9 Penyebab Malaria Tertiana Dan Gejalanya Yang Harus Diketahui

√ Verified Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Penyakit malaria merupakan sebuah penyakit yang disebabkan infeksi plasmodium yang di tularkan oleh nyamuk anopheles. Di indonesia, penyakit malaria berkembang sangat cepat sekali. Hal ini disebabkan karena indonesia merupakan negara ber iklim tropis yang merupakan tempat berkembang biak nyamuk.

Ada beberapa plasmodium  penyebab malaria yang perlu untuk diketahui diantarnya Plasmodium Falciparum yang menjadi penyebab penyakit malaria tropica, plasmodium ovale yang menjadi penyebab penyakit malaria ovale, plasmodium malariae yang menjadi penyebab penyakit malaria quartana, plasmodium knowles yang menyebabkan penyakit malaria pada hewan, dan plasmodium vivax yang menyebabakan penyakit malaria tertiana.

Jika dilihat dari cara penularannya, terdapat 3 cara penularan malaria yang biasa terjadi dilingkungan sekitar di antaranya penularan malaria secara alamiah melalui gigitan nyamuk anopheles betina. Penularan secara non alamiah dimana malaria dapat ditularkan secara bawaan dimana saat ibu mengandung yang terjangkit penyakit malaria secara tidak langsung dapat menularkan bakteri penyebab penyakit malaria kepada bayi yang sedang di dalam kandungan. Penularan  secara non alamiah juga dapat terjadi dari penggunaan alat medis dalam hal ini jarum suntik bekas penderita penyakit malaria.

Dari 5 jenis malaria yang ada, malaria tertiana merupakan jenis malaria yang tergolong umum dan cukup ringan dimana infeksi dari gigitan nyamuk anopheles betina biasanya akan mulai bekerja 1-2 minggu kemudian. adapun penyebab malaria tertiana dan gejalanya yang harus diketahui diantarnya :

  1. Mengalami demam

Penyebab Malaria Tertiana Pertama yaittu demam, ini merupakan gejala awal apabila terserang penyakit malaria tertiana yang harus diwasapadai. Demam tinggi dapat terjadi tiba-tiba dan kemudian dapat turun dengan cepat juga. Interval demam tinggi dan menurun ini akan terjadi  48 jam sekali selama 1-2 minggu. Apabila sudah mengalami gejala demam seperti ini, sebaiknya cepat dilakukan tindakan pengobatan agar tidak memperparah kondisi penderita.

  1. Sakit kepala dan nyeri pada punggung

Saat penderita penyakit malaria tertiana mengalami demam tinggi, ternyata membuat sistem syaraf memicu respon berupa sakit kepala dan nyeri pada punggung. Sakit kepala biasanya juga dapat terjadi bersamaan dengan vertigo. Hal ini akan membuat penderita penyakit malaria tertiana mengalami kesulitan dalam beraktifitas.

  1. Menggigil dan berkeringat dingin

Rasa kedinginan dan menggigil ini disebabkan kondisi demam yang tinggi dan tiba2 menurun. Rasa menggigil merupakan reaksi yang ditimbulkan dari perubahan suhu tubuh yang tidak normal. Biasanya kondisi ini disertai dengan keluar keringat dingin hingga pada bagian bibir muncul warna kebiru-biruan.

  1. Nafsu makan berkurang

Hal ini terjadi karena saat menderita penyakit malaria tertiana, penderita akan mengalami mual dan muntah. Jika hal ini dibiarkan, akan membuat kondisi penderita menjadi sangat lemah. Jika penderita mengalami gejala ini, langkah  terbaiknya adalah segera untuk mengkonsumsi suplemen pengganti nutrisi agar kondisi tubuh tidak penderita tidak bertambah lemah.  [AdSense-B]

  1. Terjadi pembesaran pada limpa

Jika kondisi penderita menjadi parah, maka dapat menyebabkan terjadi pembengkakan pada limpa. Penyebab pembengkakan dikarenakan gangguan metabolisme di dalam tubuh. Untuk mengatasi hal ini, penderita bisa mengkonsumsi temulawak sebagai  yang memiliki fungsi sebagai anti radang. Temulawak juga merupakan obat herbal thalasemia yang ampuh.

  1. Mengalami anemia

Penyeba  Malaria Tertiana Penyakit malaria tertiana yang di sebabkan plasmodium vivax menyerang sel darah merah si penderita penyakit. Munculnya anemia disebabkan  plasmodium menghancurkan sel darah merah yang mengakibatkan kadar oksigen di dalam darah menjadi berkurang sehingga menyebabkan penderita menjadi lesu dan lemas.

Hal ini dapat di atas dengan menganjurkan penderita mengkonsumsi buah-buahan penambah darah dan vitamin penambah darah agar jumlah darah merah di dalam tubuh penderita menjadi normal kembali.

  1. Dehidrasi

Ketika mengalami demam tinggi, tubuh penderita akan kehilangan banyak cairan atau lebih kita kenal dengan dehidrasi. Jadi langkah yang harus diambil jika menderita gejala ini yaitu dengan mengkonsumsi banyak cairan untuk menggantikan cairan yang hilang. Mengkonsumsi cairan juga berguna untuk mengoptimalkan kembali produksi sel darah merah di dalam tubuh. [AdSense-C]

  1. Hilang kesadaran

Jika demam semakin tinggi, membuat kontrol syaraf di otak menjadi tidak optimal dan menyebabakan penderita hilang kesadaran. Pada penderita anak-anak, panas terlalu tinggi bisa menyebabkan step atau kejang-kejang. Jika ini terjadi, sebaiknya cepat dibawa ke dokter agar di ambil tindakan yang tepat.

  1. Diare

Dalam beberapa kasus, gejala diare juga bisa terjadi pada penderita penyakit malaria tertiana. Hal ini disebabkan saat terserang demam tinggi, menyebabkan terjadinya gangguan pada pencernaan pada penderita. Peredaran darah yang terganggu juga dapat menyebabkan daya usus menjadi lemah.

Malaria tertiana adalah malaria ringan yang bisa disembuhkan. Cara menyembuhkan malaria dapat dilakukan dengan pengobatan  tradisonal seperti meminum air rebusan daun pepaya, jahe, jeruk bali, temulawak, brotowali, dan biji mahoni. Pencegahan malaria perlu dilakukan. seperti slogan kesehatan yang sering kita dengar  “mencegah lebih baik dari pada mengobati”.

Pencegahan penyakit malaria dapat dilakukan dengan cara menggunakan kelambu saat tidur, menjaga kebersihan lingkungan sekitar dengan cara rajin menguras bak mandi dan tempat-tempat penampungan air dan mengubur sampah2 yang bisa membuat air tergenang. Menjaga kesehatan diri juga sangat penting, karena dengan jika tubuh kita sehat akan membuat diri tidak gampang terserang penyakit.

fbWhatsappTwitterLinkedIn