14 Cara Mengatasi Mimisan Pada Anak Anak – Dewasa

√ Verified Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Cara mengatasi mimisan pada anak anak hingga orang dewasa harus dilakukan secara tepat agar tidak membahayakan. Epistaksis atau mimisan (perdarahan hidung) merupakan gejala yang mengindikasikan keadaan yang kurang baik pada kondisi tubuh seseorang. Baik itu sebagai respon sistemik dari suatu penyakit tertentu atau karena adanya faktor lain seperti kecelakaan, iritasi atau alergi terhadap bahan kimia atau kandungan obat tertentu, perbedaan tekanan udara yang tinggi, menurunnya daya tahan tubuh, terlalu capai, dan lain sebagainya.

Secara medis, mimisan dapat terjadi akibat pecahnya semua atau sebagian anggota dari pleksus kiesselbalch, yakni anyaman pembuluh darah yang terdapat di dalam rongga hidung. Pada umumnya, mimisan terjadi dalam waktu yang relatif singkat, yakni hanya dalam hitungan detik sampai beberapa menit saja, kemudian darah akan berhenti dengan sendirinya serta tidak disertai dengan rasa sakit. Akan tetapi pada kasus-kasus tertentu, mimisan dapat menjadi berbahaya jika terjadi dalam waktu yang lama serta mengeluarkan darah dalam volume banyak.

Mimisan dapat terjadi kepada siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Dan pada faktor penyebab mimisan selain karena penyakit atau kecelakaan fatal, mimisan yang terjadi seringkali tidak menimbulkan gejala berlanjut. Artinya hanya merupakan kecenderungan ketika seeorang berada dalam keadaan tertentu (Baca : Mimisan gejala penyakit apa ?). Meski demikian, banyak orang yang masih merasa panik ketika menjumpai teman, anggota keluarganya atau bahkan dirinya sendiri mengalami mimisan, sekalipun mimisan yang dialami bukan termasuk mimisan yang membahayakan.

Pertolongan Pada Korban Mimisan

Berikut terdapat beberapa cara yang bisa Anda terapkan ketika menjumpai kasus mimisan;

  1. Tetap tenang. Sikap panik tidak akan memberi keuntungan apapun, malah justru membuat  Anda kebingungan untuk melakukan pertolongan pertama. Jadi sebaiknya tetap tenang dan mulai lakukan sesuatu yang membantu.
  2. Bersihkan hidung. Bersihkan darah yang keluar dari hidung dengan tissue bersih atau bahan steril lain yang dapat menyerap cairan
  3. Menjepit hidung. Menjepit hidung dengan dua jari akan membantu merangsang respon tubuh untuk menghentikan perdarahan
  4. Kompres dengan air es. Untuk mempercepat berhentinya perdarahan, Anda bisa mengopres hidung dan kenign dengan air dingin. Bisa juga dengan menggunakan es batu yang dibungkus kain. Hal ini bertujuan agar pembuluh darah yang berada di atas daerah yang pecah menyempit, serta darah cepat membeku.
  5. Posisikan tubuh bisa duduk dengan badan codong ke depan. Hal ini akan membuat darah hanya mengalir keluar melalui lubang hidung sehingga tidak masuk ke saluran napas atau penceranaan. Dengan begitu akan mencegah terjadinya iritasi, batuk, tersedak, atau muntah darah. Dibanding posisi berbaring, mempertahankan pasien dalam posisi duduk juga memberi manfaat lain, yakni tetap tidak semakin mempercepat aliran darah karena posisi jantung tetap berada di bawah hidung.
  6. Hubungi dokter. Tunggu beberapa saat, jika darah tidak berhenti dalam waktu lebih dari 30 menit, maka segera bawa ke paramedik terdekat untuk mendapatkan penanganan

Lalu, bagaimana mengatasi mimisan yang terjadi berulang-ulang?

Selama mimisan yang terjadi tidak menimbukan rasa sakit serta tidak berlangsung lama atau mengeluarkan banyak darah, maka sebelum Anda memutuskan untuk pergi ke dokter, ada baiknya Anda mencoba menggunakan beberapa bahan alami dibawah ini sebagai obat;

1. Daun Sirih

Sejak dahulu, tanaman sirih memang sudah popular mempunyai banyak khasiat untuk mengobati berbagai penyakit, salah satunya yakni mimisan. Tanaman yang berasal dari famili Piperaceae ini juga telah digunakan sebagai obat herbal di banyak Negara misalnya China, Perancis, dan Portugal.

