18 Penyebab Demam Tinggi dan Cara Mengobatinya

15519

Suhu tubuh menjadi salah satu ukuran apakah kondisi tubuh sehat atau tidak. Suhu tubuh kita akan berubah-ubah sesuai kondisi yang berbeda. Pada pagi hari biasanya suhu tubuh normal sekitar 36.3 derajat Celcius. Kemudian pada siang hari menjadi 37.6 derajat Celcius dan 37 derajat Celcius pada sore hari. Bahkan ketika Anda melakukan berbagai aktifitas yang banyak membutuhkan gerakan maka suhu tubuh juga akan naik. Ada banyak pengaruh yang berhubungan dengan kenaikan suhu tubuh. Salah satu bagian yang paling diperhatikan adalah jika tubuh Anda mengalami demam. Demam berarti suhu tubuh meningkat, badan menggigil, tidak bisa beraktifitas dan kehilangan konsentrasi.

Demam biasanya akan sembuh sendiri selama beberapa hari dan tidak membutuhkan perawatan yang lebih lanjut. Hanya saja dalam kondisi tertentu demam memang membutuhkan obat. Ada berbagai jenis penyebab demam yang muncul pada setiap penderita. Berikut ini adalah beberapa penyebab demam yang paling sering terjadi.

  1. Infeksi

Ketika tubuh terkena infeksi maka demam menjadi pertanda pertama yang bisa mudah dikenali. Ada banyak jenis infeksi yang bisa terjadi pada tubuh karena terkena bakteri, virus, kuman atau jamur. Infeksi bisa menyebabkan demam banyak terjadi pada bayi, anak-anak, remaja , orang dewasa dan bahkan usia lanjut. Beberapa penyakit akibat infeksi yang sering menunjukkan tanda-tanda demam adalah seperti penyakit influenza, batuk, campak, dan berbagai jenis penyakit menular lain. Infeksi yang menyebabkan demam bisa diberikan obat untuk mengurangi demam. Golongan obat yang paling sering digunakan misalnya acetaminophen, ibuprofen dan aspirin. Namun beberapa orang termasuk bayi atau anak-anak terkadang bisa sembuh dari demam tanpa diberikan obat-obatan.

  1. Demam Setelah Imunisasi

Bayi dan anak-anak maupun orang dewasa bisa mengembangkan demam setelah mendapatkan imunisasi. Demam adalah efek samping yang sangat umum dan hampir semua orang mengalami hal ini. Reaksi efek samping imunisasi lain yang paling sering terjadi adalah pembengkakan pada daerah bekas imunisasi, bercak merah dan benjolan yang mengeras di daerah suntikan. Untuk mengatasi demam ini biasanya tidak memerlukan obat atau perawatan lain. Ibu bisa memberikan kondisi yang nyaman untuk bayi seperti memeluk, memberikan nutrisi tambahan, dan mengompres dengan air dingin pada bekas suntikan. Jika Anda ingin memberikan obat untuk mengatasi demam sebaiknya dilakukan dengan pengawasan resep dari dokter.

  1. Tumbuh Gigi pada Balita

Balita atau anak-anak yang akan mengalami fase tumbuh gigi juga akan merasakan demam. Ketika usia antara 4 hingga 7 bulan maka beberapa gigi susu bayi akan tumbuh. Pertumbuhan gigi ini akan menyebabkan beberapa pertanda seperti demam yang muncul. Bahkan demam bisa terjadi ketika tanda-tanda gigi muncul belum terlihat. Anda tidak perlu memberikan obat khusus untuk mengatasi demam. Membuat anak dan bayi menjadi lebih nyaman akan membantu kondisi mereka untuk bisa mengatasi rasa sakit. Beberapa anak juga mengalami penurunan nafsu makan sehingga Anda bisa membuat menu makanan yang mudah dikunyah dan tidak terlalu keras.

  1. Pertumbuhan Gigi Geraham Bungsu

Remaja dan orang dewasa yang mulai masuk ke tahap pertumbuhan gigi bungsu juga akan mengalami hal yang sama. Ketika gigi mulai muncul maka bagian geraham bungsu yang terletak di ujung rahang bagian bawah dan atas di dua sisi yaitu kanan dan kiri akan membengkak. Pembengkakan akan membuat tubuh Anda merasa tidak nyaman. Gejala yang paling sering terjadi adalah demam , sakit gigi dan kondisi tubuh yang tidak bisa nyaman untuk beraktivitas. Bahkan ketika gigi sudah tumbuh maka tetap saja demam bisa terjadi dalam waktu yang tidak menentu. Hal ini bisa terjadi karena infeksi atau gigi geraham bungsu Anda tumbuh keluar dari jalur. Cara untuk menyembuhkan masalah ini adalah dengan mengangkat semua gigi geraham bungsu. Pada dasarnya gigi geraham bungsu memang tidak berfungsi.

