Sponsors Link
     Sponsors Link

Kafein : Pengertian – Sumber Kafein – Manfaat – Efek Kelebihan dan Kekurangan

ads

Kafein adalah sebuah zat yang paling sering kita dapatkan dari beberapa jenis minuman atau makanan dengan bahan tertentu. Ada sekitar 60 jenis tanaman yang memiliki kandungan kafein. Kafein itu sendiri merupakan senyawa kimia berupa alkaloid xantin yang dihasilkan oleh tanaman dengan tujuan untuk melawan penyakit atau hewan yang menyerang bagian tubuh tanaman itu sendiri. Jadi kafein bisa menjadi racun bagi serangga atau penyakit yang menyerang tanaman. Namun jika manusia mengkonsumsi zat kafein dari buah atau bagian tanaman tertentu maka bisa meningkatkan efek pada sistem syaraf. Kafein juga dipercaya menimbulkan efek positif dan negatif terhadap kesehatan manusia.

Sumber Kafein

  1. Kopi

Kopi adalah sumber utama dari kafein. Kopi memberikan efek kafein yang cepat atau lambat tergantung dari kondisi tubuh Anda. Dalam setiap cangkir kopi mengandung kafein dalam kadar yang berbeda-beda, tergantung pada cara penyajian. Berikut ini kandungan kafein dalam kopi sesuai dengan cara pengolahan.

  • Kopi yang diseduh : kopi yang diseduh dengan cara menambahkan air panas atau aid mendidih pada bubuk kopi secara langsung menjadi cara penyajian yang sangat disukai. Dalam setiap cangkir kopi seduh mengandung setidaknya 70 – 140 mg kafein.
  • Espreso : espreso adalah pengolahan kopi yang dilakukan dengan cara mengambil uap panas dari biji kopi yang sudah diolah menjadi bubuk. Espreso sering disajikan dalam cangkir yang lebih kecil namun memiliki rasa yang lebih kuat. Dalam setiap 30 sampai 50 ml espreso mengandung setidaknya 63 mg kafein. Jumlah ini sama untuk jenis minuman.
  • Latte, macchiatos dan cappucino : ini adalah jenis minuman espreso yang dibuat dari campuran kopi dengan bubuk moka, latte, susu atau krim. Kandungan kafein sama seperti pada jenis espreso yaitu 63 mg kafein setiap 30 – 50 ml.
  • Kopi instan : jenis minuman kopi yang sudah diolah menjadi campuran atau rasa tertentu. Kopi instan mengandung setidaknya 60 sampai 100 mg kafein.
  1. Coklat

Coklat dihasilkan dari pohon kakao yaitu berupa biji kakao dari buah tanaman tersebut. Biji kakao berbentuk seperti almond dan akan diolah hingga menjadi bubuk coklat. Biji kakao mengandung kafein untuk melindungi kakao dari serangan hewan liar. Kafein dalam biji kako umumnya ditemukan dalam berbagai bagian termasuk pada pohon kakao. Biji kakao mengandung kafein sekitar 0,1% – 0,7%, dan kadar yang paling sering ditemukan sekitar 0,2%. Setiap coklat mengandung jumlah kafein yang berbeda, tergantung pada jenis coklat dan cara pengolahan. Berikut ini jumlah kafein sesuai dengan jenis coklat.

  • Dark coklat (coklat hitam/gelap: jenis coklat ini sering digunakan untuk bahan kue dan bisa memberikan rasa atau aroma coklat yang sangat kuat. Dark coklat terdiri dari bahan biji kakao (39%), gula (48%), lemak coklat (13%), lecitin (<1%) dan vanila (<1%). Jadi untuk setiap campuran 39% biji kakao mengandung setidaknya 67 mg kafein/ 100 gram.
  • Coklat susu : Coklat susu terdiri dari beberapa bahan yaitu biji kakao (16%), susu bubuk (16%), gula (38%), lemak coklat (30%), lecitin (<1%), dan vanila (<1%). Dalam setiap 1 pon coklat susu ditemukan sekitar 145 mg kafein.
  • Coklat putih : coklat putih umumnya terbuat dari bahan seperti lemak coklat (27%), gula (48 %), susu bubuk (25%), lecitin (<1%), dan vanila (<1%). Karena coklat putih menggunakan bahan terbesar dari lemak coklat, maka semua bagian padat dari biji kakao telah dihilangkan. Karena itu coklat putih tidak mengandung kafein sedikitpun.

