Fraktur Colles – Penyebab, Komplikasi dan Pengobatan

Kondisi fraktur colles muncul ketika seseorang terjatuh dengan frekwensi benturan yang keras  tetapi jaringan otak  memberikan sinyal perlindungan dalam bentuk gerakan reflek pada tangan untuk mencegah agar tubuh tidak benar benar terjatuh dan mengalami cedera , Akibatnya tangan berusaha menahan untuk menopang berat badan  dalam posisi yang terbuka dan pronasi.

Faktor pemicu munculnya fraktur colles

Kondisi fraktur colles terjadi  bukan hanya karena seseorang terjatuh tetapi juga bisa muncul karena faktor lain, Diantaranya:

  • Usia

Ketika usia lanjut sel sel tubuh akan mengalami kemunduran termasuk kepadatan tulang dan persendian. Secara alami proses penuaan  akan berdampak pada dinding tulang yang semakin menipis dan cenderung membuat tulang mudah retak bahkan patah ketika terjatuh, Terpeleset atau terpental . Usia lanjut adalah salah satu penyebab munculnya fraktur  dimana gejalanya sangat berhubungan dengan kondisi kalsium yang ada didalam tulang terutama pada pergelangan tangan.

  • Massa otot kurang

Seseorang yang memiliki tubuh sangat kurus maka identik dengan kekurangan asupan nutrisi seimbang termasuk zat kalsium dan vitamin D.  Tubuh yang kurus memiliki massa otot yang sangat tipis atau rendah sehingga bisa menurunkan fungsi otot yang efeknya mempengaruhi kondisi tulang yang memang sangat berhubunagn dengan otot ketika ada pergerakan.  Kekurangan massa otot yang tidak sesuai dengan tinggi badan dan usia maka dapat menyebabkan tulang mengalami kekurangan kalsium dan mudah menagalami pengapuran , Pengeroposan dan mudah terjadi fraktur  colles  serta kondisi retak ketika terjatuh atau terkena hantaman benda keras.

  • Osteoporosis

Osteoporosis adalah kondisi dimana kepadatan tulang menipis  sehingga tulang kehilangan kepadatan dan kekuatannya. Kondisi tulang yang keropos rentan mengalami cedera, Keretakan dan bahkan fraktur coller ketika seseorang terjatuh atau mengalami kekerasan yang mengarah pada fisik. Kasus osteoporosis dapat  menyerang usia lanjut dan usia muda , Terlepas dari kebiasaan dan pola makan yang buruk seseorang selama bertahun tahun.

  • Kurang nutrisi

Tubuh yang kekurangan asupan gizi seimbang dalam jangka panjang terutama kurangnya asupan zat kalsium dan vitamin D , Maka akan mempengaruhi kepadatan serta kekuatan jaringan tulang . ketika seseorang mengalami kecelakaan atau peristiwa yang mengikutsertakan fisik sebagai obyeknya tulang akan kehilangan kemampuannnya melindungi jaringan luar dan dalam  dari ancaman  keretakan, Kelainan  jaringan lunak  dan  Fraktur colles yang dibarengi dengan munculnya pendarahan yang memicu munculnya infeksi.

  • Olahraga

Memilih jenis olahraga untuk memnpetahankan kesehatn atau untuk mengembangkan bakat serta minat sangat menentukan masa depan  kesehatan tulang seseorang. Misalnya olahraga tinju. Tinju merupaka salah satu olahraga yang menuntut banyak gerakan tangan dan mengandalkan kekuatan stamina yang selalu prima. Tinju cenderung memiliki resiko terpukul  oleh lawan atau bahkan sebaliknya. Kondisi tersebut dalam jangka panjang dapat mempengaruhi kesehatan tendon, Saraf saraf , otot dan kepadatan tulang secara bertahap. Tulang yang seriung mendapat pukulan rentan mengalami keretakan dan tekanan berlebihan sehingga tulang mudah mengalami  fraktur colles  yang di ikuti dengan proses pengapuran ketika tubuh tidak diimbangi dengan asupan nutrisi seimbang yang memadai.

