8 Virus Penyebab Herpes : Perawatan dan Pencegahan

4723

Penyakit herpes merupakan salah satu jenis penyakit menular yang bisa terjadi pada semua orang. Anak-anak dan orang dewasa memiliki resiko terkena penyakit herpes. Herpes menjadi penyakit yang akan membuat penderita merasa tidak nyaman karena bisa menyebabkan luka yang memudahkan proses penularan. Selain itu herpes yang menyerang di sekitar mulut dan kelamin juga mengganggu berbagai aktifitas. Herpes sering ditandai dengan rasa gatal, nyeri dan luka kecil yang terus berkembang. Hal yang paling menakutkan dari herpes adalah virus yang akan terus menetap dan berkembang dalam tubuh. Namun virus herpes bisa muncul sesekali atau tidak sama sekali ketika sudah masuk ke dalam tubuh.

Penyebab utama dari herpes adalah sebuah virus yang menyebabkan infeksi pada tubuh. Berikut ini adalah delapan tipe virus herpes yang sudah dikenal dalam dunia kedokteran sebagai penyebab herpes.

  1. HHV1 (Herpes Human Virus 1)

HHV1 atau lebih dikenal dengan nama virus herpes simplex 1 (HSV 1) merupakan virus yang sering menyebabkan infeksi berulang. Virus ini akan menyerang bagian mulut dan bibir atau terkadang pada alat kelamin. Luka di sekitar mulut atau bibir akan muncul segera virus masuk ke dalam tubuh. Bahkan juga bisa menyebabkan luka dibagian mulut seperti sariawan. Dan dalam jumlah yang sangat kecil maka akan menyebar di sekitar alat kelamin. Kondisi virus ini sangat mudah menular.

Gejala

  • Munculnya luka berupa lesi bening yang bisa pecah sewaktu-waktu.
  • Gatal di sekitar luka dan muncul cairan bening ketika pecah.
  • Rasa nyeri terbakar pada luka sebelum luka melepuh.
  • Sering disertai demam, sakit kepala dan tubuh tidak nyaman sebelum luka muncul dan saat sebelum pecah.

Pencegahan dan Perawatan

  • Perawatan dilakukan dengan menggunakan antibiotik untuk mencegah infeksi berkelanjutan.
  • Perawatan dengan menggunakan obat antivirus untuk mengatasi virus agar tidak bertahan berkembang dalam tubuh.
  • Hindari melakukan kontak fisik dengan orang yang menderita herpes tipe 1 karena virus akan lebih cepat menyebar.
  • Jaga kebersihan selama terkena infeksi virus terutama di daerah bibir dan alat kelamin.
  1. HHV 2 (Herpes Human Virus 2)

HHV 2 atau lebih sering disebut dengan HSV 2 merupakan herpes genital atau herpes kelamin. Virus ini akan berkembang dan menyerang pada bagian organ kelamin dan dijumpai dalam jumlah yang sangat kecil juga menyebar ke bagian bibir dan mulut. Virus ini bisa menyebar dengan cara yang cepat hanya dengan kontak langsung dengan kulit. Cara penularan yang paling cepat adalah lewat hubungan seksual dan bayi yang dilahirkan dari ibu yang menderita herpes genital. Virus akan bertahan dalam tubuh dan sulit untuk diobati namun bisa dikendalikan dengan obat-obatan.

Gejala

  • 10 hari pertama terkena infeksi maka bagian kulit di sekitar kelamin akan terasa gatal dan panas.
  • Muncul benjolan kecil mengandung cairan yang disekitar alat kelamin.
  • Bisul akan memecah dalam waktu beberapa hari terkadang mengeluarkan cairan dan nanah bercampur darah.
  • Terasa gatal, panas dan nyeri saat buang air kecil.

Pencegahan dan Perawatan

  • Beberapa jenis obat seperti acyclovir, valacyclovir dan famsiclovir memang tidak bisa menyembuhkan hingga total tapi bisa membantu perawatan, mengurangi rasa sakit dan mencegah infeksi yang berkelanjutan.
  • Tidak melakukan hubungan seksual secara bebas kecuali dengan pasangan.
  • Pemakaian kondom untuk mencegah infeksi penularan.
  • Membiasakan hidup sehat dengan menjaga kebersihan area pribadi di sekitar alat kelamin.
  1. HHV 3

HHV 3 atau lebih dikenal dengan virus varicella zoster merupakan salah satu virus herpes yang menyebabkan penyakit cacar air. Infeksi karena virus ini bisa muncul karena virus varicella yang lebih banyak cacar air pada anak dan herpes zoster yang muncul lagi setelah mendapatkan infeksi pertama. Infeksi bisa menyebabkan semua bagian tubuh mendapatkan bisul kecil yang berisi cairan bening. Infeksi bisa menyebar ke saluran darah sehingga menyebabkan penyebaran ke semua bagian tubuh.

Gejala

  • Pada hari pertama maka infeksi menyebabkan rasa nyeri yang hebat pada bagian syaraf tubuh sehingga tubuh menjadi tidak nyaman.
  • Muncul bisul di semua bagian tubuh setelah infeksi pada hari ke 2 atau 3.
  • Tubuh demam, lemah dan sakit kepala

Pencegahan dan Perawatan

  • Cacar air pada anak-anak biasanya tidak memerlukan perawatan yang rumit, hanya saja antihistamin bisa diberikan untuk mengurangi rasa gatal yang parah.
  • Jangan memecah bisul sebab bisa menyebabkan penyebaran yang sangat cepat.
  • Potong kuku untuk menghindari luka terkena kuku saat menggaruk bagian yang gatal.
  • Pencegahan bisa dilakukan dengan merawat anak yang sakit di rumah dan tidak berbaur dengan orang lain untuk mencegah penularan.
  • Tidak melakukan kontak langsung dengan penderitan cacar air.
  • Mendapatkan vaksin untuk mencegah infeksi cacar air yang parah.
  • Melakukan beberapa cara menghilangkan cacar air alami dengan cepat
  1. HHV 4 (Virus Epstein Barr)

Herpes Human Virus 4 atau lebih dikenal dengan virus Epstein barr merupakan penyebab utama infeksi dari penyakit mononucleosis. Infeksi jamur ini mudah sekali ditularkan dengan perantara air liur. Namun perantara lain seperti saat batuk, bersin dan menggunakan perlengkapan makan bersama juga bisa menyebabkan penularan yang sangat cepat. Penyakit ini bisa terjadi pada anak-anak, remaja dan orang tua.

Gejala

Pencegahan dan Perawatan

  • Cacar air pada anak-anak biasanya tidak memerlukan perawatan yang rumit, hanya saja antihistamin bisa diberikan untuk mengurangi rasa gatal yang parah.
  • Jangan memecah bisul sebab bisa menyebabkan penyebaran yang sangat cepat.
  • Potong kuku untuk menghindari luka terkena kuku saat menggaruk bagian yang gatal.
  • Pencegahan bisa dilakukan dengan merawat anak yang sakit di rumah dan tidak berbaur dengan orang lain untuk mencegah penularan.
  • Tidak melakukan kontak langsung dengan penderitan cacar air.
  • Mendapatkan vaksin untuk mencegah infeksi cacar air yang parah.
  • Melakukan beberapa cara menghilangkan cacar air alami dengan cepat
  1. HHV 5 (Cytomegalovirus)

HHV 5 atau cytomegalovirus adalah salah satu jenis infeksi komplikasi yang paling sering terjadi pada penderita HIV/AIDS. Sebenarnya ini adalah virus yang tidak berbahaya ketika menginfeksi orang yang memiliki sistem kekebalan baik. Namun bagi penderita masalah kekebalan tubuh maka virus mudah berkembang dan bisa memicu penyakit hepatitis. Proses penularan virus ini bisa melalui transfusi darah,transplantasi organ, hubungan intim dan ibu yang menyusui pada bayinya. Komplikasi yang bisa terjadi pada penderita adalah diare, kebutaan, penyakit infeksi pada lambung dan usus. (baca juga : cara menjaga kesehatan usus dan lambung paling efektif )

Gejala pada Bayi

  • Kulit dan bagian putih mata berwarna kuning.
  • Muncul bercak kuning keunguan pada kulit.
  • Bayi lahir dengan berat yang sangat kurang.
  • Terjadi pembesaran limpa.
  • Penyakit gangguan fungsi hati.
  • Kejang

Gejala Saat Kekebalan Tubuh Lemah

Pencegahan dan Perawatan

  • Tidak ada obat yang bisa menyembuhkan kondisi penyakit ini namun perawatan bisa dilakukan untuk membuat kondisi komplikasi yang terjadi membaik.
  • Cuci tangan dengan sabun sesering mungkin terutama jika Anda harus sering kontak dengan orang lain. (baca juga : cara mencuci tangan yang benar dan steril )
  • Hindari berciuman dengan kontak air mata dan air liur seperti pada bagian bibir dan mata.
  • Hindari sering menggunakan perlengkapan makan orang lain.
  • Selalu berhubungan dengan pasangan dan menghindari seks bebas.
  1. HHV 6 (Herpes Human Virus 6)

Ini adalah salah satu jenis virus yang bisa menyebabkan penyakit roseola. Virus akan menyerang sel-sel darah merah pada orang yang memang sudah menderita penyakit tertentu. Pada anak-anak virus ini sering menyebabkan kejang, demam yang sangat tinggi dan gangguan kulit yang sangat parah.

