Wednesday, September 18, 2019

Bell's Palsy

Bell’s palsy adalah kondisi dimana salah satu sisi wajah mengalami kelumpuhan otot tetapi mudah disembuhkan atau sembuh dengan sendirinya. Bell’S palsy merupakan kelainan yang terjadi pada saraf saraf yang menyebabkan hilangnya kemampuan untuk mengontrol impuls motorik yang ada pada otot karena adanya hambatan dalam bentuk pembengkakan. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh serangan virus atau bakteri. (Baca Juga: Cara Mencegah Tulang Keropos , Kalsium)

Faktor Resiko Bell’s Palsy

Bell’s palsy dapat muncul secara tiba tiba menyerang pria atau wanita dan berangsur angsur hilang sendiri setelah beberapa hari kemudian.

1. Wanita hamil

Wanita hamil seringkali mengalami kelumpuhan otot pada salah satu sisi wajah dan kabar terbaiknya adalah penyakit tersebut hanya bersifat sementara, Karena akan hilang dengan sendirinya ketika bayi telah lahir. Ibu hamil rentan terkena bell’s palsy karena didalam tubuhnya komposisi dari cairan ekstraseluluer dan perubahan hormon meningkat tajam , Rentan terjadi inflamasi virus terhadap janin dan perubahan sifat imunosupresi. Kondisi tersebut muncul pada usia kehamilan yang ke 6. (Baca Juga: Gejala Menopause , Makanan Penyebab Osteoporosis)

2. Setelah melahirkan

Bell’s palsy juga bisa muncul mendadak setelah masa persalinan (melahirkan) yang disebabkan karena masalah hipertensi . Ibu yang melahirkan biasanya mengaami tekanan darah tinggi akibat tekanan psikologis yang berkaitan dengan rasa cemas dan panik beberapa hari sebelum dan ketika masa persalinan tiba. (Baca juga: cara menurunkan berat badan dengan olahraga)

3. Diabetes

Peningkatan gula darah yang berlebihan adalah sumber pemicu penyumbatan aliran darah dan ketidakstabilan fiungsi otot otot tubuh termasuk pada otiot wajah. Ketika otot wajah mengalamiu kelemahan akibat serangan virus atau bakteri maka penyakit diabetes akan memperparah kinerja otit yang sebenarnya sudah melemah. (Baca juga: cara memperkuat otot tangan)

4. Penderita HIV

HIV adalah penyakit yang menyerang kekebalan tubuh manusia dan dapat melemahkan otot padaa seluruh tubuh sehingga rentan terjadi kelainaan fungsi otot, Termasuk otot wajah.Penderita HIV banyak yang menderita bell’s palsy karena virus AIDS sangat kuat menyerang otot bahkan saraf saraf vital yang ada pada tubuh hingga fungsinya semakin menurun. (Baca juga: cara menguatkan otot paha)

5. Karena faktor Gen

Seseorang yang memiliki garis keturunan penderita bell’s palsy akan mudah terserang penyakit yang sama. Sifat dari genetika sangat menentukan apakah penyakit bell’A palsy mudah terbentun atau tidak . Faktor keturuna beresiko besar terkena bell’s palsy jika memiliki kebiasaan buruk dalam jangka panjang misalnya berkendara motor tanpa menggunakan pelindung mulut atau pakaian yang tebal. Udara dan angin yang dingin sangat mudah menyebabkan gejala Bell’S palsy muncul. (Baca juga: olahraga untuk diet – penyebab betis kram)

Penyebab

Ketika saraf saraf yang bertugas mengatur fungsi otot otot diwajah mengalami iritasiomaka yang terjadi adalah kelemahan otot. Kondisi ini muncul akibat serangan dari beberapa virus dan bakteri tertentu, Diantaranya:

1. Herpes simpleks

Virus herpes simpleks adalah penyebab munculnya penyakit herpes genetikal tipe 1 (HSV-1) dan tipe 2 (HSV-2). Penyakit herpes simpleks seringkali muncul akibat hubungan sksual yang tidak aman atau karena seseorang tidak mampu menjaga kebersihan organ reproduksinya.
Herpes simpleks menyebbakan sakit dan rasa gatal diarea genetikal yang muncul 2 sampai 10 hari setelah proses penularan yang diiringi dengan munculnya benjolan benjolan merah dan melepuh yang menyebabkan rasa nyeri ketika buang air kecil dimana ras nyerinya dapat meluas kerah punggung bagian bawah. (Baca Juga: Bahaya Minyak Goreng , Bahaya Makan Ikan Lele )

