6 Bahaya Tidur Dengan Lampu Mati Yang Wajib Diketahui

Bahaya tidur dengan lampu mati secara ilmiah dinyatakan tidak ada karena sehat bagi kesehatan, Salah satunya meningkatkan daya tahan tubuh. Banyak orang yang hanya mengetahui bahwa tidur dalam kondisi mati lampu adalah sehat, Ternyata secara psikologis beresiko bagi orang orang yang memiliki kondisi khusus, Misalnya lansia, Sakit parah, Penderita pobia, Lemah jantung dan memicu rasa malas. (Baca Juga: Tanda Tanda Lemah Jantung , Cara Pencegahan Jantung Lemah)

Bahaya Tidur dengan Lampu Mati

Faktor faktor apa saja yang dapat menyebabkan bahaya tidur dengan lampu mati?

1. Dampak psikologis

Semakin renta seseorang maka akan ada perubahan hormon yang menyebabkan orang yang telah lanjut usia cenderung terbangun pada tengah malam dan memiliki aktifitas tidur yang lebih sedikit daripada usia produktif.

Bahaya tidur dengan lampu mati bagi lansia ada 2 jenis yaitu:

  • Akibat perubahan hormon tubuh yang dapat mempengaruhi psikologi berupa munculnya depresi ringan hingga menjadi berat berupa kecemasan berlebihan , linglung dan bingung saat terbangun dari tidurnya. Dimana kondisi tersebut dibutuhkan terapi psikologi untuk depresi ringan dan berat. 
  • Akibat gangguan penglihatan dimana pada umumnya Lansia lebih menyukai suasana yang redup bukan gelap karena suasana gelap dapat memperburuk penglihatan mereka yang biasanya memang telah mengalami penurunan jarak pandang ideal terhadap benda benda disekitarnya. Kondisi ini dapat memicu rasa cemas, Takut dan marah. (Baca Juga: Cara Menghilangkan Trauma Masa Lalu)

2. Bahaya bagi penderita pobia

Waspadalah bagi orang orang yang memiliki penyakit pobia (ketakutan secara berlebihan), terutama pobia terhadap ruangan gelap. Pobia merupakan penyakit yang dapat merusak rasa percaya diri dan menurunkan kualitas otak, Karena ketika ketakutan yang berlebihan maka saraf, Aliran darah pada arteri kepala mengalami hambatan lalu muncul ketegangan dan sakit kepala .

Baca Juga:

Pada kondisi gelap maka bahaya tidur dengan lampu mati akan memperburuk penyakit pobianya berupa kepanikan, Tidak bisa berfikir logis, Berhalusinasi, Kesulitan tidur dan terserang stres berkepanjangan. Sebaiknya bagi penderita pobia belajar membiasakan diri untuk belajar dan berusaha tidur dalam ruangan yang redup tetapi bukan gelap (lampu mati).


3. Bahaya bagi penderita sakit parah

Bagi orang orang yang sedang mengalami sakit parah dalam kondisi harus berbaring, Cenderung membutuhkan pertolongan dari orang lain, Misalnya mengambil air minum atau ingin buang air ketoilet, Ruangan yang gelap dapat meningkatkan rasa kecemasan mereka dan menghambat proses pemulihan.

Baca Juga:

Banyak pasien yang berusaha untuk melakukan sendiri hal hal kecil seperti mengambil air minum ketika dalam ruangan yang terang, namun bahaya tidur dengan lampu mati ketika adalah mereka akan mengalami kesulitan untuk melakukan apapun bahkan rentan terjadi benturan, Terjatuh atau terkilir ketika berusaha bangun dari ranjangnya. Seseorang yang sakit parah sebaiknya tidur dalam ruangan yang redup tetapi bukan gelap, Agar ketika pada posisi yang terdesak masih dapat menolong dirinya sendiri.

4. Bahaya bagi penderita lemah jantung

Mematikan tidur saat tidur sebenarnya baik bagi kesehatan jantung karena suasana ruangan redup dapat mengatur ritme jantung menjadi lebih stabil. Namun bagi penderita gejala jantung lemah, Pada sebagian orang penderita Ternyata bahaya tidur dengan lampu mati dapat menyebabkan detak jantung justru menjadi tidak beraturan karena lemah jantung berhubungan langsung dengan kondisi mental yang mudah terkejut, Sesak nafas dan kebingungan, Dimana jika terus menerus berlangsung maka akan membahayakan jantung itu sendiri. Tidur yang baik bagi penderita jantung termasuk lemah jantung adalah pada ruangan yang remang remang bukan kondisi lampu mati.