Baca juga: bahaya cokelat bagi kesehatan dan ibu hamil – teobromin: pengertian – manfaat -efek kelebihan – makanan

  1. Teh

Teh merupakan minuman sehat yang mengandung kafein. Ada banyak hal yang menyebabkan tinggi atau rendahnya kadar kafein dalam teh. Pengaruh terbesar kadar kafein dalam teh tergantung dari cara pembuatan teh, suhu air untuk membuat teh dan mutu atau kualitas dari teh itu sendiri. Berikut ini kadar kafein dalam teh sesuai dengan jenisnya.

Sponsors Link
  • Teh putih : 30-55 mg / 8 oz.
  • Teh hijau : 35 – 70 mg / 8 oz.
  • Teh hitam : 60 – 90 mg / 8 oz.
  • Teh oolong : 50 – 75 mg / 8 oz.
  • Teh dengan campuran mint/bunga : memiliki kadar kafein yang sangat rendah dan sering tidak ditemukan kafein.

Baca juga: bahaya minum teh bagi kesehatan – bahaya es teh manis bagi kesehatan

  1. Minuman Bersoda

Beberapa jenis minuman bersoda sebenarnya juga mengandung kafein, meskipun kita sering tidak menyadarinya. Jika Anda membaca nilai gizi dalam kemasan, maka minuman bersoda yang mengandung kafein akan menyajikan ukurannya. Kadar kafein dalam minuman ini sangat berbeda-beda tergantung komposisi bahan. Berikut ini beberapa contoh minuman bersoda yang mengandung kafein dan jumlah kadar kafein:

  • Pepsi : maksimal 69 mg / sajian.
  • Pepsi diet : 37.5 mg / sajian.
  • Coca cola : 35 mg / sajian.
  • Diet coke : 30.4 mg / sajian.
  • Sprite, Fanta, dan minuman sejenai lain tidak mengandung kafein.

Baca juga: dampak bahaya minuman bersoda bagi kesehatan tubuh & ibu hamil

  1. Pil Diet

Beberapa orang menggunakan pil atau obat untuk menurunkan berat badan. Namun ternyata  banyak yang tidak sadar ternyata pil untuk diet juga mengandung kafein. Kafein dimasukkan dalam bahan obat untuk menjadi stimulan atau zat pemicu. Meskipun para ahli kesehatan telah mengatakan jika kafein sama sekali tidak bermanfaat untuk menurunkan berat badan. Kadar kafein yang ditemukan jumlahnya berbeda-beda. Karena itu jika ingin diet dengan mengkonsumsi pil atau obat maka pilih saja yang bebas kafein. Rata-rata pil diet mengandung kafein sekitar 1,25 mg / pil.

  1. Es Krim

Apakah Anda suka makan es krim? Ya, semua orang dari mulai anak-anak hingga orang dewasa memang menyukai es krim. Namun ternyata es krim juga bisa mengandung kafein. Kafein yang ditemukan dalam es krim sebenarnya berasal dari rasa atau bahan es krim itu sendiri. Misalnya jenis es krim yang terdiri dari bahan coklat, kopi, atau teh. Varian rasa es krim mempengaruhi jumlah kadar kafein dalam es krim. Es krim dengan bahan coklat mengandung kafein yang lebih kecil dibandingkan es krim berbahan kopi atau teh. Anda bisa membaca bahan dan jumlah sajian dalam kemasan es krim untuk menemukan kadar kafein. Selain itu es krim juga termasuk salah satu makanan yang mengandung kalori tinggi.

