Sponsors Link

Penyakit Asma

advertisement

Penyakit asma merupakan salah satu penyakit yang menyerang sistem pernafasan manusia. Pada kondisi seseorang yang menderita asma, maka jalur pernafasannya menyempit dan bengkak serta mengeluarkan lendir yang jumlahnya sangat banyak. Kondisi demikianlah yang menjadikan orang yang menderita asma menjadi mengalami kesulitan untuk bernafas. Selain itu, kondisi tersebut juga dapat mengakibatkan batuk – batuk, dan nafas terengah – tengah. Tentu saja, hal tersebut akan sangat mengganggu aktivitas sehari – hari.

Dalam kondisi tertentu, asma bisa dipicu oleh berbagai hal yang ada di sekitar kita. Dan hal tersebut bisa terjadi kapan saja. Asma bisa menyerang penderitanya yang sedang bekerja atau sedang melakukan hal lainnya. Selain itu, beberapa pakar medis menyatakan jika asma merupakan sebuah penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Namun, salah satu solusi untuk membuat dampaknya tidak terlalu berat adalah dengan mengontrol gejalanya.

Berikut akan dijelaskan mengenai beberapa penyebab asma. Dengan mengetahui penyebabnya, semoga bisa menjadikan anda lebih waspada agar terhindar dari penyakit asma.

Penyebab Asma

Penyebab utama asma memang tidak diketahui. Tetapi, kemungkinan besar asma disebabkan oleh faktor genetik yaitu anggota keluarga lain yang memiliki riwayat penyakit asma. Faktor lingkungan yang kurang sehat juga diduga adalah faktor yang menyebabkan seseorang menderita asma. Walaupun demikian, beberapa pemicu asma dapat dijelaskan dan dapat menjadi kewaspadaan bagi anda atau siapa pun untuk menghindarinya agar asma tidak kambuh. Berikut beberapa pemicu asma:

  1. Alergi
    • Bulu hewan
    • Serbuk sari dari bunga
    • Tungau
    • Debu
    • Serangga seperti tungau dan kecoa
  2. Infeksi saluran pernafasan seperti pilek
  3. Aktivitas fisik seperti olahraga
  4. Udara dingin
  5. Polusi udara, merokok adalah salah satu penyebabnya
  6. Iritasi saluran pernafasan (penyebab ispa)
  7. Obat – obatan tertentu seperti ibuprofen, aspirin, atau naproxen
  8. Emosi yang tidak stabil
  9. Stress
  10. Makanan seperti udang
  11. Bahan pengawet makanan
  12. Penyakit seperti penyakit yang menyebabkan asam lambung meningkat dan hingga menghalangi tenggorokan.
  13. Siklus menstruasi biasanya terjadi hanya pada beberapa wanita

Perlu diingat bahwa pemicu asma pada satu penderita asma dan penderita asma lainnya dapat berbeda – beda. Hal ini memang tidak diketahui pasti mengapa demikian. Namun beberapa faktor pemicu di atas dapat menjadikan anda lebih waspada dan menjauhi hal – hal di atas.

Gejala Asma

Ciri – ciri dan gejala asma sangat bervariasi dari satu penderita ke penderita asma lainnya. Gejala – gejala yang timbul dapat berupa gejala ringan, dan gejala berat juga dapat timbul pada penderita asma yang sudah pada tingkatan akut. Di bawah ini adalah ciri – ciri dan gejala asma:

  • Sesak napas
  • Sesak di dada yang disertai rasa sakit
  • Sulit tidur yang disebabkan oleh sesak napas
  • Suara seperti tercekik saat bernapas
  • Batuk – batuk
  • Flu bahkan dapat memperparah asma

Ada keadaan dimana asma yang sangat parah menimbulkan gejala yang parah juga. Jika timbul gejala – gejala berikut ini, anda harus segera memeriksakan diri anda ke dokter.

  • Segera ke dokter jika gejala – gejala yang sudah disebutkan di atas terjadi lebih sering dan lebih parah.
  • Semakin sulit untuk bernafas
  • membutuhkan inhaler lebih sering untuk meredakan sesak nafas

jika anda mengalami salah satu dari gejala dan ciri – ciri penyakit asma yang sudah disebutkan di atas, segera pergilah ke dokter dan berkonsultasi apakah anda perlu mendapatkan penangan khusus atau tidak.

