Home Penyakit dan KelainanDemam Demam Naik Turun – Penyebab, Penyakit dan Pengobatan

Demam Naik Turun – Penyebab, Penyakit dan Pengobatan

by Ana Rohma

Masalah demam memang paling mudah dan paling sering mendatangi manusia. Apalagi ketika sistem tubuhnya sedang tidak enak, mereka akan cenderung sering mengalami demam. Saat kekebalan tubuhnya menurun, mereka juga akan demam. Ketika bakteri yang ada di dalam tubuhnya berubah menjadi aktif, sehingga berpotensi timbul penyakit, mereka juga akan demam. Oleh sebab itu, tidak bisa di klasifikasikan demam ini merupakan penyakit serius atau tidak. Demam bisa di katakan  menjadi salah satu bentuk gejala, menjadi sinyal dan tanda bahwa tubuh anda tidak dalam keadaan baik baik saja.

Demam menjadi bentuk bahwa tubuh dalam keadaan yang tidak baik. Beberapa penyakit parah, seperti demam berdarah, malaria, cikungunya, dan lain sebagainya juga di tandai dengan gejala demam. Begitu pula penyakit yang ringan, seperti masuk angin, flu, dan lain sebagainya juga di tandai dengan demam. Maka bisa di katakan, demam adalah suatu kondisi seseorang yang menunjukan gejala tubuh yang tidak normal.

Fluktuasi Demam

Lalu bagaimana jika demam tersebut mengalami fluktuasi? Kadang anda akan menemui suatu kondisi, seperti demam yang mengalami fluktuasi. Sekarang ini demam tinggi besok juga masih tinggi, esoknya lagi sudah mulai menurun. Kemudian hari ke empat, demamnya sudah hampir tidak ada. Namun setelah hari ke lima, demamnya kembali pada taraf tinggi, bahkan lebih tinggi dari demamnya yang pertama. Bagaimana mengatasi masalah tersebut? Apakah ini menjadi salah satu tanda tanda yang buruk? Mengapa kondisi bisa sedemikian cepat berubah?

Kasus penyakit Demam Naik turun

Ada suatu cerita, di tetangga rumah samping saya, mengalami masalah demam seperti ini. Jadi ia divonis oleh dokter terkena penyakit gejala chikungunya. Demam dalam tubuhnya naik turun tidak menentu. Karena kondisi yang tak kunjung membaik, maka orang tua memutuskan untuk membawanya ke rumah sakit. Anak tersebut selama satu minggu terpaksa harus opname, di rawat di rumah sakit. Begitu pun di sana, keadaan demamnya juga naik turun tidak menentu. Hingga akhirnya selama hampir 3 hari berturut turut, demam anak menurun. Wajahnya juga sudah terlihat berseri, tidak pucat pasi seperti sedia kala.

Dengan kepercayaan penuh, sang ibu meminta dokter untuk membawa anaknya pulang. Ini sudah di buktikan dengan keadaan anaknya yang sudah membaik. Dokter tidak mengijinkan. Beliau mengkhawatirkan jika ke esokan harinya anak akan mengalami demam tinggi lagi. Beliau juga menjelaskan pada orang tua anak tersebut, untuk sabar menunggu kesembuhan anaknya. Sampai ke esokan harinya, kestabilan kondisi anak sudah benar benar terlihat membaik. Sang ibu dengan keyakinan penuh untuk membawa pulang anak tersebut. Kembali ia meminta ijin dari dokter. Setelah di cek up, memang kondisi anak sudah membaik, jauh lebih membaik dari sebelumnya. Kemudian si anak di ijinkan pulang dari rumah sakit.

Sampai rumah, anak sudah kembali ceria. Ia di bolehkan bermain oleh orang tuanya, asal di sekitar rumah saja. Sayangnya, pada malam hari, kondisi anak malah memburuk. Demamnya kembali naik lagi. Sang ibu berniat untuk membawanya ke rumah sakit. Berharap agar kondisi anaknya segera membaik. Sayang seribu sayang, keesokan harinya saat ibu bersiap siap untuk membawa anaknya ke rumah sakit, si anak sudah tidak ada. Ia sudah di panggil oleh yang maha kuasa, menghadapnya.

