15 Akibat Kelebihan dan Kekurangan Zat Besi Bagi Tubuh

6872

Zat besi merupakan sebuah zat penting yang tubuh manusia perlukan untuk menstabilkan jumlah sel darah setiap harinya. Zat besi merupakan nutrisi yang akan menentukan kelangsungan hidup kita karena oksigen di dalam tubuh perlu diangkut dari paru-paru ke dalam jaringan, beserta elektron yang diangkut pada proses pembentukan energi di dalam sel. Kebutuhan dari zat besi sendiri memang ditentukan oleh usia dan jenis kelamin serta selalu ada akibat kelebihan dan kekurangan zat besi yang perlu diketahui.

Akibat Kelebihan Zat Besi

Tubuh yang memiliki kelebihan zat besi sebetulnya merupakan kondisi turun-temurun dan hal ini bisa disebut dengan istilah HHC atau Haemochromatosis. Jika Anda mengabaikan jumlah zat besi di dalam tubuh yang berlebihan atau terlalu banyak dalam waktu jangka panjang, maka tubuh akan mengalami beberapa masalah dan berikut adalah tanda-tandanya jika Anda kelebihan zat besi.

  1. Diabetes

Ketika asupan zat besi berlebih, maka zat besi tersebut justru akan mengendap di pankreas. Hal ini kemudian akan membuat sel-sel tubuh lain terpengaruh dan otomatis timbul pertumbuhan produksi insulin yang akhirnya malah membuat seseorang tersebut menderita penyakit diabetes. Kerusakan pankreas juga menjadi bagian dari efek kelebihan zat besi.

  1. Mudah Cemas

Jika tubuh memiliki kelebihan zat besi, hal ini akan membuat fungsi organ normal menjadi terganggu sehingga tubuh akan menjadi lebih resah dan gelisah tanpa adanya faktor yang jelas. Sayangnya, kecemasan ini kemudian bisa sampai membuat kegiatan sehari-hari terganggu karena Anda akan sulit berkonsentrasi dan bahkan malamnya pun menjadi susah tidur.

  1. Warna Kulit Keabuan

Lihatlah apakah terjadi perubahan warna kulit yang signifikan, karena ketika zat besi yang ada di dalam tubuh berlebihan maka warna kulit akan menjadi keabuan atau kalau tidak kelihatannya seperti perunggu. Baca juga Akibat Kelebihan dan Kekurangan Zat Besi Bagi Tubuh – Makanan Yang Mengandung Zat Besi Super Tinggi

  1. Perut Terasa Nyeri

Ketika di dalam tubuh jumlah zat besi terlalu berlebih, maka perut akan terasa nyeri. Kemungkinan pun hal ini bakal disertai dengan pembengkakan di mana ukuran perut menjadi lebih besar.

  1. Arthritis

Rasa nyeri pun akan muncul di bagian seluruh sendi yang biasa kita bisa sebut dengan penyakit arthritis. Bukan hanya nyeri saja, sendi pun seperti meradang dan akan mengalami pembengkakan. (Baca juga : nyeri sendi lutut : penyebab, gejala, komplikasi dan pengobatannya)

  1. Impoten

Kelebihan zat besi pada pria ternyata bisa mengakibatkan impoten. Impoten bisa terjadi disebabkan oleh menyusutnya testikel. Tak hanya itu, terjadi juga disfungsi ereksi yang menyertainya. (Baca juga : penyebab impoten pada pria).

  1. Jaundice

Jaundice mungkin adalah istilah yang belum terlalu familiar bagi kita, namun sebenarnya kondisi ini cukup serius. Jaundice akan timbul ketika jumlah bilirubin di dalam darah terjadi peningkatan sehingga liver akan diserang sehingga fungsinya pun menjadi gagal.

Baca juga :

  1. Cardiomyopathy

Zat besi yang berlebihan di dalam tubuh akan terakumulasi ke otot-otot jantung dan bila terus-menerus dibiarkan akan membuat keadaan jantung semakin tidak normal. Parahnya, gagal jantung dapat terjadi bagi yang memiliki kadar zat besi tinggi.

