Aids

advertisement

AIDS adalah sebuah penyakit yang sangat menakutkan bagi semua orang. AIDS atau Acquired Immune Deficiency Syndrome dikenal sebagai penyakit yang menyebabkan tubuh sangat lemah karena adanya infeksi dari virus HIV (Human Immunodeficiency Virus). Bagi orang yang terkena penyakit AIDS maka tubuhnya akan terus menerus sakit karena beberapa infeksi dari virus, bakteri atau jamur, meskipun bagi orang biasa hal itu tidak menjadi masalah. Penyakit ini dianggap paling mengerikan karena hingga sekarang belum ditemukan obatnya. Meskipun beberapa peneliti dalam bidang farmasi dan kedokteran terus mencari solusi untuk mengurangi rasa sakit pada penderita.

Apa itu AIDS?

AIDS menjadi penyakit yang disebabkan oleh infeksi dari virus HIV atau Human Immunodeficiency Virus yang merupakan salah satu penyakit paling mematikan di dunia. Virus yang menginfeksi tubuh akan membuat penderitanya mengalami perubahan sistem kekebalan tubuh. Perubahan yang paling banyak terjadi adalah tubuh penderita akan menjadi lebih rentan terhadap beberapa jenis penyakit dan penyakit akan terus memburuk dalam kurun waktu tertentu.

Penyakit AIDS pertama kali dikenal sekitar tahun 1980. Penyakit ini tidak dapat menular lewat udara atau air, namun bisa cepat menyebar melalui kontak secara langsung dengan media darah, cairan sperma, dan susu ibu. Bagi orang yang telah terinfeksi virus HIV maka lebih berpotensi menularkan AIDS lewat beberapa kontak media AIDS tersebut. Bahkan kasus ini juga berkembang untuk wanita yang sedang mengandung, ibu menyusui kepada anaknya dan anak yang lahir dari ibu dengan penyakit AIDS.

Fakta AIDS secara Medis

Banyak orang yang selalu menyebut bahwa AIDS dan HIV adalah sama. Pada dasarnya dalam dunia medis tidak dikenal tipe dari AIDS. Namun HIV dan AIDS memiliki skala infeksi yang berbeda. Berikut ini beberapa fakta mengenai HIV dan AIDS.

  • HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Jika seseorang terinfeksi dengan virus HIV maka belum disebut sebagai penderita AIDS. Pada dasarnya infeksi HIV masih terjadi pada awal dari terjangkitnya AIDS. Namun jika penderita sudah terdeteksi lewat tes bahwa positif HIV maka bisa mengkonsumsi beberapa obat-obatan yang memperlambat berkembangnya virus atau masuk ke tahap AIDS. Usaha pengobatan ini akan membuat penderita memiliki kesehatan yang lebih baik dalam jangka panjang. Namun tidak ada waktu relatif untuk menentukan masa infeksi dari positif HIV ke AIDS.
  • AIDS adalah salah satu bentuk sindrom yang menjadi tahap lanjut dari infeksi HIV. Dalam sebuah kasus medis AIDS disebut sebagai kondisi medis yang terjadi pada orang yang sebelumnya terinfeksi HIV atau HIV positif. Kesempatan perubahan HIV positif menjadi AIDS biasanya lebih mudah terjadi pada penderita yang tidak menerima pengobatan khusus pada saat sudah terdeteksi HIV positif.
  • Orang yang menderita AIDS memiliki potensi besar untuk menularkan HIV positif. Proses penularan dari HIV ke orang yang sehat melalui kontak darah, seksual dan wanita hamil kepada janin.

Penyebab AIDS

AIDS adalah penyakit yang disebabkan karena infeksi dari HIV atau Human Immunodeficiency Virus. HIV akan bekerja dengan cara menginfeksi berbagai macam organ penting dalam tubuh dan bersifat menganggu sistem kekebalan tubuh. semua penderita yang mendapatkan infeksi dari HIV bisa memiliki tingkat kelanjutan yang berbeda-beda. Beberapa penderita bisa memiliki waktu yang lebih sehat lebih lama daripada penderita lain.

a. Perkembangan dari penyakit AIDS setiap penderita bisa berbeda-beda.

Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain.

  • Kondisi kesehatan orang yang sudah terinfeksi HIV.
  • Usia penderita ketika terinfeksi HIV
  • Kemampuan tubuh penderita dalam mengatasi penyakit yang merusak sistem kekebalan tubuh
  • Lingkungan hidup penderita
  • Faktor genetik dari orang tua.
  • Kondisi faktor resistensi dari jenis HIV yang menginfeksi tubuh penderita.

b. Penularan AIDS.

Penyakit AIDS tidak menular lewat sentuhan tangan atau berbagai perlengkapan makan. Berikut ini adalah beberapa cara penularan AIDS yang diakui dalam dunia medis.

  1. Hubungan Seksual. Orang yang menderita AIDS dapat menularkan virus HIV kepada orang sehat dengan cara hubungan seksual. cairan sperma atau pertukaran cairan lendir pada organ intim dapat membuat penderita AIDS menularkan infeksi HIV. Karena hal ini maka sangat disarankan untuk memakai kondom bagi orang yang sering melakukan hubungan seksual secara bebas.
  2. Kehamilan. Proses kehamilan yang terjadi pada wanita yang menderita AIDS lebih berbahaya bagi janin. Janin bisa tertular virus HIV dari proses perinatal saat bayi dilahirkan, air susu ibu dan juga proses kehamilan.
  3. Transfusi Darah. Transfusi darah dari orang yang menderita infeksi HIV atau AIDS memang bisa terjadi. Proses ini terjadi karena darah yang sudah mengandung HIV, jarum suntik yang tidak steril maupun proses donor darah yang tidak terdeteksi dari penderita AIDS. Karena hal ini maka sangat penting bagi pendonor darah untuk melakukan tes HIV.
  4. AIDS juga bisa menular melalui pemakaian jarum suntik bersama-sama (potensinya lebih besar pada pemakai narkoba (bahaya narkoba), tato atau tindik). Biasanya hal ini tidak akan disadari karena pemakaian jarum bersama teman dianggap wajar.

Mitos Penularan AIDS

AIDS tidak menular hanya dengan berjabat tangan atau bersentuhan. Hal inilah yang merusak pemahaman masyarakat dan membuat penderita AIDS sering dijauhi dalam pergaulan. Berikut ini seputar mitos yang tidak benar tentang penularan AIDS yang perlu kita kenal.

  • AIDS tidak menular melalui jabat tangan, pelukan, bersin, batuk, atau pemakaian perlengkapan makan bersama.
  • AIDS tidak menular lewat udara, sentuhan kulit, ciuman, atau toilet umum.
  • AIDS tidak menular melalui pemakaian handuk, atau pakaian dengan penderita. AIDS juga tidak menular melalui gesekan badan, atau makan bersama.

Gejala AIDS

Gejala yang perlu ditandai pada penderita AIDS adalah ketika infeksi dari HIV sudah menyerang sistem kekebalan tubuh secara menyeluruh. Beberapa penyakit yang disebabkan oleh virus atau bakteri lebih mudah masuk ke tubuh dan menyebabkan beberapa penyakit pada tubuh yang sebelumnya masih terlihat sehat. Berikut ini beberapa gejala yang perlu diketahui dari setiap proses infeksi virus penyebab AIDS.

a. Infeksi HIV Tahap Awal

Proses munculnya gejala dari infeksi pertama hingga disadari oleh penderita bisa menghabiskan waktu selama bertahun-tahun. Penyakit ini lebih sering tidak disadari karena mirip seperti penyakit influenza. Berikut ini beberapa gejala yang bisa muncul selama 6 minggu atau lebih.

  1. Tubuh terasa sakit dengan ciri-ciri seperti demam, sakit pada otot, sakit sendi, dan menggigil jika terkena udara atau air dingin.
  2. Muncul gejala batuk, radang tenggorokan, dan hidung yang kurang nyaman.
  3. Tidur tidak akan terasa nyaman dan tubuh lebih sering mengeluarkan keringat pada malam hari.
  4. Tubuh menjadi lebih lemah, mudah lelah dan nafsu makan yang berkurang drastis.
  5. Timbul bercak kemerahan pada kulit dan badan terlihat lebih kurus.

b. Infeksi HIV Tahap Lanjut

Pada tahap lanjut maka penderita tidak akan merasakan gejala seperti pada tahap awal. Tubuh akan terasa sehat dan sebenarnya virus dalam tubuh sedang membangun sistem untuk merusak sistem kekebalan tubuh. Beberapa penderita merasa saat itu sedang sehat dan bisa memiliki waktu sehat sekitar 7 hingga 10 tahun sebelum virus menyerang cepat dan menunjukkan gejala yang lebih parah dari tahap awal.

c. Infeksi HIV Tahap Akhir

Tahap akhir dari infeksi HIV menjadi salah satu kondisi penyakit yang disebut dengan AIDS. Tahap ini akan membuat penderita memiliki kondisi kesehatan yang lebih rendah dan rentan terhadap berbagai komplikasi penyakit. Berikut ini beberapa gejala yang selalu muncul pada AIDS atau HIV akhir.

  • Tubuh akan terasa lebih lelah seperti tidak memiliki tenaga untuk melakukan akfitas.
  • Muncul gangguan pernafasan seperti sesak nafas, batuk, dan sakit tenggorokan.
  • Timbul gangguan pada penglihatan dan pendengaran seperti pandangan dan pendengaran yang kabur.
  • Sering mengalami gangguan pencernaan terutama diare yang berlangsung dalam waktu lama hingga tahap kronis.
  • Tubuh sering demam tinggi hingga menggigil atau kejang-kejang.
  • Lidah dan kulit akan muncul bercak merah atau putih.
  • Kelenjar tiroid yang membengkak selama lebih dari dua minggu, tidak ada nafsu makan dan berat badan yang terus menurun.

d. Komplikasi AIDS Tahap Akhir

Pada penderita yang memasuki tahap akhir dari AIDS biasanya akan memiliki resiko terkena penyakit komplikasi. Hal ini disebabkan karena virus HIV sudah menggerogoti organ tubuh. Berikut ini beberapa komplikasi yang paling sering dijumpai pada penderita AIDS.

  • Kanker. Kanker bisa menjadi salah satu komplikasi yang paling sering ditemukan. Beberapa jenis kanker yang sering muncul adalah kanker paru-paru, limfoma, kanker serviks, dan kanker hati.
  • Penyakit radang selaput kerongkongan atau esofagitis.
  • Infeksi pada paru-paru atau paru-paru basah.
  • Infeksi pada paru-paru, mata dan serangan virus toksoplasma.
  • Penyakit TBC

Cara Diagnosis Medis

Banyak penderita HIV yang awalnya tidak merasakan gejala jika tubuhnya ternyata telah terinfeksi virus HIV. Hal ini disebabkan karena gejala awal yang menyerupai dengan seperti influenza. Pada dasarnya satu-satunya cara untuk mendeteksi virus HIV adalah dengan melakukan pemeriksaan darah.

Cara pengujian darah perlu dilakukan selama berulang-ulang untuk mendapatkan hasil yang paling akurat. Jika penderita memang memiliki infeksi virus HIV maka biasanya perlu melakukan pemeriksaan medis lain seperti pemeriksaan organ vital dan pemeriksaan rutin.

Dalam sebuah pengujian biasanya virus bisa terdeteksi antara 3 minggu hingga 2 bulan. Jadi jika seseorang memiliki potensi terkena virus HIV maka perlu melakukan tindakan pemeriksaan sesuai jadwal hingga dinyatakan bersih atau terinfeksi.

