Jenis-jenis Stroke yang Mematikan

3833

Stroke merupakan salah satu penyakit serius yang mematikan dan ada hubungannya dengan masalah pembuluh darah yang tersumbat atau malah justru pecah. Suplai oksigen yang harusnya sampai ke otak dengan begitu harus berhenti sehingga kerusakan otak pun terjadi; ini yang menjadikannya tidak dapat bekerja seperti biasanya lagi. Kemudian, akan timbul beragam gejala berdasarkan area otak yang terlibat.

Berikut kita akan melihat lebih jauh tentang jenis-jenis stroke dan penjelasannya :

Stroke Iskemik

Jenis jenis stroke ini dapat terjadi ketika aliran pembuluh darah kita memiliki hambatan, hambatan di sini bisa karena gumpalan darah atau gelembung udara. Inilah jenis stroke yang paling sering kita temui. Organ tubuh akan terganggu karena asupan oksigen yang tiba-tiba berkurang.

Stroke jenis ini rupanya masih dibagi lagi menjadi dua yang didasarkan pada pemicu sumbatan arteri:

  • Stroke Embolik – Penyumbatan yang terjadi adalah karena adanya pecahan lemak atau emboli, gelembung udara, serta trombus yang ada di organ tubuh seperti pembuluh aorta yang ada di leher dan dada serta jantung. Bila seseorang mengalami kondisi fibrilasi atrium atau kelainan jantung, maka aka nada kondisi terbentuknya trombus pada jantung yang akan dipompa dan akhirnya dapat berhasil masuk ke otak.
  • Stroke Trombotik – Penyumbatan yang terjadi adalah karena perkembangan trombus yang terjadi pada arteri otak yang telah mengalami penyempitan.

Ciri-ciri Stroke Iskemik

Beberapa gejala yang bisa muncul karena paru-paru berikut bagian otak yang terkena emboli adalah sebagai berikut:

  • Denyut jantung menjadi lebih cepat.
  • Sakit kepala (baca : Cara Mengatasi Sakit Kepala –  Cara Menghilangkan Sakit Kepala)
  • Keringat keluar secara berlebihan. (baca : Penyebab Tubuh Sering Berkeringat)
  • Batuk terlalu sering disertai darah.
  • Pernapasan menjadi sesak. (baca : Cara Mengatasi Sesak Nafas)
  • Dada terasa nyeri dan akan sangat sakit ketika batuk atau bernapas.
  • Kelumpuhan pada bagian lengan sehingga salah satu atau kedua lengan tidak dapat diangkat.
  • Mulut dan mata di salah satu sisi wajah akan menurun.
  • Cara bicara yang kacau dan tidak jelas.
  • Sakit kepala yang berlebihan secara mendadak dan leher pun terasa kaku. (baca : cara mengatasi sakit kepala)
  • Penglihatan kabur secara mendadak.
  • Pingsan karena pusing.
  • Sulit menelan makanan atau minuman.
  • Koordinasi maupun keseimbangan yang menurun.

Penyebab Stroke Iskemik

  • Trombosis – Istilah ini juga diketahui sebagai kondisi di mana darah membeku dan adanya plak dari pengerasan arteri atau yang kita sebut dengan aterklerotik yang membuat pembuluh darah di otak tersumbat. Jika pembuluh darah di area otak terkena sumbatan, ini artinya oksigen tidak akan bisa disuplai sehingga kondisi kekurangan oksigen atau iskemia pun muncul di mana darah akan menjadi mati. Biasanya pembuluh darah besarlah yang disumbat oleh plak aterisklerotik yang berada di dasar otak maupun bagian leher. Oleh karena itu stroke iskemik yang luas dapat terjadi di otak karena hambatan tersebut. Aterosklerosis bisa lebih cepat prosesnya apabila seseorang mengalami hiperkolesterol, diabetes, hipertensi, serta faktor lainnya. Proses terjadinya tentu berawal dari lemak yang tertimbun di dalam tubuh yang juga termasuk  gejala kolesterol tinggi.
  • Lakunar – Bila iskemik terjadi pada bagian pembuluh darah besar, maka lakunar ini berawal di pembuluh darah kecil dan memang lebih kecil persentasenya dibandingkan iskemik pada seluruh kasus stroke. Lakunar ini biasanya dipicu oleh terjadinya luka kecil yang bahkan tidak lebih dari 2 sentimeter dan ada di area otak kecil, kapsula interna, dan subkortikal. Penyebab ini memang sangat berhubungan erat dengan penyakit hipertensi yang juga dikait-kaitkan dengan adanya mikrovaskular yang mengalami perubahan diakibatkan oleh kencing manis dan hipertensi kronis. Untungnya, dampak stroke yang parah tidak akan diberikan oleh hambatan yang terjadi di pembuluh darah kecil ini.
  • Emboli Serebral – Penyebab stroke ini dapat terjadi oleh karena banyak hal, seperti gas atau gelembung udara yang rata-rata menjadi penyebab utama kematian penyelam-penyelam; kolesterol yang tertimbun di dalam tubuh sehingga arteri menjadi lebih sempit atau kita juga bisa menyebutnya dengan istilah aterosklerosis; air ketuban yang masuk ke pembuluh darah saat seorang ibu tengah dalam proses melahirkan (walau memang kasus ini terbilang langka); gumpalan darah yang akan lebih cepat prosesnya apalagi pada orang yang sedang hamil, mengidap kanker, memiliki berat badan berlebih atau obesitas, serta yang mempunyai sakit jantung; serta partikel lemak yang terlepas diakibatkan oleh keretakan pada tulang dan kemungkinan terlepasnya partikel lemak ini kemudian akan masuk ke pembuluh darah sehingga terjadi penyumbatan.
  • Merokok
  • Tubuh yang Jarang Aktif Bergerak
  • Usia > 60 Tahun

Penanganan Stroke Iskemik

  1. Cara mengatasi atau mengobati jenis stroke iskemik akan dilakukan berdasarkan penyebabnya, lokasi penyumbatan pembuluh darah dan ukuran dari penyumbatan tersebut. Pada umumnya, pelarut penggumpalan darahlah yang akan diberikan sebagai obat yang dikenal dengan sebutan trombolisis di mana obat-obatan antikoagulan yang dipakai. Aspirin, heparin, serta warfarin adalah yang sering digunakan, namun dosis yang diberikan termasuk rendah.
  2. Prosedur operasi yang disebut juga dengan embolektomi juga merupakan salah satu cara untuk menangani stroke iskemik. Dengan cara ini maka sumbatan pada aliran darah akan dihilangkan dengan cara dibedah dan disedot.
  3. Untuk jenis stroke emboli yang dikarenakan aliran darah terhambat karena gelembung udara, maka hiperbarik adalah ruangan yang perlu dimasuki oleh pasien. Ruangan hiperbarik memiliki tekanan udara yang lebih tinggi ketimbang yang ada di luar ruangan dan dengan cara inilah gelembung udara akan berkurang.
  4. Terapi dengan manitol juga menjadi salah satu penanganan terbaik, khususnya bagi yang ingin membuat pembekakan pada otak berkurang.

Pencegahan Stroke Iskemik

  1. Berolahraga dan membiarkan badan bergerak secara aktif paling tidak seminggu dua setengah jam supaya sirkulasi darah bertambah lancar.
  2. Makan makanan yang sehat; artinya, yang boleh dikonsumsi adalah makanan yang kadar garamnya rendah, kandungan lemaknya rendah, dan seratnya tinggi.
  3. Berhenti merokok. (baca : bahaya merokok)
  4. Menurunkan berat badan apabila memang memiliki masalah obesitas. Untuk mencapai berat badan ideal, diet rendah kalori akan sangat efektif.

Stroke Hemoragik

Jenis stroke ini mengindikasikan bahwa ada kebocoran pembuluh darah atau bisa juga kita sebut dengan pecahnya pembuluh darah yang terjadi di dalam atau bahkan di area otak. Kondisi seperti ini dapat langsung membuat pasokan darah menuju otak berhenti. Tidak hanya pecah atau bocor saja, jaringan otak dan sekitarnya pun akan dibanjiri oleh darah dan membuatnya terhambat dan fungsi otak pada saat itu juga menjadi mati. Stroke jenis ini juga dikenal dengan stroke perdarahan, dan kondisi ini dibedakan menjadi dua jenis.

  • Perdarahan Subarachnoid – Perdarahan tipe ini adalah perdarahan yang terjadi di dalam ruang subarachnoid, yaitu ruang yang berada diantara arachnoid mater atau lapisan tengah dan pia mater atau lapisan dalam dari meninges atau jaringan selaput otak. Perdarahan ini tergolong sangat serius sebab dapat membawa pasien pada kematian atau paling tidak cacat secara permanen. Stroke perdarahan ini cenderung lebih sering dialami oleh para wanita ketimbang pria.
  • Perdarahan Intraserebral – Perdarahan tipe ini adalah perdarahan yang terjadi pada otak yang dipicu oleh cedera otak atau aneurisma yang juga dikenal dengan istilah kelainan pembuluh darah. Kondisi lainnya yang dapat menyebabkan perdarahan di otak adalah tekanan darah tinggi kronis. Kasus seperti ini tergolong kecil dan jarang ditemui, namun mempunyai persentase paling tinggi sebagai pemicu kematian akibat stroke.

Ciri-ciri Stroke Hemoragik Subarachnoid

  • Sakit kepala yang berlebihan atau pada level yang parah, seperti sedang dipukul dengan palu.
  • Demam disertai dengan kebingungan.
  • Menjadi penyebab Leher kaku.
  • Mual yang bisa juga disertai dengan muntah-muntah. (baca : penyebab sering mual)
  • Kejang-kejang.
  • Pingsan karena pusing.
  • Bicara kurang jelas dan kedengaran kacau.
  • Satu sisi tubuh menjadi lebih lemah dari sisi yang lain.

Ciri-ciri Stroke Hemoragik Intraserebral

  • Penglihatan menjadi kurang jelas atau kabur.
  • Sakit kepala.
  • Sulit memahami pembicaraan orang lain dan juga sulit dalam berbicara.
  • Kesemutan atau kerap mati rasa pada salah satu sisi tubuh dan juga merasa lemah.
  • Leher menjadi kaku.
  • Muntah-muntah.
  • Perubahan kesadaran.
  • Sakit kepala yang lebih parah secara mendadak.

Penyebab Stroke Hemoragik

  • Obat-obatan – Perdarahan rupanya juga dapat disebabkan oleh konsumsi obat pengencer darah tanpa kendali yang baik. Penggunaan obat seperti antikoagulan harus sesuai dengan resep dokter dan berada di bawah pengawasan dokter. Obat tersebut memang biasanya disarankan dan diberikan supaya penyumbatan dapat teratasi dan risiko stroke bisa dikurangi.
  • Tekanan Darah Tinggi atau Hipertensi – Arteri akan lemah ketika tekanan darah semakin tinggi dan membuat arteri akan lebih cepat robek dan mengakibatkan pecah atau bocornya pembuluh darah. Faktor penyebab hipertensi ini termasuk stres, tubuh yang kurang gerak alias jarang olahraga, kebiasaan merokok, obesitas, serta konsumsi minuman mengandung alkohol. (baca : efek bahaya alkohol)
  • Angiopati Amiloid Serebral – Inilah kondisi di mana amiloid atau dikenal juga dengan protein terjadi penumpukan yang ada di pembuluh darah pada sekitar area otak. Kerusakan akan disebabkan oleh penimbunan tersebut sehingga sobeknya arteri bisa menjadi akibatnya. Kalangan orang tualah yang lebih banyak mengalami kondisi seperti ini.
  • Abnormalnya Pembuluh Darah – Meski terbilang langka namun kasus ini benar-benar ada dan ini adalah kondisi yang dialami oleh seseorang yang lahir dengan kelainan di bagian pembuluh darahnya. Malformasi pembuluh darah adalah sebutan lainnya dan dibagi menjadi dua tipe, yakni pembesaran pembuluh darah maupun jalinan pembuluh darah. Kondisi ini pun terkadang dapat menjadi penyebab terjadinya perdarahan pada bagian otak dikarenakan pecahnya dinding pembuluh yang tipis. Yang paling umum dan sering ditemui adalah malformasi arteri vena, anomali perkembangan vena, malformasi cavernosa, dan fistula arteri vena dari durameter.
  • Aneurisma – Pada arteri, ini merupakan titik lemah yang terjadi proses penggelembungan keluar dan terjadikan pembentukan yang mirip seperti kantong. Kalau dinding arteri kuat dan tebal, maka dinding aneurisma dikenal mudah bergerah, lemah dan termasuk tipis sehingga tidak heran kalau bisa cepat dan gampang robek. Dalam beberapa kasus, aneurisma bisa saja telah ada semenjak lahir, namun ada juga beberapa faktor yang membuatnya berkembang pesat, seperti penyakit ginjal genetik, pemakaian kokain, riwayat keluarga, hipertensi dan kegiatan merokok. Namun untuk pecahnya aneurisma, faktor penyebab terbesar adalah hipertensi.

Penanganan Stroke Hemoragik

  1. Pemberian obat akan dilakukan untuk kasus di mana obat-obat antikoagulanlah yang menjadi pemicu stroke perdarahan; obat-obat yang diresepkan adalah demi pengembalian efek secara lebih cepat. Obat seperti Nimodipin juga akan diberikan untuk mengatasi kurangnya pasokan darah yang akan membuat otak mengalami kerusakan lebih serius. Selain itu, parasetamol atau morfin juga bisa dipakai yang bisa mengatasi sakit kepala yang terjadi secara parah.
  2. Operasi dengan metode coiling merupakan solusi untuk membuat aneurisma tertutup dan cara ini adalah yang paling sering digunakan. Coiling adalah proses pemasukan tabung ke arteri yang berada di bagian pangkal paha yang kemudian diarahkan menuju aneurisma yang ada di area otak. Tabung ini akan dipandu oleh Sinar-X. Terdapat koil platinum yang dipasang di ujung tabung yang nantinya akan dilepas supaya bisa masuk ke aneurisma. Metode ini lebih umum dipakai sebab komplikasi yang disebabkan pun lebih sedikit.
  3. Clipping adalah cara pembedahan lain yang memang kurang populer. Clipping adalah proses di mana tengkorak harus dibuka dan ada klip logam yang akan ditempatkan di area dasar aneurisma. Hal ini dilakukan supaya kebocoran darah bisa dihentikan dan dicegah untuk terjadi lagi.

Pencegahan Stroke Hemoragik

  1. Bila merokok, kebiasaan ini perlu dihentikan supaya tidak memperparah kondisi gejala stroke.
  2. Mengonsumsi makanan dan minuman yang sehat. Artinya, minuman beralkohol serta makanan yang tinggi lemak perlu dihindari.
  3. Banyak-banyak meminum air putih sehingga tubuh tidak kekurangan cairan.
  4. Melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin agar tekanan darah tinggi bisa dicegah.
  5. Melakukan olahraga yang membuat tubuh aktif dan lemak di dalam tubuh tidak tertimbun.
  6. Mengonsumsi obat yang sudah diberikan oleh dokter sesuai resepnya.

Gejala dari kedua jenis stroke tersebut bisa muncul secara tiba-tiba tanpa disadari. Maka, mengenali jenis-jenis stroke beserta ciri, penyebab, penanganan dan pencegahannya adalah hal yang penting. Bila satu atau lebih dari ciri-ciri stroke yang telah disebutkan di atas kiranya dialami oleh Anda, segeralah temui dokter untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.

baca juga artikel halo sehat lainnya