19 Cara Menghilangkan Parut Kudis dengan Cepat

6347

Apakah Anda sering mengalami gatal di bagian kulit pada malam hari? Apa anggota keluarga yang lain juga mengalami hal yang sama? Jika hal tersebut terjadi pada Anda dan juga beberapa anggota keluarga yang lain maka bisa jadi Anda terkena penyakit kudis. Penyakit kudis tersebut merupakan salah satu penyakit kulit yang menular dan biasanya sering kambuh pada malam hari. ( Baca : Obat gatal-gatalObat alergi gatal )

Penyakit kudis memang sangat mengganggu. Bisa jadi tidur malam Anda tidak bisa berkualitas karena Anda merasa terganggu dengan rasa gatal yang sangat parah pada malam hari. Selain itu, penyakit kudis juga bersifat menular sehingga sangat mungkin anggota keluarga yang lain juga merasakan hal yang sama ketika Anda terkena kudis.

Untuk mengatasi penyakit kudis, Anda bisa mengikuti beberapa langkah berikut ini.

  1. Mengenali Gejala-gejala Awal

Sebelum memeriksakan diri ke dokter, ada baiknya Anda mengenali tanda-tanda pasti bahwa kulit Anda memang terserang kudis. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, penyakit kudis biasanya ditandai dengan ruam dan juga rasa gatal yang luar biasa akibat infeksi tungau di dalam lapisan epidermis kulit. Rasa gatal tersebut biasanya akan terasa sangat parah ketika malam hari.

Adapun area kulit yang terkena kudis biasanya adalah sela-sela jari, ketiak, pergelangan tangan, dan lain sebagainya (seperti yang telah dipaparkan sebelumnya). Ada juga patut untuk waspada jika sebelumnya Anda melakukan kontak dengan orang yang terkena kudis. Jika Anda mengalami tanda atau gejala yang dimaksud maka sebaiknya Anda membatasi kontak dengan orang lain karena penyakit ini bersifat menular seperti penyakit kurap dan penyakit kulit lainnya.

Baca : Ciri ciri kurapPenyebab kurapCara mencegah kurapCara menghilangkan kurap

  1. Segera Lakukan Pemeriksaan Medis

Jika Anda mengalami tanda-tanda yang dimaksud sebagai gejala penyakit kudis maka sebaiknya anda segera lakukan pemeriksaan medis untuk memastikan sekaligus memperoleh penanganan yang tepat. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, diagnosis penyakit kudis oleh dokter biasanya akan dilakukan dengan melihat gejala-gejala yang dialami oleh pasien dan juga melakukan uji tinta atau biopsi kulit. Ada baiknya Anda juga memberikan informasi kepada dokter jika Anda sedang hamil atau menderita penyakit serius lainnya. Biasanya dokter akan memberikan penanganan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

  1. Mendapatkan Resep Obat yang Sesuai

Setelah mendapatkan diagnosis yang pasti dari dokter dan ternyata Anda dinyatakan terkena kudis, maka Anda akan mendapatkan penanganan medis yang sesuai dari dokter. Biasanya dokter akan memberikan resep obat-obatan berupa salep atau lotion yang mengandung Permethrin 5%. Obat tersebut digunakan untuk membunuh tungau yang bersarang di kulit Anda. Adapun penggunaan obat kudis tersebut biasanya mengikuti aturan berikut:

  • Permetrin. Permetrin tersebut dioleskan di bagian kulit yang terkena kudis. Biasanya obat berbentuk salep tersebut akan menimbulkan efek samping lain seperti gatal dan juga rasa terbakar di bagian kulit yang diolesi obat. Obat permetrin tersebut akan bekerja dengan satu kali penggunaan, biasanya akan bekerja dalam kurun waktu 8 sampai 14 jam. Biasanya dokter akan menyarankan penderita untuk menggunakan obat oleh tersebut satu minggu setelah penggunaan pertama untuk membunuh tungau-tungau yang baru menetas.
  • Ivermectin. Jika penyakit kudis yang berada di kulit telah mengalami komplikasi atau penderita ternyata memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, maka biasanya dokter akan menyarankan resep obat berupa Ivermectin sebagai obat oral. Sayangnya jenis obat ini juga memiliki beberapa efek samping seperti demam/menggigil, sakit kepala, tidak nafsu makan, nyeri sendi, dan ruam.
  • Obat oles. Selain jenis obat oles permetrin, dokter biasanya juga akan memberikan jenis obat oles lainnya seperti Crotamiton 10%, Lindane 1%, atau sulfur 6%. Pemberian obat-obatan tersebut biasanya dilakukan jika permetrin dan juga Ivermectin ternyata tidak memberikan hasil yang memuaskan. Dalam kondisi khusus apabila kulit penderita ternyata telah terinfeksi bakteri maka dokter juga akan memberikan resep antibiotik kepada pasien. ( Baca : KandidiasisCara menghilangkan kutil dengan cepatKutil )
  1. Menggunakan Terapi Herbal

