Friday, June 21, 2019
Home Penyakit dan Kelainan Infeksi Saluran Kencing

Infeksi Saluran Kencing

infeksi saluran kencingInfeksi saluran kencing (ISK) adalah infeksi yang terjadi pada bagian sistem kemih yang melibatkan saluran kemih, ureter, ginjal, kandung kemih dan uretra. Penyakit ini lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pada pria. Infeksi saluran kencing bisa menjadi sangat berbahaya bila infeksi mulai menyebar ke bagian ginjal. Perawatan yang sangat serius dibutuhkan untuk menyembuhkan infeksi. Tahap ringan biasanya hanya diobati dengan jenis antibiotik tertentu sementara waktu. Dalam tahap yang lebih berat membutuhkan perawatan khusus di rumah sakit.

Tipe Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih biasanya menyerang pada beberapa tahap. Pertama kali infeksi saluran kemih terjadi pada bagian saluran kemih bagian bawah yaitu kandung kemih dan ureter. Kemudian tanpa perawatan yang tepat maka infeksi akan menyebar ke bagian ureter dan ginjal. Berikut ini adalah beberapa tipe infeksi saluran kemih.

1. SISTITIS (Infeksi pada Kandung Kemih)

Sistitis adalah peradangan yang terjadi pada kandung kemih. Biasanya penderita akan mengalami infeksi pada uretra atau uretritis. Rasa sakit akan semakin parah apabila kandung kemih tidak bisa kosong saat setelah buang air kecil. Infeksi bakteri menjadi penyebab yang paling sering ditemukan. Beberapa orang juga bisa menderita sistitis karena proses terapi radioterapi atau penggunaan cairan khusus pada organ genital.

Gejala Sistitis

Pada awalnya gejala memang tidak akan terasa secara langsung. Tapi tanpa disadari ketika infeksi sudah parah maka akan menunjukkan beberapa gejala seperti :

  • Sering buang air kecil secara terus menerus dengan volume yang sedikit dan harus melakukan dorongan kuat atau mengejan saat buang air kecil.
  • Ada rasa panas dari saluran kemih hingga organ genital saat buang air kecil.
  •  Pada kondisi khusus bisa menyebabkan pendarahan dari saluran urin jadi ada urin dalam darah.
  • Urin memiliki warna yang lebih pekat,kental dan aroma yang lebih menyengat.
  • Rasa sakit pada bagian panggul saat beraktivitas.
  • Badan kurang nyaman dan disertai dengan demam.
  • Perut pada bagian bawah seperti tertekan dan keras.
  • Anak-anak yang terkena sistitis akan lebih sering mengompol pada siang hari.

Penyebab Sistitis

Penyebab sistitis secara umum adalah infeksi dari Eschericia coli. Wanita memiliki resiko yang lebih sering karena area genital wanita lebih dekat dengan sumber bakteri dari dubur. Penyakit ini pada dasarnya bukan penyakit menular dan bisa diobati.

2. URETRITIS (Infeksi pada Uretra)

Uretritis adalah peradangan yang terjadi pada bagian uretra. Penyakit ini menjadi penyakit infeksi saluran kencing paling awal sebelum menyebar ke bagian sistem kemih lain. Kondisi ini dapat terjadi jika ada bakteri yang masuk ke bagian saluran kemih kemudian bakteri hidup dalam lingkungan ini.

Bakteri akan masuk ke saluran kemih dari bagian atas sehingga menyebabkan kandung kemih tidak bekerja dengan sempurna. Urin yang seharunya keluar juga mungkin bisa masuk ke saluran kemih dan tidak keluar sepenuhnya.

Penyebab Uretritis

Uretritis disebabkan oleh infeksi yang berasal dari bakteri yang masuk ke saluran uretra. Infeksi ini lebih sering disebabkan oleh jenis bakteri :

  • E. coli (bakteri yang berasal dari tinja)
  • Gonococcus (bakteri yang menular karena hubungan seksual)
  • Clamidia trachomatis (bakteri yang ditularkan karena hubungan seksual).

Gejala Uretritis

Gejala paling umum dari uretritis adalah rasa tekanan yang sangat sakit saat buang air kecil. Selain itu beberapa penderita juga merasa gejala lain seperti:

  • Selalu ingin buang air kecil dan merasa tekanan pada bagian perut bawah.
  • Buang air kecil akan terasa lebih sulit sehingga terkadang harus menekan perut bagian bawah.
  • Rasa gatak dan nyeri yang berlebihan pada bagian organ genital.
  • Rasa sakit yang sangat terasa saat berhubungan intim.
  • Keluar cairan (keputihan) yang berlebihan dari vagina bagi wanita dan pria akan mengeluarkan air mani (sperma).

