9 Jenis Penyakit Autoimun – Penyebab, Proses dan Cara Mengatasi

Autoimun merupakan salah satu penyakit yang bisa membahayakan tubuh seseorang karena dapat berimbas buruk terhadap sistem daya tahan tubuh. Sel-sel sehat yang ada di dalam tubuh dapat diserang oleh sistem kekebalan tubuh yang padahal sebenarnya tugas dari sistem ini adalah memberikan perlindungan bagi tubuh kita dari segala bakteri dan virus yang memicu penyakit. Dengan kata lain, kekebalan tubuh memiliki kelainan di sini dan jenis-jenis penyakit autoimun ada sangat banyak yang bahkan tercatat bisa lebih dari 80 jenis.

Untuk penyebab dari penyakit autoimun sendiri belumlah diketahui jelas dan berikut ini adalah daftar dari jenis penyakit autoimun yang sangat umum dijumpai di Indonesia.

(Baca juga: cara menghilangkan kutu air)

1.  Diabetes Tipe 1

Kondisi penyakit yang masih sangat bergantung terhadap insulin ini cukup serius dan tidak bisa disembuhkan secara total. Karena umumnya diderita oleh seseorang yang usianya belum mencapai 40 tahun dan kebanyakan juga anak-anak remaja, maka tak heran jika nama lain dari diabetes tipe 1 adalah diabetes ‘remaja.’ Diabetes tipe 1 adalah diabetes yang membuat insulin tidak terproduksi dengan baik oleh karena organ pankreas yang mengalami kerusakan.

(Baca juga: penyebab diabetes)

Penyebab

  1. Faktor genetik.
  2. Kerusakan pankreas.
  3. Insulin tidak berfungsi.
  4. Sel-sel dalam pankreas terserang oleh sistem kekebalan tubuh.

(Baca juga: pantangan diabetes)

Proses

Pankreas milik penderita akan mengalami kesulitan dalam menghasilkan insulin padahal insulin inilah yang bertugas mengontrol kadar gula darah. Ada kekeliruan di mana sistem daya tahan tubuh malah justru menyerang organ pankreas, yaitu bagian sel-selnya sehingga otomatis menghentikan produksi insulin. Kekebalan tubuh yang tak bekerja dengan baik ini malah bisa membuat tubuh dalam bahaya.

(Baca juga: cara mudah mencegah diabetes sejak dini)

Cara Mencegah/Mengatasi

  • Menghindari makanan berkandungan gluten sejak dini.
  • Menghindari susu sapi sejak dini.
  • Menyusui (ini khusus untuk para ibu pasca melahirkan dan dengan durasi menyusui lebih lama diyakini mampu membuat risiko diabetes tipe 1 turun).

2. Rheumatoid Arthritis

Kondisi ini juga dikenal dengan istilah radang sendi di mana antibodi diproduksi oleh sistem daya tahan tubuh. Kemudian antibodi ini justru malah menyerang bagian pelapis sendi. Bila sampai diabaikan, kerusakan permanen bisa terjadi di bagian sendi.


Penyebab

  • Sistem daya tahan tubuh melakukan penyerangan terhadap diri sendiri.
  • Antibodi terkirim ke lapisan persendian, bukan terhadap bakteri maupun virus.
  • Merokok bisa meningkatkan risiko.
  • Faktor genetik.

(Baca juga: nyeri sendi lutut)

Proses

Antibodi yang seharusnya tercipta untuk melawan virus serta bakteri malah bisa menyerang bagian pelapis sendi, dan apabila tidak mendapat penanganan sesegera mungkin keadaan akan menjadi serius. Nyeri, bengkak dan radang akan terjadi pada sendi. Penderita membutuhkan obat suntik atau oral yang bisa membuat agresivitas sistem kekebalan tubuh berkurang.

Cara Mencegah/Mengatasi

  • Obat penghilang rasa sakit.
  • Terapi atau perawatan biologis.
  • DMARDs atau disease-modifying anti-rheumatic drugs/obat anti-rematik modifikasi-penyakit.

(Baca juga: ciri-ciri flu tulang)

3. Psoriasis

Masalah kesehatan satu ini menyerang bagian kulit di mana kondisi ini berawal dari adanya sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif sehingga keadaan kulit pun menjadi kronis. Biasanya, gejala yang akan muncul adalah rasa perih dan gatal yang timbul di kulit kepala, siku, punggung pada bagian bawah, serta lutut meski memang gejala bisa muncul di bagian tubuh lainnya juga.

(Baca juga: kuku sering patah)

Penyebab

  • Obat-obatan tertentu, termasuk obat antimalaria, tekanan darah tinggi, serta litium.
  • Minuman beralkohol alias minuman keras secara berlebihan. (Baca juga: bahaya minuman keras bagi kesehatan)
  • Kulit yang cedera, seperti terkena panasnya matahari, gigitan serangga, atau tergores benda tajam.
  • Infeksi pada bagian tenggorokan.

Proses

Sel-T adalah sel darah yang ada pada sistem daya tahan tubuh dan inilah yang menyebabkan kondisi psoriasis di mana Sel-T berkumpul di bagian kulit sehingga ada timbul rangsangan yang membuat proses reproduksi lebih cepat. Kulit pun akhirnya menjadi bersisik dan muncul warna seperti keperakan.

Cara Mencegah/Mengatasi

4. Graves’ Disease

Jenis penyakit autoimun ini bisa malah menimbulkan penyakit kulit pretibial myxedema, bola mata menonjol atau Exophthalmos, maupun kelenjar tiroid yang aktif dan besar (hipertiroidisme). Penyakit ini merupakan penyakit tiroid paling umum yang sulit dideteksi namun terbilang gampang untuk diobati.

Penyebab

Proses

Kelenjar tiroid dapat muncul dikarenakan penyakit autoimun satu ini dan ketika kelenjar tersebut makin aktif, sejumlah gejala akan muncul. Mata yang menonjol, penurunan berat badan drastis dan tidak jelas, gampang terpancing emosi dan mengalami gangguan tidur adalah serangkaian hal yang terjadi pada si penderita selain dari tangan yang gemetaran (tremor), otot lemah, serta hawa panas. Berikut juga periode datang bulan yang terbilang sangat singkat.

Cara Mencegah/Mengatasi

  • Pemberian obat anti-tiroid.
  • Terapi radio-iodin.
  • Pengangkatan tiroid secara total melalui operasi.

(Baca juga: ciri-ciri lupus)

5. Lupus

Penyakit lupus juga dikenal juga dengan istilah systemic lupus erythematosus dan penyakit autoimun satu ini bisa membuat antibodi berkembang dengan pesat yang malah dapat merugikan tubuh manusia. Menyerang beberapa bagian tubuh, penyakit ini cukup berbahaya dan serius karena untuk mengobatinya pun diketahui fungsi imun harus diturunkan.

Penyebab

  • Obat-obatan tertentu.
  • Terpapar sinar matahari.
  • Perubahan hormon, seperti saat hamil atau pubertas, dan terjadi pada wanita.
  • Faktor genetika.

(Baca juga: penyebab lupus dan pengobatannya)

Proses

Seseorang bisa dengan mudah membuat antibodi di dalam tubuhnya berkembang yang kemudian seluruh jaringan tubuh diserang oleh antibodi tersebut. Ada sejumlah bagian tubuh yang dapat diserang, yaitu jaringan saraf, ginjal, paru-paru dan juga bagian sendi. Penderitanya akan mengalami yang namanya sensitivitas tinggi terhadap sinar matahari, kerontokan rambut, demam dan bahkan ruam serta berat badan yang turun drastis.

Cara Mencegah/Mengatasi

  • Menghindari sinar matahari yang jahat dengan mengoleskan tabir surya sebelum pergi, mengenakan kacamata hitam dan topi, serta mengenakan celana panjang serta baju lengan panjang.
  • Penggunaan obat anti-inflamasi non-steroid.
  • Membentuk sistem daya tahan tubuh melalui pola hidup sehat (makan sayur dan buah, berolahraga, menghindari minuman keras, serta istirahat yang cukup).

