Home Penyakit dan KelainanGejala Penyakit BAB Berdarah Segar – Temukan Penyebabnya

BAB Berdarah Segar – Temukan Penyebabnya

by Ana Rohma

Buang air besar berdarah, pasti akan membuat Anda terkejut dan merasa takut dengan jenis penyakit tertentu. Feces dikeluarkan dari anus sebagai bentuk dari sisa hasil pencernaan tubuh yang telah melewati organ pencernaan. Makanan masuk ke dalam tubuh lewat mulut lalu ke kerongkongan dan sampai di bagian lambung. Setelah itu usus kecil akan menyerap makanan sesuai dengan jenis sari makanan yang tersedia. Sisanya dengan bantuan enzim akan terserap oleh usus besar, kemudian masuk ke saluran anus yang keluar dalam bentuk feces. Kondisi feces menjadi salah satu tolak ukur untuk masalah kesehatan tubuh. Masalah yang paling sering terjadi adalah adanya darah dalam feces.

Kondisi Darah Saat Bab

Sebenarnya orang yang menemukan darah saat buang air besar tidak perlu merasa langsung panik. bahkan kondisi ini mungkin sebelumnya sudah pernah terjadi dan tidak pernah disadari. Beberapa gejala lanjutan memang memerlukan pemeriksaan yang lebih lanjut. Ada dua hal yang bisa menjadi indikator sebagai penyakit tertentu, yaitu dimana darah itu ditemukan. Apakah darah tersebut memang ada pada feces termasuk di dalamnya? Atau darah itu baru ditemukan pada kloset setelah buang air besar? kondisi ini bisa menjadi salah satu analisa tentang penyakit atau kelainan tertentu yang di derita.

Darah yang ditemukan baik dalam feses atau bekas dari feses tersebut memang bisa menjadi petunjuk penting untuk analisa penyakit tertentu. Jika darah yang ditemukan pada feces disertai dengan beberapa gejala maka bisa merujuk pada jenis penyakit. Berikut ini adalah beberapa jenis penyakit dan gejala yang sering ditandai dengan darah pada feces.

1. Fisura Ani

Fisura ani adalah sebuah mata atau luka kecil yang terjadi pada jaringan tipis yang terdapat pada anus. Kondisi ini bisa disebabkan karena tinja yang keluar terlalu besar dan keras sehingga menyebabkan luka yang tidak bisa dicegah. Fisura ani sering menyebabkan penderitanya mengalami pendarahan dan rasa nyeri yang luar biasa saat buang air besar. Beberapa penderita juga bisa menderita kejang otot di bagian anus sehingga rasa nyeri bisa timbul kapan saja.

Siapa yang Bisa Terkena Fisura Ani?

Semua orang sebenarnya bisa terkena fisura ani termasuk bayi dan orang lanjut usia. Kondisi kelainan ini sebenarnya bisa sembuh dan pulih sendiri selama kurang lebih enam minggu. Tapi jika tidak mendapatkan perawatan yang tepat maka akan menyebabkan rasa sakit saat buang air besar dan penderita merasa tidak nyaman.

Gejala Fisura Ani

  • Terdapat darah pada tinja dan bagian kloset.
  • Ada rasa nyeri dan sakit parah saat buang air besar.
  • Ada luka yang terasa di kulit tipis di sekitar anus.
  • Terasa gatal dan perih di bagian sekitar anus.
  • Muncul beberapa benjolan tipis di dekat anus.

Penyebab Fisura Ani

  • Tinja terlalu keras
  • Mengejan terlalu kuat saat bab
  • Diare parah
  • Peradangan pada lapisan anus
  • Kondisi setelah persalinan normal
  • Penyakit tertentu (kanker anus, TBC, Sipilis dan Herpes)

 

Pencegahan

  • Konsumsi berbagai jenis makanan yang mengandung serat untuk mencegah sembelit seperti sayuran hijau, wortel, terong, buah – buahan dan sumber biji-bijian.
  • Minum air delapan gelas per hari untuk mencegah dehidrasi.
  • Olahraga ringan secara teratur seperti berjalan kaki dan berbagai latihan untuk melenturkan otot perut.
  • Tidak mengejan saat buang air besar.
  • Perawatan fisura ani pada bayi harus memperhatikan kebersihan di sekitar area anus dan berbagai jenis pakaian yang digunakan seperti popok dan memakai bantuan obat dari ahli medis.

