60 Gejala Demam Berdarah (DBD) pada Anak dan Orang Dewasa

Gejala demam berdarah perlu diwaspadai di musim penghujan seperti sekarang ini. Alasannya adalah di musim penghujan nyamuk mampu berkembang biak secara pesat. Saat musim penghujan nyamuk akan lebih banyak dibandingkan saat musim kemarau. Nyamuk akan meninggalkan telurnya kemudian berubah menjadi jentik-jentik nyamuk di air yang menggenang. Lihatlah bak mandi anda yang tidak pernah dikuras, jentik-jentik nyamuk pasti tinggal di sana. Jentik-jentik itulah yang nantinya akan berubah menjadi individu nyamuk baru. Dalam sekali bertelur nyamuk bisa menghasilkan telur yang sangat banyak. Bisa anda bayangkan jika jentik-jentik itu telah berubah menjadi nyamuk semua, berapa banyak jumlah nyamuk yang ada di sekitar kita nanti. Kita perlu mewaspadai nyamuk di sekitar kita, hal itu dikarenakan nyamuk tersebut memiliki potensi untuk menghasilkan penyakit demam berdarah.

Penyebab Demam Berdarah

Sebelum mengetahui apa saja yang menjadi gejala demam berdarah  ada baiknya kita mengetahui apa yang bisa menyebabkan seseorang terkena demam berdarah. Demam berdarah merupakan penyakit yang disebabkan oleh Flavivirus, Flavivirus ini lebih dikenal dengan Virus Dengue atau virus penyebab demam berdarah. Virus itu ada pada nyamuk Aedes Aegypti. Nyamuk yang sudah terinfeksi dengan virus tersebut ketika menggigit tubuh manusia dengan sistem imun yang lemah maka virus itu bisa masuk ke dalam tubuh manusia dan menginfeksi tubuh. Masa inkubasi setelah digigit nyamuk ini adalah 3 sampai dengan 15 hari. Selama masa inkubasi tersebut penderita akan merasakan demam selama 3 hari berturut-turut. Demam merupakan gejala dari sebuah penyakit yang biasanya disebabkan oleh virus, bakteri maupun kuman yang mencoba masuk ke dalam tubuh dengan melawan zat antibodi tubuh. Ciri nyamuk Aedes Aegypti yang menyebabkan demam berdarah adalah sebagai berikut ini :

  1. Nyamuk memiliki badan berwarna hitam, di tubuh hitamnya terdapat belang-belang berwarna putih di seluruh tubuh nyamuk tersebut. Sehingga tubuh nyamuk berwarna loreng di dominasi dari warna hitam dan putih.
  2. Nyamuk sangat menyukai penampungan air dan air yang menggenang, bahkan penampungan air dan air yang tergenang adalah tempat yang disukai nyamuk untuk berkembangbiak. Bak mandi, tempayan, drum air, vas bunga dan semua tempat yang terbuka dan ada air didalamnya menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.
  3. Namuk suka bersembunyi di tempat yang lembab dan gelap. Misalnya ada di tumpukan baju yang kotor atau bersembunyi di sebalik baju dalam kondisi tergantung.
  4. Nyamuk tidak bisa berkembangbiak di got atau selokan maupun kolam. Hal itu dikarenakan air pada selokan maupun kolam berhubungan langsung dengan tanah. Tanah tidak bisa membuat telur nyamuk berubah menjadi jentik nyamuk.
  5. Nyamuk Aedes Aegypti merupakan jenis nyamuk dengan kemampuan terbang sejauh 100 meter.

