9 Gejala Sakit Maag pada Anak – Diagnosis dan Pengobatan Tradisional

Sakit maag biasanya terjadi pada orang dewasa, atau paling tidak gejalanya akan mulai dirasakan oleh para remaja, tapi bagaimana dengan gejala sakit maag pada anak? Ada juga beberapa kasus di mana anak-anak juga sudah mulai mengalami gejala sakit maag yang sebetulnya tidaklah jauh beda dengan gejala sakit perut yang dialami pada umumnya. Di bawah ini adalah beberapa gejala sakit maag yang akan dirasakan oleh sang buah hati yang perlu Anda waspadai.

(Baca juga: gejala maag kronis)

  1. Tidak Mau Makan

Bila si kecil biasanya memiliki nafsu makan yang besar lalu kemudian tiba-tiba enggan untuk makan padahal Anda sudah menyiapkan makanan kesukaannya, Anda patut mencurigai kondisinya saat itu. Entah itu bayi, balita atau anak-anak yang sudah agak besar, mereka akan menolak makan meski mereka merasa lapar. Di luar makanan utama, mereka biasanya akan meminta makanan yang ringan selama beberapa hari dan Anda perlu memeriksakannya ke dokter agar jika memang benar sakit maag, kondisi ini bisa ditangani lebih dini sebelum anak mengalami bahaya maag kronis.

(Baca juga: cara meningkatkan nafsu makan)

  1. Sakit di Sekitar Ulu Hati

Layaknya gejala yang timbul pada orang dewasa, gejala sakit maag yang dialami anak juga bisa dirasakan pada bagian ulu hatinya yang terasa nyeri dan ia pun akan merasa kembung. Namun, tentu hanya anak-anak yang usianya sudah 5 tahun ke atas yang dapat memberi tahu Anda tentang apa yang ia rasakan, sementara anak di bawah 5 tahun belum dapat mengutarakannya secara jelas. Orang tua di sini perlu dengan jeli melihat gejala yang terjadi pada anak balita.

Pada umumnya, untuk anak-anak dengan usia di bawah 5 tahun mungkin akan menangis atau seperti gejala yang disebutkan sebelumnya. Jika ia merengek dan bahkan mengeluh ada yang sakit di bagian perutnya bahkan disertai dengan berkurangnya nafsu makan, Anda patut curiga dan membawanya ke dokter segera. Hal ini bisa jadi gejala sakit maag, tapi bisa juga hanya menderita sakit perut biasa tanpa ada kelainan serius.

(Baca juga: ciri asam lambung dan obatnya)

  1. Perut Kembung dan Sering Kentut

Terkadang orang tua tidak terlalu memerhatikan apa yang dilakukan oleh sang buah hati, bahkan ketika ia sedang tidak enak badan dan sering kentut. Sering kentut bisa jadi menandakan anak Anda tengah masuk angin, tapi lihat juga tanda-tanda lainnya. Perhatikan dan kalau perlu tanyakan juga apakah ia merasakan nyeri atau sakit di bagian perut atas. Sering kentut dapat menandakan adanya kondisi perut kembung dan hal ini dapat dikaitkan dengan sakit maag.

(Baca juga: penyebab perut kembung)

  1. BAB Tidak Lancar

Anda perlu mulai khawatir ketika anak yang tadinya lancar buang air besar kemudian menjadi tidak lancar dan bahkan sulit BAB; ingat bahwa ada bahaya tidak lancar buang air besar yang perlu diwaspadai. Cari tahu apakah anak Anda merasakan adanya rasa sakit di bagian ulu hati (perut bagian atas) dan juga bagian rongga dada. Sulit BAB kemungkinan juga bisa dikarenakan nafsu makannya yang berkurang sehingga perut kurang terisi sehingga tak ada yang ingin dikeluarkan. Dengan adanya beberapa tanda lainnya, temui dokter untuk mengetahui kepastian apakah si kecil memang sakit maag.