Cara Mendiagnosa Asma

Jika anda mengalami gejala – gejala dan ciri – ciri penyakit asma, dokter biasanya akan menganjurkan anda untuk menjalani beberapa tes pemeriksaan. Berikut beberapa diagnosa yang mungkin akan dilakukan oleh dokter untuk mengetahui apakah anda menderita asma atau tidak:

  • Spirometri

Spirometri merupakan sebuah pemeriksaan yang paling umum dilakukan untuk mendiagnosa penyakit asma. Tes ini adalah tes bernafas untuk mengetahui apakah paru – paru anda berfungsi dengan normal atau tidak. Prosedur pemeriksaan akan mengharuskan anda untuk menarik napas dan menghembuskannya, sebuah alat yang dinamakan spirometer akan digunakan pada tahap ini.

Biasanya anda akan diharuskan melakukan pemeriksaan dengan alat ini beberapa kali. Hal ini dimaksudkan untuk memastikan keakuratan dari hasil tesnya. Setelah pemeriksaan spirometri selesai, tahapan selanjutnya adalah dokter akan membandingkannya dengan kondisi orang yang memiliki keadaan sistem pernafasan yang normal, sehingga dapat dilihat apakah anda termasuk yang memiliki kondisi sistem pernafasan yang normal juga atau tidak.

Spirometri juga merupakan pemeriksaan untuk mendiagnosa asma yang memiliki tingkat keakuratan yang cukup tinggi. Hasil pemeriksaan spirometri bahkan dapat membedakan penyakit sistem pernafasan seperti apa yang sebenarnya anda alami dari penyakit pernafasan lainnya.

  • Peak expiratory flow

Tes lainnya untuk dapat mendiagnosa penyakit asma adalah sebuah tes yang dinamakan Peak Expiratory Flow atau yang juga disingkat dengan PEF. Dalam tes ini, sebuah alat yang dinamakan peak flow meter akan digunakan untuk mengukur seberapa banyak udara yang anda hembuskan dari paru – paru dalam satu kali tarikan napas.

Jika melakukan tes ini, anda akan diharuskan untuk berlatih dahulu sebelum anda melakukan tes PEF sungguhan. Biasanya anda akan diberikan kesempatan satu hingga dua kali sebagai percobaan dan ketiga kalinya akan merupakan tes yang sungguhan.

Selain itu, biasanya dokter juga akan memberikan sebuah peak flow meter untuk anda bawa ke rumah, sehingga anda bisa melakukan tes ini secara rutin dan hasilnya pun akan menjadi lebih akurat.

  • Airways Responsiveness

Selain beberapa tes yang sudah dijelaskan di atas, yang merupakan tes yang paling umum dilakukan untuk mendiagnosa penyakit asma, jika hasil tes – tes tersebut tidak begitu jelas atau tidak akurat, maka tes yang dinamakan airways responsiveness ini akan dilakukan.

Dalam tes ini, yang akan digunakan adalah obat – obatan tertentu. Obat –obatan tersebut akan berfungsi sebagai stimulus untuk memicu timbulnya iritasi kecil pada bagian saluran pernafasan. Iritasi yang timbul akan menghambat saluran udara, sehingga selanjutnya tes spirometri atau peak flow tes dapat dilakukan untuk lebih memastikan keakuratan hasil.

  • Tes Inflamasi Saluran Pernafasan

Tes ini akan ditujukan untuk memeriksa apakah terdapat inflamasi pada saluran pernafasan anda atau tidak. Dengan melakukan tes seperti ini, hasil pemeriksaan pun akan jauh lebih akurat untuk menentukan apakah anda menderita asma atau tidak. Untuk tes inflamasi pada saluran pernafasan akan dilakukan pengambilan sampel lendir atau ingus. Lendir ini akan dibawa ke laboratorium untuk melihat tanda – tanda inflamasi pada saluran pernafasan.

Selain pengambilan sampel lendir, tes oksida nitrit yang terdapat pada napas anda pun akan dilakukan. Apabila tingkat oksida nitrit pada hembusan anda tinggi, maka ini dapat menjadi pertanda jika anda menderita asma.

  • Tes alergi

Tes alergi ini sifatnya merupakan tes lanjutan setelah anda didiagnosa menderita penyakit asma. Tes alergi dilakukan yang dapat berupa pengambilan sampel darah atau kulit untuk mengetahui apakah asma yang diderita ada hubungannya atau tidak dengan alergi seperti debu, bulu hewan atau yang lainnya. Tes seperti ini juga dapat berfungsi untuk mengetahui apakah anda sensitive terhadap jenis zat tertentu yang dapat memicu penyakit asma.

Pengobatan Penyakit Asma

Jika anda sudah menjalani tes – tes untuk mendiagnosa asma dan ternyata hasilnya menunjukan jika benar anda menderita penyakit asma, maka dokter akan menyarankan obatan – obatan tertentu untuk mengobati penyakit tersebut. Obat tersebut akan disesuaikan dengan kondisi asma seperti seberapa parah asma yang diderita dan beberapa faktor lainnya.