  • Tindakan kekerasan

Tindakan keras yang dimaksud meliputi pemukulan, Tendangan, Tonjokan kepalan tangan, Pemuliran lengan atau injakan keras kaki dapat menyebabkan kerusakan tendon dan jaringan lunak sehingga tulang mengalami cedera dan beresiko terjadi fraktur coller.

Komplikasi

Ketika jaringan lunak mengalami kerusakan maka akan ada resiko yang menyertainya saat kondisi tersebut tidak segera diobati.  masalah munculnya keluhan kesehatan lain dapat berupa:

  • Saraf saraf ulnaris dan medianus disekitar lokasi cedera mengalami trauma dan menjadi lebih sensitif ( terasa  nyeri dan ngilu) terhadap gesekan dan sentuhan . Kondisi ini akn sangat menyiksa jika penderita fraktur colles memiliki penyakit rematik atau gejala osteoporosis.
  • Tendon mengalami kerusakan sehingga mempengaruhi jaringan disekitarnya termasuk kondisi tulang yang rentan mengalami fraktur  colles.  Fungsi tendon sangat berhubungan dengan tulang karena keberadaan tendon merupakan organ halus yang mendukung pergerakan dari tulang agar seseorang dapat melakukan aktivitas dengan gerakan tanpa batas.
  • Muncul masalah arthhrosis dan rasa nyeri yang berkepanjangan pada area tulang yang terkena fraktur colles sehingga menyebabkan seseorang terserang penyakit insomnia akibat rasa nyeri yang selalu muncul pada malam hari.
  • Bentuk dan struktur tulang yang mengalami fraktur colles dapat mengalami perubahan dan membatasi gerak tulang ketika digerakkan. Penderita akan merasakan rasa nyeri dengan bentuk tulang yang tidak sempurna atau a simetris ( ada penonjolan atau ukuran yang menjadi lebih pendek)
  • Mengalami kelelahan otot ketika tulang digunakan untuk beraktivitas  berat atau kegiatan yang mengandalkan kekuatan tangan misalnya mengangkat beban  yang berulang setiap hari.
  • munculnya kasus redislokasi, Yaitu ketika tubuh terhantam pada benda yang keras saat terjatuh maka sendi ikut cedera dan mengalami penggeseran hingga  keluar dari posisi normalnya pada sendi sehingga kondisi ini menyebbakan tulang rentan terjadi keretakan, Kerapuhan dan mudah patah .
  • Terjadi edema pasca reposiso setelah benturan terjadi pada tulang terutama pada area pergelangan tangaan. Edema pasca reposisi adalah penumpukan cairan didalam jaringan tubuh sehingga muncul pembengkakan yang memilkiki efek rasa nyeri.

Kondisi garis patah tulang atau fraktur menurut jenisnya

1.Fraktur Transversal

Fraktur transversal yaitu  Fraktur colles yang menyebabkan garis patahan pada tulang berbentuk melintang  atau seperi garis panjang tak ada putus ditengahnya yang terjadi pada permukaan tulang akibat trauma langsung.

2. Fraktur Oblik

Fraktur oblik yaitu Fraktur colles  yang arah garis patah tulangnya berbentuk miring atau membentuk sebuah sudut pada ujung tulang yang disebabkan trauma langsung

3. Fraktur Spiral

Fraktur spiral yaitu Fraktur colles yang arah garis patahnya menyerupai pola spiral obat nyamuk bakar akibat trauma rotasi setelah hentakan keras terjadi pada kulit dan mengenai tulang.

4. Fraktur kompresi

Fraktur kompresi yaitu Fraktur colles yang terjadi akibat aksial fleksi yang menekan dan mendesak berulang ulang struktur  tulang kearah jaringan secara vertikal atau lokasi lain. Kondisi ini menyebabkan terganggunya vertebra.

