Monday, September 23, 2019

Faringitis

FaringitisFaring, atau yang lebih umum dikenal dengan nama tenggorokan adalah salah satu organ yang berperan penting dalam sistem pencernaan, terutama berperan penting dalam menelan makanan.

Seperti halnya organ tubuh yang lain, tenggorokan atau faring ini pun dapat mengalami gangguan dikarenakan penyebab tertentu. Gangguan yang umum pada tenggorokan atau faring ini adalah peradangan atau yang disebut dengan faringitis dan orang umumnya menyebut faringitis dengan radang tenggorokan.

Penyebab Faringitis

1. Virus dan Bakteri

Pada umumnya, faringitis disebabkan oleh virus dan bakteri. Virus yang menyerang tubuh dan mengakibatkan flu dan batuk adalah yang paling sering menjadi penyebabnya. Akan tetapi faringitis juga dapat ditemukan pada penderita yang terinfeksi virus bisul dan campak.

Bakteri yang menyebabkan faringitis ini biasanya adalah kelompok bakteri streptococcus.

Penularan faringitis yang disebabkan oleh virus dan bakteri ini dapat terjadi ketika penderita batuk dan mengeluarkan ludah. Virus dan bakteri pada ludah ini yang dapat menular pada orang disekitar si penderita tersebut. Selain melalui ludah, faingitis yang disebabkan virus dan bakteri dapat ditularkan melalui tangan dan barang-barang pribadi penderita. Misalnya gelas, sendok, dan piring.

Rata-rata masa inkubasi radang tenggorokan yang disebabkan oleh virus berkisar antara 3hari sampai 2 minggu.

 2. Alergi

Bagi orang-orang tertentu yang hipersensitif, cuaca, debu, makanan dan obat-obatan tertentu dapat menjadi penyebab faringitis. Cuaca, debu, makanan, dan obat-obatan tertentu tersebut adalah penyebab alergi bagi sebagian orang.  Ketika zat yang menjadi penyebab alergi tersebut mengenai atau masuk ke dalam tubuh, tubuh akan mengeluarkan reaksi-reaksi seperti gatal-gatal, bersin atau batuk. Jika berlanut dan tidak ditangani, pada akhirnya hal ini yang menjadi penyebab radang tenggorokan atau faringitis.

3. Infeksi Pada Amandel

Pada usia anak-anak, amandel bagian dari sistem pertahanan tubuh pada pernapasan bagian atas. Amandel merupakan benteng pertahanan terhadap infeksi.  Jika amandel sudah tidak berfungsi lagi, biasanya akan menjadi sarang kuman. Kuman-kuman pada amandel yang telah tidak berfungsi itulah yang akhirnya menjadi sumber penyebab timbulnya peradangan pada tenggorokan.

 4. Iritasi

Iritasi yang menyebabkan faringitis biasanya disebabkan oleh makanan. Misalnya, makanan yang terlalu pedas, makanan yang terlalu asam, begitu juga dengan makanan yang terlalu panas atau terlalu dingin. Selain itu, makanan bergetah juga dapat mengakibatkan iritasi pada bagian tenggorokan. Maka bagi penderita alergi getah tertentu sebaiknya lebih memilih makanan yang masuk ke dalam mulut.

5. Sinusitis

Setiap orang memiliki sinus pranasal (rongga pada tulang yang berada di sekitar hidung). Jika organ ini mengalami peradangan atau yang disebut sinusitis, lendir akan terus menerus mengalir dan dapat mengakibatkan iritasi ke tenggorokan. Akhirnya ini membuat kita terkena faringitis.

5. Zat Kimia

Orang-orang yang berada di lingkungan penuh polusi dan zat kimia, dapat terkena faringitis dengan mudah. Karena polusi dan zat kimia yang dihirup dapat masuk ke tubuh, dan  menurunkan daya tahan tubuh, serta menimbulkan iritasi yang akhirnya menjadi radang tenggorokan atau faringitis.

6. Laryngo-Pharyngeal Reflux (LPR)

Laryngo-Pharyngeal Reflux adalah kondisi dimana asam lambung berbalik kembali ke arah esofagus (saluran makanan), dan juga ke tenggorokan. Sehingga asam lambung yang berada di tenggorokan ini menimbulkan batu, rasa asam dangatal pada tenggorokan, merasa banyak lendir di tenggorokan, membuat iritasi, dan menimbulkan rasa nyeri pada tenggorokan kita.

