Home Penyakit dan KelainanSumber Penyakit 6 Bahaya Gigitan Semut Api pada Kulit

6 Bahaya Gigitan Semut Api pada Kulit

by Nurul Shuafa

Pernahkah anda mendengar kata semut api? Semut api merupakan salah satu nama umum dari beberapa spesies semut dalam genus selenopsis. Selenopsis atau semut api memiliki lebih dari 200 spesies di seluruh dunia. Semut api merupakan semut penyengat dan nama semut api merefleksikan efek dari gigitan mereka. Semut api memiliki bentuk tubuh yang mirip dengan semut merah dan sangat sulit untuk dibedakan dari jauh, namun memiliki sedikit perbedaan, apa saja perbedaan semut api dengan semut merah?

Baca juga: Efek samping semut jepang – Bahaya menelan semut

Perbedaan fisik semut api dan semut merah

Ciri – Ciri Semut Merah :

  • Semut merah memiliki bentuk kepala yang sedikit membulat sementara semut api memiliki bentuk kepala yang lebih kotak
  • Semut merah memiliki mata yang lebih besar daripada semut api
  • Semut merah memiliki warna coklat buram, semut api memiliki warna merah marun yang mengkilap.

Ciri – Ciri Semut Api:

  • Semut api dewasa memiliki bentuk serangga dewasa secara umum, tubuhnya dibagi menjadi 3 bagian yaitu kepala, thorax dan abdomen dengan 3 pasang kaki dan sepasang antenna yang menjulur dari kepalanya.
  • Semut api merupakan spesies invasive yang hidup di Amerika.
  • Ukuran semut api bervariasi, pekerjanya berukuran 2-3mm semut tentara berukuran 3-4mm, dan semut ratunya memiliki ukuran terbesar yaitu 6mm.
  • Gigitan semut pada umumnya dapat menyebabkan iritasi atau bengkak kecil karena ketika menyengat, semut akan menyemprotkan asam formic, berbeda dengan semut api yang menginjeksikan racun alkaloid dalam setiap sengatannya yang menyebabkan efek yang lebih besar lagi.

Efek Sengatan Semut Api

Berbeda dengan semut pada umumnya, sengatan semut api tidak bisa diremehkan karena dapat menjadi sangat berbahaya terutama bagi mereka yang memiliki alergi terhadap gigitan semut. Sebelum menyengat, semut api akan menggigit permukaan kulit anda dengan kuat agar anda tidak bisa lepas dari genggamannya. Setelah itu semut api akan menyengat anda menggunakan abdomennya dan tak dapat dipercaya bahwa semut api dapat menyengat hingga 10 kali sebelum akhirnya melepaskan diri.

Apa efek dari sengatan semut api?

  1. 30 menit :  Bengkak kecil di titik sengatan
  2. 1 jam : Bengkak akan berubah menjadi merah muda sedangkan pusat sengatan tetap putih, bengkak belum terlalu menonjol.
  3. 24 jam : Warna merah semakin membesar dan menyebar dan bengkak semakin menonjol, nanah mulai terbentuk di pusat sengatan.
  4. 72 jam : Bengkak mencapai ukuran maksimal, warna merah menjadi merah darah dan nanah yang terkumpul menjadi sangat banyak.
  5. 1 minggu : Di antara hari ketiga hingga ke lima, bengkak tersebut akan pecah dan menciptakan lubang dangkal yang mengeluarkan nanah pada bagian yang tersengat. Pada tahap ini adalah tahap paling rawan karena luka dapat terkena infeksi jika anda tidak menjaga kebersihan luka anda dan tidak merawat luka anda dengan benar. Setelah satu minggu, jika anda merawat luka tersebut dengan benar, luka akan mulai menutup dengan menyisakan sedikit warna merah dan lubang kecil di pusat sengatan. Jika anda tidak merawat luka anda dengan benar, ada kemungkinan besar luka anda akan terinfeksi dan menjadi semakin parah. Jika terinfeksi, perawatan umum di rumah menjadi tidak berguna, anda perlu dibawa ke rumah sakit.
  6. 1 Bulan : Setelah satu bulan, luka telah menutup sepenuhnya namun masih menyisakan sel kulit mati berwarna hitam di bawah permukaan kulit yang disengat.

Artikel Seputar Gigitan hewan lainnya :

Pertolongan Pertama Saat Digigit Semut

Jika anda terkena sengatan semut api, jangan anggap remeh, segera lakukan hal hal berikut untuk meredakan bengkak dan menjauhkan anda dari rumah sakit:

a. Jauhkan semut

Semut api dapat menyengat anda hingga 10 kali sebelum melepaskan gigitannya, namun sengatan semut api terasa sangat sakit dan biasanya dengan mudah disadari. Segera singkirkan semut dari permukaan kulit anda untuk menghindari sengatan lain. Jika anda berada di daerah yang memiliki banyak semut api, segera pindah dan periksa sekujur tubuh anda jika masih ada semut api lain.

b. Jangan garuk bengkak

Bengkak dari sengatan semut api cukup mudah pecah dan menghasilkan luka berlubang yang memiliki kemungkinan infeksi. Oleh karena itu, menggaruk luka sengatan terutama yang sudah berukuran cukup besar merupakan hal yang tidak dianjurkan.

Artikel Seputar bengkak lainnya :

c. Krim antiseptic

Sabun antibakteri dan alcohol hanya berfungsi untuk sementara dan pengaruhnya akan hilang dalam beberapa jam. Untuk efek yang berkelanjutan anda dapat menggunakan krim antiseptic sehingga dapat menekan perkembangan luka bekas sengatan.

d. Cuci kulit yang disengat

Setelah menyingkirkan semut api dari kulit anda, hal pertama yang harus anda lakukan adalah mencuci daerah yang disengat menggunakan sabun antibakteri, alkohol dan air hangat untuk menetralkan racun sehingga tidak menyebar dan menghilangkan bakteri yang dapat menyebabkan infeksi. Namun jika anda berada jauh dari benda benda tersebut, anda dapat menggunakan alternatif berupa air bersih untuk mencuci luka tersebut, namun anda tetap harus mencari alcohol atau sabun antibakteri untuk hasil yang lebih maksimal.

You may also like