5. Fraktur avulsi

Fraktur avulsi yaitu fraktur colles yang muncul akibat reaksi dari otot otot yang mengalami kelemahan fungsi sehingga secara bertahap dapat menyebabkan cedera pada tulang semakin meluas kearah jaringan disekitarnya.

Pengobatan

  • dilakukan pemeriksaan fisik terutama pada kondisi tendon, Saraf dan jaringan lunak serta cedera yang telah terjadi agar dapat dievaluasi dan dianalisa secara akurrat tingkat keparahan fraktur colles yang sudah  terbentuk.
  • Penggunaan antibiotik tertentu untuk antisipasi serangan bakteri yang kemungkinan  ada yang masuk dibagian lokasi terjadinya cedera dan patah tulang.
  • Dilakukan pembedahan jika ternyata posisi tulang mengalami pergeseran dari tempat asalnya atau  tulang patah atau  tulang menyembul keluar dari struktur permukaan kulit.
  • Pemasangan gip dalam jangka waktu 3 sampai 6 minggu  setelah kira kira 28 atau 30 hari fraktur dinyatakan  telah mengalami penyembuhan diatas 80 %.
  • Kemudian dilakukan mobilisaasi setidaknya 3 sampai 4 minggu yang di iringi penggunaan obat obatan oral atas rekomendasi dari dokter yang terkait untuk mendukung percepatytan pemulihanfungsi gerak pada sendi dan tulang.
  • Dilakukan fisioterapi agar fungsi otot, Tendon, Saraf saraf serta jaringan lunak kembali stabil  dan dinyatakan  sembuh setelah 3 sampai 4 minggu fraktur, Dimana perkembangan kesembuhannya berdasarkan oservasi dan perawatan intensif.
  • Mengkonsumsi obat khusus yang diformulasikan bagai pemulihan fraktur colles yang telah dianjurkan dokrter untuk beberapa minggu kedepan setelah proses penyembnuhan muncul agar memperkuat struktur tulang dan tidak bermasalah kembali ketika tulang digunakan untuk beraktivitas.
  • Setelah selesai melakukan serangkaian pengobatan sesuai dengan prosedur rumah sakit maka akan dilakukan terapi tulang yang hanya bisa dilakukan oleh para professional yang berpengalaman dibidang ortopedi.

Kondisi tulang setelah proses penyembuhan

  • Kondisi tulang yang telah dinyatakan sembuh serta merta tidak akan pernah kembali struktur sejatinya seperti  yang terdahulu, Misalnya kekuatan tulang yang sekarang memiliki batas beban yang harus diangkat jika memang aktivitas yang akan dilakukan  memungkinkan untuk melakukan pengangkatan beban berat.
  • Karena bagaimananpun juga  faktor penyambungan atau pembedahan yang berakhir dengan penggunaan gip sedikit banyak mempengaruhi kondisi tulang itu sendiri,  Tak ubahnya contoh sebuah gelas kaca jatuh dan pecah menjadi dua bagian, Melalui proses penyambungan dengan perekat khusus maka hasilnya sangat baik dan terlihat kokoh , Tetapi pada dasrnya gelas tersebut tidak sekuat dahulu yang mampu menampung panasnya air, Karena gelas yang peranh retak atau pecah jika disatukan kembali maka air yang akan ditampungnya  memang dapat tertampung dengan baik namun cepat atau lambat akan mengalami kebocoran juga.

Tahap penyembuhan patah tulang yang telah berhasil disembuhkan akan dapat bertahan jangka panjang jika diimbangi dengan aktivitas yang tidak terlalu banyak memakai gerakan atau pengangkatan beban dan mengkonsumsi makanan yang memiliki standar 4 sehat 5 sempurna, Mengkonsumsi secara berkala atau disesuaikan dengan aturan ahli gizi  tentang penggunaan nutrisi kalsium dan Vitamin D dalam bentuk suplemen.