Tuesday, March 19, 2019

Penyakit Tifus

Tifus atau tipes merupakan salah satu jenis penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang menyerang segala usia. Baik anak kecil maupun dewasa, semuanya memiliki faktor resiko terserang tifus yang sama. Tifus, yang memiliki nama ilmiah Salmonella Typhimurium Pathogenesis merupakan penyakit yang muncul karena adanya infeksi dari bakteri atau kuman yang masuk ke dalam tubuh.

Statistic menunjukkan bahwa bakteri yang menyebabkan penyebab tifus sudah menyerang hampir 2.5 juta jiwa setiap tahunnya. Dapat dibayangkan bagaimana cepatnya persebaran dari penyakit tifus ini. Tifus sendiri pada dasarnya bukanlah penyakit yang mematikan atau penyakit kronis, namun memiliki tingkat infeksi dan penularan yang sangat tinggi.

Bakteri Penyebab Tifus

Biang keladi alias penyebab dari penyakit tifus pada manusia sebenarnya hanya satu. Adalah sebuah bakteri yang bernama bakteri salmonella denfan naman latin Salmonella Typi. Bakteri ini hingga saat ini merupakan satu – satunya jenis bakteri yang menimbulkan tifus, yang mudah ditemui terutama di tempat yang tidak steril dan kotor.

Bakteri salmonella masuk ke dalam tubuh melalui jalur pencernaan, dan kemudian menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah.

Bagaimana kita bisa terjangkit bakteri salmonella Typhi?

Banyak hal yang dapat menyebabkan kita terinfeksi bakteri salmonella typhi. Biasanya semua terjadi karena makanan yang kita konsumsi kotor dan tidak higienis. Berikut ini beberapa hal yang dapat membuat kita terjangkit bakteri salmonella :

  1. Minum air isi ulang yang tidak jelas sumber airnya (baca : bahaya air minum isi ulang)
  2. Membeli jajanan di pinggir jalan
  3. Makan tanpa mencuci tangan terlebih dahulu (baca : cara mencuci tangan)
  4. Minum air tanah yang keruh tanpa dimasak
  5. Makan di tempat yang kotor dan tidak higienis
  6. Mengkonsumsi makanan yang belum matang betul

Gejala Tifus

Penyakit tifus sendiri memiliki beberapa gejala yang patut anda waspadai. Beberapa gejala dari penyakit tifus mirip dengan gejala – gejala yang terjadi pada demam berdarah, shingga perlu pemeriksaan lebih lanjut. Berikut in gejala – gejala yang muncul ketika anda mengalami penyakit tifus :

  1. Gangguan pada lambung

Ketika anda mulai merasakan gejala tidak nyaman pada lambung setelah mengkonsumsi makanan ‘ asing ‘ maka kemungkinan anda mengalami gejala tifus. Biasanya hal ini berasal dari bakteri yang masuk ke dalam organ pencernaan. Beberapa ciri dari gejala ini adalah :

  • Sakit perut
  • Mual dan muntah
  • Infeksi pada usus 12 jari, yang mengakibatkan rasa nyeri pada perut sebelah kiri
  • Sakit pada perut bagian atas dan bagian ulu hati.
  1. Perubahan pola buang air besar.

Perubahan pola buang air besar ini merupakan salah satu efek dari munculnya diare yang dialami oleh penderita penyakit tifus. Hal ini deisebabkan oleh infeksi bakteri yang berasal dari makanan yang tidak steril yang menginfeksi tubuh.

  1. Demam Tinggi

Inilah salah satu gejala yang kadang sering salah diartikan sebagai gejala demam berdarah. Memang, penderita tifus dan demam berdarah sama – sama akan merasakan panas tinggi yang sangat menyiksa. Biasanya pasien akan mengalammi demam tinggi dengan suhu hingga mencapai 40 C, dan bertahan selama beberapa hari. Gejala demam tinggi ini juga biasanya disertai dengan :

  • Pusing kepala
  • Sakit kepala
  • Tubuh terasa lelah dan lemas
  1. Melambatnya detak jantung.

Apabila anda merasa panas tinggi dengan detak jantung dan detak nadi yang cenderung melambat, maka dapat dipastikan anda mengalami atau terserang penyakit tifus. Hal ini disebabkan oleh kuman dan bakteri penyebab tifus yang menebarkan racun, sehingga memperlambat detak nadi dan jantung.

  1. Lidah putih dan gemetar

Bagian tengah lidah dari penderita tifus akan berwarna putih dan biasanya akan disertai gejala gemetar pada lidah. Namun perlu diingat, putihnya liddah ini bukan merupakan ciri – ciri lidah yang tidak bersih, namun memang lidah akan berwarna lebih putih dan pucat.

Cara Menyembuhkan Tifus

Sebelum anda didiagnosa menderita penyakti tifus, anda akan melakukan screening test terlebih dahulu. Selain dilihat dengan gejala – gejala yang muncul, sampel darah, urine dan feses anda akan diperiksa di dalam laboratorium untuk memastikan apakah anda benar – benar menderita tifus atau tidak.

Ketika tes laboratorium selesai, maka anda akan diberikatn antibiotic untuk mencegah perkembangan dan melakukan pembunuhan terhadap bakteri – bakteri yang ada di dalam tubuh anda.

Cara terbaik merawat pasien tifus adalah dengan menggunakan fasilitas rawat inap di rumah sakit. Karena asupan nutrisi dan asupan obat akan lebih terjamin ketika pasien melakukan rawat inap di rumah sakit. Nutrisi dan obat antibiotic akan diberikan secara teratur dan berkala dengan menggunakan suntikan.

Rata – rata pasien tifus akan mengalami peningkatan kondisi kesehatan setelah melalui 3 – 4 hari rawat inap di rumah sakit. Dan biasanya pasien akan benar – benar fit dan pulih setelah beberapa minggu.

Makanan Untuk Penderita Tifus

Mulai dari saat masih melakukan rawat inap hingga proses penyembuhan, para pasien tifus memiliki beberapa jenis makanan yang baik untuk dikonsumsi. Berikut ini makanan – makanan yang baik untuk dikonsumsi :

  1. Makanan yang mengandung protein tinggi tapi tidak digoreng, seperti :
    • Ayam rebus
    • Ikan rebus
    • Kacang kedelai rebus
  2. Makanan yang tidak bersifat asam
  3. Makanan yang tidak pedas
  4. Sayur – sayuran, namun dengan serat yang rendah, seperti :
  5. Makanan lunak yang mudah dicerna, seperti :
    • Bubur
    • Nasi tim
    • Kentang tumbuk
    • Pisang
    • Pudding

Cara Mencegah Tifus

Untuk mencegah infeksi oleh bakteri salmonella dan terjangkit tifus, anda dapat menerapkan beberapa tips di bawah ini :

  1. Hindari penggunaan air minum isi ulang yang tidak jelas asal usulnya
  2. Selalu jaga kebersihan peralatan makan
  3. Hindari jajan sembarangan, terutama di tempat yang kotor dan tidak higienis
  4. Istirahat Cukup
  5. Rajin berolahraga dan bergerak
  6. Cuci tangan dengan menggunakan sabun
  7. Minum air putih secara teratur.

Itulah beberapa informasi lengkap mengenai penyakit tifus. Semoga bermanfaat bagi anda.

Recommended