14 Gejala Batu Empedu : Penyebab, Diagnosa, Perawatan & Pencegahan

√ Verified Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Semua orang memiliki organ yang disebut dengan kantung empedu. Kantung empedu merupakan sebuah kantong kecil yang terletak tepat di bagian bawah hati. Kantong empedu berfungsi untuk menyimpan hasil cairan empedu. Empedu sendiri merupakan cairan yang diproduksi oleh hati untuk menghancurkan lemak. Ketika cairan empedu dihasilkan oleh hati maka akan menuju kantung empedu melewati saluran empedu. Cairan ini kemudian akan disalurkan ke sistem pencernaan ketika tubuh Anda membutuhkan cairan tersebut.

Sedangkan batu empedu adalah sebuah batu yang keras dan kecil serta terbentuk dalam bagian kantung empedu. Batu empedu awalnya terbentuk dari kolesterol dan biasanya tidak menunjukkan gejala tertentu. Pada kondisi yang sudah buruk seperti ketika batu empedu menghambat saluran empedu maka bisa menyebabkan beberapa gejala, seperti:

  1. Nyeri Perut / Kolik Bilier

Penderita batu empedu biasanya akan merasa sakit perut secara tiba-tiba dan berlangsung antara satu hingga paling lama lima jam. Kondisi sakit perut ini berbeda dengan penyakit yang sering menyerang perut seperti sakit maag, kembung, diare dan asam lambung tinggi. Rasa nyeri akan terasa dari bagian perut atas kemudian menyebar ke bagian kanan dan tengah. Beberapa penderita juga bisa merasa sakit perut yang sangat buruk dan menyebar hingga ke bagian punggung atau dada.

Baca juga: gejala diare karena bakteri – penyebab perut kembung terus menerus – gejala asam lambung – naik – tinggi – akut kambuh – penyebab asam lambung naik – cara mengobati asam lambung naik – pantangan asam lambung : makanan dan minuman.

  1. Penyakit Kuning

Penderita batu empedu juga bisa terkena penyakit kuning yang ditunjukkan dengan kulit dan bagian putih mata yang mulai menguning. Ini termasuk gejala batu empedu yang paling sering terjadi dan membuat dokter lebih mudah melakukan analisa. Penyakit ini juga sering disertai dengan beberapa tanda seperti urin yang berubah menjadi lebih coklat, tinja memiliki warna yang lebih pucat dan sering gatal.

Baca juga: mata putih berwarna kuning : penyebab & kemungkinan penyakit – air seni berwarna kuning – penyebab – gejala penyakit – cara mencegah demam kuning – penyakit hepatitis A – gejala, komplikasi, pengobatan dan pencegahan – gejala sirosis hati dan pengobatannya.

  1. Demam

Demam juga sering terjadi pada penderita batu empedu. Sebenarnya demam bisa menjadi pertanda untuk semua jenis penyakit seperti penyakit tifus, demam berdarah atau jenis penyakit lain. Demam menjadi ukuran penting ketika tubuh Anda memiliki infeksi, termasuk untuk bagian kantung empedu. Kondisi demam pada penderita batu empedu harus mendapatkan perawatan yang tepat.

Baca juga: penyebab demam tinggi dan cara mengobatinya – gejala demam berdarah dengue awal – cara mencegah demam berdarah dengue – gejala demam berdarah (DBD) pada anak dan orang dewasa – fase demam berdarah : gejala dan cara perawatan – penyebab tifus dan gejalanya – gejala tipes pada orang dewasa dan pemulihannya – cara mengobati tipes dengan cepat secara alami.

  1. Nyeri Setelah Konsumsi Makanan Berminyak

Rasa nyeri yang terus menyerang dari bagian perut hingga tulang belikat akan semakin terasa setelah konsumsi makanan berminyak. Bahkan konsumsi semua jenis makanan yang mengandung lemak bisa menyebabkan sakit yang sangat parah. Hal ini menandakan bahwa lemak menghambat keluarnya cairan empedu dari kantung empedu. (baca juga: penyebab sering mual setelah makan)

  1. Sakit Saat Bernafas

Ketika penderita batu empedu sudah masuk ke tahap yang lebih buruk, maka perut akan terasa sakit ketika bernafas. Ketika menghirup udara dalam-dalam maka perut akan terasa sakit dan menyebar hingga ke dada. Kondisi ini akan sangat buruk jika penderita batu empedu komplikasi dengan penyakit pernafasan seperti penyakit asma.

Baca juga: penyebab dada sesak nafas – penyebab dada sakit dan sesak – pantangan asma – cara mengobati asma kambuh – faktor penyebab asma paling utama – gejala asma ringan dan akut.

  1. Angin Duduk (Angina)

Ketika sesak nafas sudah terjadi maka penderita batu empedu bisa merasakan angina atau sakit dada yang sangat parah. Kondisi ini bisa menyebabkan penderita seperti merasa terkena angin duduk atau serangan jantung. Dalam kondisi tertentu maka tubuh akan kekurangan oksigen dan bisa membuat penderita kehilangan kesadaran. Ketika penderita juga terkena komplikasi dari jenis penyakit jantung maka resiko kematian bisa lebih besar.

Baca juga: serangan jantung – gejala, penyebab, cara mengobati – pertolongan pertama serangan jantung mendadak – bahaya penyakit jantung koroner – ciri ciri penyakit jantung – koroner, lemah, bocor dan gagal jantung.

  1. Kram Perut

Umumnya penderita batu empedu tidak menyadari kondisi batu empedu hingga dilakukan pemeriksaan. Hal ini disebabkan karena batu empedu sering menyebabkan rasa sakit kemudian hilang sendiri. Namun semakin lama maka rasa sakit bisa menjadi lebih parah. Selain nyeri perut yang menyebar ke perut maka juga sering menyebabkan kram perut. Kram perut akan membuat penderita sama sekali tidak bergerak karena sangat sakit. (baca juga: penyebab kram perut normal dan pada wanita hamil)

  1. Terasa Sangat Kenyang

Kram perut dan nyeri perut yang terjadi pada penderita batu empedu memang sangat menyiksa. Namun kondisi ini bisa menyebabkan penurunan nafsu makan yang sangat drastis. Jika semakin lama terjadi maka penderita sama sekali tidak merasa lapar. Hal ini disebabkan karena perut yang sudah mengalami kolik akan merasa sangat kenyang. Penyakit ini mungkin juga telah menyebabkan gangguan kerja pada saluran pencernaan.

  1. Diare Kronis dan Gas Belerbihan

Penderita batu empedu juga bisa mengalami diare yang sangat parah. Diare ini akan menyebabkan penderita sering buang air besar dengan karakter tinja yang lebih encer. Berat badan akan semakin menurun dan kurang nafsu makan. Jika gejala ini terus berlanjut maka bisa menyebabkan batu empedu yang sangat parah atau kronis. Gejala awal kondisi ini sering ditandai dengan gas berlebihan, kembung dan sering mual. (baca juga: sering kentut – penyebab, diagnosa dan pencegahan – penyebab sering bersendawa berlebihan)

  1. Gangguan Pencernaan

Penderita batu empedu juga bisa mengalami gangguan pencernaan yang sangat buruk. Gejala ini sering ditandai dengan rasa mual dan keinginan untuk muntah secara terus menerus. Mual dan muntah yang sudah terjadi selama satu bulan lebih bisa menunjukkan gejala batu empedu yang kronis. Namun banyak penderita yang merasa bahwa ini gejala maag, gas berlebihan atau masuk angin.

  1. Sering Gemetar

Penderita batu empedu juga akan merasa sering gemetar dan kondisi gerakan tubuh yang sulit dikendalikan. Jika sudah kronis maka penderita bisa pinsan atau kehilangan gerakan secara mendadak. Hal ini menjadi kondisi komplikasi dari pencernaan yang buruk, kurang nutrisi dan juga keseimbangan tubuh yang terus memburuk.

Baca juga: penyebab pingsan mendadak : gejala dan cara mencegahnya – pertolongan pertama pada orang pingsan mendadak – akibat kekurangan gizi pada balita, anak dan orang dewasa.

  1. Detak Jantung Semakin Cepat

Salah satu gejala yang sering diremehkan oleh penderita batu empedu kronis adalah detak jantung yang semakin cepat. Detak jantung yang semakin cepat terjadi karena jantung mengikuti metabolisme tubuh. Tubuh yang kekurangan oksigen juga mendorong jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah. Kondisinya bisa lebih buruk untuk penderita yang memang menderita kelainan jantung.

Baca juga: penyebab jantung berdebar debar kencang dan terus menerus – cepat lelah dan jantung berdebar – penyebab, gejala dan pencegahannya – ciri – ciri jantung lemah dan cara mengatasinya – ciri ciri jantung bengkak paling sering terjadi.

  1. Warna Tinja dan Urin Lebih Gelap

Cairan empedu yang dihasilkan oleh empedu memang berfungsi untuk membantu sistem pencernaan. Ketika ada batu empedu yang menghambat kerja saluran empedu maka sistem pencernaan tidak bisa bekerja dengan baik. Karena itu sering membuat warna tinja menjadi lebih gelap dan kurang normal. Hal ini juga berpengaruh pada warna urin yang lebih gelap.

  1. Depresi / Bingung

Penderita batu empedu juga bisa merasa depresi dan sangat bingung. Kondisi ini berhubungan dengan kondisi tubuh yang sulit menerima nutrisi dari makanan, gangguan pencernaan dan rasa sakit yang sudah sangat buruk. Akibatnya maka penderita memiliki sistem metabolisme yang buruk serta tidak nyaman. Untuk penderita lanjut usia bisa menyebabkan kondisi yang lebih buruk terutama jika ada komplikasi penyakit lain termasuk darah tinggi dan diabetes.

Baca juga: bahaya darah tinggi – akibat sangat mematikan – ciri ciri darah tinggi dan cara mencegahnya – penyebab darah tinggi dan pengobatannyabahaya diabetes bagi tubuh – gejala diabetes melitus awal pada pria dan wanita – ciri ciri diabetes melitus kering – basah – tipe 1 & 2 dengan mudah.

Penyebab Batu Empedu

  1. Memiliki tingkat kolesterol tinggi sehingga menyebabkan kolesterol dalam kantung empedu mengeras menjadi batu kecil seperti garam. (baca juga: gejala kolesterol tinggi – pencegahan dan cara mengatasinya – jenis penyakit yang disebabkan kolesterol tinggi – cara mengatasi kolesterol tinggi secara alami dengan cepat – tanda kolesterol tinggi dalam tubuh)
  2. Memiliki tingkat bilirubin yang sangat tinggi dalam kantung empedu. Kondisi ini juga sering terjadi pada bayi yang baru lahir sehingga bayi memiliki warna kuning. (baca juga: bahaya akibat kelebihan bilirubin – gejala, penyebab dan pengobatannya – hiperbilirubin pada bayi baru lahir – jenis dan penyebab)
  3. Kondisi masalah ketidakseimbangan bahan kimia dalam kantung empedu dan empedu yang menyebabkan terbentuknya kristal dan kemudian berkembang menjadi batu empedu.
  4. Kondisi obesitas yang bisa terjadi pada wanita dan pria serta berat badan yang tidak dikendalikan. (baca juga: bahaya obesitas terhadap kesehatan hingga kanker – cara mencegah obesitas secara alami dan ampuh)
  5. Kebiasaan minum pil KB pada wanita yang menjalani program KB.

Cara Diagnosis dan Pemeriksaan Batu Empedu

  1. Pemeriksaan fisik untuk melihat warna kulit dan bagian putih mata. Jika ada penampakan warna kuning yang berlebihan maka bisa disebabkan karena kadar bilirubin yang berlebihan.
  2. Pemeriksaan USG untuk melihat gambar pada bagian perut terutama untuk melihat dengan jelas kondisi kantung empedu dan kemungkinan batu empedu.
  3. Pemeriksaan dengan CT Scan yaitu pengambilan gambar pada bagian perut untuk melihat lebih jelas kondisi kantung empedu. (baca juga: bahaya CT Scan kepala bagi kesehatan – perkiraan biaya MRI rumah sakit – pemeriksaan MRI)
  4. Pemeriksaan dengan tes darah untuk mengetahui tingkat kadar bilirubin dalam darah. Selain itu tes darah juga penting untuk melihat fungsi dan kondisi hati.

Cara Perawatan untuk Mengatasi Batu Empedu

  1. Operasi Mengangkat Kantung Empedu (Laparoscopic Cholecystectomy)

Tindakan operasi untuk mengangkat batu empedu bisa dilakukan jika penyakit ini sudah menyebabkan sakit perut yang sangat parah, penyakit kuning dan radang pankreas. Operasi dilakukan dengan metode laparoscopic cholecystectomy. Metode ini sering digunakan oleh dokter dan pasien karena tidak menyebabkan bekas luka yang besar serta masa pemulihan yang lebih cepat.

Luka kecil dibuat pada bagian perut untuk mengangkat kantung empedu. Luka yang lebih besar bisa dilakukan dengan metode kolesistektomi terbuka. Metode ini memiliki bekas luka lebih besar dan masa perawatan yang lebih lama. Tindakan perawatan ini sama sekali tidak menyebabkan resiko karena hati tetap menghasilkan cairan empedu yang mengalir langsung ke saluran pencernaan.

  1. Obat Ursodiol

Ursodiol adalah jenis obat yang biasanya diberikan oleh dokter untuk mengatasi batu empedu. Obat ini bisa diberikan kepada pasien yang tidak memiliki gejala parah dan kondisi batu empedu yang kecil sehingga masih bisa larut dan keluar dari tubuh. Ursodiol bekerja dengan cara membentuk zat asam pada empedu sehingga cairan empedu yang dihasilkan normal. Selain itu ursodiol juga bekerja untuk menurunkan kolesterol sehingga tidak menumpuk kolesterol dalam kantung empedu yang bisa menjadi batu. Obat ini juga sering diberikan pada pasien yang mengalami obesitas.

Bentuk obat ursodiol: ursodiol adalah kapsul kecil yang harus diminum lewat mulut. Dokter bisa memberikan resep ursodiol yang harus diminum dua kali atau tiga kali dalam sehari setelah makan.

Larangan : obat ini tidak bisa diberikan untuk orang yang mengalami alergi, masalah asam empedu, hamil, menyusui, komplikasi penyakit gangguan hati, dan penyakit radang pankreas.

Efek samping: sembelit, diare, sakit perut atau kram, gangguan pencernaan, mual, muntah, sakit kepala, batuk, sinusitis, cairan berlebihan dari hidung, rambut rontok, nyeri sendi dan sering buang air kecil. (baca juga: penyebab rambut rontok berlebihan – nyeri sendi lutut – penyebab, gejala, komplikasi dan pengobatannya – penyebab sering buang air kecil dan diagnosisnya – sering buang air kecil – penyebab, deteksi dan pencegahannya)

  1. Diet Khusus untuk Penderita Batu Empedu

Tidak semua orang yang menderita batu empedu harus menjalani operasi, namun keputusan ini harus berdasarkan arahan dari dokter. Jika keputusan untuk hal ini sudah ditetapkan, maka penderita harus berusaha untuk mengurangi berat badan dan mengurangi konsumsi makanan berlemak. Konsumsi sayuran yang mengandung serat tinggi sangat disarankan. Juga harus banyak mengkonsumsi biji-bijian dan buah.Beberapa jenis makanan yang disarankan seperti : kembang kol, brokoli, bayam, asparagus, seledri, wortel, artichoke, ubi jalar, bawang merah, bawang putih, pisang, apel, stroberi, mentimun jepang, nanas, pepaya, dan kacang-kacangan.Makanan yang harus dihindari atau dikonsumsi dalam jumlah yang sangat sedikit antaralain seperti makanan cepat saji, makanan yang digoreng, lemak dari hewan seperti ayam, sapi, kambing dan babi.

Baca juga: dampak bahaya makanan cepat saji bagi kesehatan – bahaya junk food bagi kesehatan : dampak mematikan – bahaya mengkonsumsi gorengan bagi kesehatan – bahaya makanan yang digoreng bagi tubuh – makanan yang bikin gemuk super cepat – makanan sehat untuk diet menurunkan berat badan – makanan untuk diet cepat kurus paling super – makanan pengganti nasi untuk diet sehat sangat cepat)

Cara Mencegah Batu Empedu

  1. Menjaga Berat Badan

Untuk mencegah terjadinya batu empedu maka usahakan untuk menjaga berat badan. Jika Anda melakukan diet maka usahakan agar berat badan tidak turun dalam waktu yang cepat dan singkat, tapi secara perlahan. Penurunkan berat badan yang terlalu cepat bisa menyebabkan tubuh kekurangan nutrisi dan masalah kantung empedu. Lakukan cara menurunkan berat badan dengan sehat dan bukan obat atau pil diet.

Baca juga: cara menurunkan berat badan dengan cepat secara alami – makanan penurun berat badan super cepat (rendah kalori) – kalkulator berat badan ideal (BBI) online pria & wanita – olahraga menurunkan berat badan super cepat.

  1. Konsumsi Makanan Sehat

Konsumsi makanan yang sehat sangat penting untuk mencegah batu empedu. Cara ini bisa dilakukan dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung mineral, vitamin dan protein yang tinggi. Mengatur menu makanan sehat sehari-hari akan membantu tubuh menurunkan resiko penyakit batu empedu. (baca juga: daftar contoh menu makanan sehat sehari hari)

  1. Olahraga

Olahraga secara teratur tidak hanya membantu menjaga berat  badan secara seimbang namun juga membantu menurunkan kolesterol. Olahraga aktif sangat penting untuk membantu menurunkan lemak dan berat badan berlebihan. Anda bisa mencoba untuk melakukan renang, berlari, senam atau jenis olahraga yang lain. (baca juga: manfaat olahraga bagi kesehatan tubuhcara melakukan olahraga yang baik dan benar bagi tubuh)

  1. Konsumsi Makanan Sumber Lemak Sehat

Meskipun konsumsi lemak bisa menyebabkan batu empedu, namun jenis lemak sehat sangat diperlukan. Anda bisa mengkonsumsi beberapa jenis makanan yang mengandung lemak sehat seperti minyak zaitun, minyak canola, dan makanan yang mengandung omega 3 tinggi. Semua makanan ini sangat sehat dan menurunkan kolesterol.

  1. Hindari Makanan Lemak Hewani

Bagi orang yang sudah menderita gejala batu empedu sebaiknya harus mengurangi konsumsi makanan yang mengandung lemak hewani. Lemak hewani sangat buruk untuk kesehatan karena cenderung mengandung kolesterol dalam jumlah yang tinggi. Terlalu berlebihan dalam mengkonsumsi lemak hewani juga bisa meningkatkan resiko penyakit jantung dan stroke.

Baca juga: bahaya lemak di perut bagi tubuh – akibat kelebihan lemak dalam tubuh – bahaya lemak jenuh bagi kesehatan tubuh – contoh lemak jenuh pada makanan yang tidak sehat – makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi.

  1. Konsumsi Makanan Tinggi Serat

Mengkonsumsi makanan yang mengandung serat tinggi paling sehat sangat penting untuk mencegah batu empedu. Berbagai jenis sayuran dan buah yang mengandung serat akan membantu menurunkan berat badan dan pencernaan yang sehat. Kedua proses ini bisa membantu mencegah terbentuknya kristal kolesterol yang menyebabkan terbentuknya batu empedu.

  1. Konsumsi Makanan Sumber Protein Tinggi

Mengkonsumsi makanan yang mengandung protein super tinggi sangat penting untuk kesehatan. Hal ini disebabkan karena protein akan membantu tubuh dalam mempertahankan rasa kenyang sehingga Anda tidak mudah terpancing untuk makan kolesterol. Selain itu makanan yang mengandung protein tinggi penting untuk menurunkan berat badan.

  1. Kurangi Konsumsi Gula

Berbagai jenis makanan, minuman dan camilan yang mengandung gula tinggi harus dihindari atau dikurangi. Makanan yang mengandung gula tinggi bisa menyebabkan masalah untuk kantung empedu dan empedu itu sendiri. Selain itu biasanya makanan yang manis atau mengandung gula tinggi bisa membantu meningkatkan berat badan. (baca juga: bahaya konsumsi gula berlebihan bagi kesehatan)

  1. Kurangi Konsumsi Karbohidrat Padat

Konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat tinggi dan padat harus dikurangi jika ingin menjaga kesehatan kantung empedu dan hati. Makanan yang mengandung karbohidrat padat bisa menyebabkan masalah untuk tubuh seperti kelebihan berat badan dan resiko diabetes tipe 2. Bahkan jika berlebihan maka bisa menyebabkan terbentuknya batu empedu. (baca juga: akibat kelebihan karbohidrat dalam tubuh)

  1. Kurangi Alkohol

Alkohol memang memiliki dampak yang sangat buruk untuk kesehatan. Salah satunya adalah meningkatkan efek dari batu empedu. Kandungan alkohol bisa merusak sistem kesehatan umum seperti merusak kerja hati. Ketika hati bermasalah maka cairan empedu yang dihasilkan juga akan menurun. Hal ini bisa menyebabkan masalah untuk empedu. (baca juga: efek bahaya alkohol bagi kesehatan dan kehidupan sosial – bahaya minuman keras bagi kesehatan – pengaruh alkohol terhadap sistem saraf manusia)

  1. Hindari Obat untuk Menurunkan Kolesterol

Beberapa orang yang memiliki kolesterol tinggi sering mendapatkan resep berupa obat penurun kolesterol. Obat yang berfungsi untuk menurunkan kolesterol justru bisa menyebabkan terbentuknya batu empedu. Hal ini terjadi karena obat ini memiliki efek samping terhadap jumlah cairan empedu yang dihasilkan. Akibatnya kolesterol yang sudah lama mengkristal dalam kantung empedu justru mengeras dan membentu  batu empedu.

  1. Hindari Terapi Hormon dengan Obat

Wanita yang mengkonsumsi obat pengatur hormon seperti pil KB memiliki resiko tinggi terkena penyakit batu empedu. Obat pengatur hormon bisa meningkatkan resiko pembentukan batu empedu secara alami. Tidak ada cara untuk mengatasi hal ini namun wanita bisa menghindari pil KB agar tidak terkena efek berlebihan.

Meskipun penyakit batu empedu bisa diobati dan kita tetap bisa menjalani hidup normal tanpa kantung empedu, namun menjaga kesehatan adalah bagian yang sangat penting. Hindari kebiasaan yang bisa meningkatkan berat badan dan berilah waktu pada tubuh untuk bisa beristirahat.

Informasi tentang kesehatan empedu lainnya:

fbWhatsappTwitterLinkedIn