Untuk mempercepat proses penyembuhan tidak ada salahnya Anda mengkombinasikan pengobatan medis dengan pengobatan herbal. Akan tetapi, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter sebelum melakukan teknik pengobatan herbal tersebut. Adapun beberapa bahan alami yang bisa Anda gunakan untuk mengobati kudis tersebut adalah Mimba (Azadirachta indica), Karanja (Pongamia pinnata), kunyit (Curcuma longa), manjishtha (Rubia cordifolia), dan juga darvi (Berberis aristata).

Baca : Cara mengobati kudisPenyebab kudis

  1. Cara Mandi

Jika Anda menderita kudis maka Anda harus rajin menjaga kebersihan. Berikut ini adalah cara mandi yang benar untuk penderita kudis :

  • Setelah Anda mandi, usahakan agar Anda mengeringkan tubuh menggunakan handuk yang masih baru dan bersih.
  • Memakai handuk yang lama dan tidak bersih bisa jadi akan memperparah infeksi tungau pada kulit Anda. ( Baca : Bahaya mandi bola bagi anakAkibat jarang mandi )
  • Setelah tubuh benar-benar kering, Anda bisa mengoleskan obat pada bagian kulit yang terkena kudis.
  • Setelah mendiamkan obat oleh selama sekitar 14 jam, Anda bisa membersihkan obat oles atau lotion tersebut dengan mandi menggunakan air hangat. ( Baca : Mandi air hangatBahaya mandi di kolam renang umum )
  • Perlu Anda tahu bahwa setelah penggunaan obat biasanya rasa gatal tidak akan langsung hilang begitu saja. Rasa gatal tersebut biasanya bisa bertahan selama beberapa minggu setelah perawatan. Hal tersebut terjadi karena reaksi alergi akibat tungau masih berlangsung ketika tungau yang sudah mati masih berada di kulit. Jika Anda merasa hal tersebut cukup mengganggu maka tidak ada salahnya untuk melakukan pemeriksaan medis. ( Baca : Bahaya mandi saat demamBahaya mandi tanpa tidurBahaya mandi setelah berolahraga )
  1. Obati Seluruh Anggota Keluarga

Kudis merupakan penyakit menular. Meskipun tidak semua anggota keluarga terkena kudis, namun ada baiknya perawatan obat-obatan untuk kudis dilakukan untuk semua anggota keluarga yang ada dalam satu rumah. Hal tersebut dilakukan sebagai antisipasi terhadap infeksi tungau yang masih sangat mungkin menyerang anggota keluarga karena sifatnya yang menular. Tidak hanya itu saja, seseorang yang bertamu dalam waktu yang cukup lama, bayi, bahkan asisten rumah tangga juga perlu mendapatkan penanganan yang sama.

  1. Melakukan Pencegahan

Jika berbagai metode pengobatan telah dilakukan dan kudis yang diderita sudah memasuki masa penyembuhan maka langkah selanjutnya adalah melakukan tindakan pencegahan. Jangan sampai infeksi tungau kembali menyerang Anda atau anggota keluarga yang lain. Untuk melakukan tindakan pencegahan, Anda bisa menerapkan beberapa metode berikut ini:

  • Bersihkan rumah Anda. Langkah pencegahan terhadap penyakit kudis yang pertama adalah membersihkan rumah. Tungau bisa bertahan hidup di luar tubuh manusia selama 2 hari. Membersihkan rumah bisa memastikan tungau mati secara tuntas dan tidak akan menginfeksi kulit Anda.
  • Mencuci handuk dan seprai dalam air panas. Perantara penularan sekaligus tempat tinggal tungau sebelum masuk ke dalam tubuh manusia kebanyakan adalah di handuk dan juga seprai. Mencuci handuk dan seprai menggunakan air panas akan mempercepat pembunuhan tungau di handuk dan juga seprai. Pastikan Anda juga mengeringkan handuk dan juga seprai yang telah dicuci tersebut dengan sempurna.
  • Cucilah pakaian Anda setiap hari. Untuk mencegah tungau kembali berkembang, sebaiknya Anda langsung mencuci pakaian yang Anda kenakan setiap hari. Jangan sembarangan meletakkan pakaian kotor karena bisa mempercepat daur hidup tungau di lingkungan kita. Anda bisa meletakkan pakaian kotor Anda di satu tempat khusus yang terpisah dengan pakaian-pakaian lainnya.
  • Kembali melakukan pemeriksaan. Jika anda sudah merasa sembuh dari penyakit kudis yang Anda derita, maka kembali melakukan pemeriksaan medis tidak ada salahnya. Kembali melakukan pemeriksaan medis akan meyakinkan Anda bahwa kulit anda sudah benar-benar terbebas dan juga bersih dari infeksi tungau. Lakukanlah pemeriksaan kembali pada kurun waktu 6 minggu setelah Anda melakukan pemeriksaan yang pertama.