7. Kurangnya Menjaga Kebersihan Mulut

Mulut adalah salah satu bagian tubuh yang rawan menjadi sarang kuman. Gigi yang keropos, berlubang bahkan busuk, kebersihan gigi, gusi, lidah yang kurang terjaga, adalah salah satu penyebab terbesar kuman-kuman menumpuk di mulut. Jika kita tidak membersihkan dengan baik mulut kita secara teratur, sudah tentu kuman akan bersarang di mulut. Kuman-kuman inilah yang masuk ke dalam tenggorokan dan menimbulkan peradangan.

Gejala Faringitis

  1. Kelenjar Getah Bening Pada Leher Membengkak. Kelenjar getah bening di dalam tubuh bertanggung jawab sebagai organ yang memerangi dan menghancurkan kuman. Ketka terjadi infeksi, kelenjar getah bening ini langsung bereaksi menjalankan fungsinya. Karena itulah salah satu gejala radang tenggorokan adalah bengkaknya kelenjar getah bening. Ini menandakan kelenjar getah bening tengah memerangi kuman penyebab infeksi.
  2. Rasa Sakit Ketika Menelan dan Serak. Bisa terjadi dikarenakan iritasi yang terjadi pada tenggorokan atau menandakan sedang terjadinya infeksi.
  3. Rasa Gatal dan Kering Pada Tenggorokan. Rasa gatal dapat disebabkan kuman-kuman yang sedang menginfeksi.
  4. Batuk dan Bersin. Batuk dan bersin ini bisa menjadi akibat dari masuk nya virus influenza yang menginfeksi tubuh. Jika faringitis yang terjadi disebabkan virus tersebut, biasanya akan diawali batuk-batuk dan bersin-bersin.
  5. Hidung Tersumbat. Biasanya terjadi karena virus influenza.
  6. Biasanya Disertai Demam. Terkadang pada beberapa kasus faringitis ada juga yang tidak disertai demam.
  7. Munculnya Bau Tidak Sedap Pada Mulut. Biasanya karena kuman yang berkembang biak di dalam mulut.

Gejala faringitis ternyata dapat terjadi pada siapa saya dan tanpa disadari. Untuk itu pencegahan adalah salah satu jalan terbaik untuk mencegah terjadinya Faringitis

Pencegahan Faringitis

Jika faringitis belum terjadi atau tidak ingin kita alami, kita dapat melakukan pencegahan pada tubuh masing-masing. Beberapa langkah pencegahan faringitis yang dapat kita lakukan :

1. Menjaga Daya Tahan Tubuh

Degan semakin tingginya daya tahan tubuh kita, virus dan bakteri tidak mudah masuk ke dalam tubuh kita. Sekalipun virus atau bakteri itu masuk, tubuh kita dapat melawannya. Menjaga daya tahan tubuh dapat dilakukan dengan asupan makanan yang bergizi, istirahat yang cukup, olah raga teratur, serta penambahan vitamin yang bisa kita dapat dari buah-buahan atau suplemen jika diperlukan.

2. Memakai Masker Atau Pelindung Alat Pernapasan

Memakai masker atau pelindung alat pernapasan ini dapat kita lakukan apabila berdekatan dengan orang yang sedang terkena faringitis atau terinfeksi influenza atau virus lain yang dapat menular melalui pernapasan. Hal ini kita lakukan untuk meminimalisir kemungkinan penularan virus tersebut yang dapat menjadi penyebab faringitis.

Selain untuk meminimalisir penularan virus, masker atau pelindung pernapasan ini juga dapat digunakan oleh orang-orang yang berada di lingkungan yang terpapar polusi dan zat kimia yang juga dapat menurunkan daya tahan tubuh.

3. Menjaga dan Memilah Makanan yang Masuk ke Dalam Tubuh

Hal ini dilakukan untuk menghindari iritasi pada tenggorokan maupun kerongkongan. Hindari makanan yang terlalu asam, terlalu pedas, terlalu panas, ataupun terlalu dingin. Begiu juga dengan buah tertentu yang memiliki getah yang kuat atau getah penyebab alergi.

Selain itu, makanan yang memicu asam lambung naik pun harus dapat dipilih dengan baik. Untuk menghindari terjadinya Laryngo-Pharyngeal Reflux (LPR) yang dapat meluas menjadi faringitis.

4. Menghindari Makanan atau Penyebab Alergi (Jika memiliki alergi)

Karena faringitis dapat disebabkan oleh terjadinya alergi pada tubuh kita, maka salah satu pencegahannya adalah dengan mencegah alergi itu sendiri. Caranya tentu dengan menghindari hal-hal yang bersifat alergen (zat menimbulkan alergi) mengenai atau masuk ke dalam tubuh kita. Biasanya orang memiliki alergi yang berbeda dengan alergen yang berbeda pula.

