4 Penyebab Parkinson dan Pengobatannya

3349

Penyebab parkinson sering tidak diketahui oleh masyarakat awam, bahkan masyarakat awam sendiri belum tahu apa itu penyakit parkinson. Memang di Indonesia penyakit parkinson tidak setenar dengan penyaki jantung koroner, jenis-jenis stroke dan lain sebagainya. Namun penyakit ini patut diwaspadai sebab bisa menyebabkan kualitas kehidupan penderitanya menjadi menurun drastis. Parkinson sering dialami oleh orang lanjut usia, tanda dari gejala ini yang paling mudah dikenali adalah bagian tubuh yang bisa bergetar dengan sendirinya. Bagian tubuh yang sering bergetar adalah bagian tangan. Tangan yang bergetar ini sering disebut dengan tremor sehingga penyakit parkinson sering disebut juga dengan penyakit tremor.

Penyakit parkinson sendiri adalah penyakit penurunan sel syaraf yang ada di otak bagian tengah. Otak bagian tengah ini memiliki fungsi untuk mengatur pergerakan yang dilakukan oleh tubuh. (baca juga: jenis-jenis penyakit syaraf). Penyebab parkinson secara garis besarnya ada dua macam, namun ada penyebab parkinson lainnya yang berasal dari hipotesis para dokter.  Berikut ini adalah penyebab penyakit parkinson atau tremor yang harus diwaspadai :

  1. Sel Syaraf Pusat Terganggu

Adanya gangguan terutama di bagian otak tengah yang mengatur gerakan manusia dicurigai sebagai penyebab penyakit parkinson. Sel yang ada di otak tengah bernama  substantia nigra bekerja sebagai pengirim sinyal pada bagian tulang belakang. Tulang belakang ini berfungsi sebagai pengendali otot-otot yang ada di dalam tubuh manusia.

Gangguan yang ada di bagian otak tengah terutama di bagian sel syaraf substantia nigra bisa menyebabkan sinyal yang diberikan ke syaraf tulang belakang juga terganggu sehingga pengendalian otot manusia di dalam tubuh pun akan terganggu sehingga manusia tidak bisa mengontrol ototnya sendiri.

baca juga: kesehatan sistem saraf otak

  1. Kekurangan Dopamine

Sel syaraf otak tengah yang terganggu akan menghasilkan sedikit dopamine. Dopamine sendiri adalah senyawa kimia yang dihasilkan oleh sel syaraf pusat di otak tengah bernama substantia nigra. Dopamine ini juga berpengaruh terhadap pergerakan tubuh manusia. Ketika jumlah dopamine menurun maka aktivitas yang dilakukan otak menjadi terganggu. Hal itulah yang bisa menyebabkan gejala parkinson atau tanda-tanda penyakit parkinson muncul.

  1. Faktor Lingkungan

Lingkungan yang tercemar dan dipenuhi dengan polusi bisa menyebabkan tubuh kekurangan dopamine. Lingkungan yang tercemar tidak bagus untuk kesehatan tubuh terutama pada otak. Faktor lingkungan ini menjadi hipotesis para dokter yang bisa menjadikan seseorang terkena parkinson.

  1. Genetik

Genetik menjadi penyebab mengapa seseorang bisa terkena penyakit parkinson. Dokter menduga bahwa genetik menjadi salah satu penyebab parkinson. Jika dalam keluarga anda ada yang pernah mengalami penyakit ini maka kemungkinan anda terkena penyakit ini cenderung besar.

Pengobatan Parkinson

Dikutip dari laman alodokter.com yang menyebutkan bahwa pengobatan pada penyakit parkinson hanya dijadikan sebagai pereda gejala penyakit yang muncul sehingga membuat pasien bisa melakukan aktivitas sehari-hari secara maksimal. Memang saat ini belum ada obat yang tepat dalam mengatasi penyakit ini atau belum bisa menyembuhkan pasien parkinson secara penuh. Berikut ini adalah cara mengobati penyakit parkinson yang dilakukan oleh pihak medis :

  1. Bertemu Dokter Secara Rutin

Langkah yang bisa digunakan untuk mengobati penyakit parkinson yang pertama adalah melakukan pertemuan rutin dengan dokter. Pertemuan ini bermanfaat sebagai pengawas atau pemantau kondisi pasien parkinson. Jika dokter menemukan gejala telah meningkat dibandingkan dengan gejala sebelumnya pihak medis akan melakukan penanganan yang sesuai dengan keluhan pasien.