2. Kanker Usus

Kanker usus adalah jenis kanker yang muncul pada bagian saluran usus akhir pencernaan. Biasanya kanker muncul dari pertumbuhan jaringan kecil seperti polip, namun gejala yang tidak terjadi sering menyebabkan penderita tidak menyadarinya. Jaringan kecil ini akan bertambah menjadi besar dan ganas serta menjadi sel kanker. Deteksi kesehatan usus menjadi solusi agar tidak terkena kanker usus.

Gejala Kanker Usus

  • Pendarahan pada bagian anus atau yang ditemukan pada tinja.
  • Kebiasaan buang air besar mengalami perubahan dengan tingkat kepadatan yang berbeda, yaitu diare atau sembelit.
  • Timbul kram, nyeri dan sering buang angin.
  • Rasa lemah dan lelah berkepanjangan
  • Berat badan yang turun drastis dan nafsu makan yang kurang.

Penyebab Kanker Usus

  • Awal mula dari penyebab kanker usus memang tidak pernah diketahui secara medis, namun kanker tumbuh akibat dari sel sehat yang mengalami kerusakan. Sel yang rusak akan membelah dan terus menyebabkan kerusakan di bagian jaringan usus di sekitarnya. Sel kanker bisa tumbuh ke bagian tubuh yang lain dan terus merusak sel yang sehat.
  • Pertumbuhan polip kecil di bagian usus besar yang bisa muncul pada bagian usus dalam maupun dinding usus.
  • Terjadi mutasi gen yang didapatkan dari keturunan dalam gen keluarga.

Perawatan Kanker Usus

Perawatan kanker usus dilakukan sesuai dengan tahap kanker. Namun tindakan medis yang melakukan tiga tahap yaitu:

1. Operasi
Operasi bisa dilakukan sesuai dengan tahap kanker, jika jaringan masih berbentuk polip kecil maka bisa dilakukan operasi dengan metode kolonoskopi. Sementara jika jaringan sudah besar dan melibatkan daerah di sekitarnya maka bisa dilakukan laparaskopi. Tahapan operasi sangat bergantung dari jenis dan tahap kanker.

2. Kemoterapi
Kemoterapi dilakukan dengan memberikan obat keras untuk menghancurkan sel kanker yang masih tersisa setelah operasi. Tahap ini biasanya dilakukan jika kanker telah menyebar ke bagian kelenjar getah bening. Kemoterapi juga bisa dilakukan untuk mengurangi ukuran kanker yang sudah membesar sebelum selanjutnya dioperasi.

3. Radioterapi
Terapi ini dilakukan dengan memanfaatkan sinar X yang berguna untuk menghancurkan semua sel kanker yang masih tersisa. Terapi ini biasanya dilakukan bersamaan dengan proses kemoterapi.

Cara Mencegah Kanker Usus

  • Deteksi dini kanker usus bisa mencegah kanker ganas, karena biasanya penderita pada tahap awal memang tidak pernah merasakan gejala. Namun deteksi dini sangat disarankan untuk orang yang memiliki riwayat kanker usus dalam keluarga.
  • Konsumsi berbagai jenis buah dan sayuran secara aktif. Buah dan sayuran adalah sumber antioksidan yang alami serta kaya dengan kandungan mineral, vitamin dan berbagai nutrisi lain.
  • Kurangi mengkonsumsi alkohol karena alkohol memiliki efek yang sangat buruk untuk kesehatan tubuh.
  • Jika Anda memiliki kebiasaan merokok, maka mulailah untuk berhenti dari sekarang karena rokok memang bisa merusak organ tubuh termasuk usus.
  • Lakukan olahraga ringan setiap hari paling tidak selama 15 menit, karena latihan akan menyebabkan otot tubuh aktif dan mengurangi resiko kanker.
  • Kendalikan berat badan Anda, karena diet yang sehat bisa membuat tubuh aktif dan memiliki sistem metabolisme yang baik.

3. Polip Usus

Polip usus adalah pertumbuhan jaringan kecil dibagian lapisan usus besar. Polip usus memang tidak berbahaya namun bila tidak diobati maka bisa menyebabkan pertumbuhan sel kanker. Orang lanjut usia baik wanita dan laki-laki yang telah berusia lebih dari 50 tahun memiliki resiko tinggi terkena polip usus. Resiko tinggi lain sering terjadi pada orang yang memiliki kebiasaan merokok, konsumsi alkohol dan obesitas.