Demam Berdarah Klasik

Gejala demam berdarah sering tidak diperhatikan oleh banyak orang. Hal itu dikarenakan gejala yang timbul akibat demam berdarah klasik dianggap sebagai gejala penyakit yang umum dan biasa. Oleh sebab itu banyak kasus terjadi pada pasien demam berdarah klasik datang ke rumahsakit saat kondisinya sudah parah atau memprihatinkan. Saat hujan, kasus demam berdarah di setiap daerah meningkat. Berikut ini adalah gejala demam berdarah yang harus kita waspadai :

  1. Demam Tinggi

Tanda pertama dari orang yang terkena demam berdarah adalah dia akan mengalami demam tinggi. Penyebab demam  disebabkan virus dan merupakan gejala pertama yang muncul. Demam yang muncul merupakan pertanda dari zat antibodi yang berusaha untuk masuk dan menginfeksi tubuh orang tersebut. Demam ini akan terus berkelanjutan minimal 3 hari dan bisa mencapai satu minggu. Pihak medis kini sudah menganjurkan bagi orang yang sudah mengalami 3 hari demam segera di bawa ke puskesmas atau pihak medis. Jangan memberikan obat penurun demam biasa jika demam lebih dari 3 hari. Demam berdarah tidak akan sembuh hanya dengan menggunakan obat penurun demam biasa.

Demam yang mencapai 40 derajat celcius setiap harinya diwajibkan untuk segera melakukan tes darah. Tes darah yang dilakukan bisa mengetahui apa yang menyebabkan demam tersebut. Apakah virus, apakah bakteri atau kuman yang menyebabkan demam tersebut. Jika tidak dilakukan pemeriksaan lewat darah, penyakit itu mirip dengan penyakit tipes sehingga dokter yang memeriksa tanpa tes darah atau tanpa pemeriksaan laboratorium akan memberikan obat untuk mengatasi tipes. Jika obat yang diberikan salah maka pengobatan pun tidak akan ada gunanya.

Baca juga : Gejala tipes  – Makanan untuk penderita tipes  – Makanan untuk orang demam 

  1. Tubuh Menggigil

Orang yang mengalami demam berdarah dia akan mengalami menggigil yang teramat sangat. Menggigil pada penderita demam berdarah disebabkan oleh demam yang dia alami, namun menggigil pada penderita demam berdarah akan teramat dirasakan saat malam hari. Hal itu dikarenakan Virus Dengue lebih aktif saat malam hari.

  1. Pusing

Demam berdarah ditanmdai dengan rasa pusing yang teramat sangat. Alasannya adalah virus tersebut mampu hidup di dalam aliran darah manusia. Darah yang mengalir ke kepala dan sudah terinfeksi dengan virus ini bisa menyebabkan penderita mengalami pusing atau sakit kepala sampai 7 hari berturut turut lamanya.

Baca : Mata kunang-kunang kepala pusing  – Kepala sering pusing  – Kepala sering terasa berat, pusing dan mual  

  1. Tenggorokan Sakit

Tenggorokan yang sakit atau disebut dengan faringitis merupakan kondisi gangguan kesehatan yang disebabkan oleh virus atau bakteri. Saat seseorang menderita demam berdarah dia memiliki virus Dengue yang menyebabkan tenggorokan akan terasa sakit. Tenggorokan sakit akan terasa menyakitkan jika penderita demam berdarah menyerang anak kecil maupun balita. Hal itu dikarenakan kekebalan terhadap virus yang menyebabkan sakit tenggorokan baru akan terbnetuk ketika seseorang telah menjadi dewasa. Sakit tenggorokan diikuti dengan rasa sakit untuk menelan.

Baca : Bahaya radang tenggorokan kronis 

  1. Nafsu Makan Hilang

Demam berdarah akan menyebabkan nafsu makan pada penderitanya hilang. Alasannya karena ketidaknyamanan yang dialami ketika menderita demam berdarah membuat pasien tidak nafsu makan. Misalnya saja adalah sakit tenggorokan dan susah menelan akan menyebabkan pasien kesulitan untuk menelan makanan

  1. Bintik Merah

Pada kondisi demam berdarah yang sudah kronis akan muncul bintik merah di sekujur tubuh dikarenakan pembuluh darah di kulit pecah. Pecahnya pembuluh darah ini akibat dari virus Dengue yang sudah terlalu lama di dalam aliran darah sehingga menyebabkan berbagai macam gangguan terhadap pembuluh darah.

  1. Ruam Merah

Saat demam dan dalam masa inkubasi, orang yang mengalami demam berdarah dia akan memiliki ruam merah di bagian kulitnya. Sesaat jika diperhatikan ruam merah itu mirip dengan ruam merah pada orang yang mengalami lupus.