Satu penderita asma dan penderita asma lainnya mungkin akan diberikan pengobatan yang berbeda. Berikut adalah beberapa cara penanganan dan pengobatan penyakit asma:

  • Pengobatan dengan menggunakan inhaler

Inhaler digunakan oleh penderita asma untuk membantu obat – obatan yang sudah diberikan oleh dokter agar masuk ke dalam sistem pernafasan dan bekerja dengan baik untuk mengobati asma. Penggunaan inhaler ini diklaim sebagai cara yang paling efektif untuk mengobati penyakit asma karena obat langsung menuju pada organ paru – paru.

  • Pengobatan dengan menggunakan spacer

Penggunaan spacer ini biasanya untuk melengkapi inhaler. Tujuan penggunaan spacer sendiri adalah untuk lebih mengefektifkan lagi obat – obatan yang dihirup dan masuk ke dalam sistem pernafasan. Spacer juga memiliki fungsi lain yaitu untuk mencegah terjadinya efek samping dari penggunaan inhaler yang berupa sariawan atau pun efek samping lainnya.

Penggunaan spacer ini umumnya ditemukan pada anak – anak yang menderita asma. Namun, bukan tidak mungkin jika orang dewasa asma juga dapat menggunakan alat ini jika ia mengalami kesulitan untuk menggunakan inhaler.

Cara Mencegah Penyakit Asma

Jika anda adalah seorang penderita asma, yang harus anda lakukan adalah untuk menghindari hal – hal yang dapat memicu asma. Selain itu, pemicu asma juga bisa menyebabkan gejala asma seperti batuk – batuk hingga sesak napas menjadi lebih parah. Dengan menghindari pemicu asma selanjutnya anda juga bisa mencegah terjadinya serangan asma yang mendadak, karena memang pada dasarnya asma merupakan penyakit yang tidak ada obatnya. Namun, jangan khawatir, anda masih bisa bisa mengontrol gejala yang ditimbulkan oleh penyakit asma.

  • Cari tahu apa faktor yang dapat memicu penyakit asma yang anda derita

Agar anda lebih mudah untuk mencegah terjadinya serangan asma, anda terlebih dahulu harus mengetahui hal – hal apa saja yang dapat memicu terjadinya serangan asma. Selanjutnya yang anda perlu lakukan adalah untuk menghindari bersinggungan dengan pemicu asma tersebut. Berikut ini faktor – faktor pemicu asma yang salah satunya mungkin merupakan faktor pemicu asma yang anda derita:

  1. Polusi udara
  2. Alergi
  3. Udara dingin
  4. Virus flu
  5. Wewangian
  6. Asap rokok, bahaya asap rokok sangat mematikan untuk kesehatan dan menyebabkan asma akut.

Mengenali pemicu asma merupakan hal yang sangat penting, sehingga anda pun kemudian dapat menghindari hal – hal tersebut.

  • Ketahui apakah terdapat allergen pada lingkungan anda

Lingkungan tempat anda berada baik itu tempat kerja atau rumah sekalipun bisa memicu terjadinya asma apabila memang di lingkungan tersebut terdapat allergen. Jika anda alergi terhadap asap rokok, jika anda ingin makan di restoran, misalnya, anda harus memastikan terlebih dahulu apakah restoran tersebut bebas dari asap rokok. Hal tersebut mungkin terdengar sepele, tetapi sangat vital untuk pencegahan asma.

  • Vaksinasi Flu sebagai pencegahan asma

Vaksinasi flu akan dapat mencegah anda terkena virus flu yang tentunya akan menghindarkan anda dari sakit flu yang dapat memicu dan memperparah asma. Selain itu, jika seseorang yang menderita asma mengalami flu, dampaknya bisa lebih parah lagi.

Penyakit pneumonia dapat menjadi efek yang sangat buruk dari kompilaksi terjadinya asma dan flu yang bersamaan. Vaksinasi flu dapat dilakukan setiap satu tahun sekali agar dapat berfungsi secara maksimal.

  • Mencegah kambuh nya asma dengan vaksinasi alergi

Melakukan vaksin alergi atau yang juga disebut dengan imunoterapi akan mencegah terjadinya alergi. Jika anda alergi terhadap sesuatu, alergi tersebut dapat memicu kambuh nya asma. Penyakit asma merupakan penyakit yang dapat dicegah dengan kebiasaan hidup sehat yang kita lakukan.

advertisement

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!