Vertigo

Pernahkah tiba-tiba merasakan pusing pada kepala, seolah berputar-putar tidak karuan? Atau pernahkah tiba-tiba merasakan seakan ingin terjatuh karena melihat semua objek yang ada di sekitar anda bergerak-gerak tak tentu arah? Itulah salah satu ciri-ciri dari vertigo.

Penyakit Vertigo

vertigoVertigo sendiri merupakan salah satu bentuk dari pusing pada bagian kepala. Biasanya penderita vertigo akan merasakan lingkungan sekitarnya mengalami pergerakan dan berputar-putar tak tentu arah, sehingga akan membuat kebingungan.

Dalam beberapa kasus, vertigo tidak dapat berdiri sendiri dan merupakan sebuah gejala dari gangguan kesehatab tertentu, seperti :

  1. Fobia, contohnya adalah fobia pada ketinggian
  2. Beberapa penyakit kronis yang menyerang syaraf dan otak, seperti tumor otak atau brain damage
  3. Efek dari kekurangan cairan dan asupan oksigen ke otak

Penyebab

Vertigo memiliki beberapa penyebab yang dapat dijelaskan secara ilmiah. Pada dasarnya, vertigo menyerang dan mempengaruhi sistem keseimbangan tubuh, sehingga akan timbul efek pusing dan ingin terjatuh. Berikut ini beberapa penyebab dari munculnya vertigo pada diri anda :

1. Gangguan pada telinga bagian dalam

Jenis vertigo yang disebabkan oleh gangguan pada telinga bagian dalam disebut dengan istilah peripheral vertigo. Bagian labirin dari telinga memiliki fungsi untuk mengirimkan sinyal ke otak mengenai gravitasi yang ada. Ketika labirin ini mengalami suatu gangguan, maka akan terbentuklah apa yang disebut vertigo ini.

Gangguan pada telinga bagian dalam ini biasanya disebabkan oleh infeksi dari virus, yang menyebabkan :

  • Labyrinthitis
  • Vestibular Neuronitis

2. Gangguan bagian otak atau syaraf sensor

Vertigo yang disebabkan oleh gangguan pada bagian otak atau syaraf sensory ini biasa dikenal dengan istilah central vertigo. Ini berarti, beberapa gangguan pada otak, seperti beban pikiran, cedera otak, dan lainnya juga dapat menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya vertigo.

Pada central vertigo, beberapa kondisi di bawah ini merupakan salah satu penyebab dari terjadinya vertigo, yaitu :

  • Gangguan pada bagian otak yang berhubungan dengan sistem penginderaan, seperti penglihatan dan keseimbangan
  • Gangguan pada penyampaian pesan pada bagian thalamus otak

Dari kedua bentuk utama terjadinya vertigo tersebut, beberapa kondisi di bawah ini dapat menyebabkan terjadinya vertigo, antara lain :

  1. Stroke
  2. Tumor otak
  3. Neuroma
  4. Kelelahan pada bagian mata

Jenis-jenis

Vertigo memiliki beberapa jenis dan bentuk yang umum menyerang manusia. Selain bentuk Pheripheral Vertigo dan Central vertigo yang sudah disebutkan sebelumnya, beberapa bentuk vertigo lain dapat muncul pada diri anda, seperti :

1. Meniere Disease

Merupakan bentuk vertigo yang disebabkan oleh infeksi penyakit menular dari bakteri dan virus. Meniere disease ini juga biasanya disebabkan oleh tekanan cairan yang sangat tinggi pada bagian dalam telinga dan juga dapat disebabkan oleh rendahnya sistem imun tubuh.

2. Benign Paroxymal Positional Vertigo (BPPV)

Merupakan jenis vertigo yang disebabkan oleh gangguan pada partikel partikel otolit di dalam tubuh dan pengkristalan dari kalsium karbonat di dalam telinga, yang menghambat pengiriman pesan dari syaraf ke otak.

Selain itu beberapa kondisi ini juga dapat menyebabkan BPPV, yaitu :

  • Cedera kepala
  • Aliran darah yang berkurang
  • Labyrinthis
  • Istirahat yang terlalu lama

Gejala

Seperti sudah disebutkan sebelumnya, vertigo sendiri sebenarnya merupakan suatu gejala yang ditimbulkan oleh kondisi tubuh tertentu. Seperti penyakit kronis atau gangguan pada proses keseimbangan dan gangguan pada bagian otak. Namun demikian ketika mengalami vertigo, akan merasakan beberapa hal di bawah ini :

  1. Rasa pusing yang berputar-putar
  2. Lingkungan sekitar terasa seperti bergerak dan berputar tidak karuan
  3. Sulit berjalan, bahkan untuk berdiri pun sulit
  4. Telinga terasa penuh dan mampat
  5. Nausea
  6. Muntah-muntah
  7. Kehilangan pendengaran sementara waktu
  8. Nistagmus, sebuah pergerakan mata yang tidak normal
  9. Sakit dan pusing pada bagian kepala

Diagnosa

Ketika mulai merasakan gejala-gejala vertigo, tubuh dapat menahan terlebih dahulu hingga gejala tersebut hilang. Biasanya vertigo hanya terjadi sesekali dan dalam waktu yang cenderung singkat. Namun ketika merasakan gejala vertigo yang terjadi dalam intensitas waktu yang sering, maka harus memeriksakan diri ke dokter.

Berikut ini beberapa jenis asesmen yang biasanya digunakan untuk mendeteksi vertigo :

1. Melihat Histori Keluarga

Asesmen awal yang dilakukan adalah pengecekan histori keluarga dan diri sendiri, yang terdiri dari :

  • Penggunaan obat-obatan
  • Bakat migrain dan vertigo dari keturunan
  • Cedera pada kepala
  • Kapan dan bagaimana vertigo terjadi
  • Seberapa sering vertigo muncul
  • Seberapa parah vertigo yang muncul
  • Kira – kira apa yang menjadi pemicu munculnya vertigo

Setelah melakukan asesmen, maka dilanjutkan dengan menggunakan beberapa tes vertigo

2. Melakukan vertigo dan nistagmus test

Beberapa jenis tes dapat dilakukan untuk melihat kecenderungan vertigo dan nystagmus yang terjadi pada pasien. Tes nistagmus dan vertigo ini terdiri dari :

  • DixHallpike Test – Test ini dapat mendeteksi BPPV pada pasien, dimana pasien diminta untuk duduk dan berbaring secara cepat.
  • Memberikan tekanan pada bagian kepala (Head Impulse) – Tes ini dilakukan untuk menguji bagaimana reaksi dari mata ketika kepala pasien ditekan dan mengalami pergerakan cepat. Tes ini dapat melihat apakah pasien mengalami peripheral vertigo atau tidak.
  • Romberg’s Test – Test ini dilakukan dengan cara menguji keseimbangan pasien, dimana pasien diminta untuk berdiri tegak dengan mata yang ditutup.
  • Unterberger’s Test – Test ini dilakukan dengan cara berjalan berkeliling ruangan selama 30 detik dengan mata tertutup.
  • Videonystagmography – Videonystagmography ( VNG ) digunakan untuk melihat kecenderungan nistagmus pada pasien secara elektronik.

Penanganan

Tidak ada pemicu pasti terjadinya vertigo, atau jikapun ada, biasanya pemicu vertigo berbeda-beda setiap orang. Pada intinya adalah, vertigo dapat terjadi kapan saja. Berikut ini hal-hal yang harus diperhatikan ketika mengalami vertigo :

  1. Tetap tenang dan jangan panik
  2. Pertahankan posisi tubuh agar tidak terjatuh
  3. Berpeganglah pada benda atau objek yang kuat dan stabil
  4. Sambil tetap berpegangan kuat, cobalah perlahan-lahan duduk
  5. Apabila tidak ada pegangan yang kuat, jangan pernah mencoba beranjak dari posisi ketika anda mengalami vertigo.
  6. Setelah gejala – gejala vertigo dirasa berkurang, berjalanlah perlahan menju tempat yang tidak terlalu banyak perabotan, dan cobalah untuk berbaring.

Artikel Dalam Kategori Vertigo