Karotenoid – Fungsi – Sumber Makanan – Dosis – Efek Kelebihan dan Kekurangan

1211

Karotenoid adalah pigmen berwarna dominan merah-jingga alami yang biasanya terdapat pada tumbuhan dan dapat membantu proses fotosintesis pada tumbuhan. Biasa dijumpai pada tumbuhan seperti kloroplas dan kromoplas tumbuhan seperti alga atau ganggang dan beberapa spesies fungi atau jamur. Sedangkan beta karoten adalah senyawa organik yang memberikan warna jingga pada tumbuhan seperti wortel, labu dan ubi. Karoten dapat diproduksi melalui beberapa organisme tersebut.

Ada lebih dari 600 karotenoid yang dikenal, dan dalam tubuh manusia terdapat 25 karotenoid yang dibawa dari alam dan makanan yang dikonsumsi. Diantaranya yaitu karotena yang dapat dibagi lagi menjadi dua yaitu alfa karoten dan beta kroten.Karotenoid dibagi menjadi dua kelompok besar yaitu xantofil dan karoten. Sebagai pigmen, karoten menyerap cahaya dan memantulkannya kembali sebagai pengantar elektron dan sebagai zat antioksidan pada proses fotosintesis tumbuhan. Karoten juga dibagi menjadi dua yaitu beta karoten dan alpha karoten yang berfungsi untuk memproduksi Vitamin A.

Karotenoid sebagian besar berupa hidrokarbon yang larut dalam lemak serta strukturnya menyerupai lemak. Adanya struktur ikatan rangkap pada molekul ini menyebabkan bahan ini mudah teroksidasi ketika terkena udara. Karotenoid juga mempunyai sifat fisika yaitu:

  • Larut dalam lemak
  • Tidak tarut dalam air
  • Larut dalam aseton, alkohol, heksan, metanol dan etanol.
  • Sensitif terhadap oksidasi

Karotenoid dibagi menjadi dua jenis yaitu:

  • Karoten, yaitu merupakan hidrokarbon dan turunannya yang terdiri dari beberapa senyawa karotenoid.
  • Xantofil, yaitu karotenoid yang mengandung gugus hidroksil, misalnya lutein, rubixantin.

Kandungan pada keduanya adalah 40 karbon aktif yang terdiri dari 8 unit isopren. Keduanya tidak larut dalam air, tapi dapat larut dalam alkohol, dan pelarut organik lainnya.

Fungsi Karotenoid

1. Sebagai Antioksidan dalam Buah dan Sayur

Dalam pertumbuhan tanaman, karoten berfungsi sebagai antioksidan yang berfungsi untuk menonaktifkan oksigen singlet. Oksigen singlet adalah oksidator yang terbentuk selama proses fotosintesis. Karoten juga berfungsi untuk menghambat sistem lemak dan biasanya ditemukan dalam buah tomat. Maka dianjurkan untuk mengonsumsi buah tomat yang memiliki kandungan karotenoid tinggi untuk kesehatan tubuh.

2. Sebagai Vitamin A

Vitamin A dipercaya untuk membantu proses penglihatan pada manusia. Dan karotenoid mengandung vitamin A yang cukup tinggi yang dapat membantu proses penglihatan dan juga sistem kekebalan tubuh yang alami. Jenis karotenoid yang paling utama adalah beta karoten. Dalam proses pencernaan, tubuh akan mengubah karoten menjadi vitamin A.Vitamin A yang berasal dari karoten membuat kulit dan rambut tetap sehat dan memelihara penglihatan.

3. Memfilter Cahaya yang masuk Ke dalam Mata

Karoten memeiliki ikatan tunggal dan ganda yang panjang yang berguna untuk penyerapan cahaya matahari. Di dalam penglihatan manusia, karoten jenis lutein berfungsi untuk menyerap cahaya biru dari sinar matahari sehingga mata tidak rusak akibat sinar matahari yang terpapar secara langsung.

4. Mencegah Sel Kanker

Jika kita mengkonsumi karoten yang cukup pada tubuh, maka karoten akan mengendalikan glukosa sehingga terhindar dari penyakit kanker dan juga diabetes. Kedua penyakit tersebut juga bisa menimbulkan komplikasi penyakit lain. Maka dari konsumsi karoten sangat penting.

5. Mencegah Radang Sendi

Penyakit radang sendi biasanya diderita oleh orang yang telah berumur lanjut, atau lanjut usia. Tapi, pada kenyataannya banyak orang yang berada pada usia muda pun menderita penyakit radang sendi. Hal ini dikarenakan konsumsi karoten yang kurang bagi tubuh.