  1. Penyakit Autoimun

Penyakit autoimun atau inflamasi menjadi salah satu indikasi yang muncul ketika tubuh sering demam. Demam bisa terjadi karena sistem kekebalan tubuh justru melawan tubuh itu sendiri. Sel yang seharusnys melawan infeksi justru menyerang sel sehat dan menyebabkan gangguan sistem kekebalan tubuh. Penderita biasanya akan mengalami demam yang lebih sering dibandingkan orang yang sehat. Demam bukan hanya gejala yang sering terjadi, sebab ada beberapa gejala lain seperti menggigil, keringat malam berlebihan, kehilangan kesadaran dan rasa sakit di semua bagian tubuh dan sendi. Beberapa jenis penyakit ini misalnya seperti penyakit lupus,  penyakit celiac, dan jenis penyakit lainnya. Demam bisa menjadi indikasi bahwa ada kondisi yang tidak normal pada tubuh.

  1. Penyakit Kanker

Penderita kanker juga akan lebih sering menghadapi kondisi tubuh yang demam. Hal ini terjadi ketika kanker telah menyebabkan sistem kekebalan tubuh menurun dan membuat infeksi penyakit mudah masuk ke dalam tubuh. Demam yang terjadi pada beberapa waktu bisa menunjukkan bahwa sel kanker sedang tumbuh dan menyerang bagian tubuh. Beberapa jenis kanker yang sering menyebabkan demam adalah seperti kanker limfoma, kanker darah, kanker tulang, kanker ginjal, hati, dan otak. Terkadang penderita tidak hanya demam saja tapi juga mengembangkan gejala lain seperti berkeringat berlebihan pada malam hari dan tubuh sering menggigil. Penyebaran kanker ke organ tubuh yang lain juga bisa menyebabkan demam.

  1. Infeksi Bakteri

Penyebab demam tinggi biasanya dikarenakan oleh bakteri. Infeksi bakteri juga bisa membuat penderita merasa demam. Kondisi ini paling sering dipengaruhi oleh beberapa jenis bakteri yaitu : Staphylococcus, Streptococcus, Clostridium difficile, Listeria monocytogenes, Pseudomonas dan Escherichia coli. Berikut ini jenis penyakit atau gangguan yang sering terjadi karena infeksi bakteri tersebut.

  • Staphylococcus : adalah jenis bakteri yang paling sering menyebabkan gangguan kulit, biasanya untuk penderita kanker maka infeksi bisa menjadi lebih buruk. Pemberian obat antibiotik untuk menyembuhkan infeksi sangat diperlukan.
  • Streptococcus : adalah jenis bakteri yang bisa menyebabkan infeksi pada bagian kulit. Beberapa penderita juga bisa mengalami infeksi di bagian dalam tubuh seperti di paru-paru. Jika kondisi ini terjadi maka bisa menyebabkan peradangan yang bisa menyerang bagian tubuh yang lain.
  • Clostridium difficile : ini termasuk jenis bakteri yang disebabkan karena tubuh menerima antibiotik dalam jumlah yang berlebihan dan terus menerus. Hal ini bisa menyebabkan bakteri berkembang di saluran pencernaan dan sangat berbahaya. Gejala yang paling sering terjadi adalah demam, diare, mual dan muntah.
  • Listeria monocytogenes : bakteri ini menyebar lewat makanan yang sudah terkontaminasi bakteri. Kondisi ini biasanya paling sering terjadi pada orang yang sensitif seperti bayi dan ibu hamil. Beberapa jenis makanan yang sering menyebabkan kontaminasi bakteri ini seperti sayuran mentah, daging yang sudah lama disimpan dalam kulkas, susu dan olahan daging yang dibakar.
  • Pseudomonas : ini adalah jenis bakteri yang bisa menyebar lewat lingkungan seperti udara, tanah dan air. Kondisi bisanya paling sering terjadi pada orang yang mudah sakit dan memiliki sistem kekebalan tubuh yang buruk. Orang yang baru pemulihan dari sakit karena perawatan lama di rumah sakit juga lebih rentan terhadap bakteri ini.
  • Escherichia coli (E. coli) : ini adalah jenis bakteri yang sering ditemukan pada usus. Kondisi ini bisa menyebabkan tubuh menjadi demam, sakit perut dan diare.
  1. Infeksi Virus

