Bahaya Roti Bakar bagi Kesehatan Tubuh

√ Verified Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Belum melihat langsung penampakan dari roti bakar, mendengar atau membayangkannya saja pasti sudah membuat kita tergiur bukan? Roti bakar memang paling kerap dijadikan sebagai menu sarapan kebanyakan orang, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Selain nasi, roti bakar adalah sumber karbohidrat yang penting bagi tubuh dan lebih dari itu, pembuatannya sangat praktis.

Roti bisa Anda bakar dengan memanggangnya di atas teflon yang setelah itu diberi mentega atau selai kesukaan Anda. Kebiasaan seperti ini memang menyenangkan karena membuatnya tak perlu waktu lama dan super instan. Hanya saja, benarkah roti bakar itu aman dan tak ada bahaya yang mengancam pengonsumsinya?

Penting untuk diketahui kali ini bahwa kebiasaan mengonsumsi roti bakar yang juga dianggap sebagai makanan gosong bisa berbahaya bagi tubuh. Ada bahan-bahan kimia yang bisa mengancam kesehatan tubuh dari roti yang sudah dibakar dan dalam kondisi gosong tersebut. Lalu, apa kira-kira yang menjadi bahaya mengonsumsi roti bakar terlalu sering?

(Baca juga: bahaya mengonsumsi roti tawarbahaya baking soda – bahaya ragi)

Meracuni Tubuh

Dibalik dari tampilan roti bakar yang super menggiurkan karena agak kegosongan ditambah juga dengan tambahan bahan favorit Anda lainnya, ada bahan-bahan kimia yang diragukan baik bagi tubuh. Acrylamide adalah kandungan yang ada pada roti bakar di mana juga paling kerap juga dijumpai pada makanan olahan yang sudah melalui proses memasak dalam suhu tinggi.

Tak hanya pada makanan olahan tersebut, acrylamide juga kerap ada pada kopi instan sehingga memang Anda perlu mewaspadai akan kandungan ini karena bisa menyebabkan keracunan makanan. Ada banyak orang yang lebih suka ketika roti bakar dibuat sampai agak hangus atau warnanya benar-benar kecoklatan. Kandungan acrylamide ada pada warna pekat coklat di bagian roti tersebut.

Diungkapkan oleh Dr. Brent yang merupakan seorang kepala peneliti dari Food Standards Australia and New Zealand bahwa acrylamide adalah zat yang diproduksi dari adanya proses pemanasan antara asam amino dengan glukosa tertentu. Roti bakar adalah salah satu contoh pemanasan tersebut dan bahan kimia ini sanggup mengganggu kesehatan tubuh dan bahkan membahayakannya.

Dinyatakan pula bahwa ada peningkatan akan acrylamide yang terjadi ketika suhu memasak atau pengolahan dinaikkan alias meninggi. Suhu tinggi ditambah proses memasak yang lama bisa menjadi pemicu tingginya kadar acrylamide pada suatu olahan makanan. Meski kandungan acrylamide pada roti bakar masih jauh lebih sedikit ketimbang acrylamide pada kentang goreng dan keripik, tetap saja perlu dibatasi konsumsinya.

Penting juga untuk tahu bahwa acrylamide ini adalah zat yang kerap dipakai pada sejumlah proses industri. Ini bisa menjadi racun bagi tubuh manusia dan juga hewan, terutama pada sistem sarafnya ketika paparan terlalu tinggi. Hanya saja, acrylamide yang terdapat di makanan secara umum sebetulnya memiliki tingkat yang berbeda dan lebih rendah dari yang biasa dipakai pada industri.

(Baca juga: makanan manusia yang berbahaya untuk kucing – makanan yang mengandung karbohidrat tinggi)

Memicu Kanker

Bahaya makanan yang dibakar salah satunya adalah karena di dalamnya kemudian juga pasti ada PAHs alias polycylic aromatic hydrocarbons. PAHs ini biasanya banyak dijumpai pada polutan udara dan karsinogen adalah salah satu jenis dari PAHs tersebut. Sampai di sini pun Anda sudah pasti tahu apa karsinogen itu.

Karsinogen dikenal sebagai sebuah zat berbahaya yang bisa memicu kanker pada tubuh manusia. Zat karsinogen sebagai penyebab kanker diketahui memiliki kemampuan dalam mengubah DNA atau asam deoksiribonukleat pada sel-sel tubuh. Proses inilah yang diketahui mampu menjadi pengganggu bagi proses biologis pada tubuh manusia.

Jenis PAHs yang terkenal lainnya adalah benzopyrene di mana biasa kita jumpai pada tar batu bara dan juga asap rokok. Produksi zat tersebut bisa terjadi saat proses pembakaran bahan organik tidak sempurna dan kalau masuk ke tubuh manusia, maka akan merusak DNA. Kerusakan DNA ini mampu menjadi pemicu kanker nantinya.

Itulah mengapa roti bakar tidak disarankan untuk dibakar atau dipanggang terlalu lama. Kebiasaan menikmati roti bakar yang sampai coklat atau hangus juga sebaiknya mulai dihentikan. Kalau memang telanjur membakarnya terlalu lama, bagian roti yang terlalu coklat atau hitam bisa dibuang saja ketimbang tetap dimakan.

Kalau sudah telanjur memiliki kebiasaan dalam mengonsumsi makanan olahan yang warnanya selalu hangus atau super kecoklatan, pastikan Anda setelah itu banyak-banyak minum air putih. Konsumsi juga smoothies khusus untuk mendetoksifikasi tubuh agar racun-racun yang bersarang di dalam tubuh dapat dikeluarkan. Sering-seringlah juga berolahraga supaya racun dapat dibuang melalui keringat tapi hindari juga bahaya olahraga yang berlebihan.

Jika ingin terhindari dari kanker, ikuti tips diet sehat supaya pola hidup dan pola makan tetap teratur dan baik. Kalaupun ingin menyantap roti bakar, pastikan roti dipanggang hanya sampai warnanya berubah kekuningan dan bukan kecoklatan. Bahkan hindari pemakaian mentega atau butter; sesudah dipanggang itulah baru Anda bisa oles unsalted butter sedikit. Barulah setelah itu Anda bisa menambahkan topping kesukaan sebelum menyantap.

(Baca juga: makanan untuk penderita tipes – bahaya makanan kadaluarsa makanan penyebab asam lambung)

Karena bisa memicu kanker dan membuat tubuh terkena racun, sebaiknya mulai dari sekarang Anda memerhatikan asupan makanan sehari-hari. Makan roti bakar itu sah-sah saja, tapi janganlah terlalu sering. Kalaupun memanggang, hindari warna kecoklatan dan lebih baik sampai warna kekuningan saja.

fbWhatsappTwitterLinkedIn