  1. Minuman Berenergi

Ada banyak jenis minuman berenergi yang kita temukan di pasaran. Minuman ini memiliki rasa tertentu, termasuk dengan bentuk yang berbeda seperti bubuk yang dilarutkan dengan air atau air minum yang siap konsumsi. Namun ternyata minuman berenergi juga mengandung kafein sebagai zat stimulan. Hal ini yang membuat tubuh atau perasaan Anda menjadi lebih semangat setelah mengkonsumsi minuman berenergi. Jumlah kafein dalam minuman berenergi berbeda-beda tergantung bahannya. Anda bisa menemukan jumlah kafein dalam informasi sajian di kemasan. (baca juga: efek bahaya minuman energi sangat mematikan – minuman penyebab pengerasan otak)

  1. Minuman Berenergi Mengandung Alkohol

Minuman berenergi yang dibuat dengan bahan campuran alkohol dalam kadar tertentu ternyata juga mengandung kafein. Bahan ini dicampurkan dalam minuman untuk menambah rasa. Bagi para peminumnya maka efek akan terasa sangat cepat, meskipun kadar alkohol sangat rendah. Campuran kadar alkohol dan kafein akan membuat tubuh lebih semangat dan bugar. Namun efek ini hanya sesaat dan jangka panjang konsumsi bisa menimbulkan masalah kesehatan. (baca juga: pengaruh alkohol terhadap sistem saraf manusia)

  1. Permen / Semprotan Penyegar Nafas

Beberapa jenis permen dan semprotan untuk menyegarkan nafas juga mengandung kafein. Umumnya permen atau semprotan untuk menyegarkan nafas digunakan untuk menghilangkan bau mulut dan meningkatkan rasa percaya diri. Beberapa aroma ditambahkan seperti mint atau buah tertentu. Aroma ini akan bertahan selama beberapa saat. Namun ternyata bahan ini mengandung kafein yang sering tidak disadari oleh penggunanya. Untuk melihat jumlah kafein maka sebaiknya baca dengan teliti susunan bahan dalam kemasan.

baca juga: bahaya menelan permen karet pada anak – kesehatan orang dewasa – bahaya permen karet jika tertelan bagi kesehatan dan gigi

  1. Obat Penghilang Sakit/Nyeri

Kafein juga digunakan dalam dunia medis. Umumnya kafein ini bisa membantu menghilangkan rasa sakit dan perasaan nyaman untuk penderita. Kafein akan menjadi stimulan untuk sistem syaraf pusat dan bekerja dengan merangsang otak. Kafein umumnya terdapat dalam beberapa jenis obat termasuk obat sakit kepala dan migren. Karena itu penggunaan obat yang mengandung kafein dalam jangka panjang bisa menimbulkan efek untuk kesehatan.

Baca juga: makanan dan minuman yang mengandung kafein tinggi

Fungsi Kafein untuk Tumbuhan

Ada sekitar 60 jenis tanaman yang memiliki kadar kafein dalam beberapa bagian, termasuk daun, batang, biji atau buah. Kafein bermanfaat untuk tumbuhan karena memiliki sifat seperti bahan pestisida alami. Bahan ini akan melawan racun, bibit penyakit, jamur atau virus yang bisa menyerang tanaman. Bahkan dalam tanaman tertentu seperti kakao maka kafein bisa melindungi pohon dari serangan hewan liar. Kafein juga akan menyerang serangga sehingga bisa mempertahankan masa hidup sebuah pohon.

