Virus Penyakit – Pengertian – Struktur – Cara Perkembangbiakan – Jenis

Mungkin banyak yang bertanya-tanya ketika seseorang tiba-tiba lumpuh, bahkan meninggal dunia sedang tak ada luka di badannya. Hal ini bisa disebabkan oleh virus yang bersarang ditubuhnya. Virus merupakan parasit yang berukuran mikroskopik, atau ukurannya sangat halus dan menginfeksi sel organisme biologis. Virus ini hanya bisa bereproduksi dalam makhluk hidup, dengan kata lain virus tidak bisa hidup di luar makhluk hidup sebagai inangnya. Partikel ini membutuhkan tempat untuk berkembang biak.

Status virus masih menjadi perdebatan. Ada yang setuju bahwa partikel ini termasuk dalam kategori mahluk hidup karena sifatnya yang bisa berkembang biak, yaitu dengan memperbanyak diri di dalam tubuh inangnya. Sedangnya sifatnya yang dapat dikristalkan membuat virus juga termasuk dalam ciri-ciri benda mati. Karena keunikan inilah, maka Para ahli biologi sepakat bahwa pada hakikatnya partikel tersebut dikelompokkan sebagai makhluk hidup yang memiliki dunia tersendiri yaitu virus. Virus juga merupakan organisme non-seluler, hal ini dikarenakan ia tidak memiliki kelengkapan seperti sitoplasma, organel sel, juga tidak bisa membelah diri sendiri.

Pengertian Virus

Virus berasal dari bahasa yunani yaitu venom yang artinya adalah racun. Partikel ini adalah parasit mikroskopik yang menginfeksi lorganisme biologis. Umumnya virus adalah partikel yang tersusun atas elemen genetik (genom) dan memiliki kandungan salah satu asam nukleat yaitu asam deoksiribonukleat (DNA) atau asam ribonukleat (RNA). Kandungan tersebut memiliki kondisi yang berbeda, yaitu secara intraseluler dalam tubuh inang dan ekstrseluler (maksudnya di luar tubuh induknya). Sifat tersebut membuat virus disebut juga sebagai parasit obligat.

Partikel ini dipercaya telah muncul sejak zaman mesir kuno di Memphis sekitar tahun 1400 SM. Virus diduga menyebar pada zaman tersebut dalam bentuk penyakit poliomyelitis. Hal ini diperkuat ketika Raja Ramses V juga meninggal karena virus smallpox, yang pernah menyebar di sekitar Tiongkok pada tahun 1000 SM.
Sekitar tahun 1798, Edward Jenner yang seorang ilmuwan mengamati para pemerah susu sapi yang kebal terhadap penyakit karena virus smallpox. Kemudian diambillah kesimpulan bahwa virus pada susu sapi mampu melindungi manusia dari serangan virus yang sama. Penemuan Edward Jenner ini lah yang kemudian menjadi asal muasal vaksin.

Dan pada tahun 1880, Louis Pasteur dan Robert Koch mencetuskan teori yang berbunyi Germ Theory, berisi “Bahwa setiap mikroorganisme merupakan sumber penyebab penyakit”. Istilah dari teori tersebut kemudian dikenal dengan Postulat Koch.

Struktur Virus Penyakit

Virus merupakan partikel terkecil yang hanya dilihat dengan bantuan mikroskop. Bentuknya pun sangat beragam, di antaranya oval, memanjang atau batang, bulat, dan ada yang berbentuk T. Namun, virus memiliki struktur sederhana yang sama. Yaitu terdiri dari Kapsid yang dibangun oleh banyak sub unit yang identik satu sama lain. Sub unit tersebut kemudian disebut dengan kapsomer. Bentuk kapsomer-kapsomer ini sangat simetris dan pada saat tertentu dapat mengkristal. Pada beberapa virus, juga dilengkapi oleh sampul yang terbuat dari lipoprotein (yaitu lipid dan protein). Struktur tubuh virus pada umumnya terdiri dari:

1. Kepala

Kepala, atau bagian atas virus berisi DNA, RNA, dan keduanya dilindungi oleh lapisan kapsid. Kapsid tersebut terbuat dari satu unit protein yang disebut kapsomer.

2. Isi Badan

Badan virus lebih dikenal dengan sebutab virion, terdiri dari asam nukleat (DNA atau RNA). Virus pada umumnya memiliki salah satu tipe asam nukleat.

3. Ekor

Ekor merupakan bagian yang berbentuk seperti jarum, fungsinya untuk menancapkan tubuhnya pada sel inang. Ekor ini melekat sempurna pada kepala kapsid. Ekor virus biasanya terdiri atas tabung yang dilengkapi benang. Dan virus yang bisa menginfeksi sel eukariotik biasanya tidak memiliki ekor.

