Home Tips KesehatanKesehatan Mata Starismus – Penyebab, Gejala, Pengobatan

Starismus – Penyebab, Gejala, Pengobatan

by Lia Yuliana

Strabismus merupakan suatu jenis penyakit yang meyerang pada bagian mata. Penyakit ini sering dikenal oleh sebagian manusia dengan sebutan penyakit mata juling, mengapa disebut demikian karena penyakit srabismus ini memang mengakibatkan mata seseorang menjadi juling. Dalam penyakit ini tercipta sebuah keadaan dimana terjadi penyimpanan abnormal dari letak suatu mata yang lainnya, sehingga dalam kondisi ini garis pengelihatan tidak pararel dan pada waktu yang sama, dan yang akan terjadi adalah kondisi kedua mata seseorang tidak akan tertuju pada benda yang sama.

baca juga : Kelainan pada retina matajenis penyakit matapenyebab mata gatal

Dalam pengertian atau definisi lain juga disebutkan bahwa strabismus meruakan kondisi kesehatan seseorang yang menyebabkan adanya gangguan visual, gangguan visual tersebut akan menyebabkan mata tidak singkron dan titik fokus menuju kearah yang berbeda. Namun perlu diketahui bahwa kondisi ketidaksingkronan ini tidak selalu teradi maksutnya adalah tidak selalu terjadi dengan waktu yang cukup lama, kondisi ketidaksigkronan ini ternyata bisa berlangsung secara datang dan pergi. Terkadang hanya satu mata saja yang terkena dengan pandangan balik kedalam dan mata yang lain akan lurus ke depan namun terkadang juga terjadi pada kedua mata sang penderita.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa penyakit strabismus ini merupakan sebuah penyakit yang menyebabkan gangguan pada kedua mata manusia sehingga keduanya mempunyai arah yang ttidak simetris satu mata akan lurus kedepan sedangkan mata lain bisa melihat kerah luar, dalam bahkan atas maupun bawah. Dalam kondisi ini pengelihatan penderita kan menjadi tidak fokus pada obek yang dilihat

Penyakit mata juling ini merupakan sebuah penyakit yang biasanya terjadi pada anak-anak. Namun hal ini  tidak memungkinkan bisa terjadi pada orang dewasa karena ternyata dalam penyakit srabismus juga bisa muncul kembali pada orang dewasa. Kondisi mata juling ini akan sangat mengganggu jika diderita oleh orang dewasa karena biasanya orang dewasa tersebut akan mengalami penekanan batin karena malu ataupun kurang percaya diri  berbeda dengan orang dewasa anak kecil biasanya akan cenderung biasa saja artiinya tidak tercipta sebuah persepsi yang mendalam sehingg walaupun anak tersebut juga terganggu dalam pengelihatan namun mereka cenderrung jarang mengeluh. Penderitanya tidak hanya laki-laki maupun perempuan saja namun kelainan ini bisa sangat muncul baik pada wnaita maupun pada pria.

Strabismus bukanlah penyakit menular, penyakit ini bisa diderita oleh seseorang karena memang kondisi seseorang tersebut yang memungkinkan terjadinya sebuah kelainan ini namun berdasarkan pengamatan penyakit srabismus biasanya terjadi berdasarkan keturunan.

Jenis-Jenis Srabismus

Penyakit srabismus ini memiliki beberapa jenis artinya masih ada beberapa macam jenis penyakit mata juling. Jenis-jenis tersebut akan dijelaskan sebagai berikut.

  1. Eksotropia : mata melenceng kearah luar. Secara umum yang sering diderita oleh sebagian orang ialah eksottropia intermiten. Dalam keadaan ini seoran penderita akan mengalami kesulitan dalam mengkoordinasikan kedua matanya secara bersamaan. Seseorang yang mengalami keadaan ini akan mengalami gangguan yang disebabkan oleh sakit kepala sakit kepala ini bisa disebabkan oleh kesulitan maupun ketegangan mata pada saat melakukan aktifitas seperti membaca. Dalam keadaan cuaca yang cerah seseorang yang menderita kondisi ini akan melihat dengan menutupkan satu matanya.
  2. Esotropia : mata melenceng kearah dalam. Yang paling umum terjadi ialah Esotropia akomodatif. Keadaan ini sering terjadi karena sebuah rabun dekat yang dibiarkan begitu saja dan tidak diobati atau biasanya penderita ingin menjaga pandangannya untuk tetap fokus namun hal ini akhirnya akan menyebabkan mata untuk berpaling kedalam. Untuk melihat esotropia akomodatif terdapat beberapa hal yaitu seseorang akan melihat ganda dan akan memiringkan atau memutar kepala.
  3. Hipertropia : mata melenceng kearah atas.
  4. Hipotropa : mata melenceng kerah bawah.

