kejang dan sumber kejang.

1. Epilepsi Idiopatik Umum

Epilepsi ini biasanya akan terjadi pada anak-anak atau remaja. Beberapa kasus dari epilepsi ini disebabkan karena ada riwayat keluarga. Kondisi cacat pada otak dan tulang belakang hampir jarang ditemukan. Deteksi epilepsi ini biasanya dilakukan dengan EEG dan MRI. Penderita epilepsi ini biasanya akan kejang dengan waktu yang sangat singkat dan bisa diobati. Orang yang menderita epilepsi ini akan terlihat normal seperti orang lain.

Epilepsi ini bisa menyebabkan beberapa jenis kejang seperti:

  • Kejang mioklonik, Kejang yang dialami sangat singkat dan tidak memiliki gejala.
  • Kejang hingga menyebabkan kehilangan kesadaran.
  • Kejang tonik, Ini adalah kejang yang sangat umum dan menyebabkan guncangan yang sangat hebat namun bisa berhenti sendiri.

2. Epilepsi Parsial Idiopatik

Ini adalah jenis epilepsi yang biasanya didapatkan dari riwayat keluarga dan muncul pada usia antara 4 hingga 8 tahun. Biasanya jenis epilepsi ini hanya muncul pada anak-anak dan jarang ditemukan pada kasus orang dewasa atau yang telah mencapai usia puber. Kondisi kejang biasanya terjadi saat sedang tidur dan tidak berbahaya. Pemeriksaan untuk mendeteksi kejang ini adalah dengan EEG.

3. Epilepsi Simptomatik (Umum)

Epilepsi ini biasanya ditemukan pada bayi sejak lahir. Penyebab dari gejala epilepsi ini adalah kerusakan pada bagian otak dengan wilayah cakupan yang cukup besar. Penderita biasanya memiliki beberapa kelainan neurologis seperti masalah mental. Epilepsi ini lebih sering ditemukan pada bayi yang memiliki riwayat penyakit otak seperti meningitis dan encephalitis. Penderita bisa mengalami beberapa gangguan kejang seperti tonik, atonik, dan tonik umum.

4. Epilepsi Simptomatik Parsial

Ini adalah salah satu jenis epilepsy yang terjadi pada orang dewasa. Penyebab epilepsi ini karena adanya kelainan pada otak yang diawali dengan beberapa gangguan pada otak seperti kelainan aotak, kista, infeksi pada otak, tumor, gangguan sejak lahir dan trauma. Deteksi epilepsi dilakukan dengan perlengkapan MRI.

Penyebab Epilepsi

Epilepsi ditandai dengan kejang yang terjadi dalam waktu yang sangat cepat. terkadang kejang juga ditemukan pada bayi dan anak-anak. Pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui jenis epilepsi dan pengobatan yang tepat. Berikut ini adalah beberapa penyebab epilepsi.

  • Cedera yang terjadi pada bagian kepala baik saat bayi, anak-anak maupun orang dewasa.
  • Bayi yang mengalami kekurangan oksigen pada waktu proses persalinan.
  • Kemungkinan adanya tumor otak
  • Riwayat dalam keluarga yang pernah menderita epilepsi
  • Infeksi penyakit pada otak yang disebabkan oleh virus seperti meningitis
  • Riwayat stroke ringan pada otak
  • Kondisi medis yang berkaitan dengan kekurangan natrium dalam darah.

Gejala

Semua jenis epilepsi di tunjukkan dengan gejala berupa kejang. Hampir semua jenis kejang yang terjadi pada penderita epilepsi sangat bervariasi. Berikut ini beberapa jenis kejang yang terjadi pada penderita epilepsi :

1. Kejang umum – Kejang umum dapat terjadi karena ada gangguan kejang yang bersumber pada bagian otak. Tanda-tanda kejang umum adalah:

  • Muncul suara dari mulut (penderita terkadang menangis dan mulut kaku)
  • Kejang kemudian akan berjalan ke arah tubuh, kaku dan tangan
  • Mata akan terbuka saat kejang
  • Penderita akan mengalami kesulitan untuk bernafas dan badan menjadi biru karena kurang oksigen
  • Setelah beberapa menit kejang akan sadar sendiri.

2. Kejang Parsial – Kejang parsial adalah kejang yang sepenuhnya terjadi dalam otak. Meskipun kejang bersumber dari otak namun jika lokasi penyebab kejang berhubungan dengan syaraf maka akan menjalar sehingga bisa menyebabkan kaki, tangan atau anggota badan lain ikut bergerak saat kejang. Kejang ini akan terjadi dalam waktu yang sangat singkat.