Kandungan :

  • Minyak atsiri. Beberapa kandungan minyak atsiri yakni betalephenol, chavicol, seskuiterpen, pati, diatase, gula dan zat samak. Bahan-bahan ini berfungsi sebagai desinfektan alami, antioksidan, dan anti jamur. Sehingga akan mempercepat penyembuhan luka serta mencegah infeksi lanjut akibat adanya organisme patogen di daerah luka.
  • Tannin. Kandungan tannin yang berada di dalam daun sirih akan membantu tertutupnya pembuluh darah yang pecah di hidung
  • Zat kimia lain. Selain zat-zat di atas juga masih banyak terdapat baha kimia lain yang memiliki khasiat tertentu seperti terpennna, estragol, hydroxycatechol, chavibetol, eugenol, methyl eugenol, kariofilena, dan cadinene

Cara penggunaan :

  • Ambil satu lembar daun sirih lalu cuci hingga bersih, diutamakan yang masih muda
  • Remas perlahan hingga mengeluarkan minyak, kemudian gulung membentuk kerucut
  • Sumbatkan gulungan daun sirih pada lubang hidung yang mengalami mimisan
  • Diamkan hingga beberapa menit atau sampai darah berhenti

2. Rambut Jagung

Selain sebagai salah satu sumber karbohidrat, secara jagung juga telah dimanfaatkan sebagai obat herbal yang dapat membantu menyembuhkan beberapa penyakit. Akan tetapi, saat ini pemanfaatan tanaman jagung masih terbatas pada buahnya saja. Padahal bagian lain seperti rambut jagung juga memiliki kandungan kimia yang tidak kalah bagus untuk mengobati penyakit, diantaranya membantu mengatsi mimisan.

Kandungan:

  • Zat antioksidan. Zat kimia di dalam rambut jagung yang berfungsi sebagai antioksidan diantaranya adalah saponin, flavonoid, beta-karoten, alantoin, minyak atsiri. Antioksidan sendiri merupakan zat kimia yang dapat melindungi tubuh dari adanya radikal bebas
  • Zat penurun tekanan darah. Diantaranya yakni maysin, beta-sitosterol, viteksin, mentol, limonene, dan hordenin. Dengan menurunnya tekanan darah, maka aliran darah yang menuju hidung akan sedikit melambat.

Cara penggunaan :

  • Ambil 50 – 100 gram rambut jagung, cuci bersih
  • Rebus rambut jagung bersama dua gelas air, biarkan mendidih hingga air tersisa separuhnya
  • Saring air rebusan rambut jagung
  • Minum sari rambut jagung tersebut saat masih hangat

3. Akar Teratai

Akar teratai telah lama dimanfaatkan sebagi obat di kawasan asia. Selain sebagai obat, eksturnya yang garing, renyah, serta manis juga membuat akar teratai sering dijadikan campuran sup, salad, dibuat jus, serta digoreng sebagai camilan.

Kandungan:

  • Tanin. Zat tannin yang berada di dalam akar teratai akan membantu menutup luka pada pembuluh darah saat mimisan, batuk darah, muntah darah, berak darah, dan kencing panas
  • Asparagin. Merupakan nama lain bagi asam aspartate. Salah satu anggota asam amino ini memiliki fungsi sebagai activator neurotransmitter di otak dan syaraf sehingga menjadi daya tahan terhadap kepenatan.

Cara penggunaan :

  • Ambil satu buah akar teratai
  • Kupas dan cuci hingga bersih agar tidak terdapat parasite yang menempel
  • Tumbuk hingga halus
  • Tempelkan atau teteskan hasil tumbukan ke bagian dalam hidung

4. Rimpang Teratai

Selain akar, rimpang teratai juga dapat dimanfaatkan sebagai obat untuk gejala mimisan. Secara umum, rimpang merupakan bagian batang yang tertanam di tanah. Bagian ini tentu saja berbeda dengan akar.

Kandungan :

  • Pati, protein. Protein tentu saja sangat baik untuk perbaikan jaringan yang rusak. Dengan demikian akan membantu tertutupnya luka pada pembuluh darah.
  • Asparagine
  • Vitamin C. Pada dasarnya vitamin C memiliki banyak sekali manfaat bagi kesehatan. Salah satunya yakni sebagai antioksidan alami.
  • Zat kimia lain. D-gallacotechol, neochlorogenik acid, leucocyanidin dan peroksidasi.