Gejala

  • Demam mendadak pada anak-anak.
  • Terkadang disertai dengan gejala lain seperti flu, batuk dan sakit tenggorokan.
  • Terjadi pembesaran kelenjar getah bening pada bagian leher dan ketiak.
  • Muncul ruam yang berbentuk bintik merah kecil dan banyak pada semua bagian tubuh.
  • Nafsu makan mulai menurun sehingga anak menjadi sangat rewel.
  • Diare

Pencegahan dan Perawatan

  • Cacar air pada anak-anak biasanya tidak memerlukan perawatan yang rumit, hanya saja antihistamin bisa diberikan untuk mengurangi rasa gatal yang parah.
  • Jangan memecah bisul sebab bisa menyebabkan penyebaran yang sangat cepat.
  • Potong kuku untuk menghindari luka terkena kuku saat menggaruk bagian yang gatal.
  • Pencegahan bisa dilakukan dengan merawat anak yang sakit di rumah dan tidak berbaur dengan orang lain untuk mencegah penularan.
  • Tidak melakukan kontak langsung dengan penderitan cacar air.
  • Mendapatkan vaksin untuk mencegah infeksi cacar air yang parah.
  • Melakukan beberapa cara menghilangkan cacar air alami dengan cepat
  1. HHV 7

HHV 7 adalah salah satu jenis virus baru yang masih diamati dalam dunia medis. Banyak pakar yang mengatakan jika sebenarnya HHV 7 masih berkaitan dengan tipe HHV 6. Manusia rata-rata sebenarnya sudah terkena infeksi HHV7 namun terkadang gejala dan penyakit tidak muncul seumur hidup. Virus ini juga bisa meningkatkan resiko terkena penyakit seperti HHV 6 namun sebenarnya belum diketahui.

Komplikasi

  • Epilepsi 
  • Ensefalopati
  • Hepatitis
  • HHV 4
  • Masalah metabolisme organ tubuh.
  1. HHV 8

HHV 8 bisa menyebabkan sebuah kondisi penyakit yang sangat serius seperti sarcoma Kaposi. Ini adalah salah satu jenis tumor yang paling sering menjadi komplikasi dari penderita HIV/AIDS. Pertanda awal dari kondisi penyakit ini adalah warna kulit yang berubah menjadi keunguan dan menyebar ke jaringan kulit lain. Ini termasuk jenis penyakit yang memang tidak bisa diobati dan mudah terjadi pada orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah seperti untuk penderita HIV/AIDS. (baca juga : bahaya HIV AIDS bagi tubuh penderitanya )

Gejala

  • Muncul nodul di atas kulit berwarna merah, coklat atau ungu.
  • Sarcoma bisa menyebar ke berbagai organ tubuh lain dan menyebabkan gejala seperti sulti bernafasa, batuk, dan nafsu makan yang menurun drastis.
  • Pembengkakan pada kelenjar getah bening pada bagian leher dan ketiak.

Pencegahan dan Perawatan

  • Tidak ada cara yang bisa dilakukan untuk mencegah, hanya saja menjaga dari HIV dan AIDS menjadi langkah yang sangat diperlukan. Penderita HIV memiliki resiko tinggi terkena penyakit ini. Karena itu penting untuk melakukan cara mencegah AIDS secara alami
  • Perawatan dilakukan dengan mengurangi rasa sakit, mengecilkan ukuran tumor dan mencegah penyebaran ke organ tubuh lain.
  • Beberapa jenis terapi bisa dilakukan sesuai dengan kondisi penderita seperti kemoterapi, terapi radiasi dan terapi biologi.

Cara Umum Pencegahan Herpes

  • Memiliki satu pasangan seksual sehingga menghindarkan tubuh terkena berbagai penyakit menular seksual termasuk jenis herpes dari virus HSV 1, HSV 2, dan HHV 3 sampak HHV 8.
  • Selalu menjaga kebersihan badan dengan sering berganti pakaian dan mencuci tangan serta kaki sesering mungkin dengan sabun paling tidak selama 35 detik. (baca juga : akibat jarang mandi pagi sore)
  • Menjaga kebersihan lingkungan seperti rumah atau tempat tinggal, seprai tempat tidur, dan semua pakaian yang dipakai setiap hari.
  • Anak-anak atau orang dewasa yang sedang terinveksi virus herpes sebaiknya tidak melakukan kontak langsung dengan orang lain yang masih sehat.
  • Melakukan vaksin untuk mencegah agar tidak terkena cacar air.
  • Menghindari kebiasaan berbagi perlengkapan makan tanpa di cuci.
  • Tidak menggunakan narkoba jenis apapun termasuk untuk media penggunaan jarum suntik bersamaan. (baca juga : Bahaya narkoba dalam berbagai bidang)
  • Menjaga kesehatan dengan konsumsi makanan yang sehat dan olahraga untuk mempertahankan sistem kekebalan tubuh.
  • Tidak melakukan kontak dengan orang lain ketika terkena penyakit herpes.
  • Ibu hamil harus memperhatikan kebersihan dan kesehatan diri agar tidak terkena herpes sehingga tidak menularkan herpes kepada bayi yang akan dilahirkan.

Meskipun herpes yang paling dikenal adalah jenis herpes tipe HSV 1 dan HSV 2 namun ternyata potensi herpes tipe lain juga sangat berbahaya. Apapun tipe herpes yang terjadi ternyata memiliki alur penularan yang sangat cepat. Herpes juga bisa menyebabkan komplikasi yang sangat serius. Karena itu mengenal penyebab herpes dan menghindari infeksi harus dilakukan dengan cara yang tepat.