Fraktur Humerus – Gejala, Solusi dan Penyebab

Fraktur humerus adalah cedera yang terjadi pada tulang humerus akibat benturan keras yang menyebabkan trauma langsung atau tidak langsung. Fraktur humerus dapat menimpa siapa saja dan tingkat keparahannya dapat disembuhkan dengan cara aayang berbeda mengingat dampak buruknya ditentukan dari penyebab yang menyertainya.

Jenis jenis fraktur humerus

Fraktur humerus terbagi menjadi 2 jenis yang disebabkan oleh peristiwa yang berbeda tetapi mempunyai dampak buruk pada tulang yang sama.

1.Jenis ekstensi
Jenis ekstensi adalah cedera tulang humerus yang muncul akibat trauma langsung yang menyebabkan kerusakan jaringan humerus distal akibat benturan keras, Pemukulan, Penekukan, Hnataman keras, Pemelintiran dan lain lain yang biasanya sering terjadi pada siku atau lengan bagian bawah.

2. Jenis fleksi
Jenis fleksi adalah cedera yang biasa dialami anak anak akibat terpeleset, Terbanting, Terpental, Terjatuh atau terhantam benda keras yang mengenai telapak tangan atau lengan bawah dalaam posisi pronasi (tertahan tiba tiba)

Apa yang dimaksud trauma langsung dan tidak langsung?

• Trauma langsung
Seseorang yang mengalami trauma langsung maka tulang humerusnya akan mengakami retak bahkan patah yang menyebabkan kerusakan pada jaringan lunak.

• Trauma tidak langsung
Seseorang yang terjatuh karena tersandung ,Terpelanting, Terpental Atau terjatuh dari teempat yang jauh atau tempat yang memiliki ketinggian tertentu maka akan menyebabkan memar atau terkilir tetapi tidak terjadi kerusakan pada jaringan lunak , Sehingga tulang tidak mengalami retak atau patah. Kondisi ini biasanya dialami anak ank yang sedang bermain lalu kehilangan keseimbangan ketika sedang berlari atau mencoba berjalan pada area yang tidak stabil ( jembatan terlalu kecil, Tanah yang miring, Pagar yang terlalu pendek dan lain lain).

Gejala

  • Terbatasnya kebebasan tulang ketika digerakkan, Hal ini muncul akibat adanya rasa nyeri pada area yang terkena benturan.
  • Dapat terdeteksi mellaui sentuhan tangna bahwa tulang mengalami perubahan bentuk atau struktur setelah terjadi benturan.
  • Munculnya gerakan asimetris yang tidak biasa dan spontan dan timbul masalaah krepitasi pada bagian tuang femur.
  • Tubuh gemetar untuk beberapa saat sebagi sinyal alami bahwa tubuh sedang menenangkan dirinya termasuk melakukan pertahanan spontan terhadaap kondis otot, Saraf saraf serta jaringan lain disekitar tubuh yang terkena cedera akibat benturan.
  • Timbul efek hangat pada area yang terkena cedera dan muncul denyutan lembut akibat tekanan hantaman yang telah merusak jaringan lunak tulang.

Fakta tentang komplikasi akibat fraktur humerus

Ketika tukang humerus mengalami benturan nyang cukup keras maka buka hanya merusak jaringan lunaknya saja tetapi dapat meluas menjadu komplikasi yang wajib anda waspadai, Diantaranya:

• Terjadi pembengkakan hebat akibat patah atau retak tulang humerus yang bisa menyebabkan tekanan pada pembuluh darah sehingga suplai darah ke arteri seluruh tubuh terblokir. Jika pasokan darah tidak cukup mengalir lancar ke otot otot seputar fraktur maka akan terjadi kelemahan otot fraktur dan menyebabkan cacat jangka panjang.

• Kerusakan pada arteri dan saraf saraf sekitar lokasi tulang yang mengalami cedera hebat dapat menyebabkan kelumpuhan permanen karena fungsi saraf dan otot terputus dalam waktu yang bersamaan ketika benturan terjadi.

