Lutein : Pengertian – Manfaat – Dosis dan Efek Kelebihan – Makanan

3274

Lutein merupakan senyawa yang tergabung ke dalam kelompok karotenoid. Seagai salah satu jenis karotenoid, lutein bisa kita peroleh dari berbagai macam sayuran berwarna hijau tua, kuning telur, dan juga beberapa jenis buah-buahan. Sama halnya seperti jenis karotenoid yang lainnya, lutein dapat diserap oleh tubuh secara optimal dengan bantuan lemak. Karena itu, asupan makanan yang mengandung lemak sehat bisa membantu proses penyerapan lutein di dalam tubuh.

Secara alami lutein dapat ditemukan di dalam tubuh manusia, yakni pada mata yang disebut dengan makula. Di mata, senyawa ini memiliki tugas melindungi mata dari stres oksidatif dan juga pejanan sinar matahari. Seperti jenis karotenoid lainnya, lutein juga berperan besar sebagai antioksidan alami yang menangkal radikal bebas. Hanya saja, jenis karotenoid lain akan berperan menjadi antioksidan di seluruh tubuh, sedangkan lutein berperan aktif sebagai antioksidan alami yang mencegah gangguan penglihatan.

(baca juga: cara menjaga kesehatan mata)

Di mata, lutein tidak bekerja seorang diri. Lutein bekerja bersama dengan zeaxanthin untuk mencegah kerusakan atau berbagai jenis gangguan penglihata lainnya. Baik lutein ataupun xeazanthin merupakan jenis karotenoid yang erat kaitannya dengan vitamin A. Jadi bisa dikatakan bahwa karotenoid merupakan bagian dari vitamin A. Maka tidak heran jika orang-orang menyebutkan bahwa vitamin A mampu menjaga kesehatan mata. Sebenarnya, senyawa yang paling berperan dalam sistem penglihatan adalah lutein dan zeaxanthin.

Manfaat Lutein

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, lutein akan berperan aktif untuk menjaga kesehatan mata bersama dengan zeaxanthin. Jadi, di dalam tubuh kita lutein tidak dapat bekerja sendiri. Senyawa tersebut harus dikombinasikan bersama dengan zeaxanthin sehingga diperoleh kesehatan mata yang optimal.

Adapun beberapa manfaat lutein bagi kesehatan adalah:

1. Sebagai Filter Cahaya

Fungsi utama dari lutein adalah sebagai filter cahaya biru. Bersama dengan zeaxanthin, lutein akan bekerja secara efisien untuk menyerap cahaya biru. Cahaya biru tersebut berasal dari luar mata yang menyebabkan kerusakan oksidatif bagi mata. Lutein bersama dengan zeaxanthin membentuk ikatan tunggal dan ganda yang panjang pada karotenoid sehingga memungkinkan mereka untuk menyerap cahaya.

2. Mencegah Age-Related Degeneration (AMD)

Degenerasi pada pusat retina mata atau pada makular (AMD) merupakan penyebab utama kebutaan pada orang-orang yang berusia lanjut. Hingga saat ini masih belum ditemukan obat yang berkaitan dengan AMD tersebut. Karena itulah, para peneliti menyarankan untuk melakukan upaya pencegahan penyakit atau setidaknya menunda proses degenarasi tersebut.

Salah satu upaya pencegahan yang bisa dilakukan adalah dengan mengkonsumsi makanan atau suplemen yang mengandung lutein dan zeaxanthin, karena seperti yang telah disebutkan sebelumnya, lutein harus bekerja sama dengan zeaxanthin untuk menjaga kesehatan mata.Satu-satunya jenis karotenoid yang ditemukan di area mata adalah lutein dan zeaxanthin. Telah dijelaskan sebelumnya bahwa kombinasi antara lutein dan zeaxanthin akan mencegah sejumlah besar cahay biru masuk ke mata. Bisa dikatakan, lutein dan zeaxanthin mencegah kerusakan oksidatif yang disebabkan oleh cahaya. Cahaya tersebut diduga sebagai penyebab degenerasi makula yang terkait dengan usia (AMD). Menurut penelitian, asupan lutein dan juga zeaxanthin setidaknya 6 mg setiap harinya dapat mencegah degenerasi makula yang terkait dengan usia (AMD).

3. Mencegah Penyakit Katarak

Salah satu masalah penyakit pada mata yang sering diderita oleh orang-orang berusia lanjut adalah penyakit katarak. Penyakit katarak biasanya diderita oleh orang-orang yang berusia lanjut yang muncul sebagai akibat radiasi sinar ultraviolet dan juga oksidasi yang menyerang lensa mata sehingga menyebabkan perubahan struktural hingga menyebabkan pembentukan kekeruhan pada lensa mata. Jika sudah terlanjur menderita katarak, seseorang harus menjalani pengobatan melalui metode operasi. Seiring dengan pertambahan usia, kerusakan kumulatif terhadap protein lensa akan menyebabkan katarak dan menyebabkan gangguan penglihatan. Namun, penyakit ini masih bisa dicegah, salah satunya dengan mengkonsumsi suplemen atau makanan yang mengandung lutein dan zeaxanthin.