Masalah demam yang naik turun ini sempat menjadi momok di kampung kami. Bahkan ada yang berpendapat, ada campur tangan setan dalam penyakitnya. Anak yang baru pulang dari rumah sakit, tiada uzur apa pun, sebelumnya terlihat hampir sembuh, siapa sangka malah terjadi fatal.

Apa yang di maksud dengan demam?

Merupakan suatu kondisi yang di tandai dengan keadaan tubuh memiliki suhu di atas normal suhu tubuh biasa. Peningkatan suhu ini dipengaruhi oleh beberapa alasan. Salah satunya adalah karena adanya peningkatan molekul kecil yang ada di dalam tubuh. Molekul ini dinamakan dengan pirogen yang di yakini sebagai pemicu tubuh agar terus meningkat panasnya.

Keadaan demam yang terjadi pada manusia tidak bisa di cap sebagai sinyal kondisi yang serius. Demam juga bisa menjadi suatu petunjuk bahwa tubuh anda sedang berjuang melawan infeksi dan bakteri yang ada di dalam tubuh anda. Secara umum, demam memang kerap di sebabkan oleh adanya infeksi bakteri. Baik yang ringan maupun yang berbahaya, Misalnya adalah demam berdarah.

Penyebab

Demam yang bisa muncul pada manusia ada beberapa pengaruhnya. Seperti di iringi dengan munculnya kondisi bawaan. Beberapa bentuk kondisi bawaan ini adalah :

  • Batuk
  • Pilek
  • Sakit ketika menelan
  • Batuk dengan dahak
  • Sesak di bagian tertentu
  • Nyeri pada perut
  • Nyeri pada telinga
  • Adanya ruam atau kemerahan pada kulit

Jika kondisi demam di iringi dengan beberapa ciri fisik seperti ini, maka demam mungkin terjadi karena bawaan. Pada taraf seperti ini fluktuasi demam tidak terlalu kentara. Jika batuk, pilek, nyeri, dan berbagai kondisi bawaan tadi sudah sembuh, maka demam juga akan menurun. Tapi ada pula beberapa kasus yang tidak terjadi seperti itu. Jika demam naik turun dengan irama yang tidak menentu, fluktuasi tidak bisa di perkirakan sebelumnya, kemungkinan ada hal lain di dalam tubuh sang anak. Bisa jadi ada penyakit yang parah dan berbahaya untuk kesehatan dan keselamatannya.

Demam yang tidak membahayakan

Biasanya kondisi yang di takutkan adalah keadaan demam pada anak anak. Maka tenanglah bagi semua orang tua, bahwa tidak semua demam yang terjadi pada anak anak akan membahayakan. Misalnya anak yang mengalami demam karena usai menjalankan imunisasi, demam karena tanda adanya alergi, demam karena pertumbuhan gigi pertamanya, dan lain sebagainya. Ini menjadi suatu hal yang alamiah bagi anak anak. Maka orang tua tidak perlu mencemaskanna. Walaupun kejadiannya sama, yakni naik turun seperti demam demam yang membahayakan.

Tapi jika ternyata demam tersebut di sertai dengan beberapa hal lain, misalnya seperti kejang kejang atau step, kemudian muncul mimisan, lalu ada bintik bintik merah kemerahan dan ini sudah terjadi selama 3 hari, baru anda mencemaskannya. Untuk itu segeralah memeriksakannya pada tenaga medis.

Demam yang terjadi naik turun

Sedangkan ada pula yang mengalami demam naik turun. Inilah kondisi yang di sebut mengkhawatirkan. Untuk itu, di sarankan pada orang tua  agar melakukan pemeriksaan seperti tes darah di laboratorium. Bisa jadi anak terkena penyakit penyakit yang berbahaya. Misalnya terkena tifus, demam berdarah dan lain sebagainya.

Sedangkan jika anak mengalami demam yang tinggi. Kemudian dalam waktu beberapa saat demam tersebut turun lagi. Lalu ketika satu minggu kemudian terkena demam lagi dan hanya sembuh dalam kurun waktu beberapa hari saja. Ini mungkin akan mengundang perhatian bagi sang ibu. Bisa jadi anak tersebut mengalami gangguan atau penyakit di dalam tubuhnya. Misalnya terkena gangguan sistem kekebalan tubuh. Pada masalah ini membutuhkan penanganan yang serius dan harus di periksa di laboratorium.