Baca : Ciri-ciri lupus   – Penyebab lupus   – Gejala lupus 

  1. Muntah

Muntah akan memperparah nafsu makan orang yang mengalami penyakit demam berdarah, muntah secara ektrim bisa menyebabkan nafsu makan penderita demam berdarah semakin hilang. Virus yang hidup di dalam aliran darah manusia bisa cepat sekali menyebar ke seluruh tubuh salah satunya di organ pencernaan. Saat organ pencernaan sudah terinfeksi dia akan mengirimkan sinyal berupa rasa mual dan muntah secara berlebihan.

  1. Pendarahan

Pendarahan juga bisa terjadi pada orang yang menderita demam berdarah tingkat lanjut. Pendarahan atau bleeding bisa terjadi pada bagian tubuh yang rentan untuk mengalami infeksi misalnya saja usus dan juga pembuluh darah. Tingkat demam berdarah yang mulai serius ditandai dengan BAB yang mengeluarkan darah.

  1. Pingsan

Demam berdarah dalam fase kritis akan membuat penderitanya mengalami pingsan. Pingsan berupa tidak sadarkan diri dikarenakan seluruh tubuh mengalai infeksi sehingga tidak bisa menjalankan fungsinya dengan baik.

  1. Kejang

Tubuh yang demam dengan suhu yang sangat tinggi bisa menyebabkan pasien demam berdarah dalam fase kritis mengalami kejang. Kejang ini merupakan tanda bahwa sinyal listrik pada otak pasien demam berdarah mengalami gangguan. Sakit kepala yang dialami pada penderita demam berdarah yang terlalu lama dirasakan mengakibatkan aktivitas sinyal listrik otak mengalami gangguan. Kejang ini tidak hanya dialami oleh penderita demam berdarah saja namun bisa juga terjadi pada penderita meningitis dan juga epilepsi.

Baca : Vaksinasi meningitis  – Bahaya epilepsi  – Ciri-ciri epilepsi  – Penyebab epilepsi 

  1. Muntah Darah

Pendarahan yang ada di dalam tubuh orang yang mengalami demam berdarah akan dikeluarkan melalui tinja dan juga bisa dikeluarkan dari kerongkongan manusia berupa muntah. Muntah adalah kondisi serius pada orang yang mengalami demam berdarah. Masalah pembuluh darah yang pecah,  gangguan sistem pencernaan atau pendarahan yang ada di lambung maupun usus menjadi penyebab pasien demam berdarah mengalami muntah darah.

Baca : Penyebab muntah darah 

  1. Mimisan

Saat sudah dalam tahap parah, pecahnya pembuluh darah dan pendarahan yang terjadi akan menyebabkan pasien demam berdarah mengalami mimisan. Oleh sebab itu pasien yang mengalami demam berdarah fase kritis harus melalukan transfusi darah dikarenakan hemoglobin darah di dalam orang yang mengalami demam berdarah kritis akan terus menurun akibat pendarahan dan pecahnya pembuluh darah.

Baca : Penyebab mimisan  – Cara mengatasi mimisan  – Pertolongan pertama mimisan

  1. Nyeri Sendi

Ngilu dan nyeri sendi akan dialami oleh orang yang mengalami demam berdarah. Virus itu ada yang menempel pada otot dan menginfeksi sendi di dalam tubuh manusia sehingga orang yang mengalami demam berdarah dan penyakit akibat virus lainnya sering mengalami gejala nyeri sendi dan otot. Nyeri yang biasanya terjadi adalah nyeri sendi lutut , nyeri sendi tangan, nyeri sendi siku dan masih banyak lagi lainnya.

  1. Gelisah

Gelisah akan dialami oleh pasien demam berdarah. Alasannya adalah kondisi tubuh tidak nyaman dan lamanya penyembuhan bagi penyakit demam berdarah membawa dampak psikis bagi pasien itu sendiri. Gelisah ini ditandai dengan insomnia dan tidur menjadi tidak nyenyak.