Obat Herbal

Melakukan pengobatan secara medis sifatnya memang wajib anda lakukan untuk menghilangkan kudis. Namun, mencoba mengkombinasikan pengobatan medis dengan pengobatan herbal tidak ada salahnya. Anda bisa mencoba beberapa jenis ramuan tradisional berikut ini sebagai cara menghilangkan parut kudis secara alami.

  1. Kunyit

Rempah-rempah yang satu ini sangat mudah ditemui di sekitar kita. Sejak dahulu kunyit dipercaya dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Untuk penyakit kudis, kunyit berguna sebagai antiseptik dan juga anti inflamasi yang mampu meredakan penyakit kudis. Selain bisa digunakan untuk menghilangkan kudis, kunyit bisa digunakan untuk menghilangkan nyeri haid dan untuk menyembuhkan cacar air.

Untuk memanfaatkan kunyit sebagai penghilang parut kudis, Anda bisa menggunakan parutan kunyit yang telah dicampur menggunakan air lemon. Keduanya dapat Anda oleskan pada bagian kulit yang terkena kudis.

Baca : Cara menghilangkan nyeri saat haidCara menyembuhkan cacar airObat cacar airMencegah cacar air

  1. Lidah Buaya

Bukan rahasia lagi khasiat lidah buaya untuk kulit, termasuk untuk menghilangkan parut kudis. Lidah buaya memiliki sifat anti mikroba yang efektif mempercepat proses penyembuhan kulit akibat terkena kudis. Untuk menggunakan lidah buaya sebagai penghilang parut kudis, anda bisa mengoleskan gel lidah buaya pada kulit yang terkena parut kudis. Setelah mengering, anda bisa mencuci kulit Anda menggunakan air hangat.

  1. Cuka

Menggunakan cuka untuk membersihkan parut kudis memang masih sangat asing di telinga kebanyakan orang. Namun sifat asam dari cuka ternyata efektif untuk membunuh tungau yang bersarang pada epidermis kulit Anda. Untuk menghilangkan kudis pada kulit menggunakan cuka, Anda bisa mengoleskan cuka dengan bantuan kapas di bagian kulit yang terkena kudis.

Baca : Bahaya cuka makan

  1. Minyak Lavender

Lavender selama ini dikenal sebagai salah satu ramuan aromaterapi. Untuk menghilangkan parut kudis pada kulit, Anda bisa memanfaatkan minyak lavender. Anda bisa mengoleskan dan memijat bagian kulit yang terkena parut kudis menggunakan minyak lavender selama beberapa saat. Kemudian cuci bersih menggunakan air. Minyak lavender efektif menghilangkan parut kudis karena sifatnya yang dapat mempercepat proses regenerasi sel dan juga menghilangkan parasit yang bersarang pada kulit.

Baca : Bahaya minyak lintahPertolongan pertama kena minyak goreng panas

  1. Daun Mimba

Bahan alami yang bisa digunakan untuk menghilangkan kudis selanjutnya adalah daun mimba. Daun mimba memiliki sifat anti jamur dan juga anti bakteri, sehingga komplikasi akibat kudis yang terlalu parah dapat dicegah menggunakan daun mimba. Daun mimba juga efektif untuk meredakan rasa gatal akibat tungau dan juga mencegah perkembangan tungau di dalam lapisan epidermis kulit. Untuk mengobati kudis menggunakan daun mimba, Anda bisa menghaluskan daun mimba kemudian mengoleskannya di bagian kulit yang terkena kudis. Diamkan selama 15 sampai 25 menit kemudian cuci bersih menggunakan air.