Gejala

Tidak ada gejala khusus yang biasanya ditimbulkan dari polip usus. Seseorang yang telah masuk usia lebih dari 50 tahun sebaiknya melakukan pemeriksaan medis untuk mengetahui kondisi kesehatan usus besar. Dalam kondisi tertentu polip usus dapat menimbulkan gejala lanjut seperti:

  • Pendarahan pada anus yang sering diketahui pada feces.
  • Warna tinja mengalami perubahan menjadi lebih hitam.
  • Diare atau sembelit lebih dari 7 hari.
  • Gangguan pencernaan seperti mual, nyeri dan muntah dalam jangka panjang
  • Anemia yang disebabkan karena terjadi pendarahan pada bagian dalam dan tidak terlihat hingga ditemukan feces pada darah.

Jenis Polip Usus

  1. Adenomatosa. Ini adalah jenis polip usus yang sangat umum, polip ini bisa jinak namun juga bisa berubah menjadi kanker ganas.
  2. Polip Hiperplastik. Polip yang terbentuk dari jaringan parut pada usus ini memang jinak dan terletak di usus besar bagian atas. Bentuk polip datar dan biasanya memang sulit untuk di deteksi.
  3. Polip Peradangan. Polip ini lebih sering muncul pada penderita penyakit Crohn yang menyerang bagian usus besar dan bisa meningkat menjadi kanker.

Penyebab Polip Usus

  • Mutasi sel yang sehat bisa menyebabkan kerusakan, sel yang seharusnya bermutasi menjadi sel yang sehat ternyata tumbuh dan membelah tidak teratur. Proses ini terjadi dalam bagian usus besar dan sering menyebabkan pertumbuhan polip.
  • Kondisi kesehatan tertentu seperti peradangan pada usus besar dan penyakit Crohn.
  • Memiliki riwayat keluarga dengan penyakit polip usus.
  • Kebiasaan hidup yang buruk seperti merokok dan alkohol.
  • Kegemukan dan aktivitas latihan atau olahraga yang kurang.
  • Menderita penyakit diabetes dan tidak pernah melakukan pemeriksaan kadar gula darah.

Cara Mencegah Polip Usus

  • Konsumsi buah dan sayuran yang banyak mengandung serat seperti sayuran hijau, buah berwarna merah, buah berry dan semua jenis biji-bijian.
  • Mengurangi konsumsi daging merah dengan lemak yang bisa memicu penumpukan lemak dalam tubuh.
  • Membatasi kebiasaan merokok dan minum alkohol atau menghilangkan kebiasaan buruk ini.
  • Sering berolahraga untuk meningkatkan kemampuan fisik.
  • Selalu melakukan pemeriksaan rutin untuk orang dengan resiko tinggi seperti adanya garis keturunan dengan penyakit polip.

4. Gastritis

Kondisi penyakit gastritis adalah sebuah gangguan yang disebabkan karena tingginya kadar asam pada bagian selaput perut. Peradangan bisa disebabkan karena infeksi dari bakteri tertentu yang bisa menyebabkan penyakit maag. Namun kondisi kelainan ini juga bisa disebabkan karena kebiasaan hidup yang buruk.

Penyebab Gastritis

  • Infeksi dari jenis bakteri Helicobacter pylori. Infeksi ini bisa disebabkan karena gaya hidup yang buruk, makanan kotor, tingkat stress yang cukup tinggi dan kebiasaan merokok.
  • Gastritis pada orang tua sering disebabkan karena terjadi penipisan lapisan perut yang meningkatkan resiko infeksi dan gangguan pencernaan.
  • Kebiasaan mengkonsumsi alkohol yang berlebihan dan menyebabkan gangguan pencernaan.
  • Stress yang bisa menyebabkan tekanan produksi asam lambung yang sangat tinggi.

Gejala Gastritis

  • Rasa nyeri yang kuat pada bagian pencernaan mulai dari perut hingga terkadang tembus ke bagian tulang belakang.
  • Gangguan pencernaan yang sulit dihadapi seperti mual, muntah dan tidak bisa makan.
  • Tubuh menjadi lebih lemah, nyeri di perut dan menggigil.
  • Timbul pendarahan pada tinja dan warna tinja berubah menjadi lebih hitam.

Cara Mengatasi Gastritis

  • Mulai mengkonsumsi makanan netral dengan jumlah yang kecil dan dilakukan sesering mungkin.
  • Hindari mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang bisa menyebabkan iritasi seperti makanan pedas dan asam.
  • Hindari mengkonsumsi alkohol dan rokok karena bisa meningkatkan produksi asam lambung.
  • Hindari memiliki tekanan pikiran yang besar karena stress bisa menyebabkan masalah lambung, jadi lebih baik jika Anda berusaha untuk santai dan tenang. Anda bisa mendengarkan musik atau melakukan meditasi.
  • Lindungi tubuh dari infeksi bakteri Helicobacter phylori dengan cara menjaga kebersihkan makanan, lingkungan, sering mencuci yangan dan pilih makanan sehat.