Diagnosa

Tujuan dari pemeriksaan detail untuk penderita epilepsi adalah untuk mengetahui kemungkinan penyebab kejang dan jenis kejang yang akan terjadi. Setelah jenis kejang berhasil diketahui maka pengobatan bisa dilakukan untuk mengobati kejang dan menghilangkan epilepsi.

Berikut ini beberapa langkah dalam diagnosa epileps :

1. Wawancara dan Konsultasi Medis

Sebelum melakukan pemeriksaan maka konsultasi medis dilakukan untuk mengetahui berbagai informasi tentang kejang yang dialami dan riwayat pengobatan. Berikut ini beberapa penilaian dalam konsultasi medis :

  • Apakah ada riwayat penyakit epilepsi dalam keluarga?
  • Apakah menjalani pengobatan medis sebelum dirujuk ke pusat epilepsi?
  • Sejak kapan penderita mulai kejang?
  • Bagaimana reaksi penderita saat kejang?
  • Berapa lama waktu saat kejang?
  • Bagaimana kondisi penderita setelah kejang?

2. Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan fisik bertujuan untuk menilai fisik penderita dan mengetahui kemungkinan penyebab dan kelainan dari epilepsi. Tes fisik dilakukan untuk mengetahui kelainan pada bagian mata (seperti glaukoma, dsb), saluran pernafasan, pendengaran, kemampuan syaraf motorik, dan kemampuan uji indra penderita.

3. Tes EEG (electroencephalogram)

Ini adalah tes yang dilakukan untuk mengukur sinyal listrik pada bagian otak. Tes ini juga dilakukan untuk mendeteksi jenis epilepsi.

4. MRI (magnetic resonance imaging)

Tes ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran otak secara detail.

5. Pemeriksaan darah

Tes darah biasaya dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan pasien secara umum dan kemungkinan ada penyakit lain yang telah diakibatkan dari epilepsi. Selain itu tes darah bisa mengukur kesehatan organ penderita seperti fungsi ginjal dan hati.

Pengobatan

Pengobatan epilepsi dilakukan berdasarkan jenis epilepsi. Beberapa jenis pengobatan dipengaruhi oleh frekuensi epilepsi, usia penderita, kesehatan penderita dan riwayat medis. Berbagai jenis obat-obatan hanya bisa diberikan oleh dokter. Tujuan dari pengobatan epilepsi adalah untuk mengontrol kejang namun sama sekali tidak bisa menghilangkan epilepsi.

Bahaya

Epilepsi yang terjadi pada penderita bisa menyebabkan berbagai macam jenis kejang. Setiap kejang maka penderita menghadapi resiko dan kemungkinan besar adalah bahaya yang bisa mengancam jiwa. Tidak ada hal yang aman saat epilepsi muncul atau saat kejang dan lingkungan memberikan dampak yang sangat besar.

Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah bahaya epilepsi :

  • Jangan membiarkan penderita epilepsi mendekati api atau mesin pemanas
  • Jangan membiarkan penderita epilepsi berada di kolam renang sendiri
  • Jangan membiarkan orang epilepsi mengendarai kendaraan sendiri tanpa pendampingan
  • Jangan membiarkan penderita epilepsi berada di tempat ketinggian sendiri
  • Berikan pengaman untuk penderita epilepsi seperti sinyak darurat atau pengaman kepala.

Pencegahan

Tindakan pencegahan epilepsi bisa dilakukan dengan sangat bijak. Berbagai macam tindakan bisa dilakukan oleh penderita, terutama untuk epilepsi yang diderita oleh remaja, dewasa atau orang tua.

Berikut ini beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah kejang epilepsi :

  • Hindari semua pemicu kejang seperti kondisi emosi yang naik turun, perasaan terlalu gembira atau sedih
  • Kenali semua gejala yang selalu muncul sebelum kejang seperti merasa bingung, kehilangan akal dan sulit berkomunikasi
  • Jika Anda menderita epilepsi maka hindari rokok dan alkohol karena bisa memperburuk epilepsi tersebut
  • Hindari untuk tidak mengendarai mobil atau motor sendiri karena bisa berbahaya saat epilepsi muncul
  • Hindari semua cedera saat epilepsi dengan memakai pengaman khusus seperti pengaman untuk kepala, tangan atau kaki

Salah satu masalah yang paling dekat dengan epilepsi adalah ketakutan semua orang ketika berhadapan dengan epilepsi. Epilepsi adalah jenis penyakit neurologis yang tidak akan menular lewat sentuhan tangan. Ketika Anda menghadapi orang yang sedang kejang karena epilepsi maka berikan bantuan saat penderita sudah sadar.

advertisement

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!