Baca Juga:

5. Memicu rasa malas

Tidur pada ruangan lampu mati dapat meningkatkan kualitas tidur yang lebih baik dan menciptakan suasana ruangan yang lebih nyaman dan kondusif, Kondisi inilah yang menyebabkan seseorang mudah terlelap dan segar ketika bangun di keesokan hari. Namun bahaya tidur dengan lampu mati dapat juga menyebabkan rasa malas untuk bangun tidur lebih awal karena saraf saraf otak jadi terbiasa untuk santai selama 7 sampai 8 jam tiap harinya dan otak lebih aktif memerintahkan seseorang untuk tetap rileks tidur walaupun dia tahu saat itu sudah waktunya untuk bangun dan mandi. (Baca Juga: Cara Menghilangkan Rasa Takut Berlebihan)

6. Ketakutan anak anak

Anak anak secara mental dan sifat alaminya cenderung takut pada kegelapan ketika mereka ingin tidur pada malam hari. Bagi mereka gelap adalah sesuatu yang menakutkan karena tidak bisa melihat apapun disekelingnya dengan jelas . Bahaya tidur dengan lampu mati terhadap anak anak adalah mereka jadi suka menangis, uring uringan, Kesulitan tidur dan rentan terserang influenza karena ketika mereka memgalami kondisi yang takut terus menerus, Maka daya tahan tubuh mereka mudah mengalami penurunan.

Baca juga:

Pilihlah lampu yang berwarna merah gelap (suram) atau kuning lembut yang tujuannya untuk untuk meningkatkan rasa percaya diri mereka untuk lebih berani tidur dalam kondisi minim cahaya lampu tetapi bukan lampu mati. Cahaya redup merah atau kuning mampu menurunkan produksi zat melatonin penyebab munculnya sel kanker, Depresi dan obesitas.

Pengaruh Warna Lampu

Jenis warna lampu yang dapat meningkatkan kualitas tidur menjadi lebih baik jika digunakan dengan intensitas cahaya yang redup. Efek dari warna yang lembut dan redup pada ruangan tidur jika dilihat untuk tujuan kesehatan dapat mempengaruhi emosional manusia menjadi lebih stabil, Diantaranya:

  1. Merah suram

Menghindari anak anak atau penderita pobia dari rasa takut terhadap kegelapan diruang kamar tidur. Efek warna merah suram dapat menetralisir peningkatan zat melatonin. Karena warna merah adalah warna yang segar yang biasa disukai oleh anak anak karena mudah di ingat dan meningkatkan suasana kamar menjadi lebih hangat.

Baca Juga:

  1. Kuning lembut

Wrna kuning lembut dapat disematkan pada lampu meja yang efek sinarnya hanya menyinari bagian tertentu saja tetapi tidak menyebabkan sialu. Cahaya kuning yang lebut mampu meningkatkan kualitas otak menjadi lebih kreatif dan optimis.

  1. Biru muda

Biru identiuk dengan warna laut yang mampu menenangkan mata dan saraf saraf otak ketika tidur. Biru muda adalah warna yang paling banyak disukai manusia karena memiliki aura cahaya yang dapat mempengaruhi saraf saraf otak menjadi lebih damai lebih tenang.

Baca juga:


  1. Hijau lumut

Hijau diumpamakan dengan tumbuhan dan siapa saja akan menyukai warna yang memiliki efek menentramkan pikiran tersebut. Wrna lampu meja berwarna hijau lumut mampu meningkatkan rasa aman dan nyaman ketika tidur. Baik bagi naka anka, Dewasa maupun orangtua.

  1. Ungu tua

Ungu adalah warna yang cantik dan dapat meningkatkan seseorang berfikir dan menganalisa sesuatu menjadi lebih bijak. Cahaya ungu pada ruangan kamar dapat membuat seseorang merenung hal hal yang positif sebelum memutuskan untuk tidur karena cahaya lampu meja yang berwarna ungu tua adalah warna yang dapat menghilangkan perasaan depresi terlebih pada orang orang yang sedang mengalami kelainan emosional akibat stres.

Baca Juga:

  1. Putih suram

Efek warna putih yang terlalu terang pada lampu dapat menyebabkan seseorang terserang sakit kepala, Kesulitan tidur dan ritme jantung menjadi lebih cepat. Tetapi warna putih lebih cepat menyebabkan seseorang mengantuk. Lebih baik gantilah dengan cahaya putih yang lebih redup ketika anda benar benar sudah merasa mengantuk. Warna putih suram dapat meningkatkan rasa aman, Tenang dan Tidur lebih lelap tanpa terjaga ditengah malam.

 

, , , ,
Oleh :
Kategori : Kebiasaan Baik