5. Wasir

Wasir atau ambeien adalah salah satu jenis penyakit yang dilihat dengan adanya pembengkakan pada bagian pembuluh darah dan peradangan pada bagian anus. Wasir bisa terbentuk dari kebiasaan mengejan saat buang air besar sehingga menyebabkan tekanan kuat pada bagian pembuluh darah. Wasir bisa muncul pada bagian anus dalam dan dibawah anus (luar anus)

Gejala Wasir

  • Ada pendarahan pada saat buang air besar (biasanya tidak menyebabkan rasa sakit).
  • Gatal dan tidak nyaman pada bagian anus.
  • Terjadi pembengkakan pada bagian sekitar anus
  • Muncul benjolan di bagian anus dan bisa terasa lebih sakit.
  • Gejala wasir dalam atau yang terletak pada bagian dalam anus memang tidak mudah dikenali namun sering menyebabkan sakit saat buang air besar.
  • Wasir luar sering menyebabkan rasa tidak nyaman saat duduk karena benjolan yang keluar dari bagian anus.

Penyebab Wasir

  • Kebiasan mengejan saat buang air besar.
  • Kebiasaan duduk terlalu lama tanpa penopang di bagian anus.
  • Penyakit pencernaan dalam waktu lama seperti diare dan sembelit.
  • Obesitas
  • Wanita hamil
  • Tidak atau jarang mengkonsumsi makanan berserat seperti buah dan sayuran.

Cara Mengatasi Wasir

Pada tahap awal wasir masih bisa diobati dengan pemberian obat tertentu yang mengandung hidrokortison. Namun ketika tahap wasir sudah besar atau mengganggu penderita maka bisa dilakukan pengangkatan wasir dengan operasi bedah.

Cara Mencegah Wasir

  • Biasakan untuk mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang mengandung serat seperti buah, sayuran, kacang-kacangan dan biji-bijian. Serat yang larut dalam usus bisa membuat kerja usus menjadi lebih ringan dan semua sari makanan diserap oleh tubuh dengan bantuan enzim. Selain itu serat akan membantu tinja yang dihasilkan oleh usus menjadi lebih lunak.
  • Biasakan banyak mengkonsumsi air minum, paling tidak delapan gelas per hari. Air minum membantu proses metabolisme termasuk pencernaan oleh organ pencernaan.
  • Biasakan untuk tidak mengejan saat buah air besar untuk melindungi pembuluh darah di anus dari tekanan saat buang air besar.
  • Lakukan beberapa olahraga untuk menurunkan berat badan dan membantu proses metabolisme dalam tubuh.
  • Jika Anda terbiasa bekerja dengan duduk atau jongkok, maka jangan sesekali cobalah untuk berdiri atau berjalan-jalan sebentar.

Baca juga : Makanan untuk penderita wasir

6. Proctitis

Proctitis adalah sebuah penyakit yang disebabkan karena peradangan pada bagian lapisan rektum. Rektum merupakan salah satu bagian yang berbentuk seperti tabung berisi sekumpulan otot yang menghubungkan usus besar bagian bawah hingga anus. Tinja yang akan keluar dari bagian anus pasti akan melewati rektum.

Gejala Proctitis

  • Keinginan untuk buang air besar yang terus menerus meskipun tidak seharusnya buang air besar.
  • Timbul pendarahan pada bagian rektum yang sering ditemukan bersama tinja.
  • Keluar lendir kental dan encer dari bagian anus.
  • Rasa sakit pada bagian dubur
  • Rasa nyeri dan tekanan dibagian kiri perut.
  • Diare terus menerus
  • Rasa sakit ketika setelah makan atau sebelum makan.

Perawatan Proctitis

Proctitis bisa diobati sesuai dengan gejala dan penyebab dari kondisi ini. Semua jenis peradangan yang menyebabkan proctitis bisa diobati dengan antibotik. Namun proctitis yang disebabkan karena radioterapi tidak perlu mendapatkan perawatan karena itu hanya efek terapi saja. Anda juga bisa mengatur waktu makan seperti tidak makan menjelang tidur untuk mengendalikan pencernaan.

Cara Mencegah Proctitis

Proctitis sering terjadi pada orang yang memiliki kebiasaan hubungan seks anal atau seks melalui dubur. Untuk menghindari agar tidak terkena proctitis harus menghindari kebiasan buruk ini dan merubah pola hidup yang lebih baik. Sementara itu proctitis yang disebabkan karena terapi radiasi bisa sembuh sendiri jika program terapi sudah selesai.