• Patah tulang yang menyebabkan patahan tukang keluar dari kulit dapat terkontiminasi polutan udara dan mempermudah masuknya berbagai macam bakteri dan virus yang menyebabkan infeksi. Infeksi dapat mengakibatkan patahnya tulang tidak bisa disemnbuhkan dengan cepat dan sempurna. Bentuk tulang akan mengakami operubahan dan nampak asimetris ketika berhasil disambungkan kembali.

• Fraktur humerus dapat menyebabkan seseorang terserang radang sendi jika cedera yang terjadi meluas kearah jaringan tulang yang paling dalam dan mencederai otot atau saraf saraf disekitarnya.

• Patah tulang akibat benturan hebat dapat menyebabkan ukuran normal tulang menjadi berkurang (tulang menjadi lebih pendek) dan komposisi kalsium yang ada pada tulang akan mengalami erosi secara alami dan akibatnya rentan terserang kerapuhan karena struktur tulang yang telah mengalami keretakan atau patah pada dasarnya tidak akan lagi memiliki kekuatan utuh seperti sedia kala. Perubahan struktur, Kepadatan dinding tulang atau bentuk yang telah ada perubahan menyebabkan massa tulang juga berkurang.

Solusi

Ada 2 cara yang dapat mengatasi masalah fraktur humerus, Diantaranya:

1.Cara medis
• Penyambungan tulang yang patah dapat dilakukan oleh ahli ortopedi yang sebelumnya akan dilakukan tes fisik dan menganalisa keparahan tulang terkini atau sedang terjadi. Penyambungan tulang dapat didukung dengan pembedahan yang nantinya diakhiri dengan penggunaan penyangga tulang atau gif yang tujuannya agar tulang tidak banyak mendapat gerakan yang tidak perlu dan supaya kepadatan tulang baru pada bagian yang telah disambungkan cepat terjadi.

• Setelah penyambungan tulang berhasil dilakukan, Dokter akan menganjurkan penggunaan obat obatan tertentu termasuk antibiotik untuk mencegah adanya pertumbuhan bakteri yang mungkin saja menyusup melalui udara ke bagian tulang yang sedang dalam masa pemulihan struktur tulang.

• Pada kasus patah tulang sebagian orang banyak yang berhasil menjalani teknik pengobatan dengan jalan pembedahan, Yaitu pemasangan implan atau pin yang terbuat dari logam tertentu untuk penyambungan tulang. Car ini banyak yang mengalami kesuksesan dan memberi peluang besar bagi penderitanya untuk tetap bisa beraktivitas seperti biasnya tanpa mengeluh akan adanya rasa nyeri atau efek samping lain.

2. Cara tradisional
• Tips cara menggunakan kekutan alam berupa bahan bahan alami yang ampuh mengatasi dan menyembuhkan memar, Patah tulang atauy retak pada tulang akibat terjatuh atau terhantam benda keras.

1.Terapi panas
Untuk kasus patah tulang dapat dilakukan terapi panas yaitu merendam handuk kecil pada air hangat lalu letakkan handuk pada bagian tubuh yang mengalami patah tulang. Lakukan selama 30 menit seriap hari secara teratur, Terapi ini bermanfaat untuk perbaikan kepadatan tulang dan mengembalikan kekuatan dinding tulang agar tukang yang telah dilakukan penyambungan cepat padat dan kuat untuk digerakkan. Terapi panas adalah salah satu dari sekian banyak tindakan mudah untuk pertolongan pertama pada patah tulang.

2. Teh hijau
Mengkonsumsi secangkir teh hijau dipagi dan sore hari baik untuk kesehatan tuklang yang menderita patah akibat cedra . Teh hijua mengandung antioksidan kuat yang mampu meningkatkan kepadatan tulang dan melancarkan aliran darah disekitar tulang yang baru selesai disambungkan .