6. Melancarkan Sistem Pernapasan

Beta karoten juga berkombinasi dengan vitamin C yang berguna untuk melancarkan sistem pernafasan pada tubuh. Vitamin C juga dapat meningkatkan kapasitas paru-paru sehingga paru-paru akan terasa lega dan terhindar dari gangguan pernafasan. Untuk gangguan pernafasan seperti asma, bronkhitis biasanya dokter menganjurkan untuk mengkonsumsi Vitamin C dan juga karoten yang seimbang.

7. Meningkatkan Sistem Kekebalan pada Tubuh

Sistem kekebalan tubuh berperan penting pada kesehatan manusia. Apabila sistem kekebalan menurun, maka tubuh akan mudah terkena penyakit. Salah satu jenis karoten memiliki kandungan vitamin A yang berguna untuk menjaga daya tahan tubuh agar terhindar dari berbagai macam penyakit dan radikal bebas.

8. Melindungi Kulit dari Sinar Matahari

Sinar ultraviolet yang terpapar langsung pada kulit tentu memiliki dampak yang tidak baik pada tubuh, diantaranya dapat merusak mata serta pigmen kulit dapat menjadi lebih gelap. Dengan kandungan karoten yang cukup untuk tubuh dipercaya dapat mengembalikan warna alami kulit serta melindungi mata dari paparan sinar matahari secara langsung.

Sumber Makanan yang Mengandung Karotenoid

Karotenoid yang terkandung dalam buah-buahan serta sayuran sangat bermanfaat bagi tubuh manusia. Selain sebagai sumber Vitamin A, karetonoid juga berperan dalam pembentukan warna senyawa misalnya likopen. Karetonoid juga dikenal sebagai antioksidan yang cukup kuat. Berikut beberapa sumber makanan yang mengandung karoten tinggi:

  • Melon
  • Tomat
  • Wortel
  • Sawi
  • Anggur merah
  • Pepaya
  • Mangga
  • Jambu biji
  • Jeruk
  • Semangka
  • Pisang
  • Blueberry
  • Cerry
  • Delima
  • Apel
  • Alpukat
  • Brokoli
  • Asparagus
  • Bayam
  • Seledri
  • Kedelai
  • Ubi jalar

Dosis Normal Karotenoid

Terdapat dua jenis karotenoid yang sangat bermanfaat untuk tubuh dan juga kita konsumsi lewat makanan sehari-hari yaitu Alfa Karoten dan juga Beta Karoten. Keduanya memiliki peranan yang sangat penting untuk tubuh, akan tetapi asupan yang kita konsumsi pun harus seimbang dan tidak boleh sembarangan. Artinya ketika mengkonsumsinya harus sesuai dosis yang disarankan. Berikut dosis normalnya:

1. Dosis untuk Alfa Karoten

Biasanya semakin bertambahnya usia seseorang, maka kebutuhan alfa karoten dalam tubuh akan semakin meningkat sesuai penyakit yang muncul dalam tubuh. Para ahli biasanya menyarankan untuk mengkonsumsi buah-buahan dan sayur seperti di atas yang memiliki kandungan alfa karoten cukup untuk tubuh.

2. Dosis untuk Beta Karoten

Dosis beta karoten juga pada tubuh seseorang berbeda-beda sesuai usianya. Sama halnya seperti alfa karoten, beta karoten juga biasanya dibutuhkan lebih banyak pada orang yang berusia lanjut sesuai penyakit yang dideritanya. Berikut dosis umumnya:

  • Usia 1-4 tahun membutuhkan sekitar 60-90 mg karoten per hari
  • Usia 5-9 tahun memerlukan beta karoten sekitar 90-120 mg per harinya.
  • Usia 13-16 tahun memerlukan sekitar 150-180 mg per harinya.
  • Usia di atas 16 tahun, beta karoten yang dibutuhkan adalah 180 mg per harinya.

Efek Kelebihan Karoten

1. Keracunan Beta Karoten

Keracunan terjadi apabila tubuh menerima asupan beta karoten yang berlebihan terutama melalui suplemen. Gejala keracunan beta karoten biasanya ditandai dengan mual, muntah, pandangan kabur serta kepala yang pusing. Gejala ini biasanya muncul apabila anda mengkonsumsi beta karoten pada dosis yang tinggi atau berlebihan daripada yang dianjurkan.

2. Hypervitaminosis A

Kondisi ini biasanya terjadi ketika anda kelebihan mengkonsumsi Vitamin A yang mengandung kandungan beta karoten yang tinggi seperti tomat, apel dan lainnya. Karena Vitamin A juga memiliki dosis yang dianjurkan untuk tubuh, ketika anda mengkonsumsi nya secara berlebihan maka akan terjadi beberapa efek samping diantaranya Hypervitaminosis A aeperti ini.

3. Carotenodermia

Kondisi ini ditandai dengan berubahnya warna kulit menjadi ruam kekuningan yang diakibatkan oleh kelebihan konsumsi beta karoten pada tubuh. Gejala Carotenodermia ditandai dengan berubahnya warna kulit telapak tangan dan telapak kaki menjadi kekuningan dan pucat. Namun efek ini bisa dihentikan ketika anda juga menghentikan konsumsi karoten ini dan gejalanya berangsur-angsur akan segera menghilang.

4. Kanker Paru-Paru

Keracunan Karoten dapat lebih berbahaya terutama bagi perokok karena dapat mengakibatkan resiko kanker paru-paru yang dapat menyerang kapan saja. Karena perokok aktif sebenarnya tidak dianjurkan untuk mengonsumsi beta karoten, karena metabolit dalam beta karoten dapat menghancurkan zat asam retinoat, yaitu suatu elemen yang menekan pertumbuhan kanker pada paru-paru. Selain itu, metabolit juga berperan mengaktifkan protein yang bertanggung jawab dalam pembelahan sel.

5. Gangguan Hati Serta Penyakit Kuning

Kondisi ini biasanya terjadi akibat beban berlebih dalam mengkonsumsi alfa karoten menjadi vitamin A yang memiliki manfaat khusus untuk tubuh manusia. Jika alfa karoten yang dikonversi menjadi vitamin A berlebih maka seseorang tersebut juga cenderung kelebihan vitamin A yang ternyata dapat menyebabkan rusaknya sistem fungsi hati serta menyebabkan penyakit kuning atau liver.

6. Kerapuhan Tulang

Kerapuhan tulang atau biasa dikenal dengan sebutan osteoporosis dapat terjadi akibat kelebihan karoten dalam tubuh. Meskipun karoten memiliki manfaat sendiri untuk meredakan radang nyeri sendi pada penderitanya, namun jika kelebihan dalam mengkonsumsinya pun justru menyebabkan dampak yang tidak baik untuk tubuh yaitu tulang menjadi rapuh.

Efek Kekurangan Karoten

1. Radang Sendi

Penyakit ini biasanya muncul bukan hanya pada orang yang sudah lanjut usia, tetapi jika anda kekurangan mengkonsumsi karoten dalam tubuh juga maka dapat terjadi penyakit radang sendi. Radang sendi biasanya ditandai dengan gejala awal berupa nyeri-nyeri pada bagian sendi sendi tertentu dan terasa linu.

2. Rusaknya Penglihatan

Telah kita ketahui sebelumnya bahwa karoten memiliki fungsi membantu proses pembentukan Vitamin A untuk tubuh, maka jika tubuh kekurangan karoten sudah pasti penglihatan akan menurun sebagaimana jika anda kekurangan Vitamin A. Karoten juga berfungsi untuk membentuk antioksidan dalam tubuh yang berguna untuk penglihatan dan dapat berdampak menjadi katarak.

3. Penyakit Jantung

Penyakit jantung diakibatkan oleh penyempitan dalam peredaran darah yang membawanya ke jantung, karoten sendiri berguna untuk melancarkan peredaran darah serta mengatur kadar glukosa dalam tubuh, sehingga jika konsumsi makanan yang mengandung karoten cukup, maka dapat terhindar dari penyakit jantung koroner maupun diabetes.

3. Asma

Efek kekurangan karoten yang selanjutnya adalah timbulnya penyakit asma ataupun gangguan pernafasan yang lainnya. Hal ini disebabkan oleh kegunaan karoten yang berkombinasi dengan Vitamin C dan Vitamin C sendiri memiliki fungsi menjaga sistem pernafasan dalam tubuh.

4. Resiko Cacat Lahir pada Janin

Wanita yang sedang hamil dianjurkan untuk mengkonsumsi karoten yang cukup yaitu dengan memenuhi sumber makanan yang mengandung karoten yang tinggi seperti sayur-sayuran dan buah-buahan yang mengandung antioksidan tinggi bagi tubuh. Karena jika kekurangan konsumsi karoten dapat mengakibatkan kurangnya nutrisi serta vitamin A yang dibutuhkan janin sehingga dapat menyebabkan resiko cacat lahir pada janin yang dikandung.

Namun, semua resiko diatas dapat kita hindari dengan cara mengkonsumsi karoten secara cukup tanpa kekurangan atau kelebihan. Hal ini dikarenakan mengkonsumsinya sesuai dosis yang dianjurkan tentu dapat menjadikan tubuh lebih sehat dan terhindar dari beberapa efek samping yang berbahaya seperti diatas. Semoga artikel ini bermanfaat ya.