6. Vitiligo

Termasuk menjadi salah satu penyakit autoimun, vitiligo ini adalah sebuah keadaan yang bisa membuat bercak-bercak putih muncul di kulit manusia. Kondisi ini bisa menyerang siapa saja dari segala usia, namun umumnya yang mengidap adalah orang-orang yang masih berada di usia 20-an.

(Baca juga: penyebab vitiligo)

Penyebab

  • Terpapar senyawa kimia tertentu.
  • Terbakar matahari.
  • Mengalami stres.
  • Mengidap autoimun yang lainnya, entah itu diabetes, hipertiroidisme atau bahkan penyakit Addison.
  • Faktor keturunan.
  • Efek kosmetik yang bahan kandungannya berbahaya bagi kulit.
  • Efek samping dari adanya sakit cacingan atau tifus.
  • Akibat dari luka bakar.
  • Parasit yang memang menyebabkan adanya penyakit kulit.

Proses

Penyakit ini adalah suatu kondisi di mana sel-sel pemberi warna pada kulit diserang oleh autoimun sehingga bisa memberi dampak buruk bagi jaringan yang ada di hidung dan mulut. Gejala yang paling terlihat di sini adalah adanya bercak-bercak berwarna putih dan bercak-bercak tersebutlah yang sangat mudah terkena dan terbakar sinar matahari; sifat dari bercak itupun juga permanen. Meski tak terasa sakit dan juga tak menimbulkan ruam, ada rasa gatal pada bercak tersebut yang kadang dirasakan penderita.

(Baca juga: penyebab hipertiroid)

Cara Mencegah/Mengatasi

  • Menghindari paparan cahaya matahari secara langsung dengan mengenakan pelindung.
  • Memanfaatkan antioksidan yang bisa didapat dengan mengonsumsi vitamin E dan C bersama dengan konsumsi sumber makanan dari vitamin B12 dan asam folat.

7. Scleroderma

Jika Anda mengalami yang namanya penebalan kulit atau kulit yang menjadi keras, inilah penyakit kelainan autoimun scleroderma di mana area yang paling sering terkena adalah kaki, tangan dan wajah. Organ dalam pun tak luput dari kondisi ini, seperti sistem pencernaan serta pernapasan.

Penyebab

  • Faktor genetik.
  • Faktor lingkungan.

Proses

Kulit yang mengeras tersebut bisa terjadi dikarenakan adanya kolagen yang diproduksi secara berlebihan oleh sel-sel pada jaringan penghubung kulit yang merupakan hasil dari sistem daya tahan tubuh yang fungsinya tidak terkontrol lagi. Meski memang terjadi di luar, yaitu di kulit, namun penyakit ini bisa juga menyerang bagian dalam tubuh, seperti bagian ginjal, jantung, paru-paru, usus, dan bahkan juga esofagus. Itulah mengapa gejala sulit menelan atau disfagia bisa terjadi.

(Baca juga: ciri-ciri kurap)

Cara Mencegah/Mengatasi

  • Penggunaan obat yang mampu menghambat enzim pengubah angiotensin demi mengurangi risiko komplikasi.
  • Penggunaan obat-obatan anti-inflamasi non-steroid.
  • Terapi peregangan tubuh dan fisioterapi.

Ada Beberapa penyakit autoimun lainnya yang mungkin jarang anda dengar, berikut beberapa diantaranya.

  • Sindrom sjogren, salah satu penyakit auto imun yang menyerang jaringan kelenjar eksokrin tubuh yang menghasilkan cairan pelumas/pelembap, seperti air liur, air mata, dan keringat. Penyakit ini akan mengakibatkan produksi cairan pelumas/pelembap berkurang drastis sehingga kulit, mata, dan mulut kering, bibir kering dan pecah-pecah.
  • Sindrom behcet, penyakit ini menyerang pembuluh darah tipis, mata, seperti area rongga mulut, dan daerah genital. Gejala awal yang menjadi penyebab penyakit ini berbeda-beda pada setiap orang. Sariawan yang sangat sakit adalah tanda paling umum dari penyakit sindrom behcet (Penyebab sering sariawan). Luka sariawan pada umumnya akan sembuh dalam tujuh – 21 hari, meskipun nanti akan muncul kembali.

, , , , ,

Follow Halosehat

ig-halosehatgroup