20 Bahaya Cuka Makan Bagi Kesehatan Tubuh – Ibu Hamil dan Janin

12872

Cuka atau asam asetat adalah bentuk fermentasi dari bahan bahan herbal yang mempunyai efek keasaman dan aroma yang berbeda beda yang dapat digunakan untuk pengolahan makanan serta pengobatan alternatif. Tahukah anda bahwa cuka atau yang populer disebut kimia asam organik digunakan juga pada industri yang bergerak di bidang tekstil yang sering dimanfaatkan untuk campuran produk polimer seperti sellulosa asetat dan beberapa macam serat bahan pakaian atau kain. Bahaya cuka makan bagi kesehatan wajib anda waspadai karena belakangan ini banyak penjual makanan memanfaatkannya untuk menambah keasaman makanan dan agar awet. Berikut bahaya yang akan ditimbulkan jika konsumsi cuka secara berlebihan.

1.Iritasi lambung

Tingkat keasaman yang tinggi dapat merusak dinding lambung yang begitu lunak dan sensitif terhadap asam cuka karena didalam lambung sendiri sudah ada tingkat keasaman tertentu yang sebenarnya tidak boleh ada asam lain yang masuk. Dinding lambung yang mengalami panas akibat asam asetat mengakibatkan rasa perih karena teriritasi.

2.Iritasi Usus

Dinding usus tidak akan kuat jika terus menerus tersiram lansung oleh asam asetat dalam jumlah banyak, hal ini akan mengakibatkan iritasi pada usus yang akan mengganggu sistem pencernaan yang dilakukan enzim lipase.

3. Terganggunya sistem pencernaan

Sistem pencernaan akan mengalami hambatan untuk mencerna sehingga proses pembakaran lemak dalam tubuh ikut terhambat, Enzim yang mengatur kinerja pencernaan akan mengalami dehidrasi dan penurunan fungsinya.

4. Menyebabkan Pusing

Asam cuka yang berlebihan akan menguap dan terbawa masuk kealiran darah menuju kepala, Penyumbatan ringan akan terjadi  yang mengakibatkan pusing pusing dan kepala terasa nyeri dan berat.

Baca : Kepala sering terasa berat – Kepala sering pusing – Mata kunang kunang

5. Menyebabkan Otot leher kaku

Efek dari cuka yang terlalu asam akan menyumbat aliran darah dan saraf sekitar leher bagian belakang yang menyebabkan otot leher kaku dan terasa seperti ditarik, kondisi ini mengakibatkan  leher terasa pegal, nyeri dan akan merasa sakit ketika kepala menoleh kekiri atau kekanan.

6. Merusak enamel gigi

Tingkat keasaman cuka yang tinggi bersifat erosi, menghancurkan dan mengikis pelindung gigi bagian luar (enamel gigi ). Pengikisan  berupa rusaknya enamel gigi yang jika terus berkelanjutan akan mengakibatkan gigi cepat keropos dan mudah patah.

7. Asam dalam darah meningkat

Pada dasarnya darah memiliki keasama sendiri yang fungsinya untuk menyeimbangkan kondisi sel darah merah dan putih agar tetap stabil, tetapi jika keasaman tersebut tercemar dengan asam asetat makan kadar keasamam dalam darah dan meningkat yang mengakibatkan kelainan darah dan kerusakan fungsi darah

8. Asam lambung naik

Lambung memiliki kemampuan untuk menerima zat asam dari luar tubuh dalam jumlah tertentu, jika melebihi asam alami yang ada pada lambung maka yang terjadi adalah penumpukan gas yang melebihi ukuran lambung  itu sendiri dan lambung  jadi mengembang dan terasa sesak, yang akhirnya membuat perut nyeri, mual, melilit dan ingin muntah  karena  mendapat tekanan dari dalam, itulah proses mengapa asam lambung bisa naik.

Baca : Makanan penyebab asam lambung naik – Bahaya asam lambung naik – Gejala asam lambung naik – Cara mengobati asam lambung naik – Penyebab asam lambung naik – Pantangan asam lambung – Makanan untuk penderita asam lambung

9. Muntah muntah

Tingkat keasaman cuka yang tinggi dapat membuat perut mual, dada terasa dihimpit dan ulu hati terasa tidak nyaman, jika kondisi ini didiamkan saja maka bisa menyebabkan muntah muntah yang diakhiri dengan kondisi tubuh yang lemas dan dehidrasi.