Baca : Obat keputihan karena jamur

  1. Brotowali

Daun atau batang brotowali biasanya digunakan sebagai ramuan tradisional untuk membuat jamu. Brotowali memiliki kandungan belerang yang sangat efektif untuk membunuh tungau yang bersarang pada kulit Anda. Untuk memanfaatkan brotowali sebagai obat kudis, Anda bisa menghaluskan batang atau daun brotowali kemudian menambahkan beberapa tetes minyak kelapa. Selanjutnya, Anda bisa mengoleskan ramuan tersebut pada kulit yang terinfeksi tungau.

Pengobatan Pribadi

Jika Anda merasakan gatal-gatal sangat parah sementara Anda masih harus menunggu diagnosis pasti dari dokter, maka Anda bisa menangani gatal tersebut sendiri sembari menunggu hasil pasti dari dokter yang melakukan pemeriksaan. Anda bisa menggunakan bantuan air dingin untuk meredakan rasa gatal. Selain itu, Anda juga bisa memanfaatkan obat oral seperti hidroksizin hidroklorida (Atarax), atau difenhidramin hidroklorida (Benadryl).

Berikut ini ada hal-hal yang harus anda perhatikan ketika mengobati penyakit kudis dengan pengobatan pribadi secara mandiri :

  1. Setelah melakukan pengobatan terhadap kudis, Anda masih mungkin akan merasakan gatal selama kurang lebih satu bulan. Namun, apabila kulit Anda sudah tidak menunjukkan bintik-bintik lagi maka bisa dipastikan Anda telah sembuh dari kudis.
  2. Telur tungau menetas setiap 2,5 hari sekali. Jika Anda melihat benjolan baru setelah 2,5 hari Anda mengoleskan obat di kulit yang terkena kudis, maka sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter. Bisa jadi, telur tungau yang bersarang di area epidermis telah menetas. Dengan kata lain, tungau dewasa mungkin telah mati, tetapi muncul tungau baru dari telur yang baru saja menetas.
  3. Usahakan untuk menghindari kontak dengan orang yang terkena kudis karena penyakit ini bersifat menular.
  4. Cucilah perabot atau benda-benda rumah Anda sesering mungkin. Kebersihan akan mencegah berkembangnya daur hidup tungau di sekitar Anda.
  5. Pisahkan pakaian kotor yang dipakai oleh penderita kudis dengan pakaian anggota keluarga yang tidak terkena kudis. Hal tersebut akan membantu mengurangi penularan.
  6. Usahakan Anda hanya menggunakan jenis obat Ivermectin jika jenis obat-obatan lainnya tidak memberikan pengaruh yang cukup signifikan pada kudis yang Anda derita.

Penyakit Kudis

Parut kudis atau kudis disebabkan oleh tungau atau kutu kecil yang sering menyebabkan gatal di bagian kulit. Berikut ini adalah hal-hal yang berkaitan dengan penyakit kudis:

  1. Penyebab Kudis

Berikut ini adalah penyebab kudis yang harus anda ketahui:

  • Tungau atau kutu kecil yang menyebabkan kudis tersebut disebut dengan Sarcoptes scabiei. Tungau atau kutu kecil yang menyebabkan parut kudis tersebut tidak nampak oleh mata telanjang. Untuk melihatnya, kita membutuhkan bantuan mikroskop. Ukuran tungau betina berkisar antara 0,3 sampai 0,4 mm, sedangkan untuk ukuran tungau jantan ialah separuh dari ukuran tungau betina.
  • Tungau betina yang sudah dibuahi dan tinggal sebagai parasit di kulit akan membentuk liang terowongan dan di bagian kulit tersebut tungau akan bertelur sebanyak 40 sampai 50 butir telur. Telur-telur tersebut akan menetas dalam waktu 3 sampai 5 hari dan menimbulkan gatal yang luar biasa. Iritasi pada kulit yang disebabkan oleh tungau tersebut akan membentuk parut kudis dan biasanya akan kambuh pada malam hari.
  1. Proses Terjadinya Kudis

Banyak orang yang tidak menyadari asal muasal kapan penyakit kudis tersebut mulai hinggap di kulit. Adapun proses dari penyakit kudis tersebut adalah:

  • Penyakit kudis ini dimulai dari infeksi oleh tungau betina atau nimfa stadium kedua yang dengan aktif membuat terowongan di bagian epidermis kulit. Pada bagian terowongan tersebut, tungau betina akan meletakkan 2 sampai 3 butri telur setiap harinya.
  • Telur-telur yang berada di terowongan kulit tersebut akan menetas dalam waktu 3 sampai 5 hari menjadi bentuk larva berkaki enam.
  • Dalam kurun waktu 1 sampai 2 hari, larva tersebut akan berkembang menjadi nimfa stadium pertama dan berlanjut menjadi nimfa stadium kedua. Nimfa stadium kedua tersebut telah memiliki 8 kaki. Nimfa tersebut akan menjadi tungau betina yang siap untuk melakukan perkawinan dengan tungau jantan.
  • Tungau-tungau tersebut akan berkembang menjadi tungau dewasa dalam waktu 2 sampai 4 hari.
  • Dalam prosesnya menyelesaikan daur hidup dari telur sampai bertelur lagi, tungau membutuhkan waktu antara 10 sampai 14 hari. Pertumbuhan tungau dari telur menjadi tungau dewasa berkisar selama 17 hari.