Bagian-bagian di atas adalah struktur utama virus. Dan di bawah ini adalah tiga tambahan struktur tubuh virus:

  • Kapsid: Kapsid adalah lembaran yang membungkus DNA atau RNA pada tubuh virus dan terbuat dari rangkaian kapsomer. Bentuknya sangat bervariasi dan tergantung pada tipenya. Fungsi dari bagian ini adalah untuk membentuk virus dan melindunginya dari kondisi lingkungan yang mampu membunuhnya.
  • Kapsomer: Kapsomer merupakan bagian tubuh virus yang terdiri dari sedikit protein dan saling terangkai untuk membentuk kapsid.
  • Sel Pembungkus: Sel pembungkus adalah lapisan membran yang berfungsi sebagai pelindung DNA atau RNA. Bagian ini tersusun dari lipoprotein.

Cara Perkembangbiakan Virus

Sifat virus yang dapat dikristalkan dan tidak terjadi kerusakan pada tubuhnya membuat partikel kecil ini masuk dalam kelompok benda mati. Namun, sifatnya yang juga bisa berkembang biak menjadikan virus juga masuk dalam kelompok mahluk hidup. Virus menggunakan sel inang untuk membantu sintesis protein virus dan virion baru (yaitu jenis sel yang dapat diinfeksi oleh virus).

Dengan ini, sebagian besar virus ditumbuhkan dalam biakan sel, baik turunan sel sekunder atau berkelanjutan. Jenis biakan sel untuk mengembangbiakan virus sering berasal dari jaringan tumor, yang dapat digunakan secara terus menerus. Replikasi virus dalam biakan sel dapat di deteksi dengan cara-cara di bawah ini:


  • Adsorpsi: Adsorpsi adalah tahap penempelan virus pada dinding sel inang atau induknya. Virus menempelkan sisi reseptor ke dinding sel bakteri.
  • Penetrasi: Penetrasi adalah masuknya sel inang yaitu enzim yang dikeluarkan untuk membuka dinding sel bakteri. Molekul virus yang terdiri dari asam nukleat DNA/RNA bergerak melalui pipa ekor lalu masuk ke sitoplasma melalui dinding sel yang terbuka. Pada beberapa virus yang terbuka atau tidak memiliki lapisan luar, proses penyusupan ini dilakukan dengan cara fagositosis virion (viropexis).
  • Eklipase: Eklipas adalah pembentukan bagian-bagian tubuh virus dengan menggunakan asam nukleat.
  • Bakteriofage: Bakteriofage merupakan bagian-bagian tubuh virus yang terbentuk dan digabungkan untuk menjadi suatu virus baru. Hal ini diperhitungkan dengan perbandingan, 1 sel bakteri dapat menghasilkan 100-300 virus baru.
  • Pemecahan Sel: Sel-sel yang membentuk virus juga dapat terpecah. Terbentuknya enzim lisoenzim bisa melarutkan dinding sel bakteri sehingga sel ini pecah. Akibatnya lahirlah virus-virus baru yang mencari sel bakteri lainnya.

Fungsi Virus

Di dalam fungsinya dalam kehidupan, virus memiliki 2 peran, yang pertama sebagai mikroorganisme menguntungkan. Dalam hal ini virus berperan penting dalam bidang rekayasa genetika karena dapat digunakan untuk cloning gen.

Sebagai contoh adalah virus yang terbawa gen untuk mengendalikan pertumbuhan pada serangga. Virus juga digunakan untuk vaksin, juga bisa digunakan sebagai terapi gen manusia sehingga diharapkan dapat menyembuhkan kelainan genetis, seperti kanker. Di bawah ini adalah contoh virus-virus yang sifatnya menguntungkan bagi kehidupan:

1. Membuat Vaksin

Salah satu manfaat virus adalah untuk melemahkan patogen. Dengan begini, virus tidak lagi berbahaya dan dapat menyerang sistem manusia. Pemberian vaksin ke dalam tubuh manusia mengakibatkan terbentuknya antibodi terhadap patogen. Sehingga ketika bakteri tersebut muncul dan hendak menyerang, tubuh sudah memiliki antibodi berupa kekebalan terhadap patogen tersebut.

Beberapa contoh vaksin antara lain :

  • Vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella) yang dikenal sebagai pencegah penyakit cacar air dan gondongan
  • OPV (Oral Polio Vaccine) yang dikenal sebagai pencegah sakit polio
  • HZV (Varicella Zoster Vaccine) yang dikenal sebagai pencegah penyakit cacar air
  • HBV (Hepatitis B Vaccine) yang dikenal sebagai pencegah sakit kuning atau liver.

2. Pembuatan Anti toksin (Pelawan Racun)

Manfaat virus lainnya adalah untuk melawan racun. Penggabungkan DNA virus dengan DNA lain yang menguntungkan dapat mempengaruhi bakteri yang akan diinfeksi. Contohnya dalam hal ini adalah DNA virus akan digabungkan dengan DNA manusia yang mengawasi sintetis pelawan racun. Kemudian DNA tersebut oleh virus lisogenik disambungkan ke sel bakteri sehingga akan mengandung gen penghasil zat pelawan racun (anti toksin). Hasilnya, bakteri mengandung pelawan racun akan berkembang biak dengan cara membelah diri dan membuat/menghasilkan bakteri yang memiliki gen dan sifat yang sama (anti toksin).