10.Mengganggu kinerja jantung

Bahaya cuka bagi tubuh juga dapat merusak jantung. Asam asetat dapat membuat pembuluh darah di jantung menjadi mengerut , ini adalah reaksi dimana pembuluh tidak menerima zat yang mempunyai kadar keasaman terlalu tinggi, hal ini yang membuat kinerja jantung menjadi tidak normal ketika memompa darah.

11.Mengakibatkan diare

Senyawa asam asetat dapat membuat iritasi pada lambung dan merusak pencernaan yang jika keduanya terjadi secara bersamaan maka akan berpotensi mengakibatkan diare atau buang air lebih dari lima kali sehari.

Baca : Makanan untuk penderita diare – bahaya diare – cara mengobati diare – Cara mengatasi diare – Penyebab diare – Makanan untuk anak diare

12.Tubuh dehidrasi

Asam asetat bersifat asam dan panas hingga mampu mencemari persediaan air alami tubuh yang mengakibatkan tubuh dehidrasi karena  air murni dalam tubuh cepat hilang.

13.Perut mual dan melilit

Senyawa asam asetat dapat berputar putar didalam lambung berupa penumpukan gas yang menyebabkan perut terasa sakit, mual daan melilit. Kondidi seperti ini hampir serupa dengan naiknya asam lambung tetapi perut mual dan melilit ini hanya karena desakan gas yang memaksa sisa makanan terdorong untuk segera dikeluarkan (BAB)

14. Menyebabkan sakit maag

Kadar asam yaaang tinggi pada cuka cenderung aakan memperparah seseorang yang telah memiliki penyakit mag, krena asam asetat bersifat panas, erosi dan mengikis  yang artinya mampu melukai lebih dalam lagi mag yang sebenarnya sudah luka. Bagi yang belum mempunyai penyakit mag, berhati hatilah untuk tidak mengkonsumsi cuka setiap hari karena hanya akan memicu muncullah sakit maag.

Baca : Ciri ciri maag – Gejala maag kronis – Makanan untuk penderita maag

15. Rahim kering dan mengerut

Asam asetat bisa menagkibatkan raahim menjadi asam dan mengerut, karena  tingkat keasaman pada cuka tidak cocok untuk rahim yang hanya bisa menerima zat asam dalam tingkatan yang rendah.

16. Berbahaya bagi janin

Bahaya cuka bagi ibu hamil dan janinnya cukup terasa, janin dapat cacat jika konsumsi berlebihan cuka dilakukan saat hamil. Tingkat keasaman pada cuka dapat menyebabkan bayi cacat dalam kandungan, karena asam asetat mampu merusak jaringan tubuh janin yang baru saja terbentuk.

17. Iritasi tenggorokan

Asam asetat dapat mengiritasi pipa tenggorokan berupa lepuhan lepuhan , yaitu semacam luka luka kecil pada dinding seputar tenggorokan. ketika menelan makanan terjadilah gesekan makanan yang melewati tenggorokan yang membuat makanan tersebut menyentuh luka lepuhan, sehingga timbul rasa perih dan nyeri.

18. Kepadatan tulang menurun

Tingkat konsentrasi asam yang terlalu tinggi jika dikonsumsi setiap hari dan dalam takaran yang banyak akan menyebabkan kepadatan tulang semakin berkurang dan menipis. Kondisi ini berbahaya karena dapat menimbulkan anda terkena oesteoporosis. Dan bagi penderita oesteoporosis sebaiknya menghindari cuka, karena hanya akan memperparah tulang menjadi kian rapuh.

19.Mengikis zat kalium dalam tubuh

Asam asetat akan mengikis zat kalium yang ada pada tubuh dan menyerapnya habis, akibatnya tubuh kekurangan kalium yang akan mengakibatkan gula darah menjadi rendah, serangan stroke, merusak fungsi otak dan adanya gangguan otot. Baca : Makanan yang mengandung kalium

20. Kadar insulin menurun

Asam asetat dapat mengganggu kadar insulin yang mulai stabil pada penderita diabetes. Jika penderita diabetes masih saja mengkonsumsi cuka maka kadar insulinnya akan terus mengalami penurunan dan dapat menyebakan kematian.

