Thursday, May 23, 2019

Rabies

Rabies adalah sejenis penyakit mematikan yang menyerang saraf dan juga otak. Penyakit rabies lebih dikenal masyarakat luas dengan penyakit anjing gila. Jika ada orang yang terkena virus akibat gigitan hewan pembawa rabies, penanganannya haruslah tepat dan cepat agar tidak berakibat fatal nantinya. Berikut beberapa hal yang harus kita ketahui mengenai penyakit rabies.

Hewan-hewan Penyebab Rabies

  1. Anjing
  2. Sigung
  3. Rubah
  4. Rakun
  5. Monyet
  6. Kelelawar
  7. Serigala
  8. Kucing
  9. Luwak

Gejala Rabies pada Manusia

beberapa gejala yang akan timbul saat seseorang sudah terinfeksi virus rabies ini terbagi dalam 4 stadium, yaitu :

  1. Stadium Prodmoral
    Gejala yang akan muncul pada stadium ini meliputi : demam, sakit kepala, dan susah makan.
  1. Stadium Sensoris
    Gejala yang akan muncul pada stadium ini meliputi : rasa nyeri di bagian tubuh yang digigit, suka bingung, panas, keluarnya air liur berlebih, dan sebagainya.
  1. Stadium Eksitasi
    Gejala yang akan muncul pada stadium ini meliput : gampang terkejut, cemas, kejang karena terjadi gangguan di otak yang berguna mengatur pernapasan dan menelan, merasa takut saat melihat sinar, air, udara.
  1. Stadium Paralitik
    Gejala yang akan muncul pada stadium ini yaitu terjadinya kelumpuhan di sebagian besar anggota tubuh.

Untuk lebih mempermudah kita mengenali seseorang terkena penyakit rabies atau tidak, inilah kesimpulan beberapa gejala awal penyakit rabies yang dapat kita lihat dari perilaku dan keadaan tubuh seseorang.

  1. Rasa lelah yang menjangkiti tubuh
  2. Sulit makan
  3. Kesemutan dan nyeri pada bagian yang digigit
  4. Suhu tubuh tinggi (demam)
  5. Cemas dan gelisah
  6. Sulit tidur
  7. Muntah
  8. Sakit kepala dan pusing
  9. Badan dingin
  10. Mudah marah
  11. Tenggorokan terasa sakit

Tanda Terjangkit Rabies Garang dan Rabies Lumpuh

Tanda-tanda rabies garang, antara lain :

  1. Berhalusinasi
  2. Meronta, berontak, berteriak
  3. Cemas dan suka mengamuk
  4. Suhu tubuh tinggi (demam)
  5. Air liur berlebih
  6. Terus menerus ereksi (terjadi pada pria)
  7. Keringat berlebih
  8. Bulu-bulu roma yang tampak berdiri
  9. Delusi (percaya terhadap hal yang tak nyata)
  10. Takut melihat sinar, air, udara
  11. Kejang karena terjadi gangguan otak (tidak bisa mengontrol pernapasan dan menelan)

Penderita rabies jenis ini umumnya juga akan koma, dan mungkin akan meninggal karena serangan jantung atau gagal napas. Sementara yang terjadi pada penderita rabies lumpuh, mereka perlahan akan mengalami otot lemah dan akhirnya tidak bisa bergerak lagi. Dimulai dari bagian tubuh atas, termasuk indera peraba yang kehilangan fungsinya, sampai hilangnya kemampuan tubuh untuk bergerak. Penderita rabies lumpuh juga akan koma, dan kemudian meninggal karena serangan jantung atau gagal napas.

Penyebab Penyakit Rabies

Lyssaviruses adalah nama virus penyebar rabies. Virus rabies ditularkan pada manusia melalui air liur hewan pembawa virus rabies ini. Jadi ketika air liur masuk melalui luka gigitannya, maka seseorang dapat terjangkit lyssaviruses dan sakit rabies. Selain itu, apabila hewan pembawa virus mencakar kita, kemungkinan bisa sakit rabies. Penyebabnya adalah cakar hewan sebelumnya sudah ia jilat-jilat dan ada air liur yang tertinggal di sana. Virus rabies tidak hanya menyerang manusia, tapi juga hewan lainnya. Hewan yang sudah terinfeksi rabies buas, terlihat galak, menggigit aneka barang, tampak agresif, meronta, kecemasan, dan air liurnya tampak menetes terus menerus dari mulut, bisa lumpuh dan mendadak mati. Sementara hewan yang terinfeksi rabies jinak terlihat galak, suka menyendiri dan sembunyi, mengalami kelumpuhan  pada sebagian besar tubuh, bernapas susah, suka kejang-kejang.

