Home Penyakit dan Kelainan Dompu KLB Rabies, Kenali Lebih Jauh Penyebab dan Cara Mengatasi Rabies

Dompu KLB Rabies, Kenali Lebih Jauh Penyebab dan Cara Mengatasi Rabies

by Ayu Firdausi

Kabupaten Dompu dan Kabupaten Sumbawa resmi dinyatakan alami KLB Rabies. Banyak korban gigitan anjing tengah dalam masa perawatan, tak sedikit pula warga yang masih trauma dan takut untuk lakukan aktifitas diluar rumah. Sebenarnya, bagaimana gejala yang timbul bila penyakit rabies terjadi? Apa penyebabnya? Dan bagaimana pula cara menanganinya? Berikut penjelasan lebih detail mengenai rabies.

Rabies atau lebih sering dikenal dengan istilah ‘penyakit anjing gila’ merupakan penyakit akibat infeksi virus yang menyerang otak dan sistem saraf. Penyakit ini tergolong berbahaya karena bisa mengancam nyawa.

Penyebab dan Gejala Serangan Rabies

Rabies disebabkan oleh virus rabies dalam keluarga Rhabdoviridae. Virus ini hanya bisa hidup pada beberapa jenis hewan yang berperan sebagai perantara penularan. Hewan yang biasa menularkan virus rabies yaitu anjing, kera, kucing, rakun dan kelelawar. Pada kasus yang amat jarang, virus rabies bisa ditularkan dari manusia ke manusia melalui transplantasu organ. Tak hanya melalui gigitan, rabies juga bisa menular melalui cakaran atau air liur yang memungkinkan terjadi kontak dengan darah manusia.

Gejala rabies biasanya muncul setelah 4 hingga 12 minggu setelah gigitan atau luka oleh hewan yang terinfeksi. Gejala awal yang umumnya dapat diamati adlaah demam, penurunan kekkuatan otot, kesemutan, dan sakit kepala.

Bila pada tahap ini penderita belum mendapatkan perawatan, dapat muncul gejala lanjutan dimana mulai tampak gangguan sensoris. Gangguan sensoris yang terjadi meliputi hipersalivasi (produksi air liur berlebih), hiperlakrimasi (produksi air mata berlebih), dan dilatasi (semakin melebar) pupil mata. Pada gejala lanjutan parah, dapat ditemui penderita mengeluhkan ketakutan pada cahaya (fotofobia) atau pada air (hidrofobia). Fase terakhir pada serangan rabies biasanya penderita mengalami kelumpuhan yang progresif.

Penanganan penderita kasus infeksi rabies

Rabies yang diobati sedini mungkin sebelum otak terinfeksi akan meminimalisir gejala dan meningkatkan prognosis. Jika terjadi kasus gigitan oleh hewan yang diduga terinfeksi rabies, segera cuci luka menggunakan sabun dan air mengalir selama 10-15 menit. Kemudian berikan antisepktik alkohol 70% atau cairan betadine. Segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan suntikan tetanus (pada penderita yang belum diimunisasi selama 10 tahun terakhir) atau suntikan globulin imun rabies (serum anti rabies) yang dikombinasikan dengan vaksin (pada oenderita yang sama sekali belum pernah mendapat imuniasi rabies). Pemberian serum dilakukan untuk memnatu tubuh melawan virus penyebab gangguan otak dan sistem saraf.

Dalam kurun waktu 28 hari, akan diberikan sebanyak 5 kali suntikan. Suntikan pertama berfungsi untuk menentukan risiko adanya virus rabies akibat bekas gigitan. Sedangkan sisa suntukan lainnya diberikan di hari ketiga, tujuh, empat belas, dan 28. Wajar jika terkadang ada rasa sakit, kemerahan, dan bengkak atau gatal pada tempat penyuntikan.

You may also like