Jenis jenis cuka yang dihasilkan lewat fermentasi

  1. Malt Vinegar. Cuka yang dibuat dari gandum dan barley yang dikecambahkan. pati yang ada dalam biji berubah menjadi maltosa yang nantinya mengandung alkohol yangmenjadi bahan utama pembuatan cuka.
  2. White wine Vinegar. Cuka yang dibuat dari biji bijian dan jagung yang biasanya sering dipergunakan untuk bahan sanitasi untuk menetralisir bau bauan yang tidak sedap.
  3. Anggur merah. Cuka yang dibuat dari anggur berwarna merah yang digunakan untuk campuran menu makanan sekaligus dapat menjadi obat untuk beberapa pengobatan alternatif.
  4. Wine Vinegar. Cuka yang dibuat dari penggabungan buah anggur putih dan merah yang difermentasikan didalam kotak terbuat dari kayu yang dimatangkan selama 2 tahun.
  5. Coconut Vinegar. Cuka yang dibuat dari air kelapa yang rasanya tidak terlalu asam tetapi mempunyai aroma yang kuat. Biasa digunakan pada beberapa masakan agar memberi efek rasa gurih.
  6. Chinese black Vinegar. Cuka yang terbuat dari penggabungan antara gandum, Mollet dan sorgum yang berwarna hitam pekat yang rasa dan aromanya khas gandum, Cuka unik ini  berasal dari china.
  7. Honey Vinegar. Cuka yang terbuat dari madu yang berwarna kecoklatan yang mempunyai aroma dan rasa yang kuat dan menyengat. Biasa digunakan pada pengobatan alternatif  dan sebagai pelengkap makanan.
  8. Cane Vinegar. Cuka yang terbuat dari gula tebu pilihan yang berwarna coklat keemsan dan mempunyai aroma lembut dan rasa manis asam dan sedikit pahit.
  9. Rice Vinegar. Cuka yang terbuat dari beras dengan warna warna yang bervariasi yaitu putih merah dan  hitam. rasanya ringan dan aromaanya lembut, ini adalah cuka yang paling aman digunakan untuk pelengkap makanan.
  10. Palm Vinegar. Cuka yang terbuat dari getah buah nipa muda yang mempunyai rasa dan aroma yang ringan dan berwarna putih keruh. Bisa digunakan sebagai bahan pelengkap menu masakan yang bercita rasa pedas.
  11. Cuka dari buah kesemek. Cuka yang terbuat dari buah kesemek yang difermentasikan selama 3 sampai 6 bulan. Cuka ini biasanya dapat dicari dengan mudah di negeri gingseng Korea.
  12. Apple cider. Cuka yang terbuat dari buah apel yang memiliki warna cokelat kekuningan daan termaasuk cuka yang cukup aman untuk penggunaan makanan dan pengobatan tubuh bagian luar.
  13. Balsamic Vinegar. Cuka tradisional asal Italia yang terbuat dari anggur yang sengaja dibuat kental agar mempunyai cita arasa yang khas kemudian di fermentasi di dalam kotak kayu selama 3 sampai 12 tahun, hasil akhirnya cuka akan berwarna coklat gelap.

Catatan penting

  • Sebenarnya cuka dihasilkan dari berbagai ragam bakteri aktif yang bersifat baik hasil dari dari fermentasi  dan menghasilkan senyawa asam asetat yang kuat dan jika berlebihan dalam penggunaan pada makanan, maka akan berbahaya bagi lambung dan usus, olahan cuka ini adalah hasil sampingan dari proses akhir pembuatan bir.
  • Pemakaian cuka yang wajar atau tidak berlebihan tidak akan mengakibatkan masalah dan gangguan pada tubuh. Alangkah lebih baik dan akan tetap menyehatkan tubuh jika cuka digantikan dengan keasaman dari bahan lain yang alami dan bernutrisi tinggi, misalnya air jeruk lemon atau asam kawak (jawa)

Bahaya cuka bagi kesehatan dan ibu hamil memang cukup mengerikan, untuk itu hindari penggunaannya yang berlebihan dalam makanan agar tidak menimbulkan efek samping yang mematikan, terutama jika anda lagi mengandung.