2. Varicella-zoster

Varicella-zoster adalah nama virus penyebab penyakit cacar air dan cacar api dengan penampakan umum seperti munculnya gelembung gelembung beisi cairan dipermukaan kulit yang terasa gatal dan bisa pecah jika terkena gesekan kuat. Penyakit ini mudah menulari orang orang yang selama hidupnya belum terkena cacar atau pada orang orang yang belum mendapatkan vaksinasi cacar sejak balita. (Baca Juga: Kelainan Autoimun , Penyebab Hepatitis B)

3. Epstein barr

Virus epstein barr merupakan virus 4 (HV-4) yang masih golongan dari virus penyebaba herpes namun lebih kepada penyerangan terhadap kelenjar getah bening. Virus epstein barr sering disebut sebagai demam kelenjar karena awalnya menyerang keseimbangan tubuh sehingga tubuh cepart merasalan kelelahan, Kelenjar getah bening bagian leherv mengalami pembengkakan, Limpa dan hati ikut membesar, Tewnggorokan salit karean aperadangan serta munculnya ruam ruam kemerahan pada permukaan kulit sekitar leher yang bisa meluas ke arah bagian wajah. (Baca Juga: Tanda tanda Darah Tinggi , Obat Tradisional Darah Tinggi)

4. Cytomegalovirus

Cytomegalovirus merupakan virus yang menyerupai striktur dari virus herpes namun dalam bentuk lain, Karena virus ini muncul dengan gejala seperti flue biasa yaitu Flu, Demam ringan, Sakit tenggorokan dan masuk angin. Namun uniknya Terkadang pada bewberapa orang tidak mendapatkan gejala apapun ketiika virus ini dinyatakan dokter telah menjangkiti tubuh mereka. Penularan virus cytomegalovirus dapat cepat menyebar melalui cairan tubuh misalnya air liur, Urin (air kencing), Percikan bersin, Cairan darah, Sperma dan ASI (pada ibu menyusui). (Baca Juga: Gejala Infeksi Otak  , Tips Mudah Menjaga Kesehatan Otak)

5. Penyakit sifilis

Penyakit sifilis atau di Indonesia lebih dikenal sebagai penyakit raja singa merupakan penyakit yang menyerang kelamin pria maupun wanita yang disebabkan oleh bakteri spirochaeta pellida ( Treponema pallida) yang dapat menular melalui hubungan seksual. (dimana salah satu pasangan telah terinfeksi bakteri tersebut)
Bakteri spirochaeta pellida penyebab sifilis berbentuk mirip seperti spiral yang berwarna putih dan mudah mati ketika berada diluar tubuh manusia karena bakteri tersebut memiliki ketidakmamapuan bertahan hidup dengan udara bebas kecuali pada sel sel tubuh manusia. (Baca Juga: Bahaya Bahan Kimia , Obat Gatal Biduran)

6. Penyakit lyme

Penyakit lyme muncul karena infeksi bakteri Borrelia burgdoferi yaitu jenis bakteri spirochetes yang dibawa kutu kutu ixodes scapularis yang umumnya menghisap darah hewan liar ataupun peliharaan bahkan penyebaran penyakit lyme itupun bisa disebabkan oleh kutu yang terbawa oleh tikus yang mungkin tanpoa sengaja melewati makanan yang kemudian disantap oleh manusia. (Baca Juga: Efek Bahaya Minuman Energi Sangat Mematikan)

Bell’s palsy yang Muncul Karena Penyebab Lain

Muncuknya gejala atau penyakit bell’s palsy bukan hanya disebabkan karena serangan virus atau bakteri saja , Tetapi ada faktor lain. Diantaranya:

1. Faktor keturunan

Faktor keturunan adalah faktor utama yang menyebabkan seseorang mudah menderita gejala bell’s palsy ketika usianya telah remaja atau dewasa. (Baca Juga: Bahaya Obesitas Terhadap Kesehatan Hingga Kanker , Efek Akibat Terkena Radiasi Nuklir)

2. Cedera karena kecelakaan

Cedera akibat kecelakaan yang menimpa bagian wajah dapat menyebabkan tukang bagian wajah retak, Kerusakan saraf dan otot wajah akibat peristiwa robeknya jaringan kulit atau akibat benturan keras pada wajah yang menyebabkan rusaknya pembuluh darah dimana disekitarnya terdapat banyak otot dan saraf yang juga ikut rusak.

3. Cedera karena tindakan operasi

Luka yang berkembang menjadi infeksi kadangkala muncul setelah operasi selesai, Terutama pada tindakan opearsi pada kasus opearasi kelenjar parotid, Dimana kerusakan yang terjadi dapat mempengaruhi fungsi dari otot otot wajah menjadi terganggu. (Baca Juga: Bahaya Kacang Tanah , Bahaya Konsumsi Daging Merah)

Gejala

Gejala yang muncul pada kasus bell’s palsy dapat berbeda pada setiap individu. Hal ini disebabkan karena daya tahan tubuh setipa individu juga tidak sama. Semakin lemah imunitas seseorang maka akan mudah gejala bell’s palsy untuk berkembang didalam jaringan tubuh. Adapun gejala yang harus anda ketahui adalah sebagai berikut:

  • Terjadi kelemahan otot ringan hingga berat sehingga menyebabkan salah satu sisi wajah sulit untuk digerakkan. Bagian wajah yang mengalami kaku dapat memberikan tampilan wajah menjadi terlihat menurun, Miring sebelah dan nampak lebih tua.
  • Bagian mulut dan kelopak mata yang mengalami bell’ palsy mengalai penurunan(melorot) sehingga struktur bentuk mulut dan mata menjadi asimetris dan umumnya rongga mulut dan mata sulit untuk dibuka dan ditutup secara normal.
  • Telinga bagian dalam terasa nyeri khususnya lurusan pada sisi wajah yang terkena bell’s palsy. Misalnya jika wajah sebelah kanan yang terkena Bell’s palsy maka bisa dipastikan rongga telinga bagian dalam sebelah kananpun akan mengalami rasa nyeri. (Baca Juga: Penyakit Akibat Kekurangan Enzim Amilase , Manfaat Akupuntur Pelangsingan)
  • Telinga atau indera pendengaran menjadi lebih sensitif dan tiba tiba sakit serta berdengung manakala berinteraksi dengan suara/bunyi bunyian yang sebenarnya terdengar biasa saja bagi orang orag yang tidak menderita Bell’s palsy. Kondisi ini bisa menyerang salah satu atau bahkan kedua telinga sekaligus. Semua itu tergantung dari seberapa parahnya kondisi bell’s palsy.
  • Indera perasa (lidah) mengalami gangguan atau kehilangan kesensitivitas terhadap rasa. Penderita bell’s palsy tidak mampu merasakan rasa dari makanan apapun sehingga dapat memicu menurunnya nafsu makan seseorang. Hilangnya sensitivitas ujung lidah terhadap rasa dapat diiringi dengan muklut yang mudah berliur bahkan mengalamim kekeringan.
  • Melemahnya jaringan otot diwajah dapat berdampak pada struktur rahang yaiturahang akan ikut terasa sakit setiapo kali digerakkan. Ketika bagian sisi wajah sulit digewrakkan secara normal maka pada saat bersamaan rahangpun akan mengalami kekakuan yang berujung pada rasa sakit.
  • Pada kondisi bell’s palsy yang cukup parah maka pendereita akan mengalami kesuylitan untuk menguyah makanan , Sulit untuk minum dan berbicara seperti biasanya.

(Baca Juga: Cara Menjaga Kesehatan Jantung , Cara Melatih Kesehatan Jantung)

Diagnosa

  • Pemeriksaan fisik, Stabilitas fungsi otot dan saraf saraf sekitar wajah
  • Memeriksa dan menanyakan secara detil tentang riwayat gejala penyakit pasien jika memang ada.
  • Mengajukan beberapa tes dengan penggunaan elektromiografi, CT-scan atau MRI guan mengetahui apakah bell’s palsy masih dalam tahap gejala atau sudah menuju kondisi yang lebih serius.

(Baca Juga: Makanan Sehat untuk Ginjal , Metode Diagnosis Diabetes Tipe 1)

Komplikasi

Gejala bell’s palsy muncul secara mendadak dan tidak berbahaya, Namun bisa menjadi keluhan yang serius ketika gejala tersebut berubah menjadi benar benar bell’s palsy yang utuh (Telah menjadi penyakit dan bukan tahap gejala lagi). Komplikasi yang akan muncul berupa:

1. Gangguan mata

Bell’s palsy yang sudah masuk pada kategori parah dapat menyebabkan komplikasi , Diantaranya:- Muncul gangguan pada jaringan mata yang meliputi bola mata nyeri, Pandangan buram, Mata terlihat keruh. (Baca Juga: Makanan yang Dilarang untuk Penderita Diabetes)

2. Gangguan rongga mulut

Selain gangguan pada mata , Rongga mulutpun terkena imbasnya yaitu meliputi kesulitan mengunyah makanan, Tidak bisa minum, Kesulitan dalam berbicara bahkan jika mampu mengatakan sesuatu tetapi kalimat yang terdengar tidaklah jelas. Meskipun bell’s palsy bukanlah penyakit stroke namun kemiringan mulut yang terjadi menyerupai gejala stroke ringan dan berat pada umumnya. (Baca Juga: Cara Meningkatkan Metabolisme Tubuh)

3. Masalah otot wajah

Otot wajah akan mengalami kelainan berupa melemahnya kekuatan otot sehingga tidak mampu menopang wajah agar berada pada posisi yang seharusnya. Wajah akan melorot sebelah , Terasa berat dan otot wajah akan sering berkedut.

4. Gangguan indera pengecap

Indra perasa pada lidah mengalami gangguan berupa tidak bisa membedakan rasa dan semua makanana akan terasa hambar. Kondisi ini sangat berhhubungan denga penurunan berat badan karean ketika lidah tidak mampu merasakan rasa dari makanan maka seseorang akan menjadi tidak nafsu makan.  (Baca Juga: Cara Mengatasi Kulit Kepala Kering)

Pertolongan Pertama pada Gejala Bell’s Palsy

Ketika anda melihat ada gejala bell’s palsy terlihat pada sisi wajah maka segeralah lakuakn pertolongan pertama agar gejala tersebut mudah dihilangkan dan anda benar bebar terbebas dari penyakit Bell’s plasy yang sesungguhnya.

1. Menggunakan botol

Ketika gejala muncul berupa kekakuan otot pada salah satu sisi wajah maka segeralah ambil botol plastik ukuran kecil atauy sedang yang sebelumnya dibersihkan untuk kemudian di isi dengan air hangat. Gunakan botol tersebut untuk diletakan pada bagian yang sakit /kaku dengan cara menggerakan botol maju mundur secara perlahan. Rasa hangatnya mampu memperbaiki aliran darah yang tidak lancar disepanjang saraf saraf wajah. (Baca Juga: Gejala Rematik Kaki)

2. Penguapan

Gunakan uap dari air hangat untuk dihirup perlahan lahan dan penguapan pada permukaan salah satu sisi wajah yang menderita bell’s palsy. Uap dari air panaspun mampu membuka penyumbatan pembuluh darah yang terhambat disekitar wajah, Meningkatkan sirkulasi darah sehingga menguatkan fungsi otot wajah yang mulai melemah. (Baca juga: Kelainan otot pada manusia)

3. Berkumur air hangat

Berkumur dengan air hangatpun merupakan solusi termudah untuk mengembalikan kondiosi otot wajah agar stabil kembali dan terrhindar dari gejala bell’s palsy yang makin parah.  (Baca juga: Akibat kelebihan Kalsium)

4. Handuk hangat

Gunakan handuk kecil yang sebelumnya direndam pada air hangat untuk mengompres bagian wajah yang terserang bell’s palsy. Letakkan handuk beberapa saat sampai rasa hangatnya hilang, Kemudian rendam kembali lalu diperas airnya untuk diletakakan kembali pada sisi wajah yang kaku atau terlihat mengalami penurunan permukaan kulit. Lakukan beberapa kali setiap hari secara rutin agar manfaatnya segera dapat terlihat. (Baca Juga: Bahaya Kekurangan Kalsium)

Pengobatan Medis

Selain langkah pertolongan pertama pada kasus bell’s palsy, Dapat pula segera diatasi dengan penanganan medis yang telah disesuaikan dengan pemeriksaan terlebih dahulu.

  • Dokter akan memberikan obat jenis prednisolone (prednisson) yang masih golongan kortikosteroid yang tujuannya untuk mengatasi pembengkakan yang menyebabkan kelainan saraf saraf wajah, yaitu dengan dosis rekomendasi 1 mg/kg berat badan /perharinya lalu dokter kan menyuruh peningkatan dua dosis selama 6 hari kemudian dosis akan di turunkan secara bertahap yang disesuaikan dengan perkembangan kesehatan si pasien atas bell’s palsy yang dideritanya untuk kemudian disarankan berhenti mengkonsumsi obat pada hari yang ke 10.
  • Untuk pengobatan mata yang sulit dibuka atau ditutup akibat serangan bell’s palsy, Dokter akan menyarankan penggunaan obat tetes mata dan metode isolasi.
  • Pemberian obat jenis acyclovir dengan dosis 1000- 2400 mg/hari selama 10 hari yang sebelumnya telah disesuaikan dengan kondisi tubuh pasien.
  • Pemberian mecobelamin 3 kali sehari dengan dosis 500 mg namun rekomendasi ini hanya akan diberikan pada kondisi bell’s palsy yang sudah memberikan tanda tanda parah.

(Baca Juga: Buah yang Mengandung Kalsium Tinggi ,  Makanan Yang Mengandung Kalsium)

Pengobatan Tradisional Bell’s Palsy

Kondisi penyakit bell’s palsy yang masih pada tahap tidak berbahaya(Gejala awal) dapat disembuhkan dengan menggunakan bahan bahan tradisional.

1. Kulit manggis

Kulit manggis dapat dikeringkan terlebih dahulu kemudian direbus untuk kemudian airnya dikonsumsi dua kali sehari seacra rutin sampai gejala bell’s palsy hilang.Kulit manggis mengandungb senyawa kuat bernama Xanthone yang bertindak sebagai antioksidan tinggi bahkan lebih kuat daripada antioksidan yang ada pada vitamin C dan E.

Manfaat kulit manggis untuk kasus bell’s palsy adalah:

  • Melancarkan peredaran darah
  • Memperbaiki kerusakan saraf wajah
  • Memperkuat fungsi otot agar tidak semakin melemah
  • Meningkatkan imunitas sehingga penyakit mudah disembuhkan

(Baca Juga: Ciri Ciri Flu Tulang , Obat Nyeri Tulang Kaki)

2. Daun sirsak

Daun sirsak dapat direbus untuk kenudian airnya dapat dikonsumsi pagi dan sebelum tidur malam secara rutin sampai gejala bell’s palsy menghilang. Daun sirsak mempunyai senyawa kuat dan mampu mengatasi masalah bell’s palsy.

Manfaat daun sirsak :

zat acetogenins dan adriamycin pada daun sirsak bersifat sitotoksik yang mampu memblokir pergerakan sel kanker atau tumor dan mampu pula memperlancar sirkualsi darah serta mencegah penyempitan pembuluh darah diseputar wajah. (Baca Juga: Bahaya Makan Ikan Lele , Bahaya Ikan Tongkol)

3. Jahe dan kunyit

Parutlah jahe dan kunyit lalu seduhkagh didalam air panas matang. Aduklah sampai merata lalu tunggu sampai airnya hangat . Setelah itu bisa disaring lalu tambahkan satu sendok makan madu asli untuk kemudian diminum 3 kali sehari.

Manfaat air gabungan jahe, Kunyit dan madu:

Jahe dan kunyit memiliki kandungan senyawa yang bersifat anti inflamasi dan mampu melancarkan peredaran darah termasuk pada wajah. (Baca Juga: Bolehkah Brokoli Untuk Penderita Asam Urat , Makanan yang Baik untuk Otak)

4. Seledri dan bawang putih

Daun seledri dapat direbus dan bawang putih dapat dikukus sampai lunak. Kedua bahan herbal ini dapat dikonsumsi langsung sebagai lalapan yang dapat dimakan bersama nasi atau lauk pauk yang lain.