(Baca juga: cara mencegah katarakcara mengobati katarak)

4. Mengurangi Kelelahan Mata

Sensitivitas terhadap cahaya juga akan menyebabkan kelelahan pada mata. Kondisi seperti ini biasanya sering dialami oleh orang-orang yang bekerja terlalu lama di depan layar komputer. Terlalu lama menatap layar televisi juga bisa menyebabkan mata cepat lelah karena adanya sensitivitas terhadap cahaya. Dengan meningkatkan asupan lutein, mata akan lebih terlindung dari sorot cahaya yang berasal dari televisi atau layar komputer sehingga bagi Anda yang bekerja terlalu lama di depan layar komputer atau terlalu lama menonton televisi tidak perlu khawatir dengan rasa lelah pada mata.

5. Menjaga Fungsi Penglihatan Normal

Selain menyebabkan mata cepat lelah, sensitivitas cahaya juga bisa menyebabkan mata minus sehingga fungsi penglihatan normal akan terganggu. Untuk menjaga fungsi penglihatan tetap normal, Anda bisa meningkatkan asupan makanan yang mengandung lutein. Tidak hanya menjaga fungsi penglihatan normal saja, asupan lutein ternyata juga bisa menjaga ketebalan lensa mata.

(Baca juga: gejala mata minuspenyebab mata minusbahaya mata minus tanpa kaca mata)

Itulah beberapa manfaat lutein bagi kesehatan. Lutein berperan besar dalam menjaga kesehatan mata sehingga mata bisa menjalankan fungsinya dengan lebih optimal. Tidak hanya itu saja, mengkonsumsi lutein ternyata juga bisa memperkuat sel-sel mata.

Dosis dan Efek Kelebihan Lutein

Penentuan dosis lutein bisa berbeda pada setiap orang, hal tersebut bergantung pada kebutuhan masing-masing pasien atau kondisi yang mempengaruhinya. Jika Anda memperoleh asupan lutein melalui konsumsi suplemen makanan maka sebaiknya Anda mengikuti aturan pakai yang tertera pada bungkus produk atau lebih baik Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Secara umum, dosis asupan lutein yang dikonsumsi dari makanan setiap harinya berkisar antara 6,9 mg sampai 11,7 mg. Untuk mengurangi resiko terkena gangguan penglihatan dianjurkan untuk mengkonsumsi lutein setidaknya 6 mg setiap harinya. Dosis tertinggi yang dianggap aman adalah 15 mg per harinya. Jika asupan lutein melebihi angka tersebut maka bisa menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, seperti:

  • gangguan pada janin
  • perubahan warna kuning pada kulit
  • penglihatan menjadi kabur
  • gangguan jantung

Selain beberapa gangguan di atas, asupan lutein dalam bentuk suplemen sebaiknya juga dihindari oleh wanita yang sedang menyusui. Atau lebih baik berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter jika ingin mengkonsumsi lutein dalam bentuk suplemen.

Makanan yang Mengandung Lutein

Lutein bisa Anda konsumsi melalui berbagai jenis suplemen makanan yang dijual bebas di toko-toko obat. Namun, untuk memperoleh manfaat lutein anda juga bisa mengkonsumsi beberapa jenis makanan berikut ini:

  • Kale, dalam 100 gram kale terkandung setidaknya 23,6 mg lutein. Hal tersebut ditunjukkan dari warna hijau tua pada kale tersebut.
  • Bayam, tidak hanya lutein, bayam juga mengandung zat besi, vitamin A, dan zeaxanthin.
  • Lobak hijau, mengandung berbagai jenis karotenoid seperti lutein, zeaxanthin, dan juga beta karoten.
  • Collard, sayuran hijau yang kaya akan kandungan lutein dan juga zeaxanthin.
  • Jagung manis, mengandung lutein dan juga komponen karotenoid lainnya, seperti zeaxanthin, alpha karoten, dan beta cryptoxanthin.
  • Brokoli, sayuran hijau yang tidak hanya mengandung lutein saja, tetapi juga kaya akan kandungan vitamin A, vitamin C, vitamin E, dan vitamin B kompleks.
  • Kacang polong, mengandung dua macam kerotenoid yaotu lutein dan zeaxanthin. Kacang polong juga kaya akan kandungan vitamin A.
  • Telur, memiliki kandungan lutein pada bagian kuning telurnya. Meskipun mengandung lutein, asupan telur juga harus Anda batasi karena telur mengandung kolesterol tinggi.

Itulah beberapa jenis makanan yang mengandung lutein. Asupan lutein bisa Anda peroleh melalui makanan yang bersumber dari nabati maupun hewani. Untuk makanan yang mengandung lutein yang bersumber dari hewani yakni telur sebaiknya Anda batasi karena kuning telur mengandung kolesterol yang cukup banyak.