Sunday, January 20, 2019

Patah Tulang

Patah tulang atau fraktur tulang adalah sebuah istilah untuk jenis patah tulang yang terjadi pada semua bagian tulang tubuh. Awal mula terjadinya fraktur tulang adalah ketika ada dorongan yang sangat kuat pada bagian tertentu dari tulang dan tulang tidak mampu menahan dorongan atau tekanan tersebut. Fraktur tulang kemudian akan menyebabkan struktur tulang dan kekuatan tulang mengalami masalah yang cukup berat. Awal mula seseorang bisa merasakan fraktur tulang adalah dari rasa sakit pada bagian tulang tertentu dan kemudian fraktur tulang akan menyebabkan tulang menjadi tidak berfungsi. Cedera yang parah terkadang juga bisa menyebabkan pendarahan pada bagian fraktur tulang.

 

Fungsi Kerangka Tubuh

Tubuh manusia terdiri dari bagian kerangka yang tersusun dari berbagai jenis tulang. Tanpa tulang maka tubuh kita tidak bisa melakukan berbagai gerakan dan aktifita. Tulang dalam tubuh terdiri dari beberapa jaringan ikat yang kuat kemudian akan semakin kuat karena didukung oleh kalsium dan sel. Bagian tengah tulang terdiri dari sum – sum tulang yang menjadi tempat produksi darah. Dengan beberapa susuan ini maka jika terjadi fraktur tulang akan menyebabkan perubahan fungsi dan rasa sakit yang luar biasa.

Penyebab Fraktur Tulang

Pada dasarnya ada berbagai jenis fraktur tulang yang bisa terjadi pada tubuh kita. Semua ini tergantung pada kekuatan tulang yang dimiliki dan beberapa pendukung dari fraktur tulang seperti arah gerakan, jenis tulang, usia ketika fraktur tulang terjadi dan kondisi kesehatan tubuh. Beberapa jenis fraktur tulang yang paling sering terjadi adalah pada tulang tangan, pergelangan kaki, siku dan pinggul. Berikut ini adalah beberapa penyebab fraktur tulang.

  • Trauma yang terjadi secara mendadak pada tulang seperti karena kecelakaan, jatuh, olahraga dan berbagai benturan yang cukup keras pada tulang.
  • Kanker tulang yang bisa menyebabkan tulang lebih mudah cepat patah bahkan hanya karena tekanan yang kecil.
  • Kondisi kelainan osteoporosis yang menyebabkan tulang menjadi lebih rapuh baik karena dorongan atau jatuh tanpa sengaja.

Gejala Fraktur Tulang

Banyak orang yang salah paham mengenai fraktur tulang. Kondisi ini memang sangat berbeda dengan dislokasi tulang atau tulang yang bergeser atau tulang yang kesleo. Karena itulah penanganan yang dilakukan untuk fraktur tulang juga berbeda. Karena itu fraktur tulang juga bisa diamati dari gejala yang muncul, yaitu:

  1. Rasa sakit yang terjadi pada bagian tulang yang mengalami fraktur atau tulang disekitarnya.
  2. Muncul pembengkakan pada daerah fraktur.
  3. Perubahan bentuk pada tulang fraktur.
  4. Tulang yang fraktur sama sekali tidak dapat digerakkan atau tidak berfungsi dengan baik seperti gerakan yang sakit atau sama sekali tidak bisa digerakkan.

Jenis Fraktur Tulang

Perawatan yang dilakukan untuk fraktur tulang tidak hanya bergantung pada bagian tulang yang mengalami fraktur, dokter biasanya juga menyesuaikan dengan jenis atau tipe fraktur tulang. Berikut ini adalah beberapa jenis fraktur tulang yang paling sering terjadi.