Tips Mencegah Kelebihan Zat Besi

  • Bagi Anda yang mengonsumsi suplemen zat besi, alangkah baiknya jika dikonsumsi sesudah sarapan atau setiap sehabis makan. Apabila diet, jangan lupa untuk memasukkan lemon dan jeruk untuk melengkapi diet.
  • Jangan mengonsumsi suplemen dengan produk lainnya yang kandungan kalsiumnya tinggi, seperti susu. Hal ini akan membuat penyerapan zat besi berkuang.
  • Suplemen perlu dijauhkan dari anak-anak.
  • Konsumsilah suplemen dengan dosis yang benar dan hindari meminum suplemen secara berlebihan.

Akibat Kekurangan Zat Besi

Zat besi adalah nutrisi penting yang menjadi bagian dari hemoglobin dan bila asupannya kurang, maka akan ada sejumlah akibat buruk yang dapat dialami oleh seseorang. Berikut adalah akibat dan tanda seseorang yang seharusnya membutuhkan zat besi lebih.

  1. Kurang Darah

Ketika seseorang melakukan aksi donor darah atau mengalami pendarahan hebat di waktu tertentu, hal ini dapat menjadi akibat dari kurangnya asupan zat besi. Saat datang bulan, wanita yang kerap merasa pusing juga bisa dikarenakan kurang mendapat zat besi sehingga mendapat anemia.

Baca juga : Ciri-ciri kurang darah dalam tubuh – akibat kurang darah : penyakit dan keluhan kesehatan

  1. Suasana Hati Mudah Berubah

Kekurangan zat besi rupanya juga dapat berimbas pada suasana hati yang bisa dengan mudah berubah-ubah. Bahkan suasana hati seseorang yang kurang asupan zat besi juga bisa menjadi terlalu sensitif yang kalau dibiarkan maka akan memicu depresi.

Baca juga :

  1. Kaki Gemetaran

Asupan zat besi di dalam tubuh yang kurang akan menyebabkan peredaran darah tidak lancar yang biasanya akan menyerang bagian kaki. Jadi, bila kaki terasa gemetaran dan terasa agak kaku, maka itu tandanya Anda kekurangan zat besi.

  1. Menopause Dini

Jika tidak memperoleh asupan zat besi yang cukup, maka seorang wanita yang masuk masa pre-menopause akan mengalami menopause dini. Sederhana saja, hal ini disebabkan oleh fungsi hormon wanita yang dipengaruhi oleh zat besi. Baca juga akibat kelebihan estrogen bagi wanita.

  1. Rambut Mengalami Kerontokan

Agar tetap kuat, rambut pun membutuhkan nutrisi berupa zat besi sehingga kesehatannya tetap terjaga. Maka, ketika tubuh mendapatkan asupan zat besi yang kurang, kerontokan pun akan terjadi pada rambut.

Baca juga :

  1. Kulit Memucat

Tubuh yang asupan zat besinya kurang juga akan berpengaruh terhadap warna kulit yang kelihatan memucat. Ini dapat terjadi karena dipicu oleh suplai darah yang kurang sehingga membuat hemoglobin menurun dan kulit pun akhirnya tampak pucat. Baca juga ciri-ciri kurang darah dalam tubuh – akibat kurang darah : penyakit dan keluhan kesehatan

  1. Lesu dan Letih

Ketika seseorang mengalami kurangnya zat besi di dalam tubuh, maka ia akan sangat mudah menjadi letih dan lesu. Bahkan ketika sudah mendapat cukup istirahat, tubuh tetap merasa lesu dan lemah. Itu artinya, cobalah untuk mengonsumsi sumber makanan yang kandungan zat besinya tinggi demi mendapat asupan zat besi tinggi.

Rekomendasi Dosis Zat Besi

 Sebelum mengonsumsi zat besi, mengonsultasikan dengan dokter lebih disarankan. Berikut adalah penyaranan konsumsi zat besi dengan dosis yang tepat, baik untuk anak-anak maupun orang dewasa.