Manfaat Kafein untuk Kesehatan

  1. Kafein yang dimasukkan dalam bahan obat dipercaya bisa meningkatkan fungsi memori otak dengan memberikan rangsangan pada sistem syaraf pusat. (baca juga: cara meningkatkan daya ingat otak manusia)
  2. Minuman yang mengandung kafein dan dikonsumsi bersamaan dengan sumber karbohidrat bisa meningkatkan gula otot, terutama untuk atlit yang menjalani latihan.
  3. Kafein dipercaya bisa melancarkan buang air besar sehingga memberikan efek yang baik untuk sistem usus besar. (baca juga: cara melancarkan buang air besar secara alami)
  4. Kafein bisa membantu menghilangkan rasa nyeri atau sakit terutama pada otot, bahkan juga bisa membantu pemulihan cedera.
  5. Konsumsi minuman yang mengandung kafein secara rutin dipercaya bisa menurunkan resiko penyakit parkinson. (baca juga: penyebab parkinson dan pengobatannya – cara mencegah parkinson non medis secara alami)
  6. Sebuah penelitian yang dilakukan di Universitas Rutgers terbukti jika kafein juga bisa mencegah penyakit kulit berat seperti kanker. Uji ini telah dilakukan terhadap tikus dan mendapatkan hasil yang sangat baik.
  7. Kafein membuat pikiran menjadi lebih bersih dan semangat sehingga bisa mengurangi resiko depresi atau keinginan bunuh diri untuk orang yang menghadapi masalah berat.
  8. Kafein bisa membantu menjaga kesehatan hati dan menurunkan resiko penyakit hati, karena kafein akan menurunkan lemak pada hati.(baca juga: bahaya penyakit liver hati (no. 11 paling mengerikan) – penyakit akibat gangguan fungsi hati)
  9. Kafein dipercaya bisa meningkatkan kesuburan terutama untuk pria. Kafein bisa meningkatkan jumlah sperma dan menghasilkan sperma yang lebih berkualitas. (baca juga: cara meningkatkan kualitas sperma yang baik – makanan penambah sperma pria dengan cepat)
  10. Kafein bisa menurunkan resiko penyakit telinga seperti tinnitus, yaitu penyakit yang menyebabkan dering pada telinga dan bisa menganggu pendengaran atau bahkan menghilangkan pendengaran. (baca juga: penyebab telinga berdenging terus menerus)
  11. Kafein bisa membantu menurunkan resiko penyakit ginjal karena kafein bisa mendorong buang air kecil dan melancarkan buang air kecil.
  12. Kafein bisa membantu menurunkan resiko serangan asma untuk penderita asma. Kafein akan bekerja untuk membuka saluran pernafasan sehingga melancarkan pernafasan.
  13. Kafein bisa membantu menurunkan berat badan dengan cara menstabilkan berat badan secara alami.

Cara Kerja Kafein dalam Tubuh

  1. Kafein akan bekerja untuk tubuh dengan memberikan pengaruh secara langsung pada sistem syaraf pusat. Karena itu kafein akan bekerja dengan cepat selama 10 menit setelah masuk ke dalam tubuh. Efek ini akan bekerja setidaknya selama 5 hingga 6 jam. Efek ini akan terasa lebih cepat untuk orang yang sudah terbiasa mengkonsumsi kafein.
  2. Kafein bisa meningkatkan rasa keinginan terus menerus atau kecanduan, karena mengandung zat adiktif. Efek ini yang membuat orang yang sudah terbiasa mengkonsumsi minuman kafein sulit untuk berhenti.
  3. Kafein akan bekerja dengan meningkatkan rasa waspada sehingga sering menimbulkan beberapa efek seperti waspada, detak jantung lebih cepat dan perasaan semangat yang luar biasa.(baca juga: penyebab jantung berdebar debar kencang dan terus menerus)
  4. Kafein akan membuat perasaan semangat yang berlebihan karena menekan aktifitas adenosin. Kemudian adenosin akan membuat kerja sel lebih cepat. Efek ini yang akan merangsang sistem syaraf dengan cepat.

Efek Kelebihan Kafein

  1. Efek kafein yang terjadi pada otak bisa membuat proses pembakaran neuron menjadi lebih cepat. Proses ini akan menekan kelenjar pituari untuk menghasilkan adrenalin yang berlebihan. Kopi terkadang menjadi cara meningkatkan adrenalin tubuh dengan cepat. Adrenalin yang berlebihan bisa menimbulkan beberapa efek samping, seperti:
sponsored links
  • Nafas menjadi lebih lancar karena saluran pernafasan terbuka lebar.
  • Detak jantung menjadi lebih kencang
  • Aliran darah ke bagian otot menjadi lebih lancar.
  • Tekanan darah naik.
  • Aliran gula dalam darah menjadi lebih tinggi.
  • Gangguan aliran darah pada bagian perut.(baca juga: penyebab kram perut normal dan pada wanita hamil)
  • Otot menjadi lebih tegang.
  1. Gangguan tidur berkepanjangan atau insomnia. Hal ini disebabkan karena kafein akan menekan dopamine dalam otak dan tubuh sama sekali tidak bisa mengirimkan peringatan ketika lelah atau mengantuk. (baca juga: penyebab insomnia dan cara mengatasinya secara alami – dampak insomnia bagi kesehatan dan pengobatannya)
  2. Gelisah dan gangguan pikiran yang bisa memicu depresi. Kelebihan kafein akan membuat perasaan tidak nyaman, perasaan yang naik turun, gelisah dan bisa menurunkan masa produktif.
  3. Tubuh akan gemetar yang disebabkan karena perubahan aliran gula dalam masa otot dari bagian hati. (baca juga: tangan bergetar sendiri – diagnosis, penyakit dan pengobatannya)
  4. Memicu sakit kepala berlebihan. Kondisi ini bisa diawali dengan gangguan tidur, tubuh kurang istirahat dan perasaan lelah yang tidak bisa diatasi.
  5. Terlalu banyak kafein akan memicu buang air kecil berlebihan. Terlalu banyak mengeluarkan cairan tubuh bisa menyebabkan dehidrasi karena tubuh kurang minum.(baca juga: penyebab sering buang air kecil dan diagnosisnya – bahaya dehidrasi bagi tubuh)
  6. Kelebihan kafein yang sudah parah atau jangka panjang bisa menyebabkan kecanduan. Perasaan selalu menginginkan kafein akan meningkat sehingga sulit untuk meninggalkan kafein.
  7. Terlalu sering mengkonsumsi kafein seperti kopi bisa menyebabkan perubahan warna gigi. Gigi akan berubah menjadi kecoklatan dan noda ini sulit untuk dihilangkan. (baca juga: cara memutihkan gigi secara alami dan cepat – cara merawat gigi agar putih dan sehat)
  8. Terlalu sering mengkonsumsi kafein pada ibu hamil bisa menyebabkan resiko keguguran, cacat bayi, bayi kekurangan nutrisi dan bayi yang lahir dengan berat badan yang rendah.
  9. Terlalu banyak kafein juga bisa menyebabkan diare dan gangguan pencernaan yang buruk.
  10. Kafein akan memicu rasa haus berlebihan dan efek mulut yang terasa lebih kering.

Baca juga: efek bahaya kafein bagi tubuh

Efek Kekurangan Kafein

Kekurangan kafein umumnya tidak menyebabkan efek untuk tubuh atau kesehatan. Tidak ada efek khusus bagi orang yang sama sekali tidak mengkonsumsi kafein. Namun efek kekurangan kafein bagi orang yang sudah terbiasa mengkonsumsi kafein bisa menjadi sangat berat. Berikut ini efek kafein untuk orang yang berhenti mengkonsumsi kafein secara mendadak.

  1. Gelisah dan perasaan gugup.
  2. Gangguan emosi seperti mudah marah dan tidak semangat.
  3. Perut terasa tidak nyaman seperti mual dan ingin muntah.
  4. Gangguan buang air besar seperti sembelit yang bisa menyebabkan wasir.
  5. Otot tubuh akan menjadi lebih tegang.