Pengobatan AIDS

Pada dasarnya hingga saat ini belum ditemukan obat untuk AIDS. Hanya saja beberapa jenis obat bisa diberikan oleh dokter untuk meningkatkan kehidupan penderita, memperpanjang kesempatan hidup, dan mengurangi resiko penyebaran AIDS. Dokter yang merawat penderita HIV pada tahap awal bisa memberikan obat anti HIV dan obat oral jangka panjang.

Pemberian obat antiretroviral biasanya akan diberikan kepada pasien yang masuk dalam tahap awal infeksi HIV. Dosis untuk pengobatan HIV dan AIDS biasanya sudah diatur oleh dokter dan harus dilakukan oleh penderita seumur hidup.

Banyak penderita HIV yang meninggalkan pengobatan melalui pil atau obat oral karena efek yang tidak nyaman untuk tubuh seperti diare terus menerus, mual, muntah, masalah kulit dan depresi.

Bahaya AIDS

AIDS menjadi panyakit yang sangat berbahaya. Banyak penderita AIDS yang mengalami perubahan hidup dan menyesal atau masuk ke tahap kehidupan yang buruk. Berikut ini adalah beberapa jenis bahaya penyakit AIDS.

  1. Kematian. Penyakit AIDS adalah penyakit yang belum ditemukan obatnya hingga sekarang. Meskipun berbagai jenis pengobatan alternatif mengklaim bisa menyembuhkan AIDS namun tidak terbukti secara medis. Kematian karena AIDS hampir terjadi disetiap menit di seluruh dunia.
  2. Depresi. Penderita AIDS akan mengalami berbagai macam komplikasi penyakit yang membuat penderitaan yang panjang. Hal ini tidak hanya merusak fisik tapi juga beban moral dan mental yang sangat besar sehingga banyak penderita yang merasa depresi.
  3. Kehidupan yang Buruk. Penderita AIDS masih sering dijauhi oleh masyarakat karena mitos yang masih beredar dan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang AIDS. Hal ini membuat penderita merasa tidak punya teman atau merasa minder. Bahkan beberapa penderita AIDS pada akhirnya bisa gila atau ingin bunuh diri.

Cara Mencegah AIDS

Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit AIDS. Berbagai tindakan dari dunia medis dan sosial bisa dilakukan untuk mensosialisasikan tentang AIDS. Berikut ini adalah usaha pencegahan yang bisa di lakukan oleh berbagai pihak.

  • Memberikan penyebaran pengetahuan tentang seks aman seperti pemakaian kondom, seks hanya dengan pasangan, mencegah seks bebas dan pemberikan pengetahuan tentang hubungan seks yang aman.
  • Lakukan pengecekan atau tes HIV rutin pada semua orang.
  • Hentikan pemakaian jarum suntik secara bersamaan seperti pemakaian narkoba maupun dalam dunia medis.
  • Mengadakan kampanye pengetahuan tentang AIDS kepada pelajar, ibu rumah tangga maupun kalangan pemuda dan orang tua.
  • Pengujian HIV untuk semua ibu hamil untuk mencegah penularan HIV dari ibu hamil ke janin.
  • Proses tes HIV untuk semua pendonor darah agar didapatkan darah yang sehat sehingga penerima donor darah juga merasa aman.
  • Kegiatan untuk membina mental atau moral pada pelajar, remaja dan masyarakat secara umum.

AIDS memang menjadi penyakit yang sangat berbahaya. Penyakit ini bahkan menjadi isu kesehatan dunia karena pengembangan penelitian dan pengujian belum bisa menyimpulkan jenis obat yang ampuh untuk melawan infeksi HIV. Jadi, sebagai usaha yang paling mudah maka kita hanya bisa menjauhi berbagai jenis penyebab infeksi HIV sehingga bisa terhindar dari AIDS.

Baca Juga : 30 Jenis Penyakit Menular

advertisement

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!