Beta Karoten : Pengertian – Manfaat -Dosis dan Efek Samping – Makanan

4637

Beta karoten merupakan senyawa organik yang menjadi bagian dari karotenoid. Beta karoten merupakan senyawa pigmen yang memiliki warna dominan merah jingga. Beta karoten biasanya dapat kita temukan dari berbagai jenis sayuran dan buah-buahan yang berwarna merah jingga. Beta karoten secara kimiawi dapat diklasifikasikan sebagai hidokarbon. Sedangkan secara spesifik dapat diklasifikasikan sebagai bentuk dari terpenoid (isoprenoid). Beta karoten adalah senyawa turunan dari unit isoprena dan disintesis oleh tumbuhan dari geranilgeranil pirofosfat.

Dari namanya kita sudah bisa mengetahui bahwa beta karoten merupakan salah satu jenis senyawa yang masuk pada bagian senyawa karoten. Senyawa beta karoten juga merupakan senyawa tetraperna yang memiliki rantai karbon dengan jumlah 40. Ciri-ciri beta karoten adalah adanya cincin beta pada kedua ujung molekul. Penyerapan beta karoten di dalam tubuh akan semakin meningkat ketika jumlah lemak di dalam tubuh juga meningkat. Jadi bisa dikatakan senyawa ini larut di dalam lemak.

Secara umum, sayuran yang berwarna merah jingga seperti wortel, labu, dan juga ubi merupakan ciri utama dari sayuran yang mengandung beta karoten dan bisa dijadikan patokan ciri adanya kandungan beta karoten di dalam tumbuhan. Jika beta karoten diaplikasikan sebagai pewarna makanan maka senyawa beta karoten akan memiliki bilangan E160. Seperti halnya alpha karoten, beta karoten juga menjadi komponen penting sebagai pembentuk vitamin A di dalam tubuh. Pembentukan beta karoten di dalam tubuh akan dilakukan oleh enzim beta carotene 15,15′-monooxygenase.

Manfaat Beta Karoten

Karotenoid merupakan salah satu jenis senyawa yang dikenal memiliki banyak manfaat. Tidak terkecuali dengan anggota karetonoid, salah satunya adalah beta karoten. Beta karoten memiliki banyak manfaat. Bahkan senyawa yang satu ini banyak diekstrak ke dalam berbagai suplemen makanan dandipercaya mampu meningkatkan kesehatan serta mencegah berbagai macam penyakit. Adapun manfaat dari beta karoten adalah sebagai berikut:

1. Sebagai Antioksidan

Seperti halnya dengan jenis karotenoid yang lain, beta karoten memiliki manfaat utama sebagai antioksidan alami yang sangat efektif. Meskipun tidak seefektif alpha karoten dalam menjalankan tugasnya sebagai antioksidan, namun selama ini beta karoten disebut-sebut sebagai salah satu senyawa yang lebih efektif untuk dikonversi oleh tubuh menjadi vitamin A.

2. Mencegah Penyakit Jantung

Manfaat beta karoten selanjutnya adalah mencegah penyakit jantung. Peran beta karoten dalam mencegah penyakit jantung ini sebenarnya tidak lepas dari perannya sebagai antioksidan yang cukup efektif. Menurut penelitian, seseorang yang banyak mengkonsumsi makanan dengan kandungan beta karoten memiliki resiko yang lebih rendah untuk memiliki penyakit jantung dibandingkan orang-orang yang jarang mengkonsumsi makanan yang mengandung beta karoten. Bersama dengan vitamin E, beta karoten mampu mengurangi oksidasi lemak jahat (LDL/Low Density Lippoprotein) sehingga menurunkan resiko aterosklerosis dan juga masalah kardiovaskuler lainnya seperti penyakit jantung koroner.

