9 Gejala Penyakit Atrofi Otot Yang Perlu Diwaspadai

1624

Gejala penyakit atrofi otot merupakan tanda tanda bahwa fungsi otot sedang mengalami kemunduran sehingga bagian tubuh tertentu menjadi sulit digerakkan.

Gejala penyakit atrofi otot yang bahasa medisnya adalah Spinal Muscular Atrophy merupakan penyakit langka yang menyerang fungsi otot manusia dimana penyakit ini menyebabkan munculnya kelemahan otot secara progressif yang bisa dialami siapa saja kendati para lanjut usia adalah yang terbanyak dalam kasus ini.

Penyebab

Beberapa kondisi yang beresiko menyebabkan kelemahan atrofi otot diantaranya:

  • Tubuh kurang gerak – Tubuh yang tidak digerakkan atau kurang gerak dapat mempengaruhi elastisitas otot, Kepekaan saraf motorik menjadi berkurang  dan kekuatan otot semakin hilang sehingga otot mengalami kelakuan dan tegang sehingga  tubuh sulit digerakan secara normal. Contohnya pada seorang pasien yang terlalu lama terbaring ditempat tidur. Kondisi ini bisa dialami pada usia muda.
  • Faktor usia – Melemahnya otot otot tubuh khususnya atrofi otot tulang belakang sering muncul pada orang orang yang berusia lanjut. Kondisi tersebut adalah proses alamiah yang bisa menyerang pria dan wanita yang terjadi ketika usia semakin tua.
  • Keturunan – Melemahnya atrofi otot tulang belakang merupakan penyakit keturunan yang muncul pada usia antara 2 tahun dan 17 tahun yang awalnya menyerang bagian kaki tetapi seiring berjalannya waktu rasa nyerinya akan meluas kebagian lengan.
  • Penyakit poliomielitis – Penyakit polio adalah penyakit menular yang muncul akibat serangan virus polio yang menyebabkan  munculnya penyakit poliomielitis yang diawali dengan munculnya salah satu gejala polio secara umum misalnya  melemahnya otot otot tubuh hingga mengalami kelumpuhan. Kelumpuhan dapat terjadi dibagian kaki lalu meluas ke area kepala hingga mencapai diafragma. Penyakit ini menyerang anak anak hingga 5% dan pada orang dewasa sebanyak 15% .

Gejala

  • Otot terasa ringan – Penderita lemahnya atrofi otot tulang belakang pada awalnya akan merasakan atrofi otot tulang belakangnya terasa ringan  dan terasa berdenyut.
  • Kesulitan mengunyah dan bernafas – Ketika atrofi otot tulang belakang mengalami kemunduran fungsi maka lama kelamaan penderita akan mengalami kesulitan  mengunyah makanan, Hal ini terjadi karena otot otot dibagian rahang ikut menjadi kaku. Kondisi inipun dapat melebar menjadi kesulitan bernafas karena melemahnya otot mempengaruhi sistem pernafasan bagian atas.
  • Gerak terbatas – Penderita atrofi otot tulang belakang akan mengalami kesulitan bergerak dan tidak mampu lagi mengangkat barang kendati benda yang akan diangkatnya tidak berat. Kondisi ini membatasi penderita untuk bisa bergerak secara leluasa karena otot yang kaku dapat diiringi dengan rasa nyeri. Terbatasnya gerak tubuh merupakan salah satu dari kelainan otot pada manusia yang sering terjadi dimana kasusnya terbanyak di alami oleh para usia lanjut.
  • Otot mengecil – Kerusakan atrofi otot tulang belakang dapat menyebabkan otot otot tubuh terlihat kecil, Tubuh kurus dan badan terlihat gontai.
  • Leher bermasalah – Gejala penyakit atrofi otot yang paling mudah dianalisa sendiri adalah munculnya otot yang kaku disekitar leher sehingga leher terasa sakit dan sulit digerakkan.
  • Sakit kepala – Munculnya sakit kepala yang berulang dan diiringi dengan bahu yang nyeri adalah salah satu dari gejala penyakit atrofi otot yang paling sering menyerang usia lanjut . Kondisi ini membutuhkan tindakan terapi yang berhubungan dengan masalah saraf saraf kepala,  Yaitu  mencari dan menggunakan terapi menghilangkan sakit kepala paling ampuh agar penderita tidak mengalami masalah kesulitan tidur dimalam hari.
  • Tubuh lemas – Saat otot melemah maka tubuh akan sulit digerakkan , Kondisi ini meningkatkan kelelahan pada tubuh sehingga seorang penderita gangguan atrofi otot tulang belakang akan mudah merasa lelah, Lemas dan pegal pegal luar biasa. 
  • Otot kaku –  Pada penderita kelemahan atrofi otot tulang belakang yang masih pemula akan mengalami kekakuan otot saat tubuh tidak sedang beraktivitas misalnya sedang beristirahat sejenak atau sedang duduk santai tanpa banyak melakukan gerakan.  Kasus otot kaku banyak dialami oleh kaum muda atau usia produktif  yaitu usia diatas 20 tahun.  Kondisi ini membutuhkan tindakan pemeriksaan secara fisik agar dapat diketahui apa yang menjadi penyebab otot kaku dan cara mengobatinyapun dapat dicari  secara tradisional agar kelainan otot dapat disembuhkan lebih awal tanpa efek samping.
  • Punggung membungkuk – Jenis kelainan saraf yang langka terjadi adalah kelainan saraf motorik akibat gejala penyakit atrofi otot . Penyakit ini dapat menyebabkan bentuk punggung mengalami perubahan, yaitu tulang belakang bagian punggung melengkung dan membungkuk  dengan diameter yang tidak terlalu terlihat, Tetapi jika dibiarkan tanpa adanya tindakan pengobatan maka kelengkungan tulang belakang akan semakin terbentuk dengan jelas. Kondisi ini membutuhkan terapi khusus yang berhubungan dengan masalah tulang dan persendian. Salah satu contoh terapi punggung bungkuk paling efektif adalah terapi bola belikat yang terbukti mampu  mengembalikan struktur tulang kepada bentuk yang sebenarnya.