(Baca juga: penyebab bab berdarah merah segar)

  1. Lemah

Anak Anda biasanya aktif dan suka bermain tapi akhir-akhir ini ia menjadi mudah lemah dan tidak berkeinginan untuk bermain atau cepat lelah? Anak yang berkurang nafsu makannya bisa menjadi lemah sehingga dalam aktivitas apapun yang ia lakukan, si kecil akan cepat lelah karena kurangnya energi yang didapat dari makanan.

  1. Berat Badan Turun

Jika sudah tidak nafsu makan, lalu juga selalu terlihat dan terasa lemah ditambah dengan penurunan berat badan selama beberapa hari, Anda perlu segera memeriksakan anak Anda. Apabila benar anak Anda sakit maag, maka membiarkannya justru akan membuat lambungnya semakin parah. Dalam waktu 2 hari saja jika si kecil tak mau makan dan terlihat lemah disertai tanda-tanda lainnya, bisa dipastikan ia menderita penyakit lambung.

(Baca juga: madu bagi penderita penyakit lambung)

  1. Mual dan Muntah

Seperti yang kebanyakan terjadi pada orang dewasa, anak-anak pun dapat mengalami mual lebih dulu yang kemudian juga disertai dengan kondisi muntah-muntah setelah pada perutnya terasa nyeri dan kembung. Anda perlu makin waspada dan bertindak cepat ketika muntahannya disertai dengan darah yang tampaknya hampir seperti kopi. Hal ini menandakan bahwa darah tersebut sudah terkena asam lambung diakibatkan lambung yang terluka. Jika sampai kondisi seperti ini dialami anak Anda, tentu tak perlu berpikir 2 kali untuk ke dokter supaya cepat mendapat diagnosis yang tepat.

  1. Perdarahan pada Saluran Pencernaan

Pada kondisi yang lebih serius, anak Anda kemungkinan akan mengalami yang namanya perdarahan terutama di saluran pencernaannya sehingga sewaktu muntah akan keluar darah. Namun tak hanya itu, kemungkinan saat buang air pun fesesnya disertai darah dikarenakan adanya usus yang bocor diakibatkan luka di bagian lambung. Ini bisa juga terjadi pada bayi yang sedang menderita sakit keras.

(Baca juga: gangguan pencernaan)

  1. Punggung Terasa Pegal

Bagi anak-anak yang usianya sekitar 5-6 tahun ke atas, hal ini kemungkinan akan dirasakan oleh mereka di mana punggung akan terasa tak nyaman karena pegal-pegal. Kondisi seperti ini akan dialami selama beberapa hari atau bahkan bisa lebih panjang seperti beberapa minggu. Orang tua perlu memerhatikan apakah buah hatinya mengalami hal seperti ini atau tidak; gejala akan terjadi sekitar 2 sampai 3 jam sehabis makan atau bahkan akan dialami di tengah malam saat perut si kecil kosong.

Gejala sakit maag antara anak-anak dan orang dewasa agak sedikit berbeda dan diketahui bahwa anak yang sakit maag akan ditandai dengan keluhan sakit perut di area pusar yang akan menjadi makin parah ketika sang buah hati makan. Bagi anak yang usianya di atas 6 tahun, gejala sakit maag tidak jauh beda dari yang orang dewasa alami, termasuk rasa sakit di bagian ulu hati dan bukan lagi di area pusar. Usia anak sekolah dan prasekolah juga bisa mengalami muntah berulang kali jika benar menderita sakit maag.

(Baca juga: pundak kaku dan pegalleher terasa kaku dan pegal)

Metode Diagnosis Gejala Sakit Maag pada Anak

Walau gejala yang tampak bisa menjadi sangat jelas bahwa anak menderita sakit maag, lebih baik para orang tua tetap membawanya ke dokter untuk diperiksa. Mendapatkan diagnosis dari dokter akan memberikan kejelasan dari gejala yang dialami oleh si kecil sehingga penanganan yang diberikan pun akan tepat. Berikut ini adalah beberapa metode diagnosis yang dokter biasa pakai :

  1. Tes H. Pylori

Metode pemeriksaan satu ini cukup sederhana dan tes ini sangat berguna dalam membantu mendeteksi adanya kuman H. Pylori. Jika memang hasil tes positif, maka pemeriksaan lanjutan diperlukan oleh anak Anda. Pemeriksaan ini dilakukan agar dapat diketahui ada tidaknya bakteri helicobacter pylori pada bagian lambung si kecil.

(Baca juga: ciri-ciri maag kronis)

  1. Endoskopi

Jika tes sebelumnya atau H. Pylori hasilnya dinyatakan positif, maka tes endoskopi atau peneropongan lambung perlu ditempuh terlepas dari adanya efek samping endoskopi. Pemeriksaan metode ini akan dianjurkan terutama jika anak Anda memang dicurigai memiliki kelainan pada lambungnya. Apabila benar-benar ditemukan H. Pylori di dalam tubuhnya, tentu terapi harus dilakukan. Karena terkadang kuman di lambunglah yang menyebabkan anak mengalami gejala mirip seperti yang disebutkan di atas.

  1. Biopsi

Metode pemeriksaan atau diagnosis lainnya yang perlu dilakukan setelah endoskopi selesai adalah biopsi jika memang diperlukan. Hal ini dibutuhkan terutama kalau memang ditemukan adanya infeksi kuman di dalam lambung atau pencernaan anak Anda. Dengan metode pemeriksaan ini, kuman yang berkembang biak di dalam lambung akan terdeteksi dan akhirnya anak Anda akan mendapatkan pengobatan yang semestinya.

(Baca juga: kopi bagi penderita maag)

  1. Skrining dan Uji Urea Napas

Uji urea napas pada proses skrining adalah yang dianggap paling baik karena hasilnya termasuk akurat meski terbilang sederhana. Pada metode pemeriksaan ini, anak perlu meminum beberapa urea yang telah ditandai; urea tersebut dimetabolisme oleh H. Pylori dan karbondioksidalah yang akan dikeluarkan nantinya. Dengan begini, kondisi anak akan dapat diketahui lebih detil apakah ia memang positif terinfeksi kuman atau tidak dari hasil yang dikeluarkan oleh tes ini.

(Baca juga: cara mengobati sakit maag)

Obat Tradisional untuk Menangani Sakit Maag pada Anak

Jika dari hasil pemeriksaan didapati bahwa anak Anda menderita sakit maag, Anda bisa memberikannya obat tradisional selain obat dari dokter dengan memberikan jarak waktu konsumsi diantaranya. Berikut ini adalah obat herbal yang bahan-bahannya cukup mudah ditemukan dan dipastikan manjur serta aman untuk dikonsumsi anak.

Bahan:

  • 3 lembar daun jinten.
  • 5 jari rimpang kencur.
  • Air putih 2 gelas.
  • 5 biji ketumbar

Cara Membuat:

Bahan-bahan alami tersebut bisa dicuci sampai bersih sebelum diolah. Setelah itu, lanjutkan dengan mengupas kencur dan mengirisnya tipis-tipis. Rebuslah semua bahan dan tunggu sampai ramuan menjadi 1 gelas. Langkah terakhir, saringlah air rebusan tersebut sebelum diminum oleh buah hati Anda.

Dosis Ramuan:

  • Berikan ¼ gelas sehari 3 kali untuk anak Anda jika usianya antara 5-7 tahun.
  • Berikan 1/3 gelas sehari 3 kali untuk anak Anda jika usianya antara 8-10 tahun.
  • Berikan ½ gelas sehari 3 kali untuk anak Anda jika usianya antara 11-13 tahun.

Anak yang menderita maag tidak hanya bisa diberi ramuan obat maag tradisional paling ampuh ini, tapi Anda juga bisa memberinya antasid. Hanya saja, kalau bakteri H. Pylori-lah yang menjadi faktor pemicu dari sakit maag, andalkan pengobatan dari dokter karena anak akan diberi antibiotik, seperti amoxilin dan tetracyclin.