19 Bahaya Ekstasi Bagi Tubuh dan Kesehatan

13648

Ekstasi (xtc) atau di kenal pula dalam istilah kedokteran dengan MDMA (Methylene Dioxy Meth Amphetamin) merupakan jenis obat obatan yang dilarang pemakaiannya. Hal ini berkaitan dengan sifat dari ekstasi yang mampu menstimulasia, halusinogenika. Dengan menggunakan obat ini, mampu membuat pengonsumsi merasa bahagia dan gembira. Namun resiko yang di tempuh juga berat, yakni seperti over dosis. Padahal obat ini memiliki sifat candu, yang mana setelah orang mengonsumsi obat ini, suatu saat lagi ia berharap akan mengonsumsi lagi dan lagi.

Obat ini berbentuk tablet ataupun kapsul dengan variasi bentuk dan warna, tergantung campuran bahan yang akan di masukkan ketika pembuatan. Ada yang di tambah dengan narkoba jenis lain untuk memberikan efek lebih.

Dalam kalangan umum, penyebutan ekstasi di lambangkan dengan ADAM, Essence, Clarity, atau inex. Mereka menikmatinya baik dengan di telan langsung seperti obat, atau di sedot melalui hidung yang sebelumnya di haluskan terlebih dahulu, ada pula yang di suntikan langsung ke pembuluh darah. Dari model terbaru, ada yang bentuknya memangjang silinder. Cara menggunakannya dengan di masukan dari lubang kemaluan atau lubang untuk buang tinja.

Sesuai dengan undang undang yang sudah beredar di Indonesia, bahwa ekstasi merupakan golongan zat psikotropika kelas I, yang mana memiliki efek candu atau ketergantungan sangat tinggi sehingga di larang keras di gunakan dalam pengobatan. Sebenarnya seberapa buruk efek ekstasi ini pada tubuh? Mengapa sangat di larang karena efek candunya? Inilah beberapa alasan mengapa ekstasi di nilai sangat berbahaya :

1. Reaksi yang cepat yang destroyer

Ekstasi yang sudah masuk ke dalam tubuh akan segera bereaksi dengan cepat, bahkan hanya dalam waktu setengah sampai dengan satu jam saja. Reaksi ini langsung berimbas pada emosional dan perilaku pengguna dengan cepat, sebab mempengaruhi dengan sistem faal tubuh. Setelah bereaksi selama setengah sampai satu jam, ekstasi yang ada di dalam tubuh terus berkontraksi hingga 3 sampai dengan 4 jam kemudian. Keadaan reaksi cepat ini sangat berbahaya bagi organ tubuh. Sifatnya merusak atau destroyer.

2. Perasaan gembira yang berlebihan

Pengguna ekstasi akan merasa bahagia, senang, melambung tinggi dengan rasa nyaman, tingkat percaya diri semakin kuat, kehidupan masa depan terasa terang, dan gembira. Ia merasa mood dalam hati terus baik, bahkan jika sedang mendengarkan music akan mengeraskan volume maksimal. Kinestisitas tubuh bergerak terus secara berkontinyu, melompat dan meliuk liuk. Control diri yang rendah, membuat pengguna merasa kelelahan yang berlebihan

3. Degupan jantung kencang

Reaksi yang cepat dari ekstasi sangat mempengaruhi sistem tubuh manusia. Salah satunya adalah jantung. Menggunakan ekstasi akan membuat jantung berdebar dengan lebih kencang dan cepat. Keadaan ini tentu saja membuat jantung akan bekerja dua kali lebih cepat dari biasanya dalam memompa darah, padahal keadaan tubuh normal.(baca : Jantung berdebar debar kencang)

4. Geraham kuku yang tidak sehat

Kuku manusia yang sehat akan terlihat putih segar dengan ujung yang menempel di kulit sedikit kemerah merahan. Kuku yang sehat ini akan tumbuh normal, dengan kualitas menjaga daging di bawahnya dengan kuat. Pengguna ekstasi biasanya memiliki kualitas kuku yang buruk. Geraham kuku akan terlihat pucat, sampai berkerut kerut.

5. Mulut terlihat kering

Pengguna ekstasi sebenarnya dalam keadaan sistem faal tubuhnya lelah dan lesu, namun obat tersebut memberikan efek yang menggembirakan bagi penggunanya. Misal dengan mulut yang nampak selalu kering pucat. Cairan yang ada di dalam tubuh untuk melembabkan mulut telah terkuras dengan reaksi bersama ekstasi tadi. Jika mulut di biarkan terus kering, maka pengguna akan membutuhkan lebih banyak cairan sehingga mereka akan terus merasa haus.

6. Bibir pecah pecah

Sebab mulut kering juga berimbas pada bibir yang kering pula hingga pecah pecah. Jika hal ini tetap di biarkan maka bisa memicu pendarahan ringan. Bibir tersebut bisa mengalami infeksi dan terjadi pembengkakan. Tentu saja hal ini mengganggu penampilan sehari hari anda, bukan?

7. Suhu badan tinggi

Tubuh yang sedang melakukan reaksi dengan obat, sistem imunnitas akan meninggikan pertahanan tubuhnya. Hal ini membuat suhu badan naik, yang mana membuat tubuh menjadi demam. Padahal mereka yang menggunakan ini merasa senang hingga melompat lompat. Jika di dalam tubuh mereka rapuh, tak berdaya, dan tidak lagi memiliki kekuatan, namun dari luar terlihat bersemangat.

8.  Meningkatkan tekanan darah

Tekanan darah di dalam tubuh setelah mengkonsumsi ekstasi akan terus naik (darah tinggi). Hal ini secara normal akan mudah sekali membuat marah orang. Tubuh orang orang yang memiliki tekanan darah tinggi akan panas, dengan marah akan memuncakkan suhu yang kemudian turun secara normal. Tapi dengan ekstasi, hanya akan menaikkan tanpa mencapai titik kulminasi yang bisa membuatnya segera turun.

9. Penglihatan terasa kabur

Mata juga menjadi salah satu efek penggunaan ekstasi. Pandangan mata orang orang setelah menggunakan obat obatan ini akan terlihat kabur, tidak jelas, remang remang, dan hanya seperti sekelebat bayangan saja. Hal ini berkaitan dengan syaraf pembentukan bayangan di retina tidak bisa bekerja dengan baik setelah mengkonsumsi obat ekstasi.

10. Berhalusinasi sendiri

Orang orang yang biasa menggunakan ekstasi lebih sering merasa melihat sesuatu yang tidak nyata. Mereka mampu melihat sesuatu yang hanya di pikirannya, bersifat semu, dan hanya dirinyalah yang mampu melihat secara nyata. Apa yang dilihat adalah sesuatu yang sangat di inginkan atau sangat di takutkan.

11. Jalan sempoyongan

Seperti orang yang sedang mabuk, mereka yang menggunakan obat ekstasi akan terlihat jalan sempoyongan. Melanggak lenggok, tidak jelas, bahkan sampai berjalan sendiri ke tengah tanpa memerdulikan orang lain dan sekitarnya, entah dalam keadaan yang normal sampai membahayakan baik dirinya sendiri dan orang lain. Tentu saja kerugian ini bukan hanya pada dirinya, tapi juga orang lain.

12. Tubuh terasa kejang kejang

Kontraksi cepat yang berasal dari ekstasi akan membuat tubuh pengguna kejang kejang. Hal ini berkaitan langsung dengan sistem peredaran darah yang tidak bisa berjalan normal. Sirkulasi yang menuju ke otak terjadi hambatan yang membuat perjalanan darah menjadi tidak lancar dalam membawa oksigen untuk seluruh tubuh.

13. Perasaan panik yang berlebihan

Pengguna ekstasi akan merasa khawatir, panik, dan tidak tenang secara berlebihan. Meskipun ia merasa senang dan melayang laying, namun rasa seperti panic ini terus muncul. Seperti anda membeli es krim menggunakan uang spp, pasti senang karena mampu membeli es krim namun juga khawatir karena telah melalaikan amanat orang tua.

14. Sulit tidur

Keadaan insomnia atau sulit tidur juga menjangkiti pengguna ekstasi. Mereka merasa tidak lelah, padahal tubuh dan organnya letih dan perlu istirahat. Tidak heran jika pengguna ekstasi biasanya di malam hari, yang kemudian melampiaskan kesenangannya dengan kebut kebutan di jalan raya. Setelah keesokan harinya di temukan korban 7 orang tewas dan pengendara tidak berbusana, hanya berbikini saja. Kasus ini menjadi booming di tahun 2013, yakni Novi Amalia.

15. Nafsu makan menurun

Sebenarnya menggunakan ekstasi tidak bisa dalam jangka panjang akan terus berkontinyu dengan keadaan baik. Hari ke tiga sampai ke lima, pengguna akan merasa malas untuk memasukan makanan ke mulutnya. Nafsu makan yang hilang ini selara dengan tubuhnya yang letih dan lelah.

16. Rasa pusing

Bukan hanya nafsu makan turun, pengguna ekstasi setelah 3 sampai 5 hari akan merasa pusing dan tidak enak badan. Demam tinggi, lemas, pusing menjadi gejala yang biasa menimpa mereka. Keadaan ini membuatnya sulit dalam melakukan konsentrasi. Hingga hilang focus padahal hanya dalam berbicara.

17. Perasaan kosong

Jika saat jam jam menggunakan ekstasi pengguna akan merasa senang, bahagia, dan sejahtera. Namun setelah berlangsung 3 sampai 5 hari mereka terasa kesepian, sendiri, dan sunyi dalam hidupnya. Kelakuannya cenderung mengurung diri, dan kembali ke dirinya asal yang kurang percaya diri.

18. Resiko kematian saat menggunakannya

Sebab ekstasi bukan merupakan obat obatan yang baik di gunakan, maka salah satu efek fatal setelah, bahkan saat menggunakannya adalah resiko kematian mendadak yang cukup tinggi. mereka yang menggunakan ekstasi akan mengalami kenaikan suhu yang tinggi, hingga sampai 40 derajat celcius yang mana membuat keadaan otak setengah sadar sampai tidak sadar. Kondisi ini membuat ia susah membedakan mana yang nyata dan mana yang tidak nyata. Untuk merealisasikan apa yang di bayangkannya dalam dunia nyata sangat mudah, ia jadi mampu melihat sesuatu yang tidak masuk akal.

Pikirannya yang tidak menentu ini membuatnya jadi berani melakukan apapun yang ingin dilakukannya. Seperti bunuh diri, menyakiti diri sendiri, sampai lompat dari tebing tertinggi.

19. Kerusakan otak bersifat permanen

Penggunaan ekstasi secara berlebihan mampu meningkatkan kerusakan otak secara permanen. Beberapa penyakit terkait otak menjadi lebih tinggi resikonya seperti stroke, kelumpuhan otak, hilang daya ingat atau remembering, hingga penyakit Parkinson.

Itulah bahaya dan pengaruh buruk dengan menggunakan ekstasi. Pantas saja sangat di larang penggunaanya, termasuk hukuman berat bagi yang membuat, mengolah, dan memproduksi yang illegal. Termasuk obat dokter juga sangat di wanti wanti untuk tidak di gunakan.

Efek narkoba lainnya