Oleh sebab itu, keadaan demam yang terjadi secara naik turun atau berfluktuasi pada anak tidak dapat dikatakan bahaya ataupun tidak berbahaya. Ini harus melalui proses pemeriksaan, jika memang belum diketahui masalah kesehatan yang di derita anak. Bisa jadi merupakan tanda penyakit yang ringan atau bisa menjadi tanda penyakit yang berbahaya. Oleh sebab itu, sangat disarankan untuk segera melakukan pemeriksaan apabila anak anda sudah mengalami panas naik turun lebih dari tiga hari. Hal ini bisa berguna sebagai tindakan pencegahan jika memang terjadi gangguan kesehatan yang berdampak buruk pada kesehatannya.

Patokan suhu tubuh yang menjadi dasar demam :

Ada beberapa patokan umum yang menjadikan nama tubuh anda terserang demam atau tidak. Berikut adalah datanya :

  • Bayi usia di bawah 3 bulan

Pada usia ini masih di nilai memiliki usia yang rendah. Maka sistem kekebalan tubuhnya belum terlau baik. Jika suhu normal seseorang adalah 37,5 derajat, maka bai yang sudah bersuhu di atas 38ºc akan di anggap demam. Tubuh mereka ringkih dan belum tentu masih bisa bertahan hidup.

  • Bayi usia 3-6 bulan

Untuk usia bayi yang sudah berkembang ini tentu saja memiliki patokan yang berbeda dengan yang usia 3 bulan tadi. Maka berdasarkan data, bayi dengan suhu di atas 38,5ºc sudah di anggap memiliki demam. Untuk itu lebih baik di periksakan jika terjadi sesuatu. Masa masa usia di bawah 6 bulan, bayi akan mudah sekali terkena gangguan dan penyakit yang bisa berkembang sampai ia dewasa.

  • Bayi dan anak di atas usia 6 bulan

Lanjut lagi dengan bayi yang sudah sedikit lebih besar. Pada usia bayi seperti ini, jika panas suhu tubuh sudah berada di atas 39ºc maka ia di indikasikan masuk demam. Untuk itu segera di periksakan pada dokter untuk melihat perkembangannya, apakah ada hal yang tidak beres dengan keadaan anak tersebut atau tidak.

  • Pantauan ekstra untuk anak dengan bakat kejang demam

Sedangkan yang terakir adalah untuk memantau dengan ekstra anak anak yang biasa terkena step atau kejang kejang. Biasanya jika mereka terkena sedikit demam, akan langsung kumat step atau kejang kejang. Ini sudah bawaan sejak lahir. Kondisi mereka lebih berbahaya dari bayi bayi yang sebelumnya. Untuk itulah mereka perlu di berikan pengawasan dan penanganan ketat dari pada yang lainyya.

Penyakit

  • Demam berdarah dengue

Penyakit yang di sebabkan oleh nyamuk ini juga menggunakan demam yang memiliki fluktuasi tinggi. Penderita penyakit demam berdarah akan mengalami masa-masa demam yang naik turun secara bergantian. Awalnya selama 2 sampai dengan 7 hari ia mengalami demam tinggi yang terjadi selama berkontinyu. Kemudian baru setelah hari ke 4 atau 5 demam mulai turun kembali. Penderita penyakit ini juga mengalami berbagai  kondisi bawaan seperti sakit kepala yang amat sangat, nyeri bagian persendian, mual mual sampai muntah, nyeri di bagian ulu hati, ada ruam ruam dan bintik merah pada bagian kulit. Beberapa mengalami mimisan sampai dengan gusi berdarah, juga warna feses atau tinja yang menghitam.

Penyakit ini tergolong berbahaya. Jika tidak segera di tangani, bisa berakibat fatal. Pasien akan terus di kontrol keadaan trombositnya.

  • Demam tifoid

Demam ini biasa mengenai pasien yang menderita penyakit tipus. Biasanya demam akan berjalan naik dan turun tidak menentu. Apalagi pada keadaan malam hari, biasanya demam akan cenderung meninggi. Namun kondisi ini tetap tidak mengubah penderita merasa lemas dan tak berdaya bangun dari tempat tidur. Pasien juga mengalami kondisi bawaan, misalnya seperti terasa mual mual sampai muntah, lidah yang terasa kotor, lemah, lesu, sampai mengalami konstipasi atau diare.

  • Malaria

Selain itu, penyakit yang bisa menyebabkan keadaan demam naik turun adalah malaria. Fluktuasinya tidak menentu sampai beberapa hari. Selama satu minggu an penderita akan mengalami panas tinggi. Kemudian pada hari selanjutnya, panas akan menurun selama beberapa hari. Kadang kala jika mereka tidak teliti, menganggap penurunan panas dan demam ini adalah tanda-tanda kesembuhan. Padahal pada kala itu adalah masa fluktuasi demam yang menurun. Kondisi ini sama buruknya ketika demam masih tinggi. Maka penderita tidak boleh melakukan banyak aktivitas, meskipun demam tubuhnya sudah menurun.

  • Gangguan metabolik

Masalah demam naik turun juga bisa menjadi kode tubuh bahwa ada yang tidak normal. Salah satunya adalah terjadi gangguan pada sistem metabolik. Bisa saja ada kuman typus yang menyebabkan anda terkena tipus. Atau terkena ISK yakni infeksi saluran kencing. Ada baiknya untuk anda memeriksakan diri ke dokter. Jika selama 3 hari demam masih belum reda, biasanya akan ada tindakan lanjut dari dokter. Seperti dilakukan pemeriksaan darah laboratorium yang menggunakan apusan darah tepi. Bisa juga menggunakan serologik pada darah. Jika memang ada masalah bagian kemih, bisa dilakukan pemeriksaan urin, dan lain sebagainya. Biasanya adanya indikasi demam adalah kode tubuh telah terserang bakteri.

  • Meningitis

Merupakan salah satu penyakit yang sempat menjadi momok negara kita karena kematian salah satu artis kondang, olga. Sebenarnya penyakit apa ini? Meningitis merupakan salah satu penyakit radang yang menyerang pada membran pelindung yang menyelubungi otak dan sumsum tulang belakang. Penyebabnya adalah bakteri atau virus.

Sayang menurut hasil terakhir, jenis virus yang ada bukan hanya satu dan dua. Tetapi, jenisnya virus atau bakteri juga berbeda-beda. Ini semua tergantung pada cara pendektesiannya. Virus paling jelek itu adalah hsv atau herfes simpleks virus. Jika seseorang sudah terkena virus itu, bisa meninggal saat itu juga. Jika kondisinya masih baik, ia akan meninggal beberapa hari kemudian.

Jika penyakit ini timbul, maka akan di temui beberapa gejala yang sering muncul. Misalnya berupa demam, sakit kepala dan pening, kejang kejang, mual-mual sampai mau muntah, sampai dengan kesadaran menurun.

Kapan anak harus di bawa ke dokter?

Keadaan anak yang masih kecil, berusia di bawah satu tahun juga kadang mengalami fluktuasi yang naik turun. Namun ketika kondisi demam sampai belum turun sesudah lewat 72 jam tanpa ada gejala lain yang mengikuti, ini sudah masuk tanda-tanda lain. Apalagi jika sudah dilakukan tes urin untuk mencoret kemungkinan isk (infeksi saluran kemih).

Secara umum, rerata demam berlangsung antara dua sampai tiga hari lamanya. Sedangkan jika demam yang baru berlangsung 1-2 hari tanpa gejala lain dan didukung tanpa melakukan tes urin atau tes darah, tidak bisa ditegakkan diagnosanya. Kondisi ini, akan membuat  dokter hanya memberikan obat umum atau dengan kata lain tidak spesifik untuk penyakit tertentu. Sayangnya, justru  obat jadi tidak efektif. Hal ini hanya akan memperberat kerja metabolisme. Padahal  tanpa memberikan hasil dan efek yang pasti.

Selanjutnya jika demamnya mengiringi batuk pilek, ini menandakan bahwa ia bukan sedang mengalami suatu penyakit. Namun menjadi tanda bahwa tubuh sedang melawan virus common cold. Biasanya anak dengan kondisi ini akan mengalami demam ini bisa berlangsung seminggu. Jangan khawatir, tetap memberikan perawatan pada anak.

Pengobatan

Karena demam yang sudah muncul dan menjangkiti tubuh anda tidak bisa di tolak, maka ada beberapa hal yang bisa membantu untuk mengatasinya. Meskipun tidak menyembuhkan atau bekerja sebagai obat, namun dengan melakukan berbagai hal ini bisa membantu untuk memperbaiki kondisi anda. Apa sajakah kegiatan tersebut?

  • Istirahat yang cukup

Untuk mengatasi demam, memang paling baik adalah istirahat yang cukup. Gunakan waktu yang ada untuk tidur lebih dahulu. Bahkan akan semakin baik jika anda tidur dalam keadaan lampu yang mati. Sebab pada saat anda tidur dengan lampu mati, tubuh akan memproduksi hormon hormon yang penting untuk tubuh. Misalnya adalah hormon melantonin. Keistimewaanya antara lain bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Sayangnya untuk mengeluarkannya bukan perkara yang mudah. Harus pada malam atau dini hari dengan kondisi ruangan yang gelap.

  • Makan makanan yang bergizi

Selain diimbangi dengan istirahat cukup, juga harus makan makanan yang bergizi. Ini bisa membantu untuk menghasilkan zat-zat mikro nutrien dan makro nutrien yang di perlukan oleh tubuh. Nutrisi tersebut berguna untuk mengembalikan kesehatan dan stamina tubuh. Tentu saja berguna untuk mempercepat proses pemulihan tubuh anda.

  • Paksa untuk makan, meskipun dalam porsi kecil

Ketika sakit, tetap paksalah tubuhmu untuk tetap makan. Meskipun sedikit saja, meskipun hanya beberapa suap saja. Sebab tubuh yang dibiarkan tidak makan, semakin memperlemah kondisi kesehatan tubuh. Biasakan tetap makan, tidak apa jika hanya menampung dalam porsi kecil.

  • Perbanyak minum

Kondisi sakit memang membuat tubuh terlihat drop. Banyak cairan yang digunakan untuk mempertahankan kondisi tubuh. Namun biasanya saat sakit, anda tidak akan tertarik pada makanan dan minuman. Hal ini membuat tubuh anda kekurangan cairan dan elektrolit di dalam tubuh. Jika di biarkan berlarut larut, akan membuat kondisi tubuh dehidrasi. Keadaan ini juga bisa berlangsung fatal jika tetap di biarkan. Maka paksalah untuk tetap meminum air. Semakin banyak air yang di minum, akan membantu dalam pembuangan racun dan zat zat yang tidak berguna untuk tubuh.

  • Dikompres dengan air hangat

Kemudian untuk membantu kondisi demam agar segera menurun, bisa menggunakan cara ini. Yakni dengan mengompres dengan air hangat. Fungsinya bisa membantu untuk menurunkan panas serta berguna sebagai relaksasi atau pengenduran otot-otot yang ada di sekitar mata.

  • Mengkonsumsi obat

Cara selanjutnya adalah dengan menggunakan bahan kimia yang sudah sesuai dengan takaran tubuh manusia. Obat ini biasanya adalah parasetamol yang berguna untuk menurunkan panas anda. Selain itu juga ada beberapa obat yang berguna untuk menurunkan panas, misalnya adalah ibuprofen dan aspirin. Namun penggunaan ibuprofen tidak boleh pada penderita demam berdarah. Sedangkan aspirin tidak boleh di berikan pada anak anak. Sebab di khawatirkan bisa menyebabkan terjadinya sindroma reye.

inilah beberapa ulasan mengenai gejala demam yang bisa timbul dengan fluktuasi tidak menentu, naik dan turun selama beberapa hari memang membuat kita bingung. maka jika memang tidak menginginkan keadaan semakin memburuk, ada baiknya untuk di lakukan pemeriksaan pada ahlinya.

Informasi tentang gangguan demam lainnya :

You may also like