  1. Demam Menurun

Tanda orang yang mengalami demam berdarah dalam fase kritis adalah orang tersebut mengalami demam yang menurun setelah beberapa hari lamanya demam meninggi. Orang awam dan belum paham benar tentang penyakit demam berdarah akan mengira jika dia telah sembuh padahal demam yang menurun inilah fase kritis dari penyakit demam berdarah.

  1. Trombosit Menurun

Jika dicek menggunakan sampel darah, hasil pemeriksaan demam berdarah akan menunjukkan trombosit yang kurang bagus. Atau bisa dikatakan bahwa jumlah trombosit kurang dan jauh dari kata normal. Masalah penurunan trombosit ini bisa dijadikan sebagai acuan untuk mengetahui penyakit tersebut demam berdarah atau bukan. Penurunan trombosit itu diakibatkan oleh virus, bakteri atau kuman yang mampu menginfeksi aliran darah di pembuluh darah manusia. Penyakit leptospirosis yaitu penyakit akibat air kencing tikus  sering salah diagnosis dengan diagnosa penyakit demam berdarah. Hal itu dikarenakan virus leptospira pada tikus juga menyebabkan gangguan pada darah manusia terutama trombosit.

  1. Jarang Buang Air Kecil

Orang yang menderita demam berdarah dan virus itu telah menginfeksi ginjal bisa mengakibatkan orang yang mengalami demam berdarah akan jarang untuk mengeluarkan air seni. Jika virus itu dibiarkan terlalu lama di dalam ginjal bisa mengakibatkan ginjal mengalami kerusakan. Ginjal yang rusak adalah komplikasi dari penyakit demam berdarah.

  1. Kencing Berdarah

Pendarahan yang terjadi pada penderita demam berdarah membuat pasien yang mengalami demam berdarah air seni yang dikeluarkan bercampur dengan darah. Tidak hanya itu saja, virus yang menempel pada ginjal dan membuat infeksi ginjal bisa membuat fungsi filter ginjal terganggu.

Baca : Cara mencegah sakit ginjal 

  1. Urin Keruh

Tanda seseorang mengalami demam berdarah lainnya adalah urin berwarna keruh. Saat urin berwarna keruh bisa dipastikan bahwa virus itu mampu menginfeksi ginjal dan menyebabkan gangguan ginjal. Ginjal berfungsi untuk menyaring urin yang dikeluarkan oleh saluran kandung kemih. Saat ginjal mengalami infeksi filter ginjal akan mengalami gangguan.

Baca :  Air seni berwarna kuning

  1. Gangguan Dalam Darah

Saat dilakukan pemeriksaan darah, hasil lab penderita demam berdarah akan menunjukkan ketidak normalan dalam darah. Misalnya saja adalah hb sedikit dan jauh dari batas normal. Jumlah hematokrit juga tidak normal. Virus yang ada di dalam aliran darah manusia menyebabkan gangguan di dalam sistem darah manusia.

  1. Gusi Berdarah

Ciri dari demam berdarah tahap serius adalah adanya gusi berdarah. Di dalam gusi tersebut ada pembuluh darah. Virus yang ada di dalam pembuluh darah manusia bisa mengalami pecah kemudian membuat bagian gusi menjadi berdarah.

  1. Tekanan Darah Selalu Rendah

Akibat pendarahan yang dialami serta akibat adanya virus di pembuluh darah kemampuan darah untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh menjadi rendah. Hal itu yang menyebabkan mengapa orang yang mengalami demam berdarah tekanan darahnya tidak akan pernah lebih dari 100 / 70

  1. Memar

Tanda adanya penyakit demam berdarah di dalam tubuh adalah tubuh yang memiliki memar. Memar itu merupakan tanda bahwa ada pendarahan di bawah lapisan kulit. Pendarahan di bawah kulit itulah yang menyebabkan memar dan warnanya kehitam-hitaman. Masalah itu juga erat dengan maslaah pembekuan darah di dalam tubuh manusia yang mengalami infeksi demam berdarah.