Bahaya Kafein untuk Tubuh

  1. Kafein bisa menyebabkan pikiran Anda menjadi sangat waspada sehingga juga menyebabkan kelelahan, kurang tidur dan gangguan tidur yang parah.
  2. Terlalu sering atau terlalu banyak mengkonsumsi kafein juga bisa menyebabkan sakit kepala. Kondisi ini sering terjadi pada orang yang berhenti minum kafein secara mendadak. Efek ini membuat tubuh tidak bisa menerima efek kafein yang berhenti.
  3. Konsumsi kafein dan alkohol secara bersamaan bisa menyebabkan efek yang tidak nyaman. Kafein sama sekali tidak bisa menghilangkan efek alkohol atau meringankan efek berat alkohol untuk tubuh.
  4. Kafein bisa menyebabkan rasa gugup, kurang percaya diri, panik dan gelisah yang berlebihan. Gangguan ini sering terjadi pada orang yang sudah mengalami kecanduan terhadap kafein.
  5. Terlalu banyak mengkonsumsi kafein juga bisa menyebabkan bingung dan halusinasi yang berlebihan. Efek jangka panjang bisa menyebabkan gangguan mental dan emosi. (baca juga: penyebab halusinasi dan pencegahannya)
  6. Kafein bisa menyebabkan kematian mendadak karena kejang. Kondisi ini bisa terjadi ketika tekanan darah naik drastis kemudian menyebabkan fungsi jantung tergganggu.
  7. Kafein memicu lambung memproduksi asam yang berlebihan sehingga bisa menyebabkan diare, maag atau sakit perus kronis. (baca juga: ciri ciri maag kronis dan akut)
  8. Kafein berlebihan bisa menyebabkan penyimpanan kafein dalam tubuh. Efeknya adalah buang air kecil terus menerus, haus berlebihan dan membuat ginjal bekerja sangat maksimal.
  9. Kafein yang diminum bersamaan saat olahraga atau setelah olahraga bisa menyebabkan tubuh kehilangan air berlebihan. Kondisi ini bisa menyebabkan dehidrasi.
  10. Kafein bisa menyebabkan mual dan muntah sehingga membuat tubuh tidak nyaman.
  11. Kafein bisa menyebabkan darah tinggi karena tekanan darah meningkat dengan cepat. Kondisi ini bisa menyebabkan gemetar, gangguan detak jantung, dan kondisi jantung yang bekerja maksimal. Aliran darah dalam tubuh juga akan mengalami gangguan.
  12. Kafein bisa menyebabkan detak jantung lebih cepat, sulit bernafas, kejang dan kematian.
  13. Kafein akan membuat tubuh tidak bisa menyerap kalsium dengan baik sehingga bisa membuat lapisan tulang semakin tipis, bahkan menyebabkan penyakit osteoporosis.
  14. Kafein bisa menyebabkan gangguan fungsi otot seperti kejang otot. Efek ini sering terjadi pada orang yang berhenti mengkonsumsi kafein secara mendadak.
  15. Kafein bisa menyebabkan aliran darah secara langsung dari ibu ke plasenta, sehingga ibu hamil yang kelebihan kafein bisa menyebabkan detak jantung bayi lebih cepat dan proses metabolisme yang lebih cepat. Kondisi ini yang bisa menyebabkan pertumbuhan janin menjadi sangat lambat dan ibu mengalami resiko keguguran.
  16. Kafein bisa menyebabkan produksi estrogen pada wanita menjadi lebih cepat. Kondisi inilah yang akan membuat pertumbuhan jaringan keras pada bagian payudara dan sering berkembang menjadi jaringan fibrokistik. Bahkan kafein bisa menyebabkan wanita kesulitan hamil karena produksi estrogen yang cukup tinggi. (baca juga: akibat kelebihan estrogen bagi wanita –  cara mencegah fibroadenoma – gejala, diagnosis, penyebab dan pengobatan)

Siapa yang Tidak Boleh Mengkonsumsi Kafein?

  1. Wanita hamil sebaiknya tidak mengkonsumsi kafein karena kafein bisa menyebabkan resiko keguguran, bayi lahir dengan berat badan yang rendah dan bayi prematur. Kafein untuk ibu hamil harus dibatasi jumlahnya dan jika bisa tidak sama sekali.
  2. Kafein tidak boleh dikonsumsi oleh orang yang menderita gangguan tidur, seperti insomnia.
  3. Kafein tidak boleh dikonsumsi oleh penderita penyakit tekanan darah tinggi.
  4. Kafein tidak boleh dikonsumsi oleh orang yang menderita penyakit gangguan fungsi hati dan ginjal, karena kafein bisa membuat kerja hati dan ginjal menjadi lebih keras.
  5. Kafein tidak boleh dikonsumsi oleh orang yang menderita gangguan kecemasan atau orang yang mengalami depresi.
  6. Kafein tidak boleh dikonsumsi oleh orang yang menderita penyakit gangguan lambung, maag atau penyakit gas berlebihan dalam saluran pencernaan.
  7. Atlit yang menekuni olahraga juga tidak boleh mengkonsumsi kafein berlebihan. Kafein memang bukan zat atau obat terlarang namun kadar kafein tertentu dalam tubuh bisa menjadi zat doping yang dilarang dalam dunia olahraga terutama untuk atlit profesional.
  8. Kafein sebaiknya tidak diberikan untuk anak-anak, terutama untuk anak yang mengalami gangguan kecemasan, masalah mental, gangguan tidur dan autis.

Kafein sering memberikan efek yang cukup buruk untuk tubuh, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan. Namun konsumsi kafein dalam jumlah yang terbatas atau wajar biasanya tidak menimbulkan efek yang berlebihan. Jadi ketahui batasan asupan kafein untuk tubuh Anda.

Sponsored Link

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , ,
Post Date: Tuesday 24th, May 2016 / 07:26 Oleh :
Kategori : Panduan Gizi