  • 4,7 mg per hari untuk anak-anak usia 2-6 tahun.
  • 7,8 mg per hari untuk anak-anak usia 6-12 tahun.
  • 21,4 mg per hari untuk laki-laki usia 12-16 tahun.
  • 18,9 mg per hari untuk wanita dewasa usia subur.
  • 6,7 mg per hari untuk wanita yang memasuki masa menopause.
  • 8,7 mg per hari untuk wanita yang sedang menyusui.

Sumber Makanan yang Mengandung Zat Besi

Zat besi bisa didapatkan dari hewan dan tumbuhan. Berikut ini adalah beberapa contoh sumber makanan yang bisa membantu Anda mendapatkan kembali asupan zat besi yang tinggi :

  • Hati Sapi

Kebutuhan tubuh akan zat besi sudah jelas dapat dipenuhi dengan mengonsumsi hati sapi, baik itu untuk orang dewasa maupun anak-anak. Untuk penyerapan zat besi yang lebih lancar, hati sapi mengandung vitamin B12 untuk membuat sel darah merah terproduksi dan terserap dengan baik. Baca juga makanan yang mengandung vitamin B12 super tinggi.

  • Alpukat

Buah satu ini memang kaya akan nutrisi, tidak ketinggalan kandungan zat besinya yang cukup tinggi. Zat besi yang terdapat di dalam alpukat akan memberikan energi lebih di dalam tubuh. Selain itu, nutrisi tubuh juga akan terserap lebih baik sehingga sistem imunitas tubuh juga terbentuk secara sempurna. Baca juga khasiat biji alpukat bagi kesehatan.

  • Kedelai

Sel darah merah akan terproduksi lebih dengan mengonsumsi kedelai yang zat besinya cukup tinggi. Sistem daya tahan tubuh pun akan terjaga dengan baik.

  • Gurita

Walau di Indonesia sendiri gurita masih terlalu jarang dikonsumsi, Anda bisa mulai mempertimbangkan untuk mengonsumsi gurita demi mendapatkan asupan zat besi. Zat besi pada gurita akan sangat berguna dalam proses produksi sel darah merah dan kekebalan tubuh juga akan terjaga dengan baik.

  • Kurma

Buah satu ini sangat baik dikonsumsi karena akan membantu peningkatan sel darah merah. Zat besinya juga akan membuat penyembuhan luka pada orang dewasa dan anak-anak menjadi lebih cepat. Otot tubuh juga akan terpelihara dengan baik.

  • Tiram

Kabar baiknya, ada 80% lebih kebutuhan zat besi harian yang dapat dipenuhi ketika seseorang mengonsumsi tiram. Proses peredaran darah di dalam tubuh akan didukung oleh tiram. Bahkan produksi sel darah merah juga akan meningkat. Bukan hanya itu saja, tiram juga bermanfaat dalam pencegahan kerusakan organ tubuh.

  • Asparagus

Bagi yang kekurangan sel darah merah, pembentukannya akan didukung oleh zat besi tinggi di dalam jenis sayuran ini. Manfaat dari asparagus bisa didapat secara lebih cepat apabila Anda mengolahnya bersama dengan sumber makanan yang mengandung vitamin C.

  • Labu

Kekurangan zat besi bukan lagi masalah karena produksi sel darah merah akan meningkat ketika Anda memasukkan sumber makanan ini ke dalam menu sehari-hari Anda. Selain itu, labu juga sangat baik dalam membuat daya tahan tubuh tetap stabil dengan kandungan zat besinya.

  • Telur

Gangguan emosi, sakit kepala, dan kelelahan adalah berbagai macam gangguan kesehatan yang akan mampu diatasi oleh telur karena zat besinya akan membantu proses pengiriman oksigen ke organ-organ tubuh, sehingga pembentukan serta penyerapan sel darah merah akan lebih sempurna.