(Baca juga: bahaya kolesterol LDL tinggikolesterol LDL dan HDL)

3. Meredakan Masalah Pernapasan

Bagi Anda yang memiliki masalah pernapasan seperti asma, bronkitis, dan juga enfisema bisa mencoba melakukan pengobatan dengan mengkonsumsi makanan yang kaya akan kandungan beta karoten. Menurut penelitian, asupan beta karoten yang dikombinasikan bersama dengan vitamin C mampu meningkatkan kapasitas paru-paru dan juga meredakan berbagai masalah pernapasan seperti yang telah disebutkan sebelumnya.

4. Mencegah Kanker

Tidak terlepas dari perannya sebagai antioksidan alami, beta karoten juga dipercaya mampu mencegah perkembangan sel kanker di dalam tubuh. Beberapa jenis kanker seperti kanker payudara, kanker usus besar, dan juga kanker paru-paru dapat dicegah. Cara paling efektif untuk mencegah perkembangan sel kanker tersebut adalah dengan memanfaatkan antioksidan yang ada di dalam beta karoten. Antioksidan tersebut efektif untuk menangkal dampak buruk dari radikal bebas. Sebagai salah satu jenis karotenoid, beta karoten juga bisa mencegah kanker dengan cara membantu menjaga komunikasi antar sel secara tepat, sehingga perkembangan sel kanker dapat dicegah.

5. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Manfaat lain dari beta karoten adalah untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Manfaat dari sistem kekebalan tubuh sendiri adalah untuk menangkal berbagai jenis penyakit dan juga infeksi. Menurut penelitian, beta karoten mampu membantu mengaktifkan kelenjar thymus. Kelenjar thymus tersebut merupakan salah satu faktor penentu dalam sistem kekebalan tubuh. Kelenjar thymus akan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk melawan berbagai jenis penyakit seperti infeksi dan juga virus. Selain itu, sistem kekebalan tubuh juga efektif untuk menghentikan perkembangan sel kanker sebelum berkembang.

(Baca juga: jenis-jenis penyakit autoimun)

6. Melindungi dari Radiasi 

Sinar ultraviolet selama ini juga dikenal memiliki radiasi yang cukup berbahaya bagi kesehatan kulit kita. Bersama dengan vitamin E dan vitamin C, beta karoten bekerja untuk mencegah dampak buruk dari radiasi sinar ultraviolet. Selain itu, bagi Anda yang sedang menjalankan pengobatan kanker menggunakan metode kemoterapi maka Anda juga bisa mengkonsumsi banyak makanan yang kaya akan kandungan beta karoten, vitamin C, dan vitamin E. Ketiganya efektif untuk mencegah dampak buruk radiasi dari kemoterapi. Perlu Anda tahu bahwa vitamin E dan juga vitamin C merupakan kombinasi antioksidan yang sangat efektif dan relatif mudah diperoleh dari berbagai jenis makanan.

(Baca juga: makanan yang mengandung vitamin E dan manfaatnya)

7. Diabetes

Penyakit yang saat ini cukup menjamur dan sering kita temui dalam kehidupan masyarakat adalah penyakit diabetes. Selain karena faktor keturunan, gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok, mengkonsumsi minuman beralkohol, jarang berolah raga, serta mengkonsumsi makanan dengan kandungan lemak yang tinggi merupakan beberapa faktor yang bisa meningkatkan resiko penyakit diabetes. Untuk mencegah resiko penyakit diabetes Anda bisa memulai dengan mengatur pola asupan makanan. Salah satunya adalah dengan mengkonsumsi makanan yang memiliki kandungan beta karoten tinggi. Menurut penelitian, seseorang yang jarang mengkonsumsi makanan mengandung beta karoten lebih beresiko mengalami gangguan toleransi glukosa dan juga diabetes. Jadi mulai sekarang Anda bisa mencegah diabetes dengan mengkonsumsi makanan yang kaya akan kandungan beta karoten.

8. Rheumatoid Arthritis

Salah satu masalah kesehatan yang sering dialami oleh orang-orang berusia lanjut adalah rheumatoid arthritis atau radang persendian. Ternyata, Anda bisa mencegah resiko penyakit rheumatoid arthritis dengan mengkonsumsi makanan yang kaya akan kandungan beta karoten. Seperti yang kita tahu, kandungan antioksidan dalam beta karoten sangat efektif untuk mencegah infeksi, salah satunya di area persendian sehingga radang persendian bisa dihindari.