5. Menjaga Kebersihan Mulut dan Gigi

Hindari kuman-kuman menumpuk di gigi dan mulut dengan membersihkannya setiap hari. Menggosok gigi dan berkumur adalah cara termudah untuk membersihkannya. Usahakan mulut dan gigi bersih agar tidak ada kuman yang dapat masuk ke tenggorokan.

6. Menghindari Pemakaian Barang Pribadi yang Sama Dengan Penderita Faringitis

Seperti yang telah dijelaskan, selain melalui pernapasan, faringitis juga menular melalui barang pribadi. Maka hindari pemakaian barang pribadi yang sama dengan yang terkena faringitis, seperti pemakaian handuk, gelas, sendok, dan piring.

7. Minum Air Putih Dalam Jumlah yang Cukup

Minum air putih tentu banyak manfaatnya bagi tubuh. Begitu juga bagi tenggorokan. Mencegah tenggorokan dari kekeringan dan batuk yang disebabkan kekurangan minum.

8. Mencuci Tangan Secara Teratur

Mencuci tangan secara teratur mengihndarkan tangan kita terkena kuman danmengurangi risiko kuman masuk ke dalam mulut melalui tangan.

Pengobatan Faringitis

Meskipun terkadang faringitis dapat hilang dengan sendirinya, namun jika telah terlanjur terkena faringitis, berikut adalah beberapa langkah pengobatannya :

1. Pertolongan Pertama Mengurangi Rasa Nyeri di Tenggorokan

Untuk mengurasi rasa sakit di tenggorokan, dapat dilakukan dengan cara memberikan obat pereda nyeri (analgetik) atau juga dapat dilakukan dengan cara berkumur air garam hangat.

Jika diduga penyebab infeksinya adalah karena bakteri, maka dapat diberikan antibiotik yang berfungsi untuk menghambat pertumbuhan bakteri serta melawan infeksi akibat bakteri.

2. Mengatasi Faringitis Dengan Bahan Alami. Selain dengan antibiotik buatan pabrik, kita juga dapat meredakan faringitis dengan beberapa alternatif bahan alamiah seperti :

*Campuran Jeruk Lemon dan Air Hangat. Campurkan 30ml air jeruk lemon dengan 20ml air hangat. Dikumur di dekat pangkal tenggorokan, lalu telan. Campuran air lemon dan air hangat ini dapat diminum beberapa kali dalam satu hari.

*Air Rebusan Lidah Buaya. Lidah buaya yang secara alami memiliki sifat antiseptik serta anti-inflamasi, dapat membantu meredakan faringitis. Caranya adalah membuat air rebusan lidah buaya. Rebus sekitar 100gram lidah buaya yang telah dibersihkan hingga mendidih, kemudian minum dalam keadaan hangat. Rebusan lidah buaya ini dapat diminum satu hingga dua kali sehari.

 3. Mengatasi Faringitis Dengan Pengobatan Dokter. Ketika nyeri pada tenggorokan sudah tidak tertahankan dan tidak dapat diatasi, sebaiknya segera datang ke dokter. Meskipun kita dapat membeli antibiotik sendiri, namun ada baiknya kita mendatangi dokter terlebih dahulu untuk memastikan kondisi faringitis yang tengah terjadi dan untuk mendapatkan obat yang sesuai dengan kondisi kita.

Janganlah menyepelekan kondisi faringitis dan membiarkannya hingga akhirnya terjadi komplikasi yang menjadikan kondisi tenggorokan kita semakin parah.

Biasanya ketika telah diketahui penyebabnya, yang diobati adalah penyebabnya. Misalnya faringitis disebabkan oleh infeksi amandel, maka yang diobati adalah infeksi pada amandel tersebut agar langsung diobati pada sumbernya. Atau menghindari penyebab amandel agar tidak terkena. Begitu juga jika faringitis disebabkan oleh sebab lainnya.

Bagaimanapun cara pengobatannya, baik secara alamiah maupun dengan pertolongan dokter, barengi juga dengan istirahat yang cukup. Agar tubuh kita dapat menaikan daya tahan tubuhnya sendiri secara bertahap.

Pada dasarnya penyakit apapun tidak akan mudah menyerang jika kita menjaga tubuh kita dengan baik. Alangkah baik jika kita memulai pola hidup sehat untuk diri sendiri dan dapat menyebar juga pada lingkungan sekitar.

Recommended