  1. Sulit Bernafas

Komplikasi dari penyakit demam berdarah adalah dia akan mengalami kesulitan nafas. Pada orang yang mengalami sakit demam berdarah dia tidak hanya membutuhkan infus, suntik anti peradangan dan juga siuntik antibiotik saja. Namun pada orang yang mengalami komplkasi terutama yang sudah kesulitan bernafas dia memerlukan bantuan oksigen untuk tetap bisa bernafas dengan baik dan lancar.

  1. Detak Jantung Cepat

Tidak hanya penyakit demam berdarah saja yang bisa menimbulkan aritmia atau masalah pada dentak jantung namun semua penyakit yang disebabkan oleh virus akan menyebabkan pasiennya mengalami masalah artimia. Hal itu dikarenakan jantung akan terbebani dengan keberadaan virus di dalam aliran darah manusia. Jantung akan berdetak lebih cepat dibandingkan dengan detak jantung orang yang normal. Jantung akan berusaha keras memompa darah ke seluruh tubuh sehingga jantung berdetak lebih keras atau cepat.

  1. Belakang Mata Sakit

Belakang mata sakit akibat dari menempelnya virus di otot mata. Otot mata atau bagian belakang mata yang sudah tertempeli dengan virus ini akan mengakibatkan belakang mata terasa ngilu dan nyeri.

  1. Peredaran Darah Tidak Stabil

Jantung yang kinerjanya terbebani untuk memompa dara ke seluruh tubuh bisa menyebabkan peredaran darah di seluruh tubuh manusia terganggu. Peredaran darah yang tidak stabil ini bisa menyebabkan gangguan kesehatan yang berhubungan dengan darah seperti tekanan darah rendah.

  1. Pembuluh Darah Bocor

Pasien ada yang mengalami pembuluh darah bocor sehingga memerlukan transfusi darah untuk penanganan lebih lanjut. Transfusi itu disebabkan oleh bocornya pembuluh darah akibat adanya penumpukan cairan pada bagian abdomen dan juga apda dada penderita demam berdarah. Akibatnya pembuluh darah akan menjadi bocor.

  1. Diare

Virus yang menempel pada usus dan organ pencernaan penderita demam berdarah akan mengalami diare. Diare itu juga disebabkan oleh ketidakmampuan usus besar yang sudah terinfeksi dengan virus dalam menyerap cairan dari sisa makanan di usus besar sehingga tinja yang dikeluarkan masih banyak cairan didalamnya.

  1. Pembesaran Limpa Dan Hati

Demam berdarah dalam tahap kritis penderitanya akan mengalami pembesaran limpa dan hati. Limpa merupakan organ yang vital bagi tubuh. Pihak medis harus meneliti dan memeriksa apakah pasien memiliki gejala liver bengkak  atau liver mengalami pembesaran ataukah tidak.

Jika limpa tidak bisa berfungsi dengan baik akibat pembesaran atau pembengkakan maka penumpukan cairan di dalam tubuh akan meningkat.Kondisi tersebut disebabkan oleh penyakit tertentu yang bisa menyebabkan kerusakan di dalam ginjal, hati dan juga sel-sel darah merah. Virus yang masuk ke dalam tubuh manusia yang mengidap demam berdarah bisa menyebabkan dirinya mengalami kerusakan sel-sel darah merah di dalam tubuhnya.

Demam Berdarah Hemoragik Atau Dengue ( DBD )

Pada umumnya gejala demam berdarah hemoragik mencakup semua tanda demam berdarah klasik. Semua pasien demam berdarah pasti akan merasakan gejala klasik ditambahkan degan gejala khusus dari demam berdarah yang dideritanya. Pasien demam berdarah dengan tipe ini membutuhkan terapi penggantian cairan yang ada di dalam tubuhnya. Jika terapi itu dilakukan dengan cepat dan tepat serta pendeteksian penyakit bisa dilakukan dengan cepat, pasien dengan jenis hemoragik bisa sembuh lebih cepat meskipun pernah mengalami masa krtis. Jika pasien tidak melakukan terapi penggantian cairan di dalam tubuh dengan cepat dan tepat, demam berdarah tipe hemoragik bisa menyebabkan kematian. Gejala demam berdarah hemoragik adalah berikut ini :

