Siapa Sangka, Garam Dapur Berpotensi Sebabkan Kanker Lambung

128

Kanker lambung merupakan penyakit tidak menular yang paling ditakuti di seluruh dunia. Jelas saja, kanker lambung sendiri merupakan penyakit membunuh ketiga tertinggi yang banyak dialami. Meskipun perkembangan sel abnormal cenderung lambat dan membutuhkan waktu lama, kanker ini cukup berbahaya.

Dilansir dari wawancara 16 Februari 2019 lalu, dr. Zubairi Djoerban, Sp.PD-KHOM mengungkapkan bermacam hal yang dapat memicu terjadinya kanker lambung. Memang baisanya kanker lambung terjadi pada laki-laki berusia lanjut dan identik dengan infeksi bakteri Helicobacter pylori. Namun siapa sangka, faktor risiko lainnya seperti merokok, konsumsi minuman beralkohol, hingga sering mengonsumsi makanan asin juga bisa memicu terjadinya kanker lambung.

Selain kebiasaan di atas, beberapa penyakit pada lambung juga diidentifikasi dapat menyebabkan terjadinya kanker lambung, contohnya adalah gastritis atrofik (penyusutan lambung), metaplasia usus (perubahan komponen sel usus), polip lambun, dan gastritis hipertrofik yang membuat ukuran lambung membesar.

Mengapa makanan asin dapat sebabkan kanker lambung? Dengan lebih mendetail, dr. Zubairi mengungkapkan bahwa makanan yang diawetkan dengan teknik pengasinan tentu memiliki kadar garam yang sangat tinggi. Kandungan garam yang tinggi memicu iritasi dinding lambung dan bisa berkembang menjadi kanker. Terlebih lagi bila seseorang terinfeksi bakteri H. pilory yang menyebabkan kerusakan permukaan lambung.

Sebanyak tujuh penelitian yang dianalisis lebih jauh oleh D’Elia juga cenderung menghasilkan kesimpulan yang sama. Semua studi melibatkan lebih dari 270.000 responden selama enam hingga 15 tahun dan membuktikan bahwa orang yang mengongsumsi garam lebih banyak berisiko 68 persen lebih besar mengalami kanker lambung. dr. Zubairi juga menambahkan bahwa pada suatu penelitian kohor ditemukan cukup mengonsumsi 1 gram garam per hari sudah mampu menignkatkan deapan persen risiko kanker lambung.

Batas Normal Konsumsi Garam untuk Mencegah Kanker

Hasil penelitian yang dilakukan di Jepang, terdapat penurunan angka kejadian kanker lambung yang cukup signifikan setelah masyarakat negeri sakura ini berkomitmen untuk mengurangi konsumsi garam dapur. Awalnya, negara Jepang tercatat memiliki daya konsumsi garam yang cukup tinggi yaitu sebanyak 13,5 gram per hari. Angka ini cukup tinggi bila dibandingkan dengan daya konsumsi garam Amerika yaitu sekitar 8,6 gram saja per hari. Setelah diberlakukan anjuran pengurangan kadar konsumsi garam hingga 11,4 gram per hari, maka berkurang pula beragam penyakit yang dikeluhkan akibat tingginya konsumsi garam, salah satunya adalah kanker lambung. Pencapaian penurunan konsumsi garam ini dianggap sebagai suatu keberhasilan penting di Jepang.

World Cancer Research Fund (WCRF) menegaskan rekomendasi takaran garam dapur yang dikonsumsi sehari-hari adalah tidak lebih dari lima gram per hari. Disini tidak hanya berbicara tentang garam yang dikonsumsi langsung dengan makanan yang disantap, tetapi juga kandungan garam yang sudah terkandung dalam makanan siap saji.