7. Iskemia Usus

Penyakit iskemis usus adalah sebuah kondisi yang terjadi ketika usus tidak mendapatkan jumlah aliran darah yang cukup karena terjadi penyumbatan pada bagian arteri. Penyakit ini dapat mempengaruhi fungsi usus kecil dan usus besar. Penyakit ini bisa menjadi sangat serius jika tidak mendapatkan perawatan yang tepat. Bahkan perawatan yang terlambat bisa menyebabkan usus tidak mendapatkan suplai darah dan bisa menyebabkan kematian mendadak.

Gejala Iskemis Usus

  • Rasa sakit pada bagian perut dan tekanan yang sulit untuk diatasi.
  • Ingin buang air besar dalam waktu tertentu dan tidak bisa ditunda.
  • Sering merasa ada gerakan usus yang kuat dan terasa lebih sakit.
  • Ada darah di dalam tinja
  • Gangguan pencernaan sepertu mual, muntah dan diare.
  • Demam dan menggigil tanpa sebab.
  • Sering merasa kram atau nyeri setelah makan.
  • Terjadi penurunan berat badan yang tidak diketahui sebabnya.
  • Perut kembung terus menerus.

Penyebab

Pencegahan

Upaya pencegahan untuk iskemia usus hanya bisa dilakukan sesuai dengan penyebab dari iskemia tersebut. Kasus yang paling sering terjadi adalah bahwa iskemia selalu membutuhkan perawatan lanjut di rumah sakit. Penyumbatan yang menyebabkan aliran darah terhenti ke bagian usus harus segera ditemukan oleh ahli medis. iskemia bisa menjadi penyakit yang sangat menakutkan ketika benar-benar tidak ada darah yang masuk ke bagian usus sehingga usus tidak bisa berfungsi dengan semestinya dan dapat menyebabkan kematian mendadak.

Apa Dilakukan Jika Bab Berdarah?

Bab berdarah memang bisa menjadi salah satu pertanda penyakit tertentu. Namun gejala atau kondisi ini biasanya muncul dengan gejala lain. Berikut ini adalah langkah yang bisa Anda lakukan jika menemukan darah dalam tinja saat buang air besar.

  1. Perhatikan kondisi tubuh Anda. Apa rasa tidak nyaman yang paling Anda rasakan selama beberapa hari terakhir? Jika Anda merasa ada gejala yang menyertai seperti beberapa penyakit di atas maka lakukan konsultasi dengan ahli medis.
  2. Jika Anda sama sekali tidak pernah merasakan berbagai gejala sebelumnya dan merasa cukup sehat, maka bisa saja darah disebabkan karena Anda kurang serat. Konsumsi berbagai jenis buah dan sayuran yang banyak mengandung serat. Selain itu tetap jaga jumlah air yang dikonsumsi setiap hari. (baca juga Akibat kurang seratMakanan kaya serat)
  3. Hindari semua kebiasaan buruk yang menyebabkan potensi penyakit tertentu, seperti kebiasaan merokok dan minum alkohol. Baca juga ( bahaya merokok dan bahaya alkohol)
  4. Selalu awasi dan perhatikan kondisi tinja misalnya apakah ada darah dan bagaimana kondisi warna?
  5. Jangan pernah menunda untuk berkonsultasi dengan dokter jika menemukan darah dalam tinja dan merasa memang ada masalah kesehatan serius yang Anda hadapi akhir-akhir ini.
  6. Perhatikan kondisi makanan dan minuman sehari-hari Anda. Biasakan mengkonsumsi makanan dan minuman yang bersih dan sehat. Selain itu perhatikan kebersihan Anda agar terbebas dari infeksi bakteri dengan cara sering mencuci tangan dan selalu mencuci tangan sebelum makan. Cara Cuci tangan yang benar dan steril.
  7. Jika Anda memiliki riwayat penyakit usus seperti radang usus maka segera lalukan pemeriksaan medis.
  8. Jika Anda memiliki riwayat penyakit kanker usus dan polip usus maka lakukan pemeriksaan dini atau deteksi untuk mengetahui bahwa kesehatan usus Anda benar-benar terjamin.

Jadi ada banyak penyakit yang bisa ditandai dengan munculnya darah saat buang air besar. Tindakan untuk langsung berkonsultasi dengan ahli medis sangat diperlukan jika muncul beberapa gejala yang berhubungan dengan kondisi tubuh. Jadi kita bisa mulai memperhatikan kesehatan tubuh dari tanda – tanda seperti ini.

Baca juga : Cara melancarkan buang air besar

You may also like