3. Melemahkan Bakteri

Pembentukan bakteri patogen dari DNA virus lisogenik yang dapat membuat bakteri itu menjadi tak berbahaya jika masuk kedalam organ tubuh.

4. Membantu dalam Dunia Kedokteran

Pembuatan peta kromosom dapat menggunakan virus. Pembentukan ini dapat membantu dokter untuk menganalisa dan membuat terobosan terbaru dalam bidang kedokteran.

Jenis Virus yang Menyebabkan Penyakit

Namun, di balik jenis-jenis yang bermanfaat, ada pula beragam virus yang dapat menyebabkan penyakit pada tubuh manusia. Di bawah ini merupakan contoh-contoh virus yang bisa merugikan, di antaranya adalah:

1. HIV (Human Immunodeficiency Virus)

Virus ini adalah pembawa penyakit AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) yang menyerang sel-sel darah putih limfosit T pada tubuh. Gejala yang bisa terlihat adalah menyerupai gabungan dari gejala beberapa jenis penyakit. Hal ini dikarenakan menurunnya sistem kekebalan tubuh, penyakit pun bisa menyerang dengan mudah dan menjadi susah disembuhkan.

2. Virus Ebola (Ebola Virus)

Virus ini adalah penyebab penyakit ebola yang mematikan. Virus ini menyerang sel-sel pertahanan tubuh. Manusia yang terserang Ebola bisa terlihat dari gejalanya, bisa berupa demam yang kadang disertai dengan pendarahan.

3. Virus Hepatitis (Hepatitis Virus)

Virus ini adalah pembawa penyakit hepatisis B yang menyerang sel-sel hati. Penyakit ini mengakibatkan perut penderita membesar dan tubuhnya berubah menguning.

4. Measles Virus

Measles virus adalah penyebab penyakit cacar yang menyerang sel kulit. Gejala awalnya bisa demam, pilek, kemudian muncul luka cacar berwarna merah-merah pada kulit.

5. Polio

Virus enterovirus adalah penyebab penyakit polio. Virus ini masuk lewat mulut dan kemudian menginfeksi saluran usus. Bisa juga masuk melalui aliran darah dan menyerang saraf pusat sehingga mengakibatkan tubuh menjadi lumpuh permanen dalam hitungan jam.


Penyakit polio ternyata bisa menular melalui kontak fisik antar manusia. Penularan lainnya adalah melalui feces yang terkontaminasi virus. Jika salah satu anggota keluarga terinfeksi, biasanya anggota keluarga lainnya juga akan terkena penyakit ini. Penderita polio akan mengalami lemahnya otot dan menjadi lumpuh, terutama kaki. Yang paling rawan terserang penyakit ini adalah balita. Hal ini dikarenakan sistem imunitas balita belum sekuat orang dewasa.

6. Varisela (cacar air)

Penyakit kulit yang berbahaya lainnya diakibatkan oleh virus Varisela, yaitu pembawa infeksi virus akut. Penyakit yang sangat menular ini juga disebut dengan chicken pox, cacar air, atau varisela zoster. Penyakit ini disebabkan oleh Herpesvirus varicellae atau human (alpha) herpes virus-3 (HHV3). Penularan cacar air ini paling cepat adalah melalui udara. Penderita yang batuk atau bersin, maupun kontak langsung bisa menularkan penyakitnya.

7. Flu Burung

Virus Al dari Famili Orthomyxoviridae adalah pembawa penyakit flu burung atau sampar unggas. Virus ini biasanya menjangkiti burung dan mamalia biasanya juga dikenal dengan istilah H5N1. Penularannya bisa melalui udara, makanan, minuman, bisa juga dengan bersentuhan.

Tanda-tanda penderita flu burung adalah demam tinggi, batuk, lemas, sakit tenggorokan, sakit kepala, juga menurunnya selera makan. Sendi dan perut terasa nyeri akut. Biasanya manusia tertular virus ini karena telah melakukan kontak langsung dengan unggas yang terinfeksi virus tersebut.

8. Rabies

Rabies adalah penyakit yang menyerang susunan saraf pusat. Biasanya penyakit ini ditularkan melalui gigitan hewan yang sudah terkena rabies, seperti anjing, kucing, atau kera. Rabies disebabkan virus yang termasuk dalam kelompok Rhabdovirus. Virus ini menyerang sistem saraf.

Demikian artikel mengenai virus penyakit. Semoga informasi yang ada pada artikel ini dapat bermanfaat bagi anda.

, , , , , , , , ,

Follow Halosehat

ig-halosehatgroup

Oleh :
Kategori : Istilah Medis V