6 Obat Penghilang Bau Badan di Apotik : Efek Samping dan Larangan      

8647

Bau badan berarti bahwa bau ini keluar dari tubuh lewat kelenjar keringat. Bagian yang paling berbau misalnya seperti pada daerah lipatan di ketiak atau sekitar organ intim. Terkadang bau juga muncul dari bagian yang lembab seperti kaki yang terus menggunakan sepatu atau kaus kaki. Ketika bagian kulit mengandung bakteri maka juga bisa menyebabkan keringat menjadi lebih berbau. Aktifitas bakteri yang bertemu dengan keringat akan menghasilkan bau badan yang tidak enak. Beberapa orang juga bisa menderita masalah bau keringat karena pengaruh penyakit tertentu seperti diabetes. Jika Anda sudah mencoba beberapa perawatan tradisional dan bau badan tidak berubah, maka Anda bisa menggunakan obat penghilang bau badan di apotik.

Baca: cara menghilangkan bau badan – cara menghilangkan bau ketiak – cara mengurangi keringat berlebih

Berikut ini beberapa jenis obat yang bisa ditemukan.

  1. Clindamycin

Clindamycin merupakan salah satu jenis obat untuk mengatasi bau keringat akibat infeksi bakteri tertentu. Obat ini biasanya dijual diapotik namun untuk mendapatkan obat harus berdasarkan resep dari dokter. Obat memiliki beberapa bentuk seperti kapsul yang diminum, larutan untuk berkumur, obat oles, gel, pelembab dan juga krim. Bahkan obat ini juga tersedia dalam bentuk IV dan biasanya hanya diberikan di rumah sakit. Obat ini akan bekerja untuk menghambat bakteri kemudian obat bisa membuat bau keringat akibat infeksi bakteri bisa sembuh. (baca: obat gusi bengkak)

Efek samping obat

  • Obat bisa menyebabkan efek gangguan pencernan seperti mual, diare, sakit perut, muntah dan tidak nyaman.
  • Penggunaan dalam dosis yang besar bisa menyebabkan bau logam dari mulut sehingga tidak nyaman.
  • Penggunaan berlebihan pada bagian kulit bisa menyebabkan ruam dan kemerahan.
  • Efek samping yang serius bisa menyebabkan diare yang parah, diare berdarah, dehidrasi, tidak nafsu makan dan juga penurunan berat badan.
  • Efek samping pada kulit yang parah bisa menyebabkan ruam yang parah, bagian kulit yang mengelupas dan juga pembengkakan pada lidah dan wajah.

Larangan

  • Obat minum sebaiknya tidak diberikan kepada orang yang menderita penyakit gastrointestinal dan semua penderita gangguan sistem pencernaan.
  • Orang yang menderita alergi sebaiknya tidak diberikan obat ini karena bisa menerima reaksi alergi yang berlebihan.
  • Obat tidak boleh digunakan untuk ibu hamil karena bisa menyebabkan resiko untuk janin.
  • Obat tidak boleh diberikan untuk ibu menyusui karena obat bisa masuk ke dalam ASI dan bayi bisa menerima efek samping.

Baca: efek samping obat jangka panjang –  jenis antibiotik – efek samping bustilicious

  1. Erythromycin

Obat erythromycin termasuk jenis obat oral yang masuk dalam golongan antibiotik. Obat bisa bekerja untuk melawan bakteri dalam tubuh dan tidak boleh digunakan untuk orang yang menderita flu dan pilek. Jenis obat ini juga tersedia dalam bentuk kapsul, obat oles, gel, dan juga cairan untuk injeksi. Obat pada dasarnya bisa bekerja untuk menghambat dan mematikan bakteri termasuk bakteri yang menyebabkan infeksi hingga bau badan yang tidak sedap. Kemudian obat juga bisa membantu menghentikan pertumbuhan bakteri karena mengurangi protein tubuh yang digunakan sebagai makanan bakteri.

Larangan obat:

  • Obat tidak boleh diberikan untuk orang yang menggunakan jenis obat tertentu seperti pimozide, cisapride dan dihydroergotamine.
  • Orang yang menderita penyakit gangguan hati, gangguan detak jantung, penyakit rendah kalium dan magnesium juga tidak boleh menggunakan obat ini.
  • Obat tidak boleh diberikan untuk ibu hamil, wanita yang sedang menjalani program hamil dan ibu menyusui.

Efek samping obat:

  • Bisa menyebabkan reaksi alergi yang buruk seperti gatal-gatal, bengkak pada wajah, bibir dan juga lidah.
  • Sulit untuk bernafas
  • Nyeri pada dada hingga gangguan detak jantung. (baca: tanda tanda lemah jantung)
  • Diare yang ringan hingga berat (baca: penyebab mencret)
  • Mata dan kulit yang berubah menjadi kuning. (baca: cara mencegah mata kuning)

Baca: perawatan bisul alami dan medis –  Tanda tanda bisul – penyebab bisul – ciri-ciri bisul –  jenis-jenis bisul

  1. Sabun antiseptik

Sabun antiseptik adalah jenis sabun khusus yang bisa digunakan untuk menghilangkan bau badan. Terkadang sabun juga bisa digunakan untuk menghentikan pertumbuhan jamur. Sabun biasanya berbentuk padat atau cair sesuai dengan kondisi keluhan bau keringat yang terjadi. Obat antiseptik pada sabun juga bisa bekerja untuk mengatasi jamur pada kulit dan menghentikan pertumbuhan bakteri. Sabun biasanya mengandung beberapa bahan penting seperti triclosan, antiseptik, antibakteri, alkohol, dan tetrasodium. Semua bahan ini bisa bekerja untuk melawan bakteri, virus dan juga jamur.

Cara kerja sabun antiseptik:

Sabun memang memiliki bahan antiseptik yang bisa menghambat dan membunuh penyebab bau badan seperti bakteri atau jamur. Kemudian sabun akan membersihkan minyak pada kulit yang larut dalam air sehingga semua kotoran pada kulit akan hilang. Sabun ini sangat aman untuk digunakan baik remaja maupun orang tua. Namun sebaiknya sabun tidak diberikan pada anak-anak.

Baca: cara mencegah eksim –  penyebab eksim – salep untuk eksim – obat eksim kering menahun 

  1. Chlorhexidine 0.05 persen

Chlorhexidine adalah salah satu jenis obat antiseptik yang bisa digunakan sebagai obat untuk diminum dan juga obat untuk oles pada kulit secara langsung. Obat ini juga sering digunakan oleh dokter gigi terutama untuk mengobati gingivitis. Penggunaan obat untuk kulit secara langsung bisa bermanfaat untuk membunuh bakteri atau kuman yang menyebabkan bau badan. Namun obat ini juga sering digunakan sebagai desinfektan untuk dokter ketika akan melakukan perawatan.

Larangan obat:

  • Obat tidak boleh digunakan untuk wanita hamil dan ibu menyusui, kecuali dengan persetujuan dari dokter.
  • Obat tidak boleh tertelan untuk jenis obat cair.
  • obat tidak boleh diberikan pada anak-anak yang berumur dibawah dua bulan.

Efek samping obat

  • obat bisa menyebabkan bagian kulit menjadi lebih kering.
  • Obat juga bisa menyebabkan iritasi pada kulit jika digunakan secara berlebihan. Obat juga bisa membuat kulit terasa panas dan mengelupas lalu bengkak jika penggunaan tidak diatur sesuai dengan dosis.

Baca: obat alergi gatal – obat gatal jamur tradisional – obat gatal tradisional

  1. Alumunium klorida (20 persen)

Obat ini berbentuk prespirant yang bisa digunakan untuk mengontrol keringat berbau dan keringat berlebihan. Obat bekerja untuk merubah sel-sel keringat yang kemudian produksi keringat menjadi tidak terlalu banyak.

Larangan obat:

  • Obat ini sebaiknya tidak digunakan untuk ibu hamil, ibu yang sedang melakukan program hamil dan ibu menyusui.
  • Obat tidak diberikan untuk orang yang sedang menggunakan obat herbal, suplemen makanan dan juga obat kimia lain.
  • Obat tidak diberikan untuk orang yang menderita alergi termasuk alergi obat dan alergi makanan tertentu.

Cara penggunaan:

  • Obat ini sebaiknya hanya digunakan saat tidur karena kelenjar keringat paling aktif saat kita sedang tidur.
  • Obat tidak boleh digunakan untuk bagian kulit yang baru dicukur.
  • Bagian kulit yang akan diberi obat harus bersih dan kering.
  • Jika diberikan pada bagian ketiak maka hindari pada bagian yang terkena iritasi dan sensitif. Kemudian sebaiknya area yang diberi obat tidak tertutup dengan kaus atau pakaian lain.
  • Jika ingin menggunakan obat untuk bagian kaki dan tangan maka bersihkan permukaan dengan alkohol hingga menguap. Kemudian obat baru diberikan dan tutup bagian kaki dan tangan Anda sehingga obat tidak terkena ke bagian tubuh yang lain.
  • Selama menggunakan obat ini maka tidak menggunakan deodorant atau prespirat lain.
  • Obat tidak boleh terkena bagian mata dan mulut.

Efek samping obat:

  • Obat bisa menyebabkan gatal, kesemutan, mati rasa dan panas.
  • Reaksi alergi seperti gatal-gatal parah, sulit bernafas dan bengkak pada wajah maka harus segera mendapatkan bantuan dokter.

Nama obat yang bisa ditemukan yang termasuk dalam golongan ini misalnya seperti: Deorex dan deodoran maxim

Baca: bahaya keluar keringat berlebihan – keringat di telapak tangan dan kaki – berkeringat saat tidur –  penyebab tubuh sering berkeringat

  1. Bedak MBK

Bedak MBK adalah jenis bedak yang sudah sangat terkenal untuk mengurangi bau keringat. Bedak MBK mengandung beberapa bahan penting untuk menghilangkan bau badan seperti tawas bubuk, parfum dan bedak khusus. Bedak berwarna putih dan bisa digunakan secara langsung pada bagian ketiak atau kulit lain yang berbau. Sebaiknya obat bedak ini hanya digunakan setelah mandi. Bedak MBK bisa digunakan pada waktu akan beraktifitas. Hingga saat ini belum ada laporan mengenai efek samping bedak. Hanya saja penggunaan bedak memang harus hati-hari agar tidak mengenai mulut dan mata.

Baca: bahaya bedak bayi – cara mengobati gatal di selangkangan – obat gatal gatal 

Cara mencegah bau badan

  1. Biasakan untuk mandi secara teratur baik itu mandi pada waktu pagi dan sore hari. Mandi bisa membantu tubuh menjadi lebih bersih dan kemungkinan bakteri tidak akan bercampur dengan keringat.
  2. Ketika berkeringat banyak maka cobalah untuk segera mengganti dengan pakaian yang kering.
  3. Pilih pakaian yang mengandung serat alami seperti dari kapas dan hindari pakaian yang tidak bisa menyerap keringat dengan baik. Cara ini bisa membuat tubuh Anda tidak terlalu berkeringat.
  4. Hindari kebiasaan mengkonsumsi makanan yang bisa memicu bau keringat dan infeksi bakteri seperti makanan yang pedas, bawang putih dan rempah-rempah berbau tajam. (baca: makanan penyebab bau badan – makanan yang dapat menyebabkan bau badan)
  5. Jaga agar area ketiak bersih dengan menggunakan sabun antibakteri sehingga bakteri dalam tubuh menjadi lebih rendah atau tidak terlalu banyak.
  6. Cobalah untuk membersihkan ketiak secara teratur termasuk untuk mencukur bulu ketiak.
  7. Hindari menggunakan deodoran atau prespirat yang mengandung berbagai bahan kimia karena bisa menyebabkan keringat menjadi lebih berbau.

Jadi itulah beberapa obat penghilang bau badan di apotik. Anda bisa mendapatkan obat dengan resep dokter ,sementara beberapa obat juga dijual bebas. Meskipun obat ini dijual di apotik tapi Anda harus tetap waspada dengan efek samping dan larangan yang dianjurkan.