Cara penggunaan :

  • Ambil beberapa bagian dari rimpang teratai
  • Kupas dan cuci hingga bersih sehingga steril dari parasite air
  • Tumbuk hingga halus
  • Tempelkan atau teteskan hasil tumbukan ke bagian dalam hidung

5. Kangkung

Kandungan :

  • Vitamin A, B, C. Ketiga vitamin tersebut sangat baik bagi metabolisme serta pertahanan tubuh dari penyakit
  • Karbohidrat, lemak, protein
  • serat, kalsium, fosfor, dan besi

Cara penggunaan :

  • Ambil satu ikat kangkung atau 50 gram kankung segar
  • Cuci bersih, sebaiknya membuka rongga batangnya untuk memastikan tidak ada hewan parasit di dalam
  • Blender kangkung
  • Tambahkan gula aren dan air panas
  • Aduk merata lalu saring
  • Minumlah jus kangkung setiap hari atau secara teratur

6. Kulit Ari Kacang Tanah

Kulit ari kacang tanah merupakan bagian tipis berwarna putih atau merah yang berada tepat dibawah kulit yang keras.

Kandugan :

  • Lemak, protein, karbohidrat
  • lesitin, kolin, serta vitamin (A,B,C,D,E dan K)
  • Garam-garam mineral. Terdiri dari Kalsium, Klorida, Ferro, Magnesium, Fosfor, Kalium, dan Sulfur

Makanan bervitamin untuk mimisan

Cara penggunaan :

  • Rendam kacang yang telah dikupas menggunakan air panas
  • Gosok kacang setelah air menjadi hangat atau dingin, agar kulit ari terkelupas
  • Rebus 25 gr kulit ari kacang tanah bersama dua gelas air
  • Biarkan hingga mendidih dan tersisa separuhnya
  • Ambil air sarinya dan minum selagi hangat

7. Akar Alang-alang

Pada masa lalu, orang sudah banyak yang memakai alang-alang sebagai obat untuk mengatasi mimisan.Selain memiliki zat hemostatik yang berguna untuk menghentikan pendarahan, termasuk saat mimisan, tumbuhan ini juga memiliki khasiat lain seperti zat anti piretik yang berfungsi untuk menurunkan panas, bahan diuretik yang berperan untuk melancarkan kemih, serta dapat juga menghilangkan rasa haus.

Kandungan :

  • Zat gula. Manitol, Glukosa, skharosa
  • Zat kimia lain. Malic acid, citric acid, coixol, arundoin, cylindrin, fernenol, simiarenol, anemonim, asam kersik, serta dammar

Penggunaan  :

  • Ambil 50 gram akar alang-alang, cuci hingga bersih
  • Selanjutnya rebus dengan dua gelas air sampai mendidih, tunggu air menyusut hingga setengahnya
  • Minumlah airnya selagi masih hangat.

8. Pegagan

Pegagan, antanan, atau daun kaki kuda merupakan salah satu tumbuhan liar yang banyak kita jumpai di tepian jalan atau pematang sawah. Tanaman yang memiliki nama ilmiah Centella asiatica ini telah lama dikenal bisa mengobati berbagai penyakit yang berkaitan dengan kulit, gangguan syaraf, dan peredaran darah. Pegagan banyak tersebar di kawasan Asia terutama Asia Tenggara.

Kandungan :

  • Tannin
  • Asiaticoside. Merupakan salah satu jenis glikosida yang digunakan sebagai antilepra serta penyembuh luka
  • Garam-garam mineral. Terutama terdapat kalium, natrium, magnesium, kalsium dan besi
  • Zat kimia lain. Bahan-bahan kimia lain yang juga memiliki khasiat masing-masing ialah thankuniside, isothankuniside, madecassoside, brahmoside, brahmic acid, brahminoside, madasiatic acid, meso-inositol, centelloside, carotenoids, hydrocotylin, dan vellarine.

Penggunaan :

  • Ambil kurang lebih 60 gram Pegagan, cuci bersih
  • Rebus dengan dua gelas air (400 cc) hingga mendidih dan air tersisa 200 cc
  • Tunggu hingga hangat, lalu segera minum

Sekian tips-tips sederhana untuk mengatasi mimisan serta obat-obat tradisional yang mudah Anda temukan serta aman digunakan. Silakan dipraktikkan dan semoga berhasil. 🙂

fbWhatsappTwitterLinkedIn