10 Bahaya Maag Kronis bagi Kesehatan

6385

Penyakit maag sering dianggap enteng karena termasuk di dalam penyakit ringan. Namun, penyakit seringan apapun jika diabaikan tanpa adanya pengobatan yang serius maka akan dapat berkembang menjadi lebih parah. Sakit maag bisa dialami oleh siapa saja, bukan hanya para orang dewasa, namun ada juga yang sudah mengalaminya semenjak anak-anak. Gejala penyakit maag perut terasa nyeri, khususnya di area ulu hati, serta ada rasa seperti sedang diremas-remas atau terlilit, itulah gambaran secara umum penyakit maag. Kalau sudah seperti itu kondisinya, jangan pernah abaikan dan segera cari solusinya, atau bahaya maag kronis dapat menyerang seperti yang akan dibahas kali ini.

Bagi yang belum tahu, maag kronis sebenarnya sama dengan Syndrome Dyspepsia yang merupakan istilah dalam kedokteran. Namanya penyakit sudah pada tahap kronis atau akut tentu tidak boleh diremehkan. Ada berbagai bahaya maag kronis yang patut untuk diwaspadai oleh penderita maag dengan memahami ciri ciri maag kronis dan akut, terutama bagi yang sudah tahu kalau ia memiliki maag akut atau kronis.

  1. Muntah Darah

Kebanyakan orang menganggap bahwa sakit maag itu hal biasa karena saat sudah mengonsumsi obat maag, lambung akan otomatis membaik, tapi benarkah sudah terobati dan sembuh total? Hati-hati kalau sudah sering merasakan perut yang perih dan bahkan rasa-rasanya seperti tengah disayat menggunakan benda tajam sebab dengan membiarkannya, kemungkinan malah dapat muntah darah. Kondisi ini dapat terjadi dikarenakan adanya intensitas tinggi penyakit lambung yang tengah diderita di mana kondisinya mulau berat dan ada pengelupasan di dalamnya dan kondisi ini yang menjadi penyebab muntah darah.

  1. Turunnya Kondisi Tubuh dan Nafsu Makan

Kondisi tubuh yang turun bisa dikarenakan nafsu makan yang berkurang secara berkelanjutan. Lambung yang sudah terkena sakit yang kronis akan membuat penderitanya sama sekali tidak mempunyai nafsu untuk makan, seenak apapun makanan yang ada di hadapannya. Turunnya nafsu makan dapat terjadi secara drastis. Peningkatan asam lambung yang tidak segera diatasi maka akan membuat nafsu makan hilang selama berhari-hari. Atau, hal ini dapat dipicu oleh iritasi yang terjadi di dalam sistem pencernaan. Bahkan saat kerongkongan pun terkena iritasi, makanan akan menjadi lebih sulit ditelan. Asupan makanan yang berkurang malah membuat penderita merasa sakit kepala, sering berkeringat dingin, dan wajah pun dapat berubah menjadi pucat.

  1. Diare

Penderita yang sudah tahu kondisinya dan jelas-jelas memiliki sakit maag akut tapi tetap mengonsumsi makanan yang rasanya asam maupun pedas maka akan mengalami bahaya satu ini yang akan menjadi penyebab diare. Diare adalah salah satu bahaya maag akut yang bisa terjadi kalau tidak menjaga apa yang kita makan.

artikel yang brhubungan dengan diare

  1. Masuk Angin

Maag akut yang tidak segera diatasi rupanya mampu membuat penderita masuk angin. Hal ini akan ditandai dengan bersendawa terus-menerus meski sudah lewat dari waktu makan. dan merupakan gejala masuk angin. Bahkan kalau saat sudah terasa lapar yang ada ingin bersendawa terus, hal ini pun patut dicurigai.

artikel yang berhubungan dengan masuk angin

  1. Sulit Tidur

Pada jam kita istirahat atau tidur, bisa saja kita malah tidak bisa terlelap gara-gara lambung yang begitu sakit, terutama di area ulu hati atau perut pada bagian atas. Tidur yang kurang cukup dikarenakan merasakan perut yang nyeri tentu akan berpengaruh juga pada kondisi tubuh. Secara otomatis kondisi tubuh pun dapat menurun akibat kurangnya istirahat.

artikel yang berhubungan dengan sulit tidur

  1. BAB Berdarah

Bahaya berikutnya yang wajib untuk diwaspadai adalah saat buang air besar dan darah pun ikut keluar bersama dengan tinja. Ini artinya ada infeksi yang sudah terjadi di dalam lambung. Perlu segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan solusinya sebab bisa jadi saluran pencernaan yang lain berkemungkinan memicu timbulnya borok atau luka. Tidak hanya darah saja, penderita maag akut dapat buang air besar yang disertai nanah.

  1. Muntah dan Mual

Saat lambung kena iritasi, maka otomatis kita akan merasa mual. Bagi penderita maag yang belum kronis, biasanya hanya merasakan nyeri dan mual saja, tapi untuk yang menderita maag akut, mual disertai muntah sering terjadi. Rupanya bukan hanya masalah lambung yang teriritasi yang menjadi penyebab sering mual setelah makan, melainkan juga bisa karena danya bakter Helycobacter Pylori yang menyerang lambung sehingga lambung kita terinfeksi. Bakteri tersebutlah yang membuat lambung selalu terasa penuh, terasa perih dan nyeri yang tak tertahankan, tubuh panas dan dingin, membuat penderita pingsan, serta memicu sendawa terus-menerus.

  1. Tumor

Lambung yang sudah jelas sakit dan berada pada tingkat akut perlu segera ditindak, yaitu dengan memilih pengobatan yang benar. Luka pada dinding lambung yang tidak segera diatasi dapat menimbulkan tumor. Inilah suatu kondisi yang disebut dengan tumor lambung dan pembedahan menjadi solusi yang disarankan oleh dokter. Ketika harus melalui proses operasi atau pembedahan, selain dari biaya yang besa, ada risiko juga yang perlu ditanggung oleh si penderita.

  1. Kanker

Tumor yang muncul di lambung dapat berkembang dan akhirnya malah menjadi kanker. Maka, maag akut atau kronis sudah semestinya untuk langsung diobati, kalau tidak mempan dengan obat dokter, mulai mencari obat-obat tradisional yang ampuh supaya tidak bertransformasi ke kanker lambung. Maag pada dasarnya adalah penyakit ringan, tapi kalau diabaikan tanpa penanganan sedikit pun, penyakit ini bisa membawa si penderita kepada kematian.

  1. Sembelit

Sembelit atau kondisi susah buang air besar dapat terjadi karena kurangnya asupan makanan. Gara-gara nafsu makan yang hilang sehingga penderita hanya makan sedikit-sedikit, kemungkinan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh juga menjadi kurang, seperti kandungan serat cukup yang bisa didapatkan dengan mengonsumsi sayuran.

artikel yang berhubungan dengan sembelit

Bahaya Maag Akut atau Kronis pada Ibu Hamil

Banyak ibu hamil yang selera makannya menurun ketika hamil dan ada juga yang setiap makan akhirnya harus keluar karena muntah dan rasa mual di perut. Para ibu hamil perlu tahu bahwa mereka bisa terkena maag kapan saja, bahkan jika sebelum hamil tidak mengidap penyakit lambung dapat mengalaminya ketika hamil. Rasa mual di perut, kemudian muntah-muntah dan turunnya selera makan bisa dikarenakan hormon chorionic gonadotropin dan sakit maag akan timbul saat ibu-ibu hamil tidak mengisi perut mereka.

Bahaya maag akut pada ibu hamil yang perlu diwaspadai adalah muntah dan mual yang berlebih, meski mungkin juga mengalami bahaya-bahaya yang sudah disebutkan sebelumnya jika masalah maag tidak diatasi sedini mungkin. Mual dan muntah bisa disebabkan oleh perubahan hormon sehingga memang di area lambung akan membuat para ibu hamil banyak mengeluh. Namun, rasa mual dan juga muntah secara terus-menerus juga bisa karena asupan makanan yang tidak dijaga. Seperti kita ketahui, banyak ibu hamil yang tetap menikmati makanan dengan rasa asam dan pedas sehingga lambung menjadi terasa lebih tidak enak.

Hormon-hormon yang Berpengaruh pada Maag Ibu Hamil

  • Human Chorionic Gonadotropin (HCG) – Memang hormon satu ini tidak memberikan efek pada sistem pencernaan ibu hamil secara langsung, namun ovarium terstimulasi oleh hormon ini sehingga akhirnya esterogen dihasilkan dan rasa mual pun menjadi akibatnya.
  • Pregesteron – Hormon ini bekerja untuk membuat rahim rileks dan kehamilan terlindungi hingga sampai waktu melahirkan nanti. Kadar hormon ini dapat meningkat dan peningkatannya itulah yang bisa membuat sistem pencernaan mengalami relaksasi sehingga proses pengosongan lambung menjadi terhambat. Inilah yang kemudian membuat para ibu hamil kerap mual, merasa perut sudah penuh, dan eneg. Penumpukan gas juga disebabkan oleh hormon ini di area lambung dan pencernaan yang menimbulkan ketidaknyamanan pada ibu hamil meski tidak memiliki pengaruh apapun terhadap janin.
  • Esterogen – Lapisan dinding rahim rupanya dibangun oleh hormon esterogen ini sehingga plasenta yang ada di dalam rahim dapat selalu terjaga. Inilah hormon yang memengaruhi area lambung dan juga menyebabkan para ibu hamil sering merasa mual dan ingin muntah.

Makanan yang Baik bagi Penderita Maag Akut atau Kronis

Mengonsumsi makanan secara sembarangan akan membuat kondisi maag yang sudah akut menjadi makin parah. Jadi makanan-makanan inilah yang disarankan untuk dikonsumsi oleh para penderita maag, begitu juga para ibu hamil yang terkena maag.

  • Makanan Halus – Karena terjadinya iritasi di lambung dan bahkan kadang di tenggorokan, maka makanan yang sudah diolah hingga halus adalah yang terbaik bagi penderita maag akut. Untuk ibu-ibu hamil juga bisa mengonsumsi bubur sehingga akan lebih mudah dicerna.
  • Yogurt – Bagi penderita maag apalagi yang sudah kronis, yogurt dengan kandungan lemaknya yang rendah sangat layak untuk dikonsumsi. Selain aman, yogurt akan membuat lambung menjadi lebih segar. Bagi para ibu hamil juga boleh mencoba mengonsumsi yogurt karena dipercaya bahwa mual dan muntah bisa berkurang dengan makanan ini.
  • Makanan Berserat – Makanan yang mengandung serat akan membantu agar para pengidap maag akut tidak sembelit. Tapi hati-hati juga karena mengonsumsi terlalu banyak serat juga akan menyulitkan sistem pencernaan dalam mencernanya. Contoh makanan berserat dengan tekstur halus dan mudah dicerna adalah pisang dan alpukat. (baca : akibat kurang serat bagi tubuh)

Begitu banyak bahaya maag kronis yang bahkan bisa menjadi kanker apabila tidak segera diatasi dengan benar. Maka, mulai dari sekarang pilih makanan yang benar supaya luka pada lambung bisa dipulihkan.