  1. Terapi

Ada berbagai macam terapi yang bisa digunakan sebagai pereda dari gejala penyakit parkinson. Berikut ini adalah terapi yang berguna untuk meredakan gejala parkinson :

  • Fisioterapi. Terapi yang digunakan untuk meredakan gejala parkinson adalah dengan melakukan fisioterapi. Terapi ini memiliki tujuan untuk mengatasi adanya kekakuan otot dan mengurangi rasa sakit di persendian jika digunakan untuk bergerak. Ketika melakukan terapi ini pasien parkinson bisa bergerak dengan lebih bebas dan leluasa tanpa merasakan otot kaku. Oleh sebab itu pasien tidak akan bergantung pada orang lain ketika ingin bergerak.
  • Pemilihan menu makanan. Orang yang terkena parkinson sering mengalami sembelit sehingga menu makanan akan membantu gejala penyakit parkinson berupa sembelit. Menu makanan yang baik untuk parkinson adalah makanan tinggi serat berupa sayur dan buah dan meningkatkan konsumsi makanan dengan garam agar sembelit bisa hilang. (baca juga: daftar menu makanan sehat sehari-hari)
  • Wicara. Terapi lainnya adalah dengan terapi wicara, orang yang mengalami penyakit parkinson dia akan mengalami kesulitan dalam berbicara. Bantuan dari ahli bicara dalam terapi ini bisa membantu peningkatan cara bicara pada pasien parkinson.
  1. Obat

Selama ini belum ada obat untuk menyembuhkan penyakit parkinson secara total. Berikut ini adalah obat yang bisa digunakan sebagai pereda penyakit parkinson:

  • Levodopa. Obat ini mampu diserap oleh sel syaraf yang ada di otak sehingga obat ini mampu diubah menjadi kimia dopamine. Meningkatknya kadar dopamine dipercaya mampu mengatasi gangguan peregrakan tubuh penderita parkinson. Obat duodopa merupakan obat jenis levodopa lainnya dan berfungsi sebagai obat gangguan suasana hati.
  • Dopamine agonist. Fungsinya adalah pengganti dopamine yang ada di otak seperti obat sebelumnya levodopa. Obat ini umumnya akan digunakan pasien parkinson di tahap awal. Ketika dokter menemukan gejala awal parkinson berupa gangguan di indera penciuman maka obat ini akan diberikan oleh dokter. Efek dari obat ini tidak sekuat dengan obat parkinson levodopa.
  • Monoamine oxidase-b inhibitors. Obat ini memiliki fungsi sebagai penghambat senyawa kimia yang ada di otak dan bisa menghancurkan dopamine. Obat yang masuk dalam MAO-B adalah selegiline dan rasagiline. Pengkonsumsian obat ini bisa dibarengi dengan pengkonsumsian obat levodopa atau bisa juga dengan dopamine agonist. Manfaat obat ini bisa sebagai pereeda dari penyakit parkinson dan keunggulannya efek yang dihasilkan tidak sekuat obat levodopa.
  • Catechol-O-methyltransferase inhibitor ( COMT ). Obat ini termasuk obat khsuus dan hanya akan diberikan kepada pasien parkinson tahap lanjut. Fungsinya sebagai penghambat enzim penghancur dari levodopa.
  1. Operasi

Jalan terakhir untuk mengatasi atau mengobati penyakit parkinson adalah dengan cara operasi. Operasi ini hanya akan dilakukan oleh pihak medis jika pasien parkinson tidak mampu mengatasi berbagai macam gejala penyakit ini. Operasi pada penyakit parkinson disebut dengan deep brain stimulisation atau biasa disebut dengan stimulasi otak. Operasi ini akan melakukan stimulasi pada otak dibagian dalam dan melakukan perangsangan pada otak yang terganggu akibat penyakit parkinson ini. Operasi ini tidak bisa menyembuhkan penyakit parkinson namun bisa digunakan sebagai pengurang dari gejala yang dihasilkan akibat penyakit parkinson.

