4 Cara Mengatasi Alergi pada Anak-anak

5336

Alergi merupakan keadaan dimana terjadi reaksi di dalam tubuh yang tidak normal karena adanya benda atau zat asing yang masuk ke dalam tubuh baik karena terhirup, tertelan, disuntikkan atau hanya karena tersentuh saja. alergi ini bisa dialami oleh siapa saja baik orang lanjut usia, orang dewasa bahkan pada anak-anak dan bayi. Alergi pada orang dewasa akan lebih mudah ditangani karena kondisi kekebalan tubuh sudah baik sedangkan untuk kasus alergi pada anak dan bayi tidaklah semudah dibayangkan untuk menyembuhkannya karena anak dan bayi masih berada pada tahap penyempurnaan organ tubuh sehingga jika penanganannya salah maka bisa menjadi hal yang fatal dan perlu memberikan vitamin untuk daya tahan tubuh. Ironisnya, alergi merupakan hal yang biasa dialami oleh anak dan bayi. Oleh karena itu, anda sebagai orang tua wajib mengetahui apa saja penyebab alergi pada anak dan bayi dan bagaimana cara mengatasinya. Hal ini penting diketahui mengingat alergi bisa muncul kapan saja dan dimana saja asalkan ada pemicu alergi tersebut. Jadi, bagi orang tua harus mengerti tindakan apa saja yang harus dilakukan untuk mencegah anak dan bayi terkena alergi.

Sebenarnya alergi yang dialami oleh anak dan bayi tidak akan muncul begitu saja melainkan karena terlalu sering interaksi dengan benda dan zat yang membuatnya alergi. Pada awalnya mungkin anak tidak mengalami alergi apapun namun semakin sering anak melakukan interaksi dengan benda atau zat tertentu maka akan semakin cepat pula gejala alergi muncul. Hal ini dikarenakan karena dalam tubuh anak sudah berada pada batas ambang toleransi dimana sudah pada batasnya tubuh terkena paparan dari benda atau zat yang menyebabkan alergi.

Berikut adalah cara mengatasi alergi pada anak :

  1. Oleh karena penjelasan yang sudah dipaparkan di atas maka anda sebagai orang tua tidak perlu merasa heran jika anak anda yang sudah sering berinteraksi dengan kucing menjadi alergi pada beberapa waktu selanjutnya. kemungkinan besar alergi tersebut disebabkan oleh bulu kucing. Intinya terdapat beberapa waktu jeda bagi tubuh untuk menyesuaikan dirinya sendiri dengan lingkungan sekitar.
  2. Cara mengatasi alergi pada anak dan bayi yang paling ampuh adalah dengan mengetahui penyebab alergi tersebut. Jika sudah diketahui penyebab alergi maka akan lebih mudah untuk melakukan pencegahan sehingga tidak muncul alergi pada anak dan bayi. Untuk masalah ini anda bisa melakukan konsultasi dengan dokter karena biasanya dokter akan memberikan cara bagaimana untuk mengetahui anak dan bayi sebenarnya alergi terhadap apa. Jika memang alergi terhadap makanan sebaiknya tunda pemberian makanan yang sering menyebabkan alergi seperti telur, kerang, kacang dan seafood. Jika memang alergi pada lingkungan maka perhatikan lingkungan sekitar apakah ada benda atau zat yang bisa menjadi pemicu adanya alergi.
  3. Pada kasus ini sebaiknya anda sebagai orang tua selalu membersihkan lingkungan terutama tempat tidur anak dan bayi karena bisa jadi anak anda terkena alergi debu atau tungau. Bergitu pula dengan alergi pada jamur dan kecoa maka satu-satunya jalan adalah dengan membersihkan lingkungan dengan bersih dan higenis. Anda juga perlu mengantisipasi jika mungkin anak dan bayi alergi terhadap hewan peliharaan. Sebaiknya kurangi kontak secara langsung atau dengan kata lain anak tidak boleh bermain dengan hewan peliharaan. Jika anda atau anggota keluarga lainnya telah memegang hewan peliharaan sebaiknya cuci tangan dengan bersih menggunakan sabun supaya resiko menularkan alergi tidak terjadi.
  4. Anda juga bisa memberikan tambahan obat alergi namun sebaiknya yang khusus untuk anak dan bayi serta pemberian resepnya pun harus didasarkan pada resep dokter anak. Hal ini sangat penting diperhatikan karena anak dan bayi memiliki kondisi tubuh yang masih sangat rentan tidak seperti tubuh orang dewasa jadi harus melalui pengawasan khusus. Jika memang belum sembuh sebaiknya segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut karena mungkin anak anda mengalami gejala dari sebuah penyakit yang lebih serius di dalam tubuhnya.

Penyebab Alergi pada Anak dan Bayi

Faktor penyebab alergi pada anak dan bayi ini beragam namun lebih banyak dikarenakan oleh faktor genetic yang diturunkan dari kedua orang tua atau kerabat dekat yang masih memiliki hubungan darah. jadi jika anda sebagai orang tua memiliki alergi sebaiknya mempersiapkan diri pada perkembangan anak dan bayi karena kemungkinan besar mereka juga akan memiliki alergi. Faktor lainnya penyebab alergi adalah faktor lingkungan dan makanan. Kasus alergi yang disebabkan oleh lingkungan lebih sedikit dibandingkan dengan kasus alergi pada anak dan bayi karena faktor makanan.

Beberapa jenis makanan yang paling sering menjadi momok penyebab alergi pada anak dan bayi diantaranya adalah kacang, telur, susu, ikan dan kerang. Pada anak yang memiliki alergi terhadap lingkungan biasanya akan mulai dirasakan ketika anak sudah menginjak usia 18 bulan. pada usia tersebut, anak akan lebih peka terhadap lingkungannya entah itu alergi pada suhu udara, benda tertentu bahkan hewan dan tumbuhan tertentu baik dirinya sedang berada di dalam ruangan maupun saat dirinya sedang berada di luar ruangan.

Beberapa jenis benda yang menyebabkan alergi pada anak dan bayi diantaranya adalah debu, tungau, serbuk sari, bulu hewan, jamur dan juga kecoa. Selain beberapa hal yang telah disebutkan di atas juga terdapat beberapa hal yang membuat anak dan bayi mengalami alergi yaitu karena gigitan serangga yang membuat penyebab alergi kulit menjadi gatal, merah hingga mengalami pembengkakan. Bisa juga dikarenakan oleh bahan kimia atau obat yang digunakan misalnya detergen yang bisa membuat anak dan bayi mengalami alergi.

Gejala yang biasanya dimunculkan pada anak dan bayi yang mengalami alergi beragam, diantaranya adalah berikut ini:

Demikian penjelasan mengenai alergi pada anak dan bayi, semoga bisa menjadi pengetahuan bagi anda sebagai orang tua jika memiliki anak yang mengidap alergi tertentu. Alergi harus sangat diperhatikan terutama pada anak karena jika tidak diperhatikan dapat membuat penyakit lain yang lebih serius. Terima kasih.

Baca juga artikel halo sehat lainnya :