Penyebab Strabismus

Dalam penyakit strabismus atau yang biasa dikenal dengan mata juling memiliki beberapa penyebab yang akhirnya penyakit ini bisa diderita oleh sebagian orang. Penyebab-penyebab tersebut akan dijelaskan dibawah ini :

  1. Kelumpuhan otot penggerak mata – Penyakit srabismus bisa terjadi pada seseorrang karena disebabkan oleh kelupuhan satu atau beberapa otot yang berfungsi sebagai penggerak mata. Kelumpuhan otot penggerak mata ini tidak terjadi begitu saja biasanya kelumpuhan ini disebakan oleh kerusakan saraf khususnya saraf mata.
  2. Perbedaan tarikan otot penggerak mata – Perbedaan satu atau beberapa otot mata ini ternya juga bisa sebagai pemicu adanya penyakit srabismus pada sebagian orang. Perbedaan tarikan pada otot ini bisa terjadi karena anya kelainan pada otak.
  3. Seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa salah satu penyebab dari anaya penyakit srabismus dikarenakan oleh adanya rabun dekat – Walaupun menurut beberapa pendapat penyebab dari adanya penyakit strabisus ini sendiri belum bisa dipahami secara pasti. ( baca juga : Ciri-ciri mata rabun jauh dan dekat – obat mata rabun jauh – penyebab rabun jauh)
  4. Kelainan fungsi otak dalam mengkoordinasi otot mata – Penyebab lain dari adanya penyakit juling atau strabismus yaitu kelainan fungsi otak dalam mengkoordinasi mata, mata sendiri memiliki 6 otot yang melekat pada dinding luar bola mata, dalam mencapai keberhasilan fungsi pada mata, mata harus selalu berkoordinasi satu sama lain, namun dalam kondisi strabismus mata penderita tidak mampu dalam mengkoordinasi satu sama lain. Mengkoordinasi disini ialah terjadi tarikan yang tidak sama pada beberapa ottott untuk menggerakkan mata sehingga yang terjadi ialah kelumpuhan pada beberapa otot penggerak mata.
  5. Katarak – Katarak ternyata juga bisa mendorong kondisi seseorang untuk mengalami penyakit stabismus, namun untuk anda yang memiliki penyakit katarak tidak perlu gelisah karena hanyya ditemukan beberapa kasus saja dimana penyakit katarak juga bisa menimbulkan penyakit strabismus ini artinya tidak semua orang yang mengalami penyakit katarak lalu akan mengalami penyakit srabismus.
  6. Terdapat beberapa kasus bahwa adanya mata juling yang dialami oleh penderita dikarenakan oleh faktor biologis, ini artinya terdapat penurunan penyakit dari orang tua ataupun keluarganya kepada penderita tersebut. Namun tidak semua orang yang mengalami penyakit srabismus juga dikarenakan keturunan mereka bisa mengalaminya karena memang ada kondisi yang mendukung dan memang ada kelainan yang mungkin disebabkan oleh pola hidupnya. Keadaan yang mendukung ini misalnya seeorang atau anak yang mengalami kelainan otak. Kelainan otak tersebut seperti :
    • Cerebral Plasy
    • Sindroma Down
    • Hidrocefalus
    • Tumor otak
    • Prematur

Keadaan-keadaan ini akhirnya memicu keadaan lain seingga terdapat beberapa keadaan yang sering ditemukan secara bersamaan dengan penyakit srabismus ataupun mata juling, keadaan tersebut ialah :

  • Ambliopia
  • Retinoblastoma
  • Cedera otak traumatik
  • Sindroma Apert
  • Trimosy 18
  • Rubella kongenitalis
  • Cerebral palsy

