Home Tips KesehatanKesehatan Saraf 10 Jenis jenis Penyakit Syaraf dan Gejalanya

10 Jenis jenis Penyakit Syaraf dan Gejalanya

by Izza

Manusia di ciptakan Tuhan dengan ketidaksempurnaan. Meskipun mereka sudah memiliki 5 panca indra yang sangat membantu dalam aktivitasnya, ia pun masih jauh dari kata sempurna. Mereka hanya mampu menguasai satu bidang saja, lalu lemah di beberapa bidang lainnya. Tak ada manusia yang hebat dalam semua bidang. Sama seperti dalam halnya kesehatan. Semua makhluk hidup, pasti sudah pernah merasakan sakit. Baik itu sakit yang parah atau ringan, sampai harus bertahan lama sampai bertahun tahun namun ada pula yang hanya beberapa hari. Betapa baiknya Tuhan, yang menciptakan segala obat untuk semua penyakit. Lalu, apakah dengan obat ini semua manusia akan sembuh?

Tentu saja tidak. Sebab masih banyak sekali obat yang belum mampu di temukan oleh manusia. Baik karena terbatasnya akal, komunikasi, teknologi, dan lain sebagainya. penyakit yang ada di dunia ini akan mengajarkan pada diri anda, bahwa kenikmatan yang paling sempurna adalah kesehatan. Bahkan waktu, uang, keluarga, akan terasa hampa dan tiada artinya jika anda tidak sehat. Maka jagalah kesehatan diri anda, sebagai harta yang paling berharga ini.

Sistem pada Tubuh Manusia

Sudah di jelaskan bahwa manusia itu merupakan makhluk hidup yang tidak sempurna. Dalam dirinya pun masih ada beberapa kecacatan, kelainan, dan abnormalitas. Entah itu nampak atau tidak. Maka beberapa orang yang merasakan kecacatan atau kelainan tadi akan merasa tidak sempurna pada tubuhnya.

Dalam tubuh manusia, ada sangat banyak sekali sistem koordinasinya. Misalnya untuk bernapas, maka mereka akan memerlukan oksigen yang di dapat dari luar tubuhnya. Kemudian bagian sistem pernapasan akan bekerja untuk membantu melancarkan proses bernapas tadi. Di mulai dari hidung, sampai berakhir di paru paru. Contoh lain misalnya, ketika anda makan. Maka yang bekerja untuk mengolah dan memproses makanan yang ada di dalam tubuh bukan sistem pernapasan lagi. melainkan ada sistem pencernaan yang akan bertanggung jawab penuh dalam pengolahan makanan. Di mulai dari mulut dan berakhir sampai di usus besar, lalu menjadi tinja yang keluar melalui anus.

Semua yang ada di dalam tubuh sudah ada yang menangani, bertanggung jawab penuh atas pekerjaanya. Maka manusia hidup tidak perlu lagi memikirkan apa yang ada dalam tubuhnya. Lalu, apakah hanya sebatas itu saja sistem dalam tubuhnya? Tentu saja tidak. Ada banyak sistem dalam tubuh. Misalnya adalah sistem koordinasi, sistem penglihatan, sistem pendengaran, sistem regulasi, sistem pernapasan, sistem pencernaan, sistem syaraf, dan lain sebagainya. Mari belajar lebih spesifik lagi.

Sistem Syaraf pada Manusia

Dari banyak sistem yang ada di dalam tubuh manusia, mari mulai belajar dari sistem yang utama. Nama dari sistem ini adalah sistem syaraf, yang mana mengatur sebagian besar apa yang ada di dalam tubuh. Mulai dari rambut sampai dengan ujung kaki. Karena besarnya kontribusi sistem syaraf ini bagi tubuh, hendaknya kita wajib menjaga kesehatannya.

Merupakan suatu sistem organ yang ada pada manusia, terdiri dari ratusan, ribuan, bahkan jutaan serabut saraf. Di sebut dengan serabut karena memang bentuknya yang mirip dengan akar serabut, yang mana terdiri dari sel saraf yang saling terhubung antara satu sama lain. Sel syaraf ini sangat esensial atau penting, apalagi demi persepsi sensoris indra, jaringan yang ada di dalam tubuh, aktivitas motorik volunter, serta keadaan homeostasis dalam proses fisiologis tubuh. Saking banyak fungsi dan kegunaanya, sistem yang terdiri dari jaringan sangat rumit.

