Monday, July 22, 2019

Varises

Varises adalah pelebaran pembuluh balik (vena). Setiap vena bisa timbul varises, namun kebanyakan hal tersebut terjadi di daerah kaki. Gangguan varises bisa menimbulkan rasa sakit dan tidak nyaman. Terkadang gangguan ini juga bisa menyebabkan masalah yang lebih serius dan dapat menandakan terjadinya masalah peredaran darah yang lebih serius. Pengobatan untuk gangguan varises dapat dilakukan melalui perawatan sendiri maupun perawatan oleh pihak medis atau dokter yang bertujuan untuk menutup atau menghilangkan vena.

varisesArteri bertugas untuk membawa darah dari jantung ke seluruh jaringan tubuh dan vena bertugas untuk mengembalikan darah dari seluruh tubuh untuk kembali kejantung, sehingga darah dapat mengalami proses sirkulasi. Untuk mengembalikan darah kembali ke jantung, pembuluh darah yang terletak di kaki harus bekerja dalam melawan gravitasi. Kontraksi otot di kaki bertindak sebagai pompa, dan dinding vena membantu darah untuk kembali ke jantung Katup kecil dalam pembuluh akan terbuka sebagai jalur arus darah ke jantung kemudian kembali menutup untuk mencegah darah mengalir lagi ke belakang.

Penyebab

Adapun beberapa penyebab terjadinya gangguan varises adalah :

1. Umur

Ketika usia seseorang bertambah tua, maka ia dapat kehilangan elastisitas pembuluh darah, sehingga hal tersebut dapat menyebabkan regangnya pembuluh darah yang pada akhirnya dapat membuat katup dalam pembuluhnya menjadi lemah, sehingga darah yang harusnya bergerak menuju jantung mengalir kembali ke belakang. Hal ini dapat menyebabkan genangan darah di pembuluh darah dan mengakibatkan pembesaran pada pembuluh darah dan lama kelamaan dapat menimbulkan varises.

2. Kehamilan

Salah satu penyebab varises adalah faktor kehamilan. Pada saat seorang wanita sedang hamil, hal tersebut dapat mengakibatkan peningkatan volume darah dalam tubuhnya. Kelebihan tersebut dikarenakan terambilnya aliran darah dari kaki ke arah panggul. Terjadinya perubahan sirkulasi ini sebenarnya bertujuan untuk mendukung perkembangan janin di dalam rahim, namun hal tersebut dapat menimbulkan efek samping seperti pembesaran pembuluh darah pada kaki.

Varises dapat muncul pertama kali dan mengalami kondisi yang lebih serius pada masa kehamilan. Hal ini dikarenakan terjadinya tekanan yang lebih besar pada pembuluh darah di kaki oleh uterus. Selain itu hal ini juga dapat disebabkan oleh perubahan hormon yang terjadi selama kehamilan.

Faktor Peningkatan Resiko Varises

  • Pertambahan usia – merupakan salah satu penyebab katup pembuluh darah dalam tubuh mengalami keausan yang pada akhirnya darah yang seharusnya dialirkan kembali ke jantung berbalik arah kembali ke belakang.
  • Jenis Kelamin – Seorang wanita lebih mungkin untuk mengalami gangguan varises daripada pria. Hal tersebut dikarenakan terjadinya perubahan hormon yang terjadi selama masa kehamilan maupun masa menpause premenstruation.
  • Faktor Genetik – Seseorang yang memiliki riwayat anggota keluarga yang lain memiliki varises, dapat memungkinkannya untuk menurunkan hal tersebut padanya.
  • Kelebihan berat badanObesitas dapat memberikan tekanan tambahan pada pembuluh darah.
  • Aktivitas – Melakukan aktivitas berdiri atau duduk untuk jangka waktu yang lama. Hal ini dapat menyebabkan terganggunya aliran darah.

Gejala

Gangguan varises bisa menimbulkan rasa sakit. Adapun gejala-gejala yang mungkin ditimbulkan antara lain adalah :

  1. Vena berwarna biru atau ungu gelap
  2. Penampilan vena terlihat memutar dan menggembung seperti tali
  3. Timbulnya rasa nyeri yang kian memburuk setelah melakukan aktivitas duduk maupun berdiri dalam jangka waktu yang lama
  4. Timbulnya rasa sakit dan tidak nyaman pada kaki
  5. Pembengkakakn pada kaki maupun pergelangan kaki
  6. Sensasi terbakar dan berdenyut pada kaki
  7. Timbulnya kram otot terutama di malam hari
  8. Timbulnya rasa gatal disekitar pembuluh darah
  9. Kulit menjadi kering
  10. Timbulnya borok kulit di dekat pergelangan kaki. Hal ini dapat menandakan bahwa penderita memiliki kondisi yang lebih serius dari pembuluh darah dan memerlukan pertolongan medis.