Gejala Srabismus

Dalam mengetahui suatu jenis penyakit yang diderita seseorang harus memeperhatikan perubahan dalam dirinya, hal ini berguna untuk mengetahui tentang jenis penyakit apakah yang sedang dialaminya. Dalam penyakit srabismus atau yang sering dikenal dengn mata juing juga memiliki beberapa tanda=tanda ataupun gejala yang seing diderita oleh pengidapnya, gejala tersebut ialah :

  1. Mata tidak mengarah kearah yang sama. Dikarenakan adanya sebuah gangguan ataupun kelainan dalam fungsi otot mata yang akhirnya membuat otot mata tidak bisa bekerja secara normal, sehingga mengakibatkan perbedaan tarikan pada fungsi penggerak mata, sehigga yang terjadi pada penderita penyakit srabismus mata dari penderita tersebut tidak mengarah pada yang sama, satu mata kan mengarah urs dan satu mata lain akan mengarah keatas, kedalam bahkan akan mengarah kebawah.
  2. Mata juling. Dalam kondisi mata juling, mata akan menjadi bersilangan kondisi ini hampir sama halnya dengan kondisi perbedaan arah mata sehingga kondisi ini tentu akan sangat mengganggu bagi para penderita mata juling karena dalam melakukan pengelihatan mata mereka akan sulit dalam fokus yang akhirnya menyebabkan mereka menjadi tidak jelas ddalam melihat suatu objek.
  3. Pengelihatan ganda. Adanya kelainan pada otot penggerak mata mengakibatkan kondisi ata menjadi tidak stabil, dikarenakan dalam kondisi mata juling seseorang akan mengalami kesulitan dalam melihat suatu objek sehingga mereka akan mengerahkan segenap tenaganya untuk melihat objek tersebut, dan akibat adanya perbedaan arah mata yang terjadi ialah mata akan melihat ojek menjadi ganda sehingga terkadang dalam kondisi inipenderita sering binggung membedakan mana yang objek asli. Dalam pengelihatan ganda inilah otak akan akan terlatih untuk menerima bayangan dari kedua mata.
  4. Gerakan mata tidak terkoordinasi. Maksut dari geerakan mata tidak terkooordinasi disini ialah mata akan sulit dalam mengontrol gerakan matanya sehingga jika diperhatikan, seorang penderita mata juling memiliki gerakan ang tidak teratur kadang arah mata yang satu kekanan dan yang satu kekiri ataupun sebaliknya.
  5. Sering memiringkan kepala. Jika anda mengalami gangguan pengelihatan dan anda sering meiringkan kepala bisa jadi anda terkena penyakit srabismus atau mata juling. Kondisi memiringkan kepala ini merupakan gejala awal dari adanya penyakit srabismus. Kondisi memiringkan kepala terkadang dilakukan oleh penderita srabismus untuk tujuan memperjelas pengelihatan dengan kedua matanya.
  6. Mata juling pada sinar terang. Jika kondisi mata anda mengalami juling setelah melihat sinar yang terang anda harus segera waspada karena bisa jadi anda mengalami penyakit srabismus ini.

Diagnosa Srabismus

Jika anda sudah mengalami maupun mengalami gejala-gejala yang sudah dijelaskan diatas anda harus segera memerikakan diri pada dokter khsusnya dokter spesialis mata. Pemeriksaan tersebut berguna untuk memastikan secara pasti apakah anda benar-benar mengalami srabismus ini karena bisa saja orang yang mengalami gejala-gejala yang sudah dijelaskan diatas namun ternyata tidak terkena srabimus dan jika anda mengalami anda harus melakukan pengobatan yang intensif agar keadaan tersebut tidak mengganggu anda dalam aktifitas sehari-hari. Untuk penyakit atau kelainan stabismus pemeriksaan biasanya hanya dengan menggunakan pemeriksaan fisik pada pasien. Dalam melakukan pemeriksaan dokter akan melakukan bebrapa hal pada nada seperti :

  1. Pemeriksaan mata standar – Pemeriksaan standar peru dilakukan sebagai tahap awal untuk mengetahui apakah mata terserang penyakit srabismus ataukah tidak, apabila mata mulai terserang penyakit tersebut maka harus segera dilakukan pengobatan.
  2. Ketajaman pengelihatan – Dalam pemeriksaan ini mata anda akan dites dalam melihat suatu objek. Pemeriksaan ini sangat dianjurkan untuk anak yang berumur 3-3 ½ tahun. Jika terjadi penurunan ketajama pengelihatan seorang pasien khususnya anak-anak harus segera dirujuk keada dokter spesialis mata.
  3. Pemeriksaan retina – Pemeriksaan ini dilakukan guna mengetahui kondisi retina anda apakah benar-benar terjadi kelainan atau masih dalam keadaan normal.
  4. Pemeriksaan neurologis – Pemeriksaan ini merupakan pemeriksaan saraf anda, jadi dalam pemeriksaan ini saraf anda aan dilihat apakah masih berjalan normal atau tidak karena yang terjadi pada srabimus saraf penggerak mata berjalan secara normal atau terdapat kerusakan sarraf penggerak mata.

Pengobatan Srabismus

Tentunya agar kegiatan atau aktifitas anda tidak terganggu setelah anda melakukan pendiaknosaan anda harussegela melakukan berbagai pengobatan agar penyakit atau kelainan srabismus ini dapat hilang dan anda akan nyaman dalam melihat berbagai objek. Karena yang terjadi ialah jika anak yang berumur sekitar 9 tahun namun tidak dilakukan pengobatan yang terjadi ialah gangguan pengelihatan secara permanen. Untuk anak-anak pengobatan biasanya hanya memerlukan waktu yang sebentar namun untuk orang dewasa akan memakan waktu yang lumayan lama untuk penyebuhannya seingga jika anda mengalaminya anda harus melakukan pengobatan sedini mungkin. Beberapa pengobatan tersebut ialah :

  1. Penggunaan kaca mata. Jenis pengobatan ini merupakan pengobatan yang memilki kadar ringan bbiasanya digunakan kepada penderita yang mengalami srabimus paralitik. Kaca mata yang digunakan ialah kaca mata yang emiliki lensa prisma karena dalam lensa tersebut akan terjadi pembiasan cahaya yang menyebabkan kedua mata menerima gambaran yang hampir sama.
  2. Melakukan pembedahan. Pembedahan ini dilakukan untu srabismus yang disebakan oleh kelainan otot mata sehingga pembedahan ini untuk mengembalikan fungsi otot mata secara normal, pembedahan ini dilakukan dengan menarik mata dengan kekuatan yang sama. Atau dalam pembedahan ini dokter akan memperpendek otot mata yang terlalu panjang dan sebaliknya memperpanjang otot mata yang terlalu pendek. Walaupun dengan metode pembedahan namun pembedahan ini tidak sampai mengeluarkan bola mata pembedahan hany dilakukan untuk menyayat selaput putih pada mata untuk melepaskan dan memindahkannya ketempat yang dikehendaki oleh dokter.
  3. Terapi mata. Cara pengobatan dengan metode terpai biasa dilakukan untuk bayi ataupun untuk anak-anak. Terapi ini tidak hanya satu jenis namun terdiri dari beberapa jenis terapi tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan penyebab dari mata juling itu sendiri. selain terapi maa untuk penyakit ini banyak terapi mata yang biasa dilakukan seperti melakukan terapi mata untuk mata minus, terapi mata untuk mata juling dan pengobatan mata juling. sehingga penyakit-penyakit mata ini akan lebih mudah untuk menggapai kesembuhannya
  4. Konsultasi dengan dokter. Metode pengobatan ini dilakukan untuk penderita srabismus yang mengalami kelainan sejak lahir, bisanya dalam umur 6 bulan kelainan tersebut sudah bisa diketahui dengan memperhatikan anak pada gerakan saat melirik kekanan atau kekiri biasanya dalam melakukan gerakan mata melirik mata tidak akan sampai keujung.

itulah beberapa hal yang perlu diketahu mengenai penyakit strabismus, memang pada dasarnya penyakit ini juga sering dikenal sebagai penyakit mata juling, namun apapun sebutanya tapi yang namnaya penyakit tetap harus diobati sehingga penyakit ini juga perlu pengobatan dan tarapi agar mudah sembuh.

You may also like