Dosis dan Efek Samping Beta Karoten

Meskipun beta karoten merupakan salah satu asupan yang mampu memberikan banyak manfaat bagi tubuh, namun seperti halnya obat alami lainnya, beta karoten juga harus dikonsumsi dalam dosis yang tepat. Dosis asupan beta karoten bisa berbeda pada setiap orang, bergantung pada usia dan juga kondisi seseorang. Ada baiknya kita berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengkonsumsi suplemen beta karoten. Adapun dosis asupan beta karoten yang dianjurkan adalah:

  • Anak-anak dengan usia 1-4 tahun sebanyak 60-90 mg setiap harinya.
  • Anak-anak usia 8-9 tahun sebanyak 90-120 mg setiap harinya.
  • Anak-anak usia 9-13 tahun sebanyak 120-150 mg setiap harinya.
  • Usia 13-16 tahun sebanyak 150-180 mg setiap harinya.
  • Untuk seseorang yang berusia di atas 16 tahun sebanyak 180 mg setiap harinya.

Meskipun memberikan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, namun mengkonsumsi terlalu banyak beta karoten (melebihi dosis di atas) ternyata bisa membahayakan kesehatan. Jika asupan beta karoten terlalu banyak dan dalam jangka waktu lama, bukan tidak mungkin Anda akan mengalami beberapa permasalahan pada kulit, seperti telapak kaki, telapak tangan, serta wajah menjadi berwarna kuning. Tidak hanya itu saja. Asupan beta karoten berlebih juga bisa menyebabkan diare, pusing, dan nyeri sendi.

(Baca juga: nyeri sendi lutut)

Bahkan sebuah studi juga menyatakan bahwa asupan beta karoten mampu meningkatkan resiko kanker paru-paru bagi mereka yang memiliki kebiasaan merokok. Untuk itu, sebaiknya orang-orang yang memiliki kebiasaan merokok membatasi asupan beta karoten. Jika ingin menambah asupan vitamin A, Anda yang sering merokok bisa mendapatkannya dari jenis asupan lain selain beta karoten.

Makanan Sumber Beta Karoten

Untuk memperoleh manfaat beta karoten, Anda bisa mengkonsumsi beberapa jenis makanan berikut ini:

  • Ubi jalar, dalam 100 gram ubi jalar anda bisa mendapatkan beta karoten sebanyak 944 mg. Ubi jalar juga mengandung vitamin C, vitamin D, vitamin B6, zat besi, dan magnesium.
  • Kale, mengandung 922 mg beta karoten dalam setiap 100 g porsinya. Kale juga mengandung vitamin A, C, K, kalsium, zat besi, dan magnesium.
  • Wortel, dalam 100 gram wortel terdapat 828 mg beta karoten.
  • Lobak Hijau, dalam 100 gram lobak hijau terkandung beta karoten sebanyak 695 mg. Lobak hijau juga kaya akan kandungan kalsium dan glocosinolates.
  • Sawi hijau, dalam 100 gram sawi hijau terkandung 630 mg beta karoten. Sawi hijau juga kaya akan kandungan vitamin K, C, dan E.
  • Bayam, dalam 100 gram bayam terkandung 562 mg beta karoten.
  • Labu kuning, dalam setengah cangkir labu kalengan terkandung sekitar 953 mg beta karoten dan 42 kalori.
  • Bit hijau, dalam 100 gram bit hijau terkandung 276 mg beta karoten.

Itulah beberapa jenis asupan makanan yang banyak mengandung beta karoten. Meskipun beta karoten kaya akan manfaat ada baiknya Anda juga mengatur asupan beta karoten setiap harinya. Seimbangkan asupan berbagai jenis vitamin dan mineral lainnya agar kondisi tubuh tetap bugar.