  1. Fenomena Hemoragik.
  2. Mengalami pendarahan hebat dan diikuti dengan adanya pembesaran hati maupun pembesaran limpa. Komplikasi dari terjadinya pembesaran hati atau limpa pasien akan mengalami penyakit Hepatitis A  .
  3. Kegagalan di dalam sistem sirkulasi atau sistem aliran darah manusia.
  4. Kerusakan yang ditemukan pada pembuluh darah. Pembuluh darah yang mengalami kerusakan adalah pembuluh darah yang ada di bagian limfa dan pembuluh darah di bawah permukaan kulit.
  5. Pasien akan mengalami trombositopenia yaitu jumlah atau nilai trombosit di dalam darah mengalami penurunan di bawah angka normal trombosit.
  6. Jika pasien demam berdarah klasik yang sudah parah akan mengalami anemia  dikarenakan pendarahan yang dialaminya. Orang yang mengalami demam berdarah hemoragik justru memiliki jumlah sel darah merah yang meningkat .
  7. Penurunan suhu tubuh bisa terjadi pada pasien demam berdarah hemoragik dalam fase kritis. Fase kritis itu adalah fase 7 hari setelah mengalami demam tinggi.
  8. Pasien akan mengeluarkan keringat dingin  pada malam hari. Keringat dingin itu adalah tubuh pasien bagian luarnya demam tinggi namun disertai dengan keringat yang membuat tubuh terasa dingin.
  9. Insomnia dikarenakan kondisi psikis yang terus gelisah dikarenakan gejala yang dialaminya.
  10. Tekanan darah terus menurun secara drastis sebelum virus tersebut mampu dihilangkan atau dikeluarkan dari dalam tubuh pasien.
  11. Pasien mengalami kebocoran plasma di dalam darah.

Demam Berdarah Sindrom Syok

Sindrom syok pada pasien demam berdarah merupakan infeksi virus Dengue yang paling parah. Alasannya adalah penderita demam berdarah sindrom syok akan mengalami semua gejala yang ada pada demam berdarah klasik dan demam berdarah dengue atau hemoragik. Jika dirasakan, gejala yang dialami pada pasien penyakit demam berdarah jenis ini lebih banyak dibandingkan dengan jenis demam berdarah lainnya.


Resiko kematian pada penderita syok dengue lebih besar dibandingkan dengan demam berdarah lainnya. Hal itu dikarenakan jika penderita syok dengue tidak mendapatkan penanganan dengan benar dan cepat kematian bisa mengintai pasien dalam waktu kurang lebih 12 sampai dengan 24 jam setelah syok terjadi pada pasien. Syok ditandai dengan tekanan darah yang semakin rendah setiap waktunya. Namun jika penderita bisa melewati masa syoknya selama dua sampai dengan tiga hari, pasien bisa sembuh ditandai dengan membaiknya nafsu makan dan pengeluaran urin yang meningkat. Berikut ini adalah gejala yang akan dialami oleh pasien demam berdarah jenis ini :

  1. Merasakan semua gejala demam berdarah dengue dan  demam berdarah klasik.
  2. Mengalami kebocoran cairan di bagian luar pembuluh darah.
  3. Mengalami pendarahan parah dengan ciri mengalami mimisan, muntah darah, tinja disertai darah.
  4. Mengalami syok dahsyat sehingga syok itu mengakibatkan hipotensi atau tekanan darah menjadi rendah. Jika tekanan darah semakin rendah akibatnya adalah sakit kepala yang dirasakan oleh pasien akan semakin parah selain itu pasien akan mengalami lemas berkepanjangan dikarenakan tubuh kekurangan darah dan kekurangan oksigen.
  5. Tubuh terasa dingin dikarenakan aliran darah di seluruh tubuh yang tidak maksimal. Tekanan darah rendah membuat tubuh memiliki tekanan yang sedikit untuk bisa mengalirkan darah ke seluruh tubuh.
  6. Sakit pada bagian perut dikarenakan masalah pencernaan dan gangguan pada usus.
  7. Kegagalan sirkulasi darah yang diakibatkan oleh tekanan darah yang rendah sehingga aliran darah tidak bisa dialirkan ke seluruh tubuh secara maksimal.
  8. Nadi lemah dan kadang cepat. Hal itu menandakan kinerja jantung yang kadang lemah dan kadang cepat.
  9. Tekanan nadi menurun akan dialami oleh orang yang mengalami syok dengue.
  10. Kulit terasa basah dan lembab setiap hari.
  11. Kondisi psikis pasien akan selalu berubah-ubah. Pasien akan mengalami gelisah dikarenakan tekanan darah di jantung tidak teratur sehingga menyebabkan detak jantung menjadi tidak teratur pula. Tidak hanya itu saja gejala lebih berat yang dialami oleh pasien syok membuat kondisi psikisnya tertekan dan merasakan kegelisahan ditandai dengan kesulitan tidur, tidur menjadi tidak berkualitas dan psikis tertekan.