Mereka akan saling terhubung antara satu dengan yang lainnya. Meskipun tak terhitung jumlahnya yang terdiri dari jutaan sel saraf. Keberadaanya akan mempengaruhi berbagai perkembangan dan pertumbuhan yang ada pada manusia. Seperti perkembangan bahasa, pikiran, logika, nalar dan ingatan pada manusia.

Penyakit yang Menyerang Sistem Syaraf Manusia

Sudah di jelaskan di awal, bahwa sistem syaraf merupakan sistem pusat yang mengontrol semua koordinasi. Maka dari bagian penginderaan, pendengaran, perasaan, dan pemikiran juga bagian yang mengatur. Termasuk pula dalam koordinasi gerakan, serta fungsi tubuh lainnya. Maka dari itu, jika masalah penyakit atau gangguan yang menyerang sistem syaraf, imbasnya bukan hanya otak saja. Tapi hampir semua sistem tubuh akan terpengaruhi.

Banyak jenis penyakit yang menyerang sistem saraf. Misalnya infeksi otak serta sumsum tulang belakang. Bukan hanya itu, beberapa problematika lain yang juga mampu menyerang bagian syaraf pusat seperti tumor yang biasanya di anggap serius. Ada pula masalah yang menyerang otak, namun masih berada dalam rentang yang kurang serius, misalnya sakit kepala yang di sebabkan karena tegang.

Berikut ini adalah beberapa penyakit yang sangat berpotensi menyerang bagian syaraf pusat. Ada beberapa penyakit yang sudah bawaan sejak lahir. Ada pula yang muncul saat masa kanak-kanak, sampai dewasa. Simak ulasannya :

  1. Infeksi sistem syaraf pusat

Siapa sangka jika bakteri dan juga virus bisa menjalar ke mana mana, termasuk ke jaringan otak dan sumsum tulang belakang. Meskipun sebenarnya orang orang yang menderita jenis penyakit syaraf yang menginfeksi sistem saraf pusat ini tidak terlalu banyak, namun resiko untuk terkena penyakit ini pasti ada. Penyakit ini di nilai parah dan perlu penanganan yang serius. Untuk itu wajib hati hati dalam menjaga kesehatan otak anda. karena ketika sakit, akan memerlukan waktu lama untuk sembuh. Bahkan ketika sembuh, tak akan bisa kembali seperti sedia kala.

  1. Ensefalitis atau radang otak

Penderita yang terkena penyakit ensefalitis atau infeksi otak biasnaya merasa demam dan sakit kepala yang berlebihan. Selain ituperasaan mengantuk dan juga bingung kerap terjadi pada mereka. Penyebab dari penyakit ini adalah virus. Dalam diri anda, bagian sistem imun akan mencoba untuk melawan infeksi otak. Sayang ini tidak akan berhasil dengan baik. Karena kebanyakan kasus yang ada, justru sistem imun yang berusaha untuk melawan penyakit, malah yang kondisi bertambah parah.

Seperti terjadi pembengkakan di otak. Sebab virus tadi malah akan semakin berkembang. Karena kekurangan ruang, maka bagian otak akan mendorong tulang tengkorak. Hal ini berbahaya, sebab mampu melukai bagian otak. Parahnya bisa menyebabkan kematian.

Meskipun dokter akan mengupayakan untuk meminum beberapa obat obatan pencegah dan pengurangi infeksi, tampaknya tidak terlalu banyak berpengaruh. Sebab obat tidak akan mampu melawan semua infeksi yang ada. Hanya beberapa infeksi saja yang bisa di tanggulangi.

  1. Meningitis atau radang selaput

Penyakit ini sempat menjadi kontrofersial di media massa beberapa bulan lalu. Pasalnya inilah penyakit yang menyebabkan kematian seorang komedian Indonesia yang sedang naik daun. Radang selaput otak atau di kenal sebagai meningitis adalah penyakit yang menyerang Olga Syahputra, hingga ia meninggal belum di temukan obatnya.

Merupakan salah satu bentuk infeksi yang menyerang pada selaput,  yang mana fungsinya menutupi otak dan sumsum tulang belakang. Penderita akan merasakan demam cukup tinggi serta sakit kepala. Selain itu, leher mereka juga akan terasa kaku.

