Diprosta – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Efek Samping

1572

Diprosta adalah salah satu merk obat yang bermanfaat untuk meringankan penyakit kulit karena reaksi alergi disertai infeksi sekunder yang disebabkan organisme yang rentan. Cara obat ini bekerja adalah dengan menekan aktivitas berbagai sel dan zat kimia yang menyebabkan pembengkakan, kemerahan, dan gatal. Selain itu obat ini juga memberikan perawatan topikal yang efektif pada ciri-ciri dermatitis, infeksi bakteri primer maupun sekunder pada kulit.

Diprosta adalah obat yang diproduksi berbentuk salep. Obat Diprosta didistribusikan oleh PT Konimex Pharmaceutical. Obat ini termasuk dalam golongan obat keras dan untuk mendapatkan obat ini, pasien hanya perlu menyerahkan surat dokter kepada apotek terdekat dan tersedia.

Komposisi Diprosta

Diprosta terdiri dari dua bahan aktif yang sangat bermanfaat, yaitu Betametason 0,5 m dan Gentamisin 1 mg.

  • Betamethasone

Betamethasone merupakan kandungan obat yang dimanfaatkan sebagai obat penghilang bengkak, gatal, dan kemerahan pada kulit. Selain itu, kandungan obat ini juga mengatasi infeksi kulit, antara lain eskim, psoriasis, dan reaksi alergi. Betamethasone bekerja dengan menekan sistem kekebalan tubuh, serta meredakan sekaligus mencegah terlepasnya senyawa kimia tubuh yang memunculkan gejala radang.

  • Gentamicin

Gentamicin adalah obat yang termasuk golongan antibiotik aminoglikosida. Obat ini memiliki manfaat untuk menghentikan, melindungi dan mencegah pertumbuhan infeksi bakteri pada kulit. Gentamicin sering kali dimanfaatkan oleh dokter untuk pasien guna menanggulangi infeksi jenis-jenis penyakit matainfeksi telinga, infeksi kemih, serta infeksi kulit.

Dosis Penggunaan Diprosta

Dosis penggunaan yang baik dan tepat adalah berasal dari anjuran dokter guna mengurangi risiko efek samping atau hal yang tidak diinginkan. Pada dasarnya, berikut adalah dosis penggunaan obat Diprosta:

  • Oleskan sebanyak dua kali sehari
  • Ulangi pemakaian obat selama empat minggu
  • Oleskan Diprosta pada bagian yang sakit dengan merata

Efek Samping Diprosta

Keadaan seorang pasien yang akan menerima reaksi pada tubuhnya setelah meminum obat, inilah yang disebut sebagai Efek samping. Efek samping bisa terjadi beberapa kejadian sekaligus, namun bisa juga seorang pasien belum tentu akan merasakan efek samping yang tertulis pada artikel ini. Selama masa pemulihan, Efek samping yang bisa terjadi pada pasien pengguna Diprosta, antara lain:

  1. Pasien mungkin mengalamai kulit terasa terbakar, kulit kering, dan iritasi.
  2. Pasien bisa mengalami Hipopigmentasi
  3. Pasien bisa mengalami Folikulitis
  4. Pasien bisa mengalami erupsi pada kulit menyerupai akne
  5. Pasien bisa mengalami dermatitis perioral atau kermatitis kontak karena alergi
  6. Pasien mungkin mengalami atopi kulit
  7. Pasien mungkin mengalami infeksi sekunder
  8. Pasien mungkin mengalami Striae

Kontraindikasi Diprosta

Kontraindikasi merupakan istilah yang digunakan dalam dunia medis bagi pasien yang tidak mampu menerima obat atau tindakan medis karena dapat berakibat fatal. Beberapa kriteria pasien yang tidak disarankan menggunakan Diprogenta antara lain:

  • Pasien yang memiliki hipersensitivitas pada kandungan obat, yaitu Betamethasone dipropionate dan Gentamicin sulfate.
  • Pasien yang terkena virus Vaccinia, varisela dan tuberkulosis kulit.
  • Pasien yang memiliki infeksi yang disebabkan oleh jamur dan virus penyakit pada kulit.

Hal yang perlu diperhatikan

Hal yang perlu diperhatikan secara seksama saat menggunakan Diprosta, antara lain:

  1. Perhatikan tanggal kadaluarsa obat
  2. simpan obat di tempat kering yang bebas dari sinar matahari langsung.
  3. Hentikan terapi jika timbul sensitisasi dan iritasi.
  4. Penggunaan pada area tubuh yang luas atau lama karena dapat mengakibatkan peningkatan risiko efek samping.
  5. Perhatikan penggunaan obat untuk wanita yang sedang hamil dan laktasi
  6. Perhatikan penggunaan obat pada anak kurang dari 2 tahun karena kulit pada umur tersebut tergolong sensitif