Gejala Penyakit Kudis

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, penyakit kudis merupakan penyakit kulit yang akan menimbulkan rasa gatal di kulit dan biasanya akan terasa parah pada malam hari. Rasa gatal tersebut merupakan reaksi alergi kulit terhadap tungau yang bersarang dan membuat terowongan di daerah epidermis kulit. Kudis merupakan penyakit kulit yang bersarang secara berkelompok, artinya ia akan bersarang di wilayah tertentu kulit dan tidak menyebar namun bisa menular kepada orang lain. ( Baca : Alergi telurCara mengatasi alergi pada anak )

Adapun beberapa gejala yang akan dirasakan ketika kulit terinfeksi tungau penyebab kudis adalah:

Gejala-gejala tersebut umumnya dialami oleh orang dewasa. Untuk anak-anak, kudis biasanya akan bersarang di area kulit kepala, wajah, leher, telapak tangan, dan juga telapak kaki.

Komplikasi Akibat Penyakit Kudis

Rasa gatal akibat kudis biasanya sangat tidak tertahankan, terutama ketika malam hari. Karena itulah kebanyakan orang yang terkena kudis akan menggaruk bagian kulit yang terinfeksi oleh tungau. Berikut ini adalah komplikasi penyaki kudis :

  • Memicu ruam. Jika kulit yang terkena infeksi terus digaruk, permukaan kulit yang mengalami ruam akan terluka dan sangat rentan untuk terkena infeksi bakteri seperti impetigo. Infeksi bakteri pada kulit yang terluka tersebut biasanya disebabkan oleh bakteri jenis staphylococci dan streptococci.
  • Menyebabkan kudis keropeng. Komplikasi yang sangat mungkin terjadi apabila kulit terus digaruk adalah penyakit kudis dalam tingkatan yang lebih parah, yaitu kudis keropeng. Kudis akan ruam, bersisik, dan menimbulkan koreng dalam ukuran yang relatif besar. Resiko untuk mengalami komplikasi akibat penyakit kudis biasanya sangat rentan dialami oleh manula, wanita hamil, serta orang-orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah.

Diagnosis Penyakit Kudis

Untuk mendiaknosis apakah kulit anda ruam karena kudis atau karena penyakit kulit lainnya, Anda harus melakukan pemeriksaan medis terlebih dahulu. Berikut ini adalah cara mendiagnosa penyakit kudis :

  • Mengidentifikasi gejala. Proses diagnosis oleh dokter biasanya akan dilakukan dengan mengetahui gejala-gejala yang dialami oleh pasien. Selain itu, bentuk ruam yang berada di kulit juga akan diperiksa. Pada kasus tertentu, dokter juga akan membutuhkan uji tinta serta biopsi kulit untuk memastikan penyakit kudis.
  • Uji tinta. Uji tinta tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi adanya sarang tungau pada lapisan epidermis kulit si penderita. Uji tinta dilakukan dengan mengoleskan tinta di bagian ruam yang terasa gatal. Selanjutnya tinta tersebut dibasuh menggunakan kapas beralkohol. Jika setelah dibersihkan ternyata di bagian kulit tersebut masih ada sisa-sisa tinta dan membentuk garis-garis kecil maka bisa dipastikan ada sarang tungau di bagian kulit tersebut.
  • Biopsi. Diagnosis juga bisa dilakukan dengan metode biopsi kulit. Metode ini dilakukan dengan mengambil sedikit jaringan kulit kemudian memeriksa jaringan kulit tersebut di laboratorium.

Demikian cara menghilangkan parut kudis yang bisa anda lakukan. Penting bagi Anda untuk menjaga kebersihan lingkungan dan juga tidak melakukan kontak dengan orang yang terkena kudis. Melakukan pemeriksaan medis adalah hal wajib yang harus Anda lakukan jika Anda terkena kudis. Untuk mempercepat proses penyembuhan, Anda juga dapat melakukan pengobatan menggunakan bahan-bahan alami seperti yang sudah dijelaskan di atas.