7 Bahaya Demam Berdarah Dengue (DBD)

Bahaya demam berdarah memang terkadang disepelekan sebagian orang, namun mereka harus tahu bahwa bisa mematikan dalam hitungan hari. Nyamuk merupakan salah satu hewan yang dapat mendatangkan malapetaka bagi umat manusia. Salah satunya adalah nyamuk berjenis Aedes aegypti. Hal ini disebabkan kemampuan nyamuk ini yang jika menyerang manusia dapat memberikan dampak yang sangat berbahaya bahkan berakibat fatal seperti kematian jika tidak segera mendapatkan penanganan dengan baik. Manusia yang diserangnya pun tidak pandang bulu, dari segala kalangan usia baik anak-anak maupun dewasa. Penyakit yang diakibatkan nyamuk ini di Indonesia dikenal dengan nama Demam Berdarah Dengue (DBD).

Keberadaan nyamuk Aedes aegypti banyak ditemukan di daerah tropis. Populasinya akan semakin banyak saat memasuki musim hujan. Nyamuk ini akan bersarang pada tempat yang digenangi oleh air bersih. Bahkan air hujan juga mampu menjadi sarang yang baik untuk hewan ini. Tak sulit untuk mendirikan sarang bagi nyamuk ini. Karena di setiap bekas kaleng, atau bekas wadah kotor yang ada airnya, semua bisa menjadi sarang bagi nyamuk ini.

Selain itu, nyamuk ini memiliki keistimewaan dibandingkan jenis nyamuk lainnya. Di mulai dari siklus hidupnya yang berbeda dengan nyamuk biasa. Ia hanya bisa aktif dari pagi hari sampai jam 3 sore. Maka selama pagi hari sampai sore nyamuk Aedes aegypti akan menularkan virus dengue pada manusia. Inilah alasan mengapa pembasmi nyamuk yang datang ke rumah anda saat siang hari saja.

artikel terkait:

Cara Penyebaran Demam Berdarah

Penyebaran penyakit ini diawali oleh manusia yang telah terinfeksi yang digigit oleh nyamuk sehingga nyamuk tersebut menghisap darah yg telah terinfeksi virus dengue. Kemudian nyamuk tersebut menggigit manusia lain dan menghisap darah, pada kondisi inilah penularan terjadi melalui kelenjar ludah si nyamuk virus akan menyebar ke tubuh manusia tadi. Manusia yang awalnya sehat akan terinfeksi virus demam berdarah. Selanjutnya nyamuk akan terbang dan menggigit manusia sehat lainnya. Kejadian ini berulang sehingga membentuk siklus berkelanjutan dari penyebaran virus ini.

Gejala Demam Berdarah

Umumnya mereka yang terkena virus dengue akan mengalami gejala demam berdarah seperti ini:

1. Demam tinggi

Alasan mengapa penyakit yang di bawa oleh nyamuk ini di namakan dengan demam berdarah, karena penderitanya akan mengalami demam yang tinggi. Suhu badan penderitanya mencapai 39-40 derajat celcius. Padahal orang normal hanya memiliki suhu tubuh 36-37 derajat celcius.

artikel terkait: penyebab demamdemam naik turun – cara kompres yang benar untuk demammakanan untuk orang demam

2. Sakit kepala

Karena demam yang tinggi tadi membuat penderita merasakan sakit kepala yang hebat. Hal ini yang menyebabkan penderita merasa pening, lemas, dan hanya ingin tidur.

artikel terkait:

3. Demam tanpa batuk

Hal ini tergantung pada kekebalan tubuh masing-masing orang. Jika seseorang memiliki kondisi yang baik, sistem imun juga baik, maka hanya akan mengalami demam saja. Namun beberapa orang yang terserang virus ini, sudah mengalami penurunan kondisi tubuhnya. Maka demamnya juga di sertai batuk.

4. Sakit perut

Penderita selain mengalami demam juga akan merasakan sakit perut. Baik hanya sebatas mual saja. Namun ada juga yang sampai mengalami muntah.

5. Badan terasa gatal

Efek dari di gigit nyamuk pasti terasa gatal. Maka setelah penderita terinfeksi nyamuk demam berdarah, akan terasa gatal di tangan atau kakinya.

6. Nyeri pada bagian persendian

Selain itu, penderita juga mengalami nyeri pada bagian persendian. Mereka akan terlihat lelah, padahal tidak melakukan aktivitas apapun. Virus ini memang memberikan efek yang menyebabkan penderita merasa lelah tanpa melakukan kegiatan apapun.

7. Muncul bintik merah

Meskipun sebenarnya tidak semua penderita demam berdarah mengalami gejala ini. Tapi kebanyakan kasus menyebutkan bahwa penderita demam berdarah memiliki bintik merah pada permukaan kulit tangan dan kakinya. Biasanya bintik ini gatal, dan susah hilang.

artikel terkait: gejala demam berdarah pada anak – ciri-ciri demam berdarah

Fase Demam Berdarah

Ketika anda sudah pernah terinfeksi penyakit ini, bukan berarti di kemudian hari anda tidak memiliki kesempatan untuk tertular lagi. Oleh karena itu, kewaspadaan perlu ditingkatkan, terlebih jika ada anggota keluarga anda yang sudah terinfeksi. Penderita dari penyakit ini tidak akan langsung terserang penyakit, akan mengalami beberapa fase demam berdarah seperti yang akan dijelaskan di bawah ini:

  • Fase pertama

Pada fase pertama ini, penderita hanya akan mengalami demam. Lamanya demam bisa mencapai 3 hari lamanya. maka biasanya penderita belum terdeteksi kalau mereka sudah terserang virus demam berdarah. Sebab demam ini di anggap sama seperti demam demam penyakit biasanya. Hanya saja rentan waktunya yang lama dan suhu tubuh yang tinggi.

  • Fase ke dua

Pada tahap ini demam yang di alami oleh penderita sudah berangsur membaik. Suhu tubuhnya juga sudah menurun. Tapi jangan salah, malah pada fase inilah yang di namakan dengan fase kritis. Sebab virus sedang mulai bersarang dan menyebar di dalam tubuh. Oleh karena itu, tingkat kewaspadaan harus tetap terjaga pada tahap ini dengan teratur tetap memberikan pengobatan dan perawatan yang intesnsif pada penderita.

  • Fase ke tiga

Inilah fase terakhir dari penyakit demam berdarah. Pada tahap ini di namakan sebagai fase penyembuhan. Baru setelah penderita lolos dari fase inilah yang dinamakan sudah sembuh dari penyakit demam berdarah.

Beberapa bahaya demam berdarah yang bisa berakibat fatal jika tidak segera di tangani, antara lain:

1. Trombosit atau keping darah menurun

Selain sel darah merah dan sel darah putih, perlu anda ketahui masih ada satu jenis darah lagi yang ada di dalam tubuh manusia. Namanya adalah trombosit atau keping darah. Fungsinya membantu untuk menaikan sistem kekebalan tubuh agar manusia bisa terhindar dari segala macam penyakit. Trombosit dapat bekerja dengan optimal jika kadar trombosit ini berada dalam jumlah normal, yaitu 150.000-450.000 per mikro liter darah.

Namun ketika terserang penyakit demam berdarah, jumlah trombosit dalam darah ini menjadi turun. Jika jumlahnya semakin menurun, maka kekebalan tubuh anda semakin buruk. Hal ini berarti virus sudah mulai menyebar luas di dalam tubuh.

artikel terkait: cara meningkatkan trombosit darah – efek kelebihan trombosit

2. Penyempitan pembuluh darah

Bahaya kedua yang akan mengintai penderita penyakit demam berdarah adalah mampu membuat pembuluh darah menyempit. Ini di sebabkan karena trombosit atau keping darah yang semakin lama semakin menurun kadarnya sehingga pembuluh jadi mengecil. Padahal hal ini di nilai membahayakan. Harusnya darah bisa mengalir ke beberapa organ penting seperti otak dan jantung akan terhambat.

artikel terkait: cara menjaga kesehatan peredaran darah – cara menjaga kesehatan peredaran darah manusia

3. Resiko kebocoran pada darah

Penderita penyakit demam berdarah akan memiliki resiko kebocoran darah. Dalam tubuh manusia, semuanya sudah di atur jalannya. Tidak ada yang bebas mengambang di dalam tubuh. Termasuk darah. Alirannya berada di pembuluh darah. Kemudian mengalir ke organ tubuh. Jika pembuluh darahnya mengecil, maka darah tidak bisa mengalir. Maka apa yang akan terjadi? Kebocoran. Darah akan masuk ke seluruh rongga tubuh yang bukan jalannya. Ini bisa berakibat fatal jika di biarkan.

4. Kepala terasa sangat pusing

Harusnya darah berada di dalam tubuh manusia. Berada dalam pembuluh darah, mengalir dari jantung ke seluruh tubuh serta ke otak. Karena organ organ inilah yang paling membutuhkan darah. Sayangnya jika pembuluh darah menyempit, maka darah yang mengalir tidak sesuai dengan porsinya. Padahal jantung sudah bekerja sebagaimana mestinya. Hanya saja tidak mengalir ke otak, atau hanya sedikit saja. Hal ini membuat penderita penyakit demam berdarah mengalami pusing karena otak mengalami kekurangan oksigen.

artikel terkait: kepala sering pusing – kepala sering terasa berat pusing dan mual – mata berkunang kepala pusing

5. Darah keluar dari rongga tubuh

Bagaimana bisa darah yang ada di dalam tubuh keluar dari rongga tubuh? Sebab darah yang harusnya ada di dalam aliran pembuluh darah tidak bisa berjalan. Ini karena pembuluh darah yang kecil salurannya. Darah yang juga memiliki molekul besar tidak muat masuk ke dalam pembuluh darah. Maka ia akan mengalir bebas, mengambang di tubuh manusia. Hal ini juga bisa mengakibatkan darah mengalir pada rongga tubuh yang bisa kontak langsung dengan dunia luar. Misalnya mulut, hidung, mata, telinga, dan kulit yang memiliki pori-pori besar.

6. Menyebabkan kekurangan darah

Darah yang harusnya ada di dalam tubuh tadi malah keluar akibat kebocoran pembuluh darah. Apakah kondisi ini berbahaya? Sangat berbahaya. Sebab hal ini bisa menyebabkan penderita mengalami kekurangan darah. Seharusnya darah yang ada di dalam tubuh mengalir dari jantung, ke seluruh tubuh, dan otak. Maka jika sampai darah keluar ke luar tubuh, tentu saja menyebabkan penderitanya mengalami kekurangan darah.

artikel terkait: ciri-ciri kurang darah – akibat kurang darah

7. Resiko tinggi kematian

Inilah bahaya demam berdarah yang paling fatal. Penderita yang sudah mengalami kekurangan darah atau bahkan pendarahan parah akan berisiko tinggi pada kematian. Karena darah yang ada di dalam tubuh tidak berada dalam kondisi normal. Otak dan jantung pun tidak mendapat pasokan oksigen yang adekuat. Terlambat sedikit saja dalam pemberian pertolongan, penderita ini akan meninggal.