Penyebab dari penyakit ini adalah virus atau bakteri. Jika penderita terserang meningitis karena virus, maka akan sedikit aman. Sebab viras ini mampu dibersihkan dengan sendirinya sampai beberapa hari kemudian.

Sedangkan jika mengalami meningitis yang di sebabkan karena bakteri, jatuhnya akan lebih serius. Karena mampu menyebabkan kerusakan otak, bahkan parahnya sampai terjadi kematian. Pasien yang terkena meningitis bakteri sangat memerlukan perawatan medis darurat yang intensif. Satu satunya yang dapat medis lakukan untuk membantu mengurangi penyakit ini adalah dengan diberikannya antibiotik yang berguna untuk membunuh bakteri. Meskipun hal ini sebenarnya tidak terlalu menolong banyak.

Berkat kemajuan teknologi dan pendidikan, kini sebuah vaksin untuk mencegah meningitis sudah di temukan. Vaksin ini sudah mampu diberikan pada anak-anak sejak usia dua tahun. Dari beberapa dokter merekomendasaikan untuk pemberian vaksin sebelum anak masuk ke usia 12 tahun atau 13 tahun.

  1. Sindrom raye

Anda pernah mendengar nama penyakit ini sebelumnya? Jika memang belum, maka bukan mutlak kesalahan anda. sebab penakit ini pun sebenarnya tergolong jarang, bahkan di nilai langka. Mereka yang terkena sindrom raye adalah orang tua yang memiliki infeksi virus, yang mana sebelumnya ketika masa muda yang mengambil aspirin.

Sindrom ini mampu menyebabkan pembengkakan pada otak, dan akibatnya bisa fatal. Biasanya mereka yang memiliki resiko terkena sindrom raye adalah yang memiliki kekebalan tubuh rendah. Sebab kala muda sering mengkonsumsi obat yang mengandung aspirin, yang mana biasanya di pakai dalam tablet flu. Boleh jadi mereka memiliki reaksi alergi terhadap obat.

Salah satu cara untuk menghindari sindrom raye adalah dengan tidak mengkonsumsi aspirin. Karena kita tidak pernah tahu, apakah nantinya ketika sudah tua akan terserang sindrom raye atau tidak. Dengan tidak membeli obat sembarangan di warung, penyakit ini bisa menjadi alasan. Karena pada dasarnya, tubuh anda bisa mengobati diri sendiri jika hanya terserang penyakit ringan.

  1. Epilepsi

Nama epilepsi memang sudah tidak asing lagi di telinga kita. terkenal sebagai penyakit kejang kejang. Siapapun bisa menderita epilepsi, sebab sasaran dari penyakit ini tidak terpaut usia. Namun biasanya menjangkiti anak anak. Penyebab dari penyakit ini adalah

Jika di kategorikan, epilespi di bagi menjadi 3 jenis. Yakni epilepsi simptomatik, kriptogenik, dan idiopatik. Jenis epilepsi simptomatik, biasanya terjadi kejang-kejang yang di sebabkan karena ada gangguan atau kerusakan yang terjadi pada otak. Sedangkan jenis epilepsi idiopatik,  sama terjadi kejang kejang pada dirinya. Namun sayangnya tidak ditemukan penyebab mengapa ia bisa terjadi.  Dan jenis epilespi yang terakhir, epilepsi kriptogenik membuat penderita mengalami kejang kejang tanpa di temukan alasan mengapa ia bisa mengalami kejang kejang ini. Padahal dalam struktur otaknya tidak mengalami masalah apapun. Di tambah lagi, penderita epilepsi jenis kriptogenetik akan mengalami masalah gangguan belajar.

  1. Hidrocephalus

Anda kerap menonton acara peduli sesama? Biasanya icon yang paling terkenal salah satunya adalah anak kecil dengan kepala besar sekali. Saking besarnya, bahkan ia tak mampu mengangkat tubuhnya sendiri. itulah yang di namakan dengan penyakit hirocephalus. Sasaran utamanya adalah organ otak.

Penderita hidrosefalus akan mengalami penumpukan cairan di dalam otak. Akibatnya adalah terjadi peningkatan tekanan otak. Jika tidak segera di obat, bisa fatal. Sebab tekanan ini mampu merusak jaringan yang ada di dalamnya. Bahkan juga mampu melemahkan fungsi otak. Penyakit hidrosefalus ini bisa terjadi pada orang orang dalam usia berapapun. Tapi biasanya penyakit ini menyerang bayi dan manula (manusia lanjut usia).

