Monday, February 18, 2019
Home Penyakit dan Kelainan Penyakit Herpes

Penyakit Herpes

herpesHerpes merupakan salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh virus herpes atau yang lebih dikenal dengan Herpes simplek virus (HSV). Penyakit ini bisa dialami oleh siapapun baik pria maupun wanita. Herpes merupakan infeksi kelamin menular yang biasanya ditandai dengan timbulnya rasa gatal-gatal, sakit, serta luka pada bagian genital penderita. Namun pada sebagian penderita herpes tidak mengalami adanya suatu gejala apapun.

Penularan penyakit herpes biasanya terjadi lewat hubungan seksual. Setelah terjadi infeksi awal, virus herpes dapat mengendap dalam tubuh dan akan aktif kembali beberapa kali selama setahun. Belum ada obat yang mampu mengobati penyakit herpes ini. Biasanya pemberian obat-obatan hanya mampu menurunkan gejala yang timbul serta untuk mengurangi resiko penularan penyakit kepada orang lain.

Penyebab

Seperti yang telah kita ketahui bahwa herpes merupakan infeksi kelamin yang menular. Akan tetapi virus penyebab penyakit ini akan mati dengan cepat di luar tubuh. Jadi penularan penyakit ini tidak dapat terjadi melalui kontak lain selain hubungan seksual, seperti kontak melalui pemakaian benda-benda pribadi milik penderita herpes, maupun melalui toilet.

Penyebab herpes genital ini adalah virus herpes simplek, dimana virus tersebut terbagi menjadi 2 macam, yaitu :

1. HSV-1 (Herpes Simplek Virus-1)

Virus ini biasanya dapat menimbulkan luka atau lecet di sekitar daerah mulut penderita herpes yang dapat disertai oleh timbulnya demam. Frekuensi kekambuhan penyakit ini jauh lebih tinggi daripada herpes yang disebabkan oleh virus penyebab herpes lainnya, yaitu HSV-2.

2. HSV-2 (Herpes Simplek Virus-2)

HSV-2 merupakan jenis virus penyebab herpes genital yang biasanya dapat menyebar melalui kontak seksual dan kontak kulit ke kulit. HSV-2 merupakan virus yang sangat menular.

Faktor Resiko

Adapun faktor yang dapat meningkatkan resiko terkena infeksi herpes genital antara lain adalah :

1. Jenis Kelamin

Seorang wanita memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengembangkan virus herpes genital daripada seorang laki-laki. Virus ini akan lebih cepat menular melalui kontak seksual dari seorang pria ke wanita daripada seorang wanita ke pria.

2. Memiliki banyak pasangan seksual

Seorang penderita herpes yang memiliki lebih dari satu pasangan seksual dapat meningkatkan resiko penularan virus tersebut kepada para pasangannya.

Gejala

Seseorang yang telah terinfeksi virus herpes bisa saja tidak menyadari bahwa ia telah terkena virus tersebut. Hal ini dikarenakan pada kebanyakan orang infeksi menular ini tidak menimbulkan gejala atau tanda-tanda yang jelas. Bisa saja gejala yang muncul pada penderita sangat ringan sehingga penderita begitu saja mengabaikannya.

Adapun beberapa gejala yang umumnya dialami oleh penderita herpes diantaranya adalah :

  • Timbulnya rasa nyeri atau gatal

Rasa nyeri atau gatal yang timbul akibat infeksi genital menular ini biasanya dimulai dalam waktu 2 hingga 10 hari setelah penderita tersebut terpapar virus, dari mitra seksual yang terlebih dahulu terinfeksi.

  • Timbulnya benjolan pada alat kelamin

Seseorang yang telah terinfeksi virus herpes akan mengalami timbulnya benjolan kecil yang biasanya berwarna merah atau bisa juga timbul lecet putih kecil pada alat kelamin yang muncul beberapa hari setelah terinfeksi.

  • Timbulnya bisul di alat kelamin

Setelah benjolan atau lepuh yang berisi cairan atau darah yang muncul disekitar kelamin penderita herpes pecah. Hal ini akan disusul dengan timbulnya bisul atau ulkus yang dapat menyebabkan timbulnya rasa sakit pada saat penderita buang air kecil.

  • Flu

Gejala ini biasanya timbul pada awal terkena wabah herpes. Gejala ini biasanya diikuti oleh pembengkakan kelenjar getah bening di pangkal paha, demam, dan timbulnya rasa nyeri pada otot.

Luka yang timbul akibat infeksi herpes bisa menyebar kebagian tubuh lainnya. Hal ini bisa terjadi pada saat seorang penderita yang menyentuh daerah luka lalu menggosok atau menyentuh bagian tubuhnya yang lain. Penderita herpes baik itu pria maupun wanita dapat mengembangkan luka pada beberapa bagian tubuh seperti pantat, dubur, mulut, alat kelamin, tengkuk, paha, uretra, maupun bagian tubuh lainnya.

Setiap penderita herpes genital dapat mengalami tanda-tanda atau gejala yang berbeda-beda. Tanda-tanda atau gejala dapat kambuh lalu hilang, lalu kambuh kembali selama bertahun-tahun. Kekambuhan tersebut terjadi sebelum munculnya luka pada beberapa agian tubuhnya. Gejala-gejala kekambuhan tersebut antara lain adalah :

  1. Timbulnya sensasi terbakar, kesemutan, maupun rasa gatal-gatal dalam tubuhnya
  2. Timbulnya rasa nyeri pada bagian punggung bawah, kaki, maupun pantat.