3. Asupan kalsium dan vitamin D
Mengubah pola makan menjadi lebih baik yaitu mengkonsumsi makanana sayuran atau nakanan lain yang mengandung kalsium tinggi atau bisa mengkonsumsi makanna lengkap dengan kalsium dan vitamin D dalam bentuk suplemen.

4. Terapi gerakan
Latihan gerakan gerakan yang menyerupai yoga bermanfaat untuk mengembalikan kekuatan struktur tulang yang mengalami keretakan. Konsultasikan terapi gerak pada tenaga ahli yang berpengalaman dibidang ortopedi.Biasanya dapat mudah ditemui pada klinik yang membuka jasa pengobatan dan perawatan bagi patah tulang yang telah memiliki sertifikat resmi dari departemen kesehatan. Terapi gerakan biasanya di lengkapi dengan penggunaan ramuan tradisional seperti olesan minyak cengkih atau minyak kayu cendana untuk mempercepat pennyembuhan.

5. Pemijatan khusus
Pemijatan pada tulang yang patah juga dapat merangsang kepadatan tulang secara bertahap. Pemijatan dapat dilakukan di tempat tempat penyembuhan khusus yang menangani masalah cedera dan patah tulang misalnya pengobatan alternatif yang mengguankan bahan bahan alami bermutu tinggi. Konsultasikan terlebih dahulu jika ingin beralih pengobatan kemetode herbal atau tradisional. Pemijatan biasanya dibarengi dengan penggunaan minyak atsiri atau minyak parem asli guna mempercepat penyembuhan tulang patah dan sebagai penyembuhan patah tulang.

Penyebab

Kondisi yang menyebabkan proses penyembuhan fraktur humerus lambat dan bahkan berakhir dengan munculnya komplikasi antara lain:

  • Menjalani aktivitas berat yang mengandalkan kekuatan tulang sebelum tulang yang cedera mengakami pemulihan 100 persen.
  • Terlalu banyak gerakan yang memicu rasa nyeri pada tulang humerus yang sedang dalam tahap pemulihan.
  • Mengkonsumsi alkohol yang hanya akan mengotori aliran darah dan saraf serta otot sekitar tulang yang cedera, sehingga penyembuhan lambat terjadi.
  • Tidak melakukan terapi tulang secara konsisten dan tidak mengkonsumsi obat yang telah dianjurkan dokter ahli ortopedi atau ahli gizi sesuai aturan yang berlaku
  • Tidak mampu mengontrol kondisi psikologi sehingga ketika stres datang terus menerus maka kondisi tulang humerus yang cedera akan menimbulkan rasa nyeri yang berkepanjangan atau timbul tenggelam.
  • Melakukan hal hal yang dapat menghambat aliran darah dan mengagalkan proses kepadatan tulang baru, Misalnya kebiasaan merokok dan minum minuman beralkohol.

Hubungan antara usia dan proses penyembuhan

• Cepat atau tidaknya penyembuhan pada tulang yang patah lebih kepada faktor internal misalnya pola makan dan kebiasaan yang buruk serta faktor usia. Semakin tua seseorang maka secara alami daya tahan tubuh akan mengalami penurunan, Sel sel tubuh tidak berfungsi secara optimal dan Otomatis proses penyembuhan trauma tulangpun akan lambat. Untuk pengobatan apatah tulang pada usia yang cukup dewasa dianjurkan untuk mengkonsumsi susu sapi murni dan asuoan suplemen kalsium dan vitamin D dosis tinggi dalam aturan yang telah direkomendasikan dokter atau ahli gizi.

• Proses pemulihan atau penyembuhan pada bagian organ yang mengalami keretakan, Patah atau kerapuhan lebih cepat terjadi pada orang orang usia produktif yaitu antara usia 18 sampai 30n tahun. Pada rentang usia itulah kalsium yang ada pada tulang sedang dalam kondisi terbaiknya. Tulang yang memiliki simpanan kalsium alami yang cukup memadai dapat mendukung penyembuhan patah tulang paha atau kaki relatif lebih cepat.