  1. Alzheimer

Pertama kali penulis mengerti nama penyakit alzheimer adalah pada film yang berjudul momentum remember. Pemeran wanita utamanya menderita penyakit kepikunan ini. Kemudian pelan pelan ia akan melupakan jalan pulang ke rumah barunya, lalu lupa pada pekerjaanya, kemudia lupa dengan nama suaminya, bahkan sampai siapa dirinya. Penderita penyakit ini akan di tandai dengan melemahnya daya ingat, apalagi yang baru saja terjadi. Karena penyakit ini menyerang memori yang baru saja ia simpan.

Tingkat parah dari penderita alzheimer adalah ia akan mengalami gangguan otak dalam melakukan perencanaan, penalaran, persepsi, sampai dengan berbahasa. Mereka juga akan mengalami disorientasi dan perubahan perilaku. Misalnya menjadi lebih agresif, penuntut, dan sangat mudah curiga terhadap orang lain.

Sampai pada tahapan yang kronis, penderita akan mengalami halusinasi, yakni kesalahan dalam mempersepsi sesuatu. Selanjutnya kemampuan berbicara dan berbahasa akan semakin melemah. Sampai akhirnya ia tak bisa mengerjakan aktivitas tanpa bantuan orang lain.

  1. Vertigo

Jika anda mengalami sakit kepala yang di tandai dengan gejala sensasi diri sendiri atau sekeliling serasa berputar, mungkin anda terkena vertigo. Selain itu, penderita yang mengalami vertigo akan kehilangan keseimbangan dalam beberapa waktu. Hal ini membuatnya merasa kesulitan untuk berdiri, bahkan sampai berjalan. Mereka juga mengalami gejala mual mual dan muntah.

Ada berbagai jenis vertigo, yakni yang ringan sampai berat. jika masih berada dalam tahapan ringan, biasanya vertigo tidak terlalu terasa. Sedangkan mereka yang sudah mengalami penyakit vertigo yang berat, mampu menghambat aktivitas. Serangan yang terjadi pada penderita vertigo cukup banyak bervariasi. Ada yang hanya berlangsung selama beberapa detik. Namun ada pula yang jenis vertigo yang berat akan sampai beberapa hari. Tentu saja hal ini sangat mengganggu penderita, karena ia tidak mampu beraktivitas secara normal seperti biasanya.

Gejala lain yang berhubungan dengan vertigo adalah kehilangan keseimbangan yang akan membuat penderita sulit berdiri atau berjalan, mual atau muntah, dan pening.

  1. Parkinson

Merupakan suatu penyakit yang menerang sistem syaraf. Hal ini menyebabkan terjadinya degenerasi sel saraf secara di bagian otak tengah. Padahal fungsi utama dari bagian ini adalah untuk mengatur pergerakan tubuh atau sistem motoriknya. Gejala yang timbul dari penderita adalah terjadinya tremor atau gemetaran. Meskipun pada tahap awalnya, penderita yang mengidap penyakit parkinson ini  tidak menunjukan gejala yang tampak.

Biasanya penderita akan merasa lemah pada tubuhnya. Bahkan sampai ada yang kaki pada beberapa bagian tubuhnya. Ia juga akan mengalami gemetar yang halus namunterus menerus pada satu organ. Biasanya terjadi saat ia sedang  beristirahat.

  1. Lumpuh otak

Penyakit lumpuh otak atau biasa di kenal dengan nama cerebral palsy merupakan jenis penyakit syaraf yang cukup mengganggu, bahkan sangat memengaruhi sistem koordinasi serta pergerakan tubuh. Penyebab terjadinya penyakit ini karena adanya masalah yang serius pada bagian otak besar. Biasanya menyerang pada anak anak. Dan karena alasan penyakit inilah yang menjadi penyebab utama mengapa terjadi kelumpuhan kronis pada anak anak.

Fungsi dari Sistem Syaraf Manusia

Pentingnya sistem syaraf dalam tubuh manusia, tak menjadi satu ketercualian bebas dari penyakit.  Padahal boleh di katakan bahwa sistem ini adalah pusat dari segala sistem yang bisa bekerja dan berjalan dalam tubuh. Sekali saja mengalami gangguan, hambatan, maka akan kacau semua yang ada dalam tubuh manusia. Dalam peranannya, bagian ini akan mengkategorikan dan mengelompokkan dirinya menjadi beberapa bagian.

Hal ini didukung dengan ada banyaknya jaringan  dan sel yang ada dalam sistem saraf. Dalam istilah medis, kerap di sebut sebagai sel neuron. Sel inilah yang nantinya akan mengirimkan sinyal atau informasi ke seluruh tubuh manusia. Jika di lihat dari fungsinya, sel neuron atau sel syaraf pusat dibagi menjadi empat, yakni :

  • Sel sensoris

Merupakan salah satu kelompok sel syaraf yang berfungsi untuk mengantarkan rangsangan dari luar tubuh menuju saraf pusat. Ada dua jenis syaraf pusat yang menjadi fokus dari sel sensoris, yakni otak dan sistem tulang belakang

Contohnya adalah ketika permukaan kulit kita menyentuh obyek atau benda. Lalu  sel neuron sensoris akan mengantarkan informasi atau sinyal mengenai jenis obyek tadi ke saraf pusat. Jika kasusnya adalah menyentuh dengan sengaja, maka pusat otak yang akan menganalisis dan mengartikan rangsangan tadi. Namun jika yang obyek yang tersentuh tadi tidak sengaja, maka yang bekerja adalah sistem tulang belakang.

Kemudian sistem syaraf pusat akan mengartikan informasi tadi. Memerintah mata untuk mengamati benda apa yang di lihat, serta mengartikan rangsangan yang bawa kulit untuk mengindentifikasi ciri cirinya. Setelah itu, memerintah mulut untuk menjawab obyek apa yang sedang di pegang atau di sentuh tadi.

  • Sel motoris

Merupakan salah satu jenis sel yang biasanya berhubungan dengan pergerakan manusia. Yakni gerakan refleks yang berasal dari anggota tubuh kita. di maksud refleks adalah terjadinya gerakan secara tidak sengaja, atau tidak sadar melakukan pergerakan tersebut.

Contohnya adalah saat kita melihat sesuatu benda jatuh. Bukan sekedar jatuh ke bawah, namun berpotensi untuk jatuh mengenai tubuh kita. Maka  secara refleks, sel motoris ini akan mengirimkan sinyal atau informasi kepada saraf pusat. Yakni  untuk mengomando diri kita agar menghindar. Supaya tidak terkena benda yang jatuh tadi. Maka kecelakaan bisa di hadang.

  • Sel penghubung

Merupakan salah satu bentuk sel yang berada di sumsum tulang belakang manusia. Gunanya adalah untuk membantu menghubungkan antar sel saraf. Sehingga antara sel syaraf satu dengan yang lainnya bisa terkait satu sama lain.

  • Neuron ajustor

Sebenarnya antara syaraf sensoris dan motorik bekerja sama antara satu sama lain. Karena yang menerima rangsangan dari luar adalah sensoris,. Yang memiliki informasi lebih detail dan akurat pun juga syaraf sensoris. Sayangnya jika hanya syaraf sensoris saja yang bekerja, maka tubuh tetap berada dalam keadaan bahaya.

Sebab fungsi utama dari syaraf sensoris ini hanya memberi tahu apa yang akan terjadi. Untuk itu di perlukan syaraf motorik dalam perjalanannya. Guna dari syaraf motorik ini adalah sebagai sarana untuk menghidari dri dari bahaya yang mungkin terjadi.

Lalu apakah antara syaraf sensoris dan motorik bisa bergabung dan bekerja sama menjadi satu? Tentu saja bisa. Namun mereka akan susah berkoordinasi jika tidak di hubungkan. Untuk itulah ada sel syaraf nauron yang di namakan dengan neuron adjustor. Fungsinya adalah untuk menghubungkan antara neuron sensoris dan neuronmotoris. Letaknya berada pada sumsum tulang belakang serta otak manusia.

Betapa pentingnya otak menjadi pusat dari sistem koordinasi. Sedikit saja mengalami gangguan dan masalah, maka imbasnya bisa seluruh tubuh. Makanya perlu anda hati hati dalam menjaga otak. Imbangi dengan nutrisi yang baik untuk otak. Misalnya dengan mengkonsumsi buah buahan, sayuran, serta ikan ikanan yang baik untuk otak. Agar otak anda selalu sehat.

Info kesehatan sistem syaraf otak lainnya :

You may also like