Diagnosa Demam Berdarah

Setelah mendengarkan beberapa gejala dari demam berdarah. Pihak medis tidak langsung menyatakan bahwa penyakit itu adalah demam berdarah. Diperlukan berbagai macam pemeriksaan untuk menentukan diagnosa yang tepat. Berikut ini diagnosa yang akan dilakukan oleh pihak medis :

  1. Memeriksa Tekanan Darah

Medis akan melakukan pemeriksaan tekanan darah. Jika tekanan darah sangat rendah dan dibawah tekanan normal bisa jadi penyakit yang diderita disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri. Diagnosa ini memerlukan langkah diagnosa selanjutnya dan bisa digunakan untuk mengetahui jenis penyakit secara pasti. Hal itu dikarenakan infeksi yang disebabkan oleh virus sangat banyak sekali jenisnya tidak hanya demam berdarah saja. Banyak orang yang tidak sadar akan bahaya akibat darah rendah sehingga mereka berfikir bahwa darah rendah aman-aman saja

Baca :  Cara mengatasi darah rendah

  1. Kulit Pasien

Kulit pasien akan diperiksa oleh dokter atau pihak medis. Pihak medis akan memeriksa apakah ada memar di kulit pasien, adakan bintik merah pada kulit pasien dan adakah ruam merah di wajah pasien. Pemeriksaan ini juga membutuhkan pemeriksaan lanjutan.

  1. Pemeriksaan Laboratorium

Untuk mengetahui secara pasti penyakit yang dideita oleh pasien diperlukan pemeriksaan laboratorium atau diagnosis lab. Melalui pemeriksaan lab inilah akan diketahui kondisi tubuh pasien secara pasti dan penyakit yang dialaminya. Jika ada demam tinggi lebih dari tiga hari sebaiknya meminta bagi pihak medis untuk melakukan pemeriksaan darah atau mengambil sampel darah di dalam tubuhnya. Berikut ini pemeriksaan lab yang akan dilakukan untuk mendiagnosa demam berdarah :