Namun pada umumnya gejala-gejala yang timbul tersebut tidak terlalu menimbulkan rasa sakit dan dapat sembuh dengan cepat.

Komplikasi

Komplikasi yang dapat timbul akibat infeksi herpes tersebut antara lain adalah :

  • Infeksi seksual menular

Infeksi herpes dapat menimbulkan komplikasi penyakit seksual yang lebih serius seperti resiko terkena HIV AIDS.

  • Infeksi bayi baru lahir

Seorang wanita yang terinfeksi herpes yang baru saja melahirkan bayinya dapat menimbulkan kerusakan otak, kebutaan, hingga menyebabkan kematian bagi bayi yang dilahirkannya tersebut.

  • Gangguan kandung kemih

Luka yang  timbul akibat terinfeksi herpes genital dapat menyebabkan timbulnya peradangan atau pembengkakan di daerah sekitar tabung yang memberikan urin dari kandung kemih ke uretra. Pembengkakan tersebut pada akhirnya dapat menutup uretra selama beberapa hari, sehingga membutuhkan penyisipan kateter untuk mengalirkan kandung kemih Anda.

  • Meningitis

Meskipun sangat jarang terjadi, namu infeksi yang disebabkan oleh Herpes Simplek Virus (HSV)  dapat menyebabkan komplikasi radang selaput otak (meningitis) serta penumpukan cairan serebrospinal yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang.

  • Proctitis (peradangan Rektum)

Seseorang yang telah terinfeksi herpes genital dapat menimbulkan komplikasi terjadinya peradangan pada lapisan rektum. Hal tersebut terutama dapat terjadi pada pria yang melakukan hubungan seks dengan partner pria (homoseksual).

Diagnosa

Seorang dokter dapat mendiagnosa seorang pasien yang telah terinfeksi virus herpes dari beberapa tes yang dilakukan, seperti pemeriksaan fisik maupun pemeriksaan laboratorium seperti :

  1. Tes kultur virus

Tes ini biasanya dilakukan dengan cara mengambil sampel jaringan untuk dilakukan pemeriksaan di laboratorium.

  1. Tes PCR (Polymerase Chain Reaction)

Tes ini digunakan untuk menyalin DNA dari sampel darah, jaringan yang sakit atau tulang belakang untu kemudian dilakukan uji tes untuk mengetahui adanya HSV serta untuk mengetahui jenis dari HSV itu sendiri.

  1. Tes Darah

Tes ini digunakan untuk menganalisa sampel darah pasien untuk mendeteksi infeksi herpes yang pernah dialami pada masa lalu.

Pengobatan

Sampai saat ini belum ditemukan jenis obat yang mampu mengatasi atau menyembuhkan gangguan infeksi herpes ini. Adapun tujuan dari pengobatan yang dilakukan pada penderita penyakit ini antara lain adalah :

  • Untuk membantu penyembuhan luka selama terjadi wabah awal dengan lebih cepat.
  • Untuk membantu mengurangi tingkat keparahan dan durasi dari gejala pada saat wabah berulang
  • Untuk membantu menurunkan frekuensi kekambuhan
  • Untuk membantu meminimalkan kemungkinan penularan virus herpes yang lain.

Adapun jenis antibiotik yang bisanya diresepkan oleh dokter pada pasien dengan infeksi herpes adalah : Acyclovir (Zovirax), Famsiklovir (Famvir), dan Valacyclovir (Valtrex).

Pencegahan

Beberapa tindakan pencegahan dapat membantu untuk menurunkan resiko penularan penyakit ini. Diantaranya adalah :

  1. Menjauhkan diri dari aktivitas seksual dengan orang-orang yang telah terinfeksi virus herpes
  2. Menghindari bergonta-ganti partner seksual
  3. Selalu menggunakan kondom pada saat melakukan hubungan seksual
  4. Bagi para wanita penderta herpes yang sedang hamil, sebaiknya selalu berkonsultasi dengan dokter untuk menghindari penularan virus tersebut atau menghindari komplikasi yang dapat membahayakan bayi nantinya.

Seseorang yang mengetahui bahwa dirinya telah terinfeksi virus herpes pasti akan mengalami beberapa hal seperti rasa malu, marah, maupun emosi lainnya. Meskipun hal itu wajar, namun sebaiknya ia harus segera melakukan tindakan-tindakan seperti berikut :

1. Segera berkomunikasi dengan pasangan

Sikap jujur dan terbuka tentang apa yang Anda rasakan pada pasangan sangatlah penting. Karena dengan demikian akan menghindari adanaya sikap saling menyalahkan. Sebaiknya mencari solusi atau jalan keluar bersama-sama.

2. Mendidik diri sendiri

Pada saat mengetahui bahwa Anda telah terinfeksi virus herpes, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk dapat menyesuaikan diri dengan kondisi tersebut dan untuk meminimalkan penularan virus pada orang lain.

3. Mendapatkan dukungan

Dukungan dari orang-orang terdekat sangatlah penting untuk membantu kondisi Anda. Cobalah untuk belajar dari orang-orang yang pernah mengalami gangguan tersebut.

Recommended