Infeksi virus sering menyebabkan gangguan untuk sistem kekebalan tubuh. Virus bisa masuk ke dalam tubuh lalu mulai berkembang biak. Pada tahap awal mungkin tidak menyebabkan gejala. Namun setelah beberapa waktu maka virus akan menyerang tubuh dan membuat penderita demam tinggi. Infeksi karena virus sering menjadi sangat serius ketika menyerang organ bagian dalam tubuh. Setiap orang bisa memiliki sistem kekebalan tubuh yang berbeda dan memiliki reaksi yang berbeda juga untuk melawan virus. Virus merupakan salah satu mikroorganisme yang sangat kecil dan tidak bisa hidup sendiri. Mereka akan melakukan infeksi terhadap sel tubuh yang sehat dan menyebabkan penyakit.

  1. Penyakit Influenza

Penyakit influenza paling sering menyebabkan demam dan tubuh menjadi tidak nyaman. Orang yang terkena virus penyebab influenza biasanya memiliki sistem kekebalan tubuh yang akan melakukan pertahanan. Namun ketika tubuh lemah maka virus berhasil masuk ke dalam tubuh. Gejala yang paling sering terjadi ketika infeksi sudah masuk ke tubuh adalah seperti demam, sakit kepala, bersin dan hidung meler. Biasanya virus penyebab influenza akan hilang sendiri selama beberapa hari. Tapi orang yang memiliki kesehatan rentan biasanya membutuhkan obat untuk mengatasi gejala tersebut.

Baca : Gejala flu – Cara menghilangkan Flu – Penyebab Flu

  1. Penyakit Herpes

Penyakit herpes yang disebabkan oleh infeksi virus herpes juga bisa menyebabkan demam. Virus ini biasanya tidak menyebabkan infeksi jika tubuh kuat untuk menolak virus. Namun ketika sistem kekebalan tubuh sangat lemah maka bisa menyebabkan kondisi tubuh menurun. Beberapa orang mungkin akan mengalami kondisi yang lebih buruk dari demam.

Baca : Penyebab Herpes – Virus Herpes

  1. Penyakit Cacar Air

Penyakit cacar air yang disebabkan oleh virus herpes simplex juga bisa menyebabkan tubuh penderita demam tinggi. Virus bisa berkembang dan tinggal dalam tubuh selama beberapa waktu. Kemudian ketika sistem kekebalan tubuh memburuk maka virus bisa menyerang kembali. Kondisi ini bisa menyebabkan tubuh demam, meriang, dan muncul bintik-bintik yang berisi air. Ketika bintik air memecah maka bisa menyebabkan penyebaran yang lebih cepat. Demam biasanya akan turun selama bebeapa hari setelah semua bintik air keluar.

  1. Infeksi Jamur

Orang yang terkena infeksi jamur juga bisa mengalami demam tinggi yang sangat buruk. Jamur bisa masuk ke dalam tubuh dengan berbagai cara. Sementara ketika sistem kekebalan tubuh menurun maka infeksi jamur bisa berkembang lebih serius. Beberapa jenis infeksi jamur yang sering menyebabkan demam antara lain seperti sariawan,  infeksi jamur setelah melakukan transplantasi organ tubuh, infeksi akibat jamur protozoa yang bisa menyebabkan penyakit toksoplasmosis. Jadi jamur memang bisa menyebabkan infeksi yang membuat tubuh demam dan menggigil.

  1. Efek Samping Obat

Ketika Anda menerima beberapa obat untuk mengatasi penyakit tertentu maka juga bisa menyebabkan demam. Beberapa obat yang sering menyebabkan demam antara lain seperti antibiotik. Semua orang awalnya memang bisa menerima antibiotik tanpa efek samping. Namun jika Anda terlalu sering menerima antibiotik maka bisa menyebabkan tubuh tidak bisa menerima dosis yang sama. Kondisi ini sering menyebabkan demam dan tidak nyaman. (Baca : Efek samping antibiotik)

  1. Menerima Transfusi Darah

Karena kondisi tertentu maka transfusi darah memang sangat diperlukan. Namun ternyata transfusi darah juga bisa menyebabkan demam. Kondisi ini disebabkan karena darah lain yang baru masuk ke dalam tubuh mengandung sel-sel baru dan sistem antibodi yang akan memperkuat tubuh. Ini termasuk sebagai salah satu efek samping transfusi darah. Untuk mengatasi demam maka biasanya perawatan selama beberapa hari di rumah sakit diperlukan atau sesuai dengan kondisi tubuh yang berbeda.

  1. Masalah Pembekuan Darah

Demam juga bisa menyebabkan masalah pada pembekuan darah. Kondisi ini terjadi ketika pembekuan darah menyebabkan penggumpalan darah di beberapa bagian pembuluh darah. Hal ini biasanya terjadi pada kaki. Masalah ini bisa menjadi sangat serius ketika pembekuan darah ke arah paru-paru. Kondisi bisa menjadi lebih buruk karena menyebabkan tubuh tidak bisa bernafas dengan baik, tubuh kekurangan oksigen dan menyebabkan peradangan pada sistem pembuluh darah. Peradangan inilah yang akan menyebabkan tubuh menjadi demam tinggi.

  1. Cuaca Sangat Panas

Ketika cuaca sangat panas maka juga bisa menyebabkan demam. Hal ini sering menyebabkan tubuh memberikan reaksi yang berlebihan terhadap suhu panas. Kondisi ini sering ditandai dengan demam tinggi, menggigil, tubuh melemah, kehilangan konsentrasi dan sangat lesu. Efeknya sangat berat karena bisa menyebabkan penderita kehilangan kesadaran dan membutuhkan perawatan intensif. Negara-negara yang sering menghadapi badai udara panas biasanya warganya sering mengalami kondisi seperti ini. Demam menjadi sangat serius ketika tubuh sama sekali tidak bisa mengeluarkan keringat yang akan menyebabkan kematian.

  1. Tubuh Kekurangan Nutrisi

Tubuh yang kekurangan nutrisi juga bisa menyebabkan demam tinggi. Kondisi kekurangan nutrisi bisa terjadi karena memang tubuh tidak mendapatkan asupan nutrisi yang baik atau karena kondisi penyakit tertentu yang menghambat penyerapan nutrisi. Berbagai jenis makanan yang masuk ke dalam tubuh harus memiliki kandungan vitamin, mineral, protein, karbohidrat dan lemak dalam jumlah yang sesuai kebutuhan tubuh. Tubuh yang kekurangan nutrisi tidak bisa mengembangkan bentuk tubuh yang sesuai dengan perkembangan usia. Beberapa tanda kekurangan nutrisi adalah seperti gangguan pencernaan akut, gangguan pertumbuhan pada tulang, memori yang sangat buruk dan sering demam.

  1. Kelelahan

Tubuh yang mengalami kelelahan yang sangat berat juga bisa menyebabkan demam. Banyak orang yang mengalami hal ini dan mereka menganggap sebagai gangguan yang sangat umum. Namun ada perhatian khusus ketika tubuh Anda merasa sangat lelah dan demam tinggi. Demam bisa menjadi indikasi bahwa tubuh membentuk jaringan untuk melawan penyakit yang masuk atau memang tubuh memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Ketika kekebalan tubuh sangat lemah maka bisa menyebabkan tubuh mudah terkena penyakit akibat infeksi atau peradangan. Jadi perhatikan ketika demam terjadi saat tubuh sedang lemah.

Tanda Demam Berbahaya

Demam bisa menjadi reaksi tubuh untuk melawan infeksi dan penyebab penyakit lain. Anda tidak perlu cemas dan hanya perlu menunggu demam turun. Pemberian obat-obatan untuk menurunkan demam bisa menjadi kondisi yang berbahaya terutama karena efek samping. Berikut ini adalah beberapa tanda ketika demam sudah masuk ke tahap yang berbahaya sehingga Anda membutuhkan bantuan medis.

  1. Anak atau orang dewasa yang mengalami demam dengan suhu lebih dari 39 derajat Celcius. Kondisi ini berhubungan dengan infeksi sumber penyakit tertentu.
  2. Anak atau orang dewasa demam lebih dari 38 derajat Celcius selama lebih dari dua hari berturut-turut, baik demam yang naik turun atau suhu demam stabil.
  3. Anak atau orang dewasa yang demam disertai dengan rasa malas, tidak ingin melakukan berbagai aktifitas, tubuh lesu, lemah dan sangat sensitif terhadap cahaya.
  4. Anak atau orang dewasa yang demam dan tidak bisa menelan minuman sehingga kemungkinan terkena dehidrasi atau kekurangan cairan.
  5. Anak atau orang dewasa yang demam dan sulit untuk bernafas.
  6. Anak atau orang dewasa yang demam setelah terkena racun akibat makanan, minuman atau gigitan serangga atau hewan tertentu.