  1. Fraktur tulang tertutup yaitu kondisi fraktur yang hanya terjadi pada bagian tulang dalam dan tidak menembus hingga permukaan kulit. Terkadang kondisi ini sulit dikenali karena tidak terlihat dari luar.
  2. Fraktur tulang terbuka yaitu kondisi fraktur yang terjadi dengan tekanan kuat sehingga menyebabkan tulang yang patah keluar dari kulit dan bisa menyebabkan luka. Pendarahan terkadang menjadi kondisi komplikasi yang cukup serius.
  3. Fraktur kecil, yaitu jenis fraktur yang paling sering dialami oleh anak-anak karena tulang mereka yang masih kecil dan bisa bergerak lebih bebas.
  4. Retak tulang, yaitu keretakan tulang kecil yang biasanya banyak terjadi pada bagian kaki. Kondisi ini bisa terjadi dengan benturan atau tekanan yang sebenarnya tidak terlalu kuat.
  5. Fraktur komplek, yaitu kondisi fraktur yang sangat komplek dan tidak hanya menyebabkan masalah untuk tulang tapi juga untuk pembuluh darah, saraf dan luka pada bagian kulit. Kondisi ini lebih sering ditemukan pada fraktur karena kecelakaan parah.
  6. Fraktur kominuta, yaitu sebuah kondisi fraktur yang akan membuat tulang terpecah menjadi kecil-kecil. Kondisi ini membutuhkan perawatan dan penyembuhan dalam waktu yang lebih lama.
  7. Fraktur avulse yaitu ketika fraktur terjadi melibatkan bagian tulang dan tendon. Tendon bisa keluar dari jaringan ikat yang sebenarnya dan biasanya banyak terjadi pada bagian bahu dan lutut.
  8. Fraktur kompresi yaitu ketika fraktur terjadi karena tekanan yang kuat dan menyebabkan dua bagian tulang yang terpisah di dorong menjadi satu. Kondisi ini lebih sering ditemukan untuk penderita osteoporosis.

Tindakan Patah Tulang

Semua jenis fraktur tulang membutuhkan penanganan ahli khusus yang menangani masalah kesehatan tulang. Sistem tulang yang rumit dan beberapa otot yang terlibat di daerah fraktur juga harus dijaga agar tidak menyebabkan keparahan. Berikut ini adalah beberapa tindakan untuk fraktur tulang.

  1. Segera ketika terjadi fraktur tulang maka penderita harus tidak bergerak lebih banyak untuk membatasi komplikasi yang lebih serius. Bagian tulang yang mengalami fraktur harus dibuat tetap dengan gerakan terbatas baik dengan menggunakan papan maupun peralatan khusus dari dokter.
  2. Jika terjadi pendarahan di sekitar fraktur maka pendarahan harus dihentikan dengan menekan kuat pada lokasi pendarahan namun tidak menyebabkan fraktur menjadi lebih parah.
  3. Sangat dilarang untuk meluruskan tulang yang mengalami fraktur.
  4. Jika harus diangkat maka gunakan selempang untuk membantu mencegah bagian fraktur mendapatkan gerakan yang terlalu banyak.
  5. Mencari bantuan medis terdekat untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.

Perawatan untuk Fraktur Tulang

Pada dasarnya perawatan untuk fraktur tulang membutuhkan waktu antara empat hingga delapan minggu sesuai dengan beberapa kondisi seperti jenis fraktur, usia dan kesehatan penderita. Perawatan diperlukan untuk mengatur agar tulang berada tepat di posisinya dan memulihkan tulang hingga bisa melakukan gerakan. Perawatan bisa dilakukan sesuai dengan lokasi dan kondisi tingkat fraktur tulang yang terjadi. Berikut ini beberapa langkah perawatan.

  1. Pemasangan kawat untuk mendukung tulang bisa kembali ke posisi yang benar.
  2. Pemakaian gips untuk mendukung tulang agar lebih kuat dan tulang tidak mendapatkan tekanan atau gerakan yang berlebihan.
  3. Pemasangan logam untuk menyambung tulang yang biasanya dilakukan dengan tindakan operasi.

Komplikasi Fraktur Tulang

Komplikasi fraktur tulang bisa terjadi pada semua orang yang menderita fraktur tulang. Beberapa pendukung seperti tingkat usia, tingkat kesehatan umum dan tingkat fraktur terkadang juga menyebabkan komplikasi yang lebih serius. Berikut ini adalah beberapa komplikasi yang paling sering terjadi.

  1. Pendarahan karena fraktur tulang yang menyebabkan luka di bagian luar kulit dan fraktur tulang parah yang menyebabkan tulang mengeluarkan banyak darah.
  2. Kerusakan organ di sekitar tulang atau struktur jaringan di sekitarnya. Beberapa hal yang paling sering terjadi adalah ketika fraktur pada bagian tulang di bagian dada yang bisa merusak tulang rusuk, atau fraktur pada tulang tengkorak yang bisa menyebabkan kerusakan otak.
  3. Pergeseran fungsi tulang dan pertumbuhan tulang yang lebih lambat. Hal ini paling sering terjadi pada anak-anak yang mendapatkan perawatan kurang tepat dari fraktur tulang.

Pada umumnya perawatan untuk fraktur tulang bisa berhasil dengan perawatan yang tepat. Penanganan fraktur tulang di luar medis bisa menimbulkan resiko komplikasi yang lebih serius. Jadi hal paling penting ketika terjadi fraktur tulang adalah mendapatkan perawatan dan pemeriksaan yang tepat.

Recommended