  1. Pengobatan Diri Sendiri

Pihak medis hanya akan berusaha mengatasi gejala parkinson yang tergolong berat, sedangkan untuk gejala parkinson yang ringan diri sendirilah yang dituntut untuk bisa mengatasinya. Berikut ini adalah cara mengatasi gejala parkinson yang bisa dilakukan oleh diri sendiri :

  • Depresi. Depresi adalah gejala parkinson yang sering dialami oleh pasien parkinson. Depresi muncul karena pasien tahu dan sadar bahwa penyakitnya tidak bisa disembuhkan. Untuk mengatasi depresi, pasien parkinson bisa melakukan yoga. Yoga adalah cara terbaik untuk pasien parkinson yang mengalami masalah di syaraf atau ototnya. Selain itu positif thinking mampu memberikan energi postif terhadap pasien parkinson dalam mengatasi depresi. Pasien parkinson juga diharapkan tidur cukup agar bisa menenangkan pikirannya, saat tidur pikiran-pikiran negatif menjadi hilang dan pasien parkinson lupa akan depresinya. (baca juga: cara mencegah depresi)
  • Insomnia. Akibat depresi yang dialaminya, pasien parkinson akan susah tidur terutama saat malam hari. Mereka akan membayangkan bagaimana kehidupannya di masa yang selanjutnya, selain itu pikiran-pikiran buruk bisa memperparah kondisi insomnia. Bagi pasien parkinson yang mengalami insomnia bisa mencoba cara mengatasi insomnia yang dilakukan oleh dirinya sendiri. Pasien parkinson bisa melakukan meditasi untuk menenangkan pikiran sebelum dia akan beranjak tidur, selain itu pasien parkinson harus mengatur jadwal tidur setiap harinya. Obat-obatan tertentu juga bisa digunakan untuk mengatasi insomnia. Obat yang digunakan dalam mengatasi insomnia adalah obat tidur. Obat tidur ini merupakan pilihan terakhir bagi pasien parkinson yang mengalami insomnia. Memang anda bisa mengatasi sendiri insomnia ini, namun jika anda sudah merasakan insomnia semakin parah segeralah berkonsultasi dengan dokter. (baca juga: penyakit akibat kurang tidur)
  • Inkontinensia urin. Gejala lainnya pasien dengan penyakit parkinson adalah inkontinensia urin. Inkontinensia urin juga bisa terjadi pada orang yang mengalami dibetes, gangguan ginjal dan lain sebagainya. Pasien parkinson tidak sadar ketika celananya tiba-tiba basah akibat dirinya tidak bisa mengontrol kandung lemihnya sendiri. Kandung kemih terganggu akibat syaraf dan otot pasien parkinson mengalami gangguan. Untuk mengatasinya pasien bisa mengencangkan otot panggul dengan beberapa latihan seperti senam kegel. Jika sudah semakin parah dokter akan memberikan beberapa obat-obatan dan bisa melakukan operasi jika gejalanya sudah sangat parah. (baca juga: bahaya infeksi saluran kencing)
  • Kesulitan menelan. Gangguan otot juga ada di tenggorokan sehingga pasien juga akan mengalami kesulitan dalam menelan. Pasien bisa mengatasinya dengan melembutkan makanan terlebih dahulu sebelum dimakan. Bisa dikatakan bahwa pasien hanya bisa mengkonsumsi makanan yang lembut-lembut saja.

Saat ini belum ada obat yang bisa digunakan sebagai penyembuh penyakit parkinson ini, pengobatan hanya dijadikan sebagai pengurang gejala penyakit. Cara terbaik dalam menyikapi penyakit ini adalah mengenali diri sendiri dengan baik dan menghindari penyebab parkinson.

artikel lainnya yang perlu anda baca: