Radiologi – Pengertian, Jenis, Manfaat dan Efek Samping

2972

Kemajuan dalam ilmu kedokteran selalu membawa sebuah hal baru yang bermanfaat dalam penyembuhan. Ilmu kedokteran sendiri memiliki banyak cabang yang memiliki kehususan sendiri-sendiri. Meskipun terlihat perbedaan satu dengan yang lain, namun pada dasarnya ilmu kesehatan akan selalu berkaitan satu dengan yang lain. Hal ini tak akan bisa dipisahkan, karena kemajuan dalam salah satu bidang, akan membutuhkan bidang lain untuk dapat menyokongnya. Hubungan ini semacam simbiosis mutualisme yang saling menguntungkan. Salah satu lompatan yang cukup besar dalam bidang kesehatan adalah dengan adanya cabang keilmuan yang mempelajari mengenai radiologi. Cabang yang satu sangat membantu dalam perkembangan cabang keilmuan lain yang sangat penting.

Jika kita membahas mengenai cabang keilmuan radiologi maka kita akan selalu bertemu dengan beberapa aspek radiasi. Aspek radiasi ini sendiri banyak digunakan dalam cabang kedokteran nuklir. Sebagaimana kita tahu bahwa radiasi sangat erat hubungannya dengan reaksi nuklir itu sendiri. Kali ini kita akan lebih membahas mengenai Radiologi, tentang hal-hal yang sangat erat hubungannya dalam bidang tersebut.

Pengertian

Seperti yang telah disebutkan di atas Radiologi sendiri merupakan salah satu cabang keilmuan dalam bidang kedokteran. Cabang keilmuan ini sendiri lebih terfokus dalam penggunaan pancaran sinar radiasi untuk dapat melihat bagian dalam dari tubuh  manusia. Pada tahap awal pengembangan keilmuan radiologi dalam bidang kedokteran, banyak peratalatan radiologi yang terfokus menggunakan sinar x-ray sebagai salah satu medianya. Namun seiring denagn perkembangan  teknologi dan keilmuan yang semakin pesat maka penggunaan sinar x-ray mulai di rubah. Perubahan ini dikarenakan terdapat metode baru yang lebih akurat. Selain itu penggunaan sinar x-ray juga ternyata tidak terlalu efektif untuk beberapa bagian tubuh manusia.

Perkembangan keilmuan kedokteran mulai merambah menggunakan berbagai macam gelombang yang lebih tinggi frekuensinya. Penggunaaan gelombang ultrasonik mulai banyak ditemukan dalam berbagai peralatan kedokteran. Penerapan gelombang ultrasonic dan gelombang elektromagnetik untuk menggantikan sinar x-ray ini sendiri banyak diterpakan dalam peralatan seperti MRI (Magnetic Resonance Imaging).

Kapan Radiologi Digunakan ?

Radiologi akan digunakan biasanya jika ternyata pasien yang bersangkutan membutuhkan penanganan yang lebih lanjut dan lebih serius. Seroang pasien biasanya akan menemui ahli radilogi dengan rekomendasi yang didapat dari dokter umum. Biasanaya, penetuan apakah pasien memerlukan untuk menemui ahli radiologi dapat dilihat dari hasil rontgen pasien itu sendiri. Jika ternyata penggunaan hasil rontgen dirasa kurang maka pasien akan di rujuk untuk menemui ahli radilogi. Beberapa penyakit yang biasanya membutuhkan penangan oleh ahli radiologi, seperti

Selain hanya digunakan untuk menentukan jenis penyakit, radiologi sendiri juga dapat berfungsi sebagai metode pengobatan. Biasanya hal ini dilakukan dengan penggabungan antara metode radiologi denag metode pengobatan yang lain. Salah satu metode pengobatan yang menggunakan radiologi adalah angioplasti. Metode ini biasanay digunakan saat pasien mengalami ganguan penyempitan pembuluh darah. Sehingga diperlukan penangan  untuk memperlebar pembukuh darahnya.

Jenis Tes Radilogi

Dalam bidang radilogi sendiri terdapat beberapa jenis tes yang akan dapat kita temukan. Jenis tes tersebut biasanya berhubungan erat dengan metode pengobatan dan jenis penyakit yang harud diidentifikasi. Beberapa jenis tes Radiologi yang bisa kita dapati seperti :

  • Rontgen atau radiografi metode yang satu ini bias dikatakan merupakan metode awal dari dunia radiologi. Metode ini sendiri masih menggunakan Sinar X-ray. Metode yang satu ini sering digunakan dikarenakan lebih murah serta kecepatan hasil yang bisa diperoleh. Namun hasil dari pemeriksaan rontgen hanya terbatas pada bagian struktur padt dari tubuh yaitu tulang.
  • Ultrasonography (USG) metode ini sendiri menggunakan gelombang ultrasonik sebagai medianya. Penggunaan metode ini biasanaya digunakan dalam hal untuk dapat mendeteksi kehamilan. Namun, metode ini tak dapat digunakan untuk mendetekasi bagian tubuh yang banyak mengandung gas.
  • Computed Tomography Scan atau CT Scan metode ini sendiri menggunakan gelombang elektromagnetik sebagai media untuk dapat mendapatkan hasil. Selain itu hasil dari pemeriksaan yang di dapat akan ditampilkan dalam bentuk 3D. Metode ini cukup sering digunakan karena memberikan gambaran hasil yang cukup mendetail
  • MRI atau Magnetic Resonance Image metode yang satu ini menggunakan pancaran gelombang elektromagnetik yang cukup kuat, namun bisa dikatakan relatif aman untuk tubuh. Metode ini sendiri bisa dikatakan merupakan metode yang cukup akurat untuk mendeteksi kelainan pada tubuh. Metode ini biasanay digunakan untuk medeteksi beberapa jenis-jenis kista.
  • SPECT metode yang satu ini sendiri menggunakan pancaran radiasi isotop gamma rendah yang cukup aman bagi tubuh. Bisanya metode ini digunakan untuk mendeteksi kelainan pada organ yang lebih khusus pada tubuh.
  • PET Scan metode yang satu ini merupakan sebuah metode penggabungan dari SPECT dengan CT Scan. Untuk hasil yang di tunjukan pun bisa dikatan akan lebih akurat dan terperinci

Manfaat dari Uji Radiologi

Seperti yang telah disebutkan diatas sebelumnya uji radiologi ini sendiri merupakan sebuah pengujian yang cukup penting. Meskipun hasil pengujian dari tes radiologi ini sendiri terkadang harus dipadukan dengan tes pengujian yang lain. Namun, hasil yang di dapat dari pengujian ini akan menjadi sebuah acuan yang cukup penting.

Hasil dari pengujian radiologi sendiri bisa gunakan sebagai acuan untuk mengambil tindakan yang lebih cepat. Hal ini karena hasil dari pengujian radilogi akan lebih cepat di dapatkan daripada uji sampling laboratorium yang memerlukan waktu lebih lama. Dengan keakuratan dari berbagai alat yang digunakan, memungkinakan bagi dokter untuk dapat mngambil langkah yang tepat untuk menangani penyakit dari pasien yang bersangkutan.

Sebagaimana kita tahu bahwa radiologi tak hanya berfungsi sebagai media untuk mendiaknosa jenis penyakit dari pasien. Namun, radiologi juga bisa dipergunakan sebagai salah satu metode pengobatan. Penggunaan tekhnik radiologi sebagai tekhnik pengobatan bisa di sebut juga dengan Radiologi Intervensi. Radiologi intervensi sendiri kini mulai sering digunakan dalam bidang kedokteran. Hal ini karena dengan penggunaan tekhnik ini akan meminimalisir adanaya bedah terbuka, selain itu metode ini ini sendiri juga lebih aman karena dapat menghindari beberapa kemungkinan yang akan didapatkan dari bedah terbuka.

Beberapa metode pengobatan yang menggunakana tekhnik Radiologi intervensi seperti.

  • Angioplasti
  • Inverior Vena Cafa Filter ( ICV Filter)
  • Tabung Gastronomi
  • Stent Empedu

Apakah Radiologi Berkaitan dengan Pengobatan Kanker ?

Iya, tekhnik radiologi sering digunakan untuk penangan dalam bidang untuk penyembuhan kanker. Tekhnik ini biasanya disebut denagn Radioterapi dan sangat berhubungan erat dengan tekhnik pengobatan kedokteran nuklir. Hal ini karena radioterapi menggunakan pancaran sinar radio aktif untuk menghancurkan se-sel kanker yang terdapat dalam tubuh pasien itu sendiri. Meskipun tujuan utamanya adalah penghancuran sel-sel kanker namun, kita tak bisa menghindari dari terkenanya sel normal oleh radiasi. Meskipun sel-sel normal yang terkeda radiasi akan ikut hancur, tapi sel tersebut akan dapar beregenerasi kembali dan memperbaiki dirinya sendiri. Meskipun prose perbaikan sel trsebut terkadang membutuhkan waktu yang cukup lama dan dibutuhkan beberapa obat-obatan.

Radioterapi yang sering digunakan untuk menghancuran sel kanker dibagi menjadi tiga jenis. Yaitu

  • Metode eksternal metode ini sendiri menggunakanan alat yang berasal dari luar tubuh untuk memancarkan sinar radiasi kedalam tubuh pasien. Penggunaan metode ini memang memiliki resiko yang cukup besar terkenanya jaringan normal oleh radiasi.
  • Metode internal metode ini sendiri menggunakan peralatan yang ditanamkan kedalam tubuh pasien. Alat yang ditanam tersebut akan diletakan tidak terlalu jauh dari sel kanker. Metode ini relatif aman karena dapat meminimalisir kemungkinan terkenanya sel normal oleh radiasi.
  • Metode sistematik metode ini mengharuskan pasien untuk meminum obat atau dokter akan menyuntukan obat yang mengandung radiasi. Obat tersebut akan mengalir bersama aliran darah.  Pasien yang menggunakan metode ini biasanya lebih disarankan untuk menjalani rawat inap.

Efek Samping

Setiap metode pengobatan bukan tidak mungkin memiliki bahaya dan efek samping yang akan mempengaruhi kinerja organ tubuh. Hal ini juga berlaku pada beberapa metode radiologi yang banyak di gunakan. Ada beberapa bahaya rontgen yang perlu untuk kita ketahui. Efek samping ini muncul dari beberapa gelombang elektromagnetik dan penggunaan radiasi isotop gamma. Meskipun penggunaan dalam dosis yang cukup rendah, namun hal tersbut tetap memiliki efek yang cukup terasa bagi tubuh. Efek tersebut akan semakin terasa jika kita menggunakan metode tersebut secara berkala dan dalam tempo waktu yang cukup sering. Hal ini bisa kita temui pada pasien yang menjalani radioterapi.

Beberapa efek samping yang bisa timbul bagi tubuh kita antara lain

  • Penurunan kadar sel darah merah.

Penurunan ini disebabkan oleh pancaran sinar x-ray pada tubuh secara langsung. Efek ini akan semakin terasa jika pasien terlalu sering terpapar oleh sinar x-ray. Penurunana sel darah merah ini sendiri akan berakibat pasien terkena penyakit anemia.

  • Iritasi kulit.

Bagian tubuh yang terkenal paparan sinar x ray akan lebih mudah terkena iritasi kulit. Hal ini karena beberapa efek yang akan terjadi adalah kulit akan memerah dan mengering kemudian akan menjadi gatal. Namun ada juga yang mengalami hal berbeda, kulit akan menjadi lebih lembab dan menjadikanya mudah mengalami lecet.

  • Gangguan pencernaan

Hal ini sangat sering ditemukan pada mereka yang menggunakan metode radiologi. Beberapa pasien terkadang mengalai gangguan pencernaan seperti mual dan semacamnya. Jika gejaala itu muncul maka sebaiknya pasien untuk segera berkonsultasi dengan dokter akan cepat mendapatkan penanganan yang baik.

  • Gangguan mulut

Gangguan mulut ini sendiri biasanay berupa gigi yang akan lebih cepat menjadi keropos. Sariawan yang mungkin bisa saja akan lebih sering muncul. Mulut yang akan selalu kering dikarenakan ludah yang lebih kental.

  • Penurunan produksi sperma
  • Gangguan menstruasi wanita

Itu tadi beberapa informasi mengenai Radiologi yang bisa kita pahami. Jika ada yang berencana untuk menggunakan metode radiologi dapat menggunakan beberapa bahasan di atas sebagai referensi. Semoga informasi tersebut berguna.