Manfaat seledri dan bawang putih:

Makanlah daun seledri dan bawang putih setiap hari karena baik bagi kesehatan saraf dan otot pada wajah, Dimana didalmnya terkandung zat anti inflamasi yang kuat, sehingga gejala bell’s palsy mudah dihilangkan dan bagi yang belum terkena bell’s palsy, Mengkonsumsi daun seledri dan bawang putih dapat mencegah penyakit tersebut muncul.  (Baca Juga; Bahaya Sayur Bayam yang Dihangatkan , Bahaya Bayam bagi Penderita Asam Urat)

Ciri ciri Bell’s Palsy Mengalami proses Penyembuhan

  • Penurunan kulit wajah mengalami perubahan secara bertahap menjadi lebih terangkat dan kembali kencang seiring berjalalannya waktu
  • Rasa nyeri pada rahang mulai berkurang dan ke kauan pada otot rahang atau pipi terasa ringan atau tidak berat lagi. Kondisi ini menyebabkan seseorang sudah bisa mengunyah makanan.
  • Kondisi mata tidak lagi mengalami rasa nyeri dan pembengkakn mulai menyusut sedangkan pandangan yang sempat buram kembali jelas terutama ketika menangkap objek yang jauh.
  • Mulut tidak lagi terasa kering atau berliur dan mulai bisa digunakan untuk minum seacra perlahan kendati belum sepenuhnya normal.
  • Indera pengecap mulai mengalami perubahan positif yaitu sudah mulai bisa merasakan rasa yang berbeda dari makanan yang berbeda atau rasa dari beberapa minuman.
  • Struktur dan bentuk wajah mulai terlihat lebih baik dan seimbang ketika dilihat dari arah depan dalam posisi garis lurus (horizontal).
  • Indera pendengar tidak lagi berdengung dan tidak terlalu sensitif lagi terhadap suara atau bunyi bunyian karena rasa nyeri yang menyerang kepala atau telinga akibat suara suara mulai menurun dan sudah merasa tidak terlalu menggganggu ketika sedang beraktivitas.

(Baca juga: Bahaya Susu Kaleng , Khasiat Susu Sapi Murni)

Pencegahan

Tips mudah cara mencegah munculnya gejala atau penyakit bell’s palsy

  • Gunakan pelindung/penutup mulut saat nanda berkendaraan motor. Paparan angin dan rasa dingin yang menerpa wajah dapat mengganggu kesehatan aliran darah dan menurunkan fungsi otot secara perlahan.
  • Hindari paparan udara dingin dari penggunaan Air conditioner (AC) secara berlebihan. Seseorag yang memiliki riwayat penyakit bell’s palsy berhati hatilah pada pemakaian AC. karena mereka adalah golongan orang orang yang mudah terserang gejala bell’s palsy yang biasanya muncul secara mendadak.
  • Hindari bahaya tidur dilantai tanpa bantal yang menyebabkan pipi bersentuhan langsung dengan lantai. Dinginnnya permukaan lantai dapat mempengaruhi fungsi saraf dan otot wajah.
  • Hindari kebiasaaan mandi pada malam hari tanpa penggunaan air hangat. Jika memang harus mandi juga maka gunakan air hangat dan lebih baik tidak terlalu sering, Karena bagaiamannapun juga mandi pada malam hari berdampak kurang baik bagi kesehatan tubuh. Karena pada malama hari udara telah mengandung karbondioksida yang bisa mempengaruhi kualitas kesehatan air.
  • Membiasakan diri untuk minum teh hijau hangat tanpa gula pada pagi dan malam hari untuk mempertahankan jaringan otot tetap stabil.
  • Menghindari segala bentuk makanan dan minuman yang dapat menghambat peredaran darah dan memicu kerusakan saraf saraf pada bagian wajah. Misalnya minuman beralkohol, Minuman bersoda yang berlebihan dan Makanan jenis kacang kacangan.

(Baca Juga: Cara Mengatasi Pengapuran Tulang , Cara Mengatasi Tulang Belakang Sakit)

Recommended