Cara Mengatasi Demam Tanpa Obat

  1. Cobalah untuk mandi dengan air hangat. Air hangat bisa membuat suhu tubuh menurun secara perlahan. Jika Anda mandi dengan air dingin maka bisa membahayakan organ tubuh karena penurunan suhu yang sangat drastis sehingga menyebabkan tubuh menggigil. Ketika Anda mandi dengan air hangat maka sinyal tubuh akan membantu menurunkan tubuh secara perlahan dan tidak menyebabkan gangguan peredaran darah untuk sistem pembuluh darah.
  2. Kompres dengan air dingin pada beberapa bagian tubuh seperti ketiak dan selangkangan. Tekanan air dingin pada bagian tubuh ini akan membantu tubuh dalam mengurangi penguapan dari dalam. Biasanya kompres ini sangat efektif untuk orang dewasa maupun anak-anak.
  3. Untuk membuat tubuh Anda tetap nyaman meskipun demam maka usahakan untuk membersihkan tubuh dengan air hangat. Anda bisa mengusapkan handuk lembut yang sudah dicelupkan ke dalam air hangat. Cara ini bisa Anda lakukan jika tidak berani mandi air hangat karena suhu tubuh sangat tinggi.
  4. Cobalah untuk minum segelas teh hangat. Segelas teh hangat akan membantu Anda bisa mengeluarkan banyak keringat sehingga membantu menurunkan demam yang tinggi. Teh juga bisa membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga bisa melawan infeksi yang terjadi pada tubuh.
  5. Jika Anda tidak suka minum teh maka segelas air jahe hangat juga bisa membantu. Jahe mengandung bahan yang bisa membantu melawan infeksi, melegakan saluran pernafasan dan membuat tubuh menjadi lebih segar. Minum segelas air hangat yang dicampur dengan jahe akan membuat tubuh Anda menjadi lebih baik.
  6. Jika Anda merasa tidak nyaman dan tidak nafsu makan karena demam, maka cobalah untuk makan sayuran yang ditambah dengan cabai. Cabai mampu membuat tubuh yang demam menjadi lebih hangat dan nyaman. Selain itu cabai juga mengatasi peredaran darah yang tidak lancar selama demam sehingga menyebabkan tubuh menjadi lebih baik.
  7. Anda juga bisa mencoba untuk menggunakan kaus kaki yang sebelumnya sudah direndam dalam air panas. Setelah itu peras sehingga semua airnya keluar dari kaus kaki dan hanya tinggal uap panas saja. Gunakan kaus kaki ini ketika tidur dan uap panas bisa membantu peredaran darah di kaki menjadi lebih baik dan membantu menurunkan panas.
  8. Minum air sebanyak 8 hingga 12 gelas air mineral bisa membantu menurunkan demam. Air akan membantu tubuh mendapatkan suhu yang normal karena mencegah dehidrasi dan menurunkan panas dengan cepat.
  9. Jika Anda tidak memiliki gangguan penyakit maag atau asam lambung yang tinggi maka minumlah segelas air perasan jeruk merupakan buah yang mengandung vitamin C. Air perasan jeruk akan membantu Anda untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga mencegah agar peradangan atau demam tidak bertambah parah.
  10. Jika Anda demam tinggi maka cobalah untuk makan semangkuk sup yang berisi sayuran, daging dan kaldu tulang ayam. Kuah yang berisi kaldu ayam akan membantu tubuh merasa lebih baik karena nutrisi kaldu bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan membantu mengurangi infeksi. Bahkan kaldu tulang juga bisa membantu merangsang kerja sel darah putih untuk melawan infeksi.

Jadi demam adalah kondisi yang sangat umum dan bisa terjadi pada siapa saja. Anda tidak perlu khawatir jika terkena demam, hanya saja harus mulai waspada jika menunjukkan gejala penyakit tertentu. Demam dipercaya sebagai reaksi tubuh untuk menolak penyakit dan membuat sistem kekebalan tubuh bekerja. Karena itu perhatikan apa saja penyebab demam itu sendiri dan mengobati demam sesuai dengan penyebabnya.