Diagnosis Penyakit Rabies

Penderita penyakit ini tak bisa langsung ketahuan, karena baru bisa diketahui setelah masa inkubasi virus selesai. Dalam mendiagnosis pasien penderita sakit rabies, dokter hanya  berpatokan pada keterangan yang diberikan pasien. Atau dokter bisa bertanya pada pasien apakah ia baru mengunjungi tempat yang banyak hewan berpotensi sebagai penular virus rabies atau telah digigit hewan tersebut.

Penanganan Penyakit Rabies

  1. Ketika digigit, langsung mencuci bagian yang terkena dengan sabun di air yang mengalir selama kurang lebih 15 menit.
  2. Setelah mencuci, langsung bersihkan luka memakai alkohol atau antiseptik.
  3. Jangan tutup luka, biarkan saja terbuka dan segeralah menuju fasilitas kesehatan terdekat untuk memperoleh suntik tetanus.
  4. Vaksinasi rabies yang dirangkai dengan pemberian globulin immune rabies.
  5. Harus melakukan vaksinasi lanjutan pada hari ke-3, hari ke-7, hari ke-14, dan pada hari ke-28.

Jenis-jenis Vaksin Rabies

Terdapat beberapa jenis vaksin rabies, yaitu vaksin HDVC yang terbuat dari sampel (contoh) sel manusia, vaksin PCEC yang pembuatannya memakai sampel (contoh) embrio ayam, dan vaksin jaringan saraf. Namun hanya vaksin HDVC dan PCEC yang dibolehkan (disarankan) untuk dipakai. Karena vaksin jaringan saraf setelah diuji, dapat membahayakan manusia (menyebabkan kelumpuhan). Vaksinasi rabies diberikan dalam 3 periode pemberian, antara lain :

  1. Ketika digigit hewan rabies (pre exposure)
    Setelah vaksinasi pertama, selanjutnya vaksinasi dilakukan pada hari ke -7, 21 atau 28. Dosis dimulai dari 0,5 ml, lalu 1,5 ml, dan 0,5 ml. Tahun selanjutnya juga divaksinasi lagi, sampai 3 tahun secara berulang.
  1. Setelah digigit hewan rabies (post exposure)
    Sama saja dengan pre exposure. Akan tetapi saat vaksinasi pertama, mendapat dua kali suntik sebanyak 0,5 ml. Vaksinasi kedua dan ketiga dosisnya sama.
  1. Gigitan berulang-ulang (re exposure)
    Vaksinasi diberikan tergantung waktunya. Kalau digigit dibawah 3 bulan, tak perlu suntik karena antibodinya masih memadai. Kalau digigit waktunya antara 3 bulan hingga setahun, perlu sekali vaksin sebanyk 0,5 ml. Kalau sudah lewat setahun, beri vaksinasi yang caranya sama dengan post exposure.

Setelah vaksinasi biasanya bagian yang disuntik akan merah, bengkak, dan sedikit gatal. Akan tetapi ini tidak akan lama dan cepat hilang.

Pencegahan Penyakit Rabies

Pencegahan dilakukan dengan memberikan vaksin anti rabies. Harus ditangani dengan cepat dan tepat setelah terkena gigitan. Vaksinasi juga diberikan pada orang-orang yang sering berinteraksi langsung dengan hewan-hewan, khususnya yang memiliki potensi pembawa virus ini. Beberapa orang yang harus mendapat vaksin ini antara lain :

  1. Penduduk di wilayah rawan terhadap rabies karena banyak ditemukan hewan pembawa virus ini.
  2. Pecinta alam penjelajah hutan atau gua-gua yang banyak kelelawarnya.
  3. Petugas laboratorium khusus menangani hewan rabies.
  4. Orang yang bekerja di toko binatang.
  5. Wisatawan yang berlibur ke daerah rawan rabies.

Vaksinasi juga penting diberikan kepada hewan-hewan peliharaan supaya tetap sehat dan tak membawa virus rabies.

Agar Terhindar dari Penyakit Rabies

Sewaktu kita bersama keluarga berkunjung ke tempat yang rawan rabies, janganlah sembarang menyentuh hewan. Terlebih itu hewan liar. Karena bisa saja hewan tersebut berpotensi membawa virus rabies. Langkah selanjutnya, apabila terlihat ada gigitan atau luka pada bagian tubuh anak, tanyakan darimana ia mendapat luka tersebut. Siapa tahu anak telah berinteraksi dengan hewan pembawa virus rabies. Beri pengertian pada anak tetang bahaya gigitan hewan dan penyakit yang akan muncul setelah digigit.

 

Recommended