3. PIELONEFRITIS (Infeksi pada Ginjal)

Pielonefritis adalah infeksi atau peradangan kandung kemih yang sudah mencapai ginjal. Kondisi ini bisa terjadi karena infeksi yang berlanjut telah mencapai bagian atas sistem kemih, sehingga urin dari ureter tidak bisa keluar dan kembali ke sistem kemih atas dan bahkan mencapai bagian ginjal.

Ini adalah infeksi yang paling serius dari sistem kemih dan membutuhkan penanganan yang sangat serius. Infeksi ini dapat menyerang bagian ginjal dan menyebabkan kerusakan untuk ginjal.

Gejala Pielonefritis

Infeksi pielonefritis biasanya sudah terjadi selama beberapa lama. Kondisi ini juga sering ditemukan pada orang yang mengalami infeksi saluran kencing dan tidak mendapatkan perawatan atau tidak diobati. Gejala yang biasanya muncul adalah sebagai berikut.

  • Tubuh menjadi lebih lemah dan disertai dengan demam tinggi.
  • Rasa sakit yang sangat parah pada bagian pangkal paha.
  • Sakit perut yang menyebar tanpa bisa dijelaskan.
  • Keinginan buang air kecil yang terlalu sering (Sering buang air kecil).
  • Ada tekanan yang berlebihan saat buang air kecil.
  • Rasa panas saat buang air kecil.
  • Ada pendarahan atau nanah yang berasal dari urin.
  • Urin memiliki warna yang lebih keruh dan bau yang menyengat.

Bahaya Pielonefritis

Pielonefritis adalah kondisi yang sangat serius dan harus mendapatkan perawatan yang tepat. Beberapa penderita biasanya perlu dirawat di rumah sakit untuk penanganan yang lebih tepat. Berikut ini adalah beberapa potensi bahaya yang bisa terjadi dari pielonefritis :

  • Pielonefritis bisa menyebabkan kerusakan ginjal yang sangat serius atau kerusakan ginjal tetap. Kondisi ini akan membuat fungsi ginjal menurun hingga membutuhkan penanganan khusus misal operasi pengangkatan ginjal.
  • Penderita juga bisa menghadapi keracunan darah. Kondisi ini bisa terjadi karena ginjal yang berfungsi untuk menyaring semua limbah tubuh mendapatkan banyak bakteri yang tinggal dalam ginjal. Bakteri bahkan akan menyebar ke semua bagian tubuh lewat darah sehingga terjadi keracunan darah.
  • Penderita terutama wanita yang sedang hamil biasanya memiliki resiko kelahiran bayi prematur dan bayi dengan berat yang lebih rendah.

Cara Mencegah Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih bisa terjadi pada semua orang termasuk laki-laki dan perempuan, meskipun perempuan memiliki resiko yang lebih besar. Infeksi ini bisa dicegah dengan berbagai cara terutama menjaga kebersihan area genital setelah buang air besar maupun buang air kecil.

Berikut ini adalah beberapa cara untuk mencegah penyakit infeksi saluran kemih :

  • Konsumsi banyak air minum – Air minum bisa membantu mencairkan urin sehingga akan lebih sering buang air kecil. Sering buang air kecil dalam waktu yang normal dan tanpa keluhan berarti bisa membersihkan bakteri yang tinggal dalam saluran kemih. Jadi Anda bisa mencegah infeksi ini dengan cara yang praktis.
  • Membersihkan organ genital – Ketika Anda membersihkan organ genital setelah buang air kecil atau air besar maka lakukan gerakan dari bagian depan ke belakang. Wanita harus melakukan cara ini untuk mencegah infeksi bakteri yang ada pada bagian anus ke vagina.
  • Produk kebersihan organ kewanitaan – Bagi wanita sebaiknya menghindari semua jenis produk untuk membersihkan organ kewanitaan. Produk pembersih organ kewanitaan dapat menyebabkan iritasi pada bagian saluran kemih dan menyebabkan infeksi saluran kemih.
  • Buang air kecil setelah berhubungan intim – Bagi laki-laki dan perempuan sebaiknya harus selalu buang air kecil setelah berhubungan intim agar tidak ada bakteri yang masuk ke saluran uretra.

[one_fourth]Bahaya Infeksi Saluran Kencing[/one_fourth]

[one_fourth]Obat Infeksi Saluran Kemih[/one_fourth]

[one_fourth]penyebab sakit saat buang air kecil[/one_fourth]

[one_fourth_last]Kencing sedikit sedikit[/one_fourth_last]

Baca juga :  –

Recommended