11 Tanda-tanda Bisul – Faktor Risiko dan Pencegahan

8592

Sudah tak asing lagi bagi kita akan bisul; bisul merupakan kondisi kulit di mana pada permukaannya timbul benjolan merah yang rasanya sakit ditambah dengan berisi nanah. Penyebab munculnya bisul ini biasanya adalah akibat infeksi bakteri yang kemudian terjadilah inflamasi di folikel rambut. Folikel rambut ini adalah lubang-lubang tempat tumbuhnya rambut dan bagian bokong, paha, ketiak, leher, wajah serta bahu adalah yang paling sering diserang bisul.

Bisul berbeda dari jerawat karena jerawat merumakan sebuah kondisi pori-pori kulit yang mengalami penyumbatan dan akhirnya menimbulkan kantung nanah yang meradang. Tanda-tanda munculnya bisul perlu Anda ketahui dan kenali secara detil agar dapat menanganinya secara tepat. Supaya tidak tertukar dengan jerawat, berikut ciri-ciri bisul secara umum.

(Baca juga: penyebab bisul)

1. Benjolan Merah di Permukaan Kulit

Tampaknya sudah tak perlu heran lagi karena benjolan merah merupakan tanda utama seseorang mengalami bisul. Terkadang benjolan merah juga bisa disalahartikan sebagai jerawat biasa karena sama-sama timbul di permukaan kulit. Namun ada tanda-tanda lain yang akan membedakan benjolan merah ciri bisul dengan ciri jerawat.

2. Benjolan Bengkak

Yang membedakan dari jerawat adalah bahwa bisul ditandai dengan benjolan merah yang ukurannya cukup besar dan bisa juga dikatakan bengkak. Anda pun pasti tahu bahwa sebesar-besarnya jerawat yang muncul, ukurannya pasti akan jauh lebih kecil dari bisul. Bisul tampak lebih besar akibat infeksi bakteri.

3. Benjolan Terasa Hangat

Selain bengkak dan merah, benjolan tanda bisul yang membedakannya dari jerawat adalah bahwa terasa hangat bila Anda coba menyentuhnya. Ketika Anda coba merabanya, rasakan apakah ada sensasi tersebut. Kalau memang ada, Anda perlu mewaspadainya karena ini adalah indikator bahwa sudah ada penyebaran infeksi di area kulit sekitarnya.

(Baca juga: penyebab bisul pada pantat)

4. Benjolan Dapat Membesar

Dalam beberapa hari bisul dapat bertambah besar dan ini cukup berbeda dari jerawat yang sedari awal ukurannya tetap dan lebih kecil. Ketika menyadari adanya benjolan merah pada lokasi tubuh tertentu, cobalah perhatikan apakah ada perkembangan dan perubahan ukuran pada benjolan tersebut.

Anda bisa berkaca setiap hari untuk memastikan apakah benjolan merah tersebut merupakan tanda bisul atau bukan (terutama yang bukan berada di bagian bokong). Jika memang Anda menemukan benjolan semakin besar, ini bisa jadi adalah bisul dan Anda dapat mencegahnya menjadi makin parah. Bila muncul di bokong, sepertinya sudah tak perlu dipertanyakan lagi benjolan tersebut bakal bisul atau bukan.

5. Terasa Panas, Nyeri dan Gatal

Kemungkinan benjolan membesar cukup tinggi dan timbul rasa panas serta nyeri pada area benjolan merah tersebut. Selain adanya sensasi sakit dan panas, ada juga rasa gatal-gatal yang turut menyertai dan ini biasanya dialami di area kulit tertentu. Selama benjolan ini muncul, tetaplah menjaga kebersihan supaya kulit dapat sehat kembali dan tanda bisul dapat cepat hilang.

(Baca juga: infeksi kulit karena bakteri)

6. Titik Putih pada Puncak Benjolan

Selain mengenali jenis-jenis bisul dan cara mengobatinya, Anda juga perlu mengenali setiap tanda-tandanya supaya dapat menangani secara tepat. Pada benjolan merah tersebut, biasanya akan ada titik putih yang turut muncul di bagian puncak benjolan tersebut.

Sebetulnya pada jerawat pun juga kerap kita jumpai bintik putih seperti itu yang nantinya kita perlu pencet sampai isi putih tersebut keluar. Setelah itu, jerawat pun akan mengempis. Meski muncul titik putih pada puncak benjolan, kondisi yang diketahui pula sebagai tanda bisul ini tak memerlukan solusi atau obat medis dari dokter kecuali bisul makin parah saja.

7. Demam

Pada tingkat lanjut, bisul dapat ditandai dengan kondisi demam dan tanda seperti ini wajib menjadikan Anda lebih waspada. Anda bisa memeriksakan diri secara langsung ke dokter karena pada dasarnya bisul bisa sembuh dengan sendirinya tanpa penanganan serius oleh dokter.

Bisul dengan gejala atau tanda awal pun tak berbahaya dan tak akan menjadi penyebab demam. Kelihatannya sepele, namun bila bisul tak mengempis juga lalu tubuh terasa tak enak, Anda perlu memerhatikan kondisi kesehatan Anda. Tak masalah untuk menemui dokter walaupun kelihatannya hanya tentang bisul; ini demi mencegah keadaan yang lebih parah.

(Baca juga: penyebab benjolan sakit di ketiak)

8. Benjolan Lebih dari Satu

Ketika benjolan merah dan bengkak timbul dengan jumlah lebih dari 1 dengan lokasi yang sama, Anda juga patut mewaspadainya sebagai kondisi yang kurang baik. Tanda-tanda bisul ini sudah menjadi tanda-tanda lanjutan di mana sudah seharusnya butuh penanganan dari dokter. Jenis tanda bisul ini disebut juga dengan istilah bisul sabut.

Bisul ini juga punya nama lain lagi, yakni bisul karbunkel dan telah dianggap sebagai bisul yang lebih serius. Kalau muncul lebih dari 1 dan dipastikan berada di tempat atau bagian tubuh yang sama, sebaiknya segera periksakan saja supaya dokter dapat memberikan obat. Keadaan ini termasuk infeksi yang parah.

9. Benjolan Berdiameter > 5 Cm

Benjolan merah yang besar atau bengkak merupakan tanda awal dari bisul, namun Anda juga tetap harus memerhatikan apakah benjolan tersebut semakin besar, besar dan besar terus-menerus dari hari ke hari. Untuk memastikan apakah benjolan tersebut diameternya sudah berada di atas 5 cm, Anda perlu mengukurnya bila perlu.

Kalau sudah diukur dan didapati benjolan lebih dari 5 cm ditambah juga dengan rasa yang amat nyeri dan sakit, lebih baik Anda mulai cari cara menghilangkan bisul secara alami. Ketika cara yang Anda pilih tak juga membantu dan tak mempan, tak masalah untuk pergi ke dokter dan memperoleh pengobatan medis.

(Baca juga: jenis-jenis penyakit kulit dan gambarnya)

10. Benjolan Tidak Sembuh > 14 Hari

Jangan lupa untuk menghitung hari dari sejak munculnya benjolan pada permukaan kulit Anda. Ketika benjolan tak kunjung mengempis dan justru malah bertambah serta makin besar diameternya seperti yang sudah disebutkan, Anda patut curiga bahwa infeksi telah memburuk.

Apakah hitungan hari sudah lebih dari 14 hari dan benjolan tak membaik juga? Ini bisa jadi bisul yang sudah parah. Cobalah untuk mencari cara mengobati bisul secara alami lebih dulu atau bisa juga langsung meminta pertolongan dokter. Saat cara alami kurang bekerja dengan baik, dokter akan membantu Anda dengan obat yang nanti diresepkan.

11. Benjolan di Wajah atau Tulang Belakang

Kelihatannya memang sangat sepele, namun rupanya tanda bisul tak sesederhana itu, apalagi kalau memang sudah termasuk parah. Tanda-tanda bisul mulai serius salah satunya adalah benjolan merah bengkak tak hanya muncul di bagian bokong atau paha saja, tapi juga merambah sampai di bagian dalam hidung.

Bagian wajah pun akan muncul benjolan berukuran besar ditambah adanya titik putih di bagian puncaknya, seperti jerawat namun lebih besar. Atau, bisa juga benjolan besar timbul pada bagian tulang belakang. Kondisi seperti ini patut menjadi perhatian Anda dan sebaiknya segera  menemui dokter jika memang sudah sangat mengganggu.

(Baca juga: cara menghilangkan bisul di paha)

Faktor Peningkat Risiko Bisul

Setiap orang dapat terserang bisul, namun kenyataannya ada beberapa faktor yang rupanya bisa turut mendukung dalam meningkatkan seseorang berisiko memiliki bisul. Beberapa faktor yang perlu disimak adalah sebagai berikut:

  • Faktor kebersihan. Kebersihan diri maupun lingkungan sekitar sangat penting untuk dijaga. Saat kebersihan tidak dijaga dengan baik, seperti jarang membersihkan diri atau rumah, ini akan otomatis mengundang bakteri untuk datang. Ada jenis bakteri tertentu yang akan menyebabkan bisul, jadi pastikan selalu bahwa kebersihan diri dan sekitar selalu terjaga demi mencegah bisul maupun penyakit kulit lainnya.
  • Adanya kontak dengan pengidap bisul secara langsung. Apabila jerawat itu tidak menular, bisul berbeda. Bisul merupakan salah satu jenis kondisi kulit yang mudah menular dan risiko seseorang terkena bisul bakal meningkat saat ia melakukan kontak dengan orang lain yang mengidap bisul secara langsung. Biasanya mereka yang tinggal di bawah satu ataplah yang memiliki risiko besar tertular dan menulari.
  • Faktor jenis kelamin dan usia. Bisul rupanya adalah masalah kulit yang pada umumnya lebih banyak menyerang para remaja. Selain itu, ketimbang perempuan, justru lebih banyak laki-laki yang mengalami bisul ini.
  • Sudah sering berjerawat. Orang-orang yang memiliki masalah dengan jerawat atau yang sudah sering berjerawat rupanya berpotensi lebih besar untuk mengalami bisul.
  • Daya tahan tubuh rendah. Sistem imunitas tubuh yang tergolong lemah akan memudahkan seseorang terkena penyakit, tak terkecuali masalah kulit. Lemahnya daya tahan tubuh akan membuat bakteri lebih mudah menyerang. Para penderita HIV, pasien kemoterapi, atau pengidap diabetes adalah yang juga paling rentan terkena penyakit kulit seperti bisul ini. Maka, carilah cara meningkatkan daya tahan tubuh supaya tak mudah terserang virus maupun bakteri.

(Baca juga: cara mencegah bisul)

Pencegahan Bisul

Untuk mencegah supaya bisul tak timbul, Anda bisa melakukan beberapa langkah di bawah ini secara sederhana.

  • Mandilah sehari 2 kali dan kalau perlu, gunakan pula sabun dengan kandungan antibakteri supaya bakteri tak mudah menempel dan menyerang.
  • Gantilah pakaian yang sudah dikenakan seusai bekerja, bermain atau melakukan aktivitas yang mengeluarkan keringat banyak. Keringat adalah sumber atau asal bakteri, jadi jangan malas mengganti baju demi kebersihan diri.
  • Gunakan pakaian yang kondisinya bersih. Sebaiknya tidak mengenakan pakaian yang sudah pernah dipakai dan belum dicuci karena hanya akan memperbolehkan bakteri berkembang di tubuh Anda.
  • Bersihkan kamar, kamar mandi, serta ruangan lainnya di rumah Anda supaya bakteri tak betah.

(Baca juga: macam-macam penyakit kulit)

Itulah sedikit informasi tanda-tanda bisul serta beberapa hal lainnya seperti faktor risiko dan pencegahan yang bisa Anda ketahui. Semoga dapat menjadi referensi yang membantu Anda dalam menjaga kesehatan kulit.