Varises biasanya muncul di bagian kaki, yaitu di belakang betis maupun di bagian dalam kaki. Namun, terkadang varises juga bisa muncul dibeberapa organ tubuh lainnya seperti :

  • kerongkongan (esofagus)
  • rahim (uterus)
  • Vagina
  • Panggul
  • Rektum

Diagnosa

Beberapa hal yang mungkin akan dilakukan dokter untuk mendiagnosa gangguan varises pada seorang pasien, antara lain adalah :

  1. Pemeriksaan fisik, hal ini terkait dengan pemeriksaan pada kaki dalam posisi berdiri untuk memeriksa terjadinya pembengkakan.
  2. USG, yang digunakan untuk melihat apakah katup dalam pembuluh darah pasien masih dapat berfungsi dengan normal dan juga untuk melihat ada atau tidaknya pembekuan darah.

Pengobatan

Pengobatan untuk mengatasi gangguan varises diantaranya adalah :

1. Perawatan Pribadi

Seseorang yang mengalami gangguan varises dapat melakukan perawatan pribadi untuk dapat meringankan rasa sakit serta untuk mencegah semakin memburuknya gangguan varises, seperti :

  • Melakukan latihan atau berolahraga secara teratur
  • Jika pasien mengalami bahaya obesitas, sebaiknya ia segera berupaya untuk menurunkan berat badannya
  • Menghindari penggunaan pakaian yang ketat
  • Menghindari aktivitas berdiri atau duduk yang terlalu lama
  • Melakukan terapi dengan mengangkat kaki.
  • Menghindari penggunaan high heel

2. Penggunaan stocking kompresi

Cara perawatan yang lain untuk mengatasi varises adalah dengan menggunakan stoking kompresi yang dapat dipakai sepanjang hari. Alat ini dapat membantu menekan kaki sehingga pembuluh darah dan otot-otot kaki dapat bergerak lebih efisien. Stoking kompresi harus kuat, tetapi tidak harus ketat.

3. Skleroterapi

Ini merupakan prosedur medis yang digunakan untuk menghilangkan varises maupun spider veins, yaitu dengan cara menyuntikkan larutan (umumnya larutan garam) langsung ke dalam vena.

4. Operasi laser

Prosedur ini dilakukan dengan menggunakan teknologi baru dalam perawatan laser yang bertujuan untuk menutup varises maupun spider veins, yaitu dengan mengirimkan paparan cahaya ke vena, yang nantinya akan membuat pembuluh darah perlahan-lahan memudar dan menghilang. Dalam prosedur ini tidak menggunakan sayatan ataupun penggunaan jarum.

5. Catheter-assisted procedures

Merupakan sebuah prosedur medis dimana dokter akan memasukkan tabung tipis (kateter) ke dalam pembuluh darah yang membesar, lalu memanaskan ujung katetert tersebut. Prosedur pemanasan ini akan dapat menghancurkan vena. Prosedur ini biasanya dilakukan untuk varises yang lebih besar.

6. Vein stripping

Merupakan operasi kecil yang digunakan untuk menghapus vena yang rusak dan mencegah komplikasi kerusakan pembuluh darah.

7. Ambulatory phlebectomy

Prosedur ini dilakukan untuk menghilangkan varises melalui serangkaian tusukan pada kulit. Biasanya bagian yang mengalami tusukan akan mati rasa.

8. Operasi vena endoskopi

Prosedur ini dilakukan hanya dalam kasus yang melibatkan timbulnya borok pada kaki. Biasanya dokter menggunakan kamera video kecil yang dimasukkan ke dalam kaki untuk memvisualisasikan varises lebih dekat, lalu kemudian menghilangkan vena melalui sayatan kecil.

Komplikasi

Meskipun jarang terjadi, namun varises dapat menimbulkan beberapa komplikasi seperti : 

1. Bisul

Timbulnya borok yang menyakitkan pada kulit yang mengalami varises, terutama di dekat pergelangan kaki. Penyebab bisul ini dikarenakan oleh penumpukan cairan akibat, peningkatan tekanan darah di dalam pembuluh darah yang terkena dalam jangka waktu yang panjang.

2. Pembekuan darah

Dalam beberapa kasus, pembesaran vena terjadi jauh di dalam kaki yang dapat menyebabkan pembengkakan pada bagian tersebut. Pembengkakakn kaki secara tiba-tiba dapat menandakan terjadinya penggumpalan darah atau dalam dunia medis disebut tromboflebitis.

Pencegahan

Belum diketahui cara untuk mencegah timbulnya varises. Akan tetapi dengan meningkatkan sirkulasi darah dan melatih otot dapat mengurangi resiko terkena varises. Berikut ini langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah varises :

  • Berolahraga secara teratur
  • Mengontrol berat badan
  • Mengkonsumsi makanan kaya serat serta rendah garam
  • Menghindari pemakaian high heel dan kaus kaki yang ketat
  • Mengangkat kaki Anda
  • Menghindari aktivitas duduk dan berdiri yang terlalu lama.

Recommended