  • Hemoglobin. Sampel darah yang diambil dari tubuh pasien akan dihitung jumlah hemoglobinnya. Hemoglobin merupakan jumlah sel darah merah di dalam tubuh manusia. Jika kadar hemoglobin rendah dan jauh di atas ambang normal maka kelainan darah telah terjadi di dalam tubuh orang tersebut.
  • Leukosit. Selain sel darah merah yang dihitung, dokter akan mengjhitung jumlah leukosit yang ada di dalam tubuh pasien. Pada hari ketiga demam pasien demam berdarah akan mengalami leukopenia dan pada hari keempat leukosit mencapai titik terendah. Setelah mengalami jumlah sel darah putih di tingkat rendah, jumlah sel darah putih atau leukosit bisa meningkat kembali setelah demam hari keempat.
  • Hematokrit. Pihak medis akan menghitung hematokrit pada tubuh pasien demam berdarah. Pada pasien demam berdarah jumlah hematokrit akan mengalami peningkatan sebanyak 20 persen dari nilai normalnya pada masa demam berdarah akut. Saat mengambil darah ini pasien demam berdarah harus dalam keadaan demam sehingga kenaikan 20 persen bisa didapatkan tanpa bantuan cairan infus. Nilai hematokrit yang normal adalah 42 sampai dengan 47 persen pada anak, sedangkan pada orang dewasa nilainya adalah 45 sampai dengan 57 persen. Jumlah hematokrit pada penderita demam berdarah akan bervariasi dihitung dari tubuh terinfeksi virus demam berdarah sejak pertama kali atau sejak demam pertama kali.
  • Trombosit. Yang akan dihitung oleh pihak medis untuk mengetahui jenis penyakit yang diderita adalah menghitung jumlah trombosit pada tubuh pasien demam berdarah. Kebanyakan pasien demam berdarah akan mengalami penurunan trombosit dari nilai normalnya. Pada masa akut demam berdarah, trombosit akan berjumlah 100.000 /mm3 di dalam darah. Saat trombosit memiliki jumlah atau nilai 100.000 /mm3 pasien harus segera dirawat inap. Untuk trombosit yang memiliki nilai 150.00 /mm3 pasien bisa melakukan perawatan jalan. Memang saat infeksi pertama kali jumlah trombosit dalam nilai normal, namun pada hari kedua dan ketiga infeksi trombosit akan menurun secara drastis. Nilai rendah tombosit bisa mencapai 20.000 /mm3.
  • Limfosit plasma biru. Medis akan memeriksa apakah di dalam darah ada limfosit plasma biru. Limfosit plasma biru memiliki bentuk bulat, sitoplasma berwarna biru tua sampai dengan gelap, inti dari plasma bulat, oval atau bisa mirip dengan ginjal.
  • Faal hemostasis. Pemeriksaan lab selanjutnya adalah akan melakukan pemeriksaan hemostasis. Pemeriksaan in penting dilakukan pada saat awal terkena penyakit. Pada penderita demam berdarah ditemukan adanya peningkatan kadar FDP dan kadar itu tidak menentukan ringan atau beratnya sakit demam berdarah yang dialami. Orang yang mengalami peningkatan FDP di dalam darahnya ditemukan tromboplastin parsial dengan masa protrombin dengan bentuk agak memanjang. FDP itu yang meningkatkan trombositopenia yang nantinya bisa menyebabkan pendarahan.
  1. Virologi

Merupakan langkah diagnosis untuk melakukan isolasi virus. Melakukan diagnosa ini membutuhkan keahlian teknik yang tinggi dan membutuhkan peralatan yang canggih. Diagnosa ini lebih sulit dibandingkan dengan diagnosa secara serologi, oleh sebab itu pihak medis banyak yang memilih diagnosa dengan cara serologi.

  1. Serologi

Ada lima tahapan pemeriksaan uji serologi dasar untuk megetahui apakah pasien mengalami infeksi demam berdarah ataukah tidak. Uji serologi tersebut adalah berikut ini :

  • Uji hambatan hemaglutinasi.
  • Uji fiksasi komplemen.
  • Uji Netralisasi
  • IgM Capture enzymelinked immunosorbent assay
  • Indirect Ig G ELISA.

Itulah gejala demam berdarah berdasarkan dengan tipenya atau jenisnya. Selama ini banyak orang awam mengira jenis demam berdarah hanya satu macam saja namun pada kenyatannya demam berdarah memiliki tipe yang beragam dengan gejala yang beragam pula. Saat musim penghujan seperti saat ini melakukan cara mencegah demam berdarah lebih baik dibandingkan dengan mengobati. Cara mencegahnya sangat mudah sekali yaitu dengan menjaga kebersihan lingkungan, menjaga kebersihan di dalam rumah, mengubur barang bekas yang sudah tidak terpakai lagi, menguras bak dan penampungan air.

Tidak hanya itu saja, biasakan untuk tidak menggantung pakaian dengan gantungan pakaian karena pakaian yang tergantung itu bisa dijadikan sebagai tempat persembunyian yang paling disukai oleh nyamuk. Dengan mencegah hal-hal yang bisa menyebabkan terjadinya demam berdarah menandakan bahwa anda dan keluarga terlindungi dari demam berdarah.

, , ,
Post Date: Saturday 23